cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 779 Documents
Tiga peran metode eksperimen sederhana dalam membangun keterampilan proses sains siswa sekolah dasar I Kadek Mertayasa; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202400

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran metode eksperimen sederhana dalam pengembangan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar melalui systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020. Penelitian ini merupakan SLR dengan pendekatan sintesis tematik kualitatif, bukan meta-analisis. Oleh karena itu, tidak dilakukan penggabungan effect size statistik lintas studi atau uji heterogenitas. Temuan disajikan sebagai pola konseptual dan kecenderungan empiris yang muncul secara konsisten dalam literatur yang dianalisis. Melalui analisis tematik terhadap 63 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2025 dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC, penelitian mengungkap tiga peran utama metode eksperimen sederhana: (1) sebagai pengaktif pengetahuan awal siswa melalui observasi langsung fenomena konkret (didukung oleh 47 dari 63 studi); (2) sebagai fasilitator pengorganisasian informasi melalui aktivitas klasifikasi berbasis manipulasi objek nyata (didukung oleh 39 studi); dan (3) sebagai pemicu komunikasi ilmiah ketika secara eksplisit disertai platform praktik seperti presentasi atau penulisan laporan (didukung oleh 22 studi). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada konteks relevan, peran guru sebagai fasilitator, dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan desain pembelajaran sains yang secara intensional mengaitkan eksperimen sederhana dengan pengalaman belajar bermakna untuk membangun keterampilan proses sains yang berkelanjutan.
Melampaui tokenisme: mekanisme dan dampak integrasi kearifan lokal yang transformatif dalam literasi membaca sekolah dasar – sebuah tinjauan sistematis Luh Novik Dian Mertiasih; I Made Sedana; I Nyoman Raka
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202900

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran membaca seringkali bersifat tokenistik, sekadar menyisipkan unsur budaya tanpa transformasi pedagogis substantif. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis bentuk integrasi bermakna kearifan lokal dalam literasi membaca Sekolah Dasar serta mekanisme yang mendasarinya. Studi ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis panduan PRISMA 2020. Protokol penelitian telah didaftarkan pada Open Science Framework (OSF). Pencarian dilakukan pada enam database internasional dan nasional terakreditasi periode 2020–2025. Dari 1.382 artikel awal, 42 studi empiris (kuantitatif, kualitatif, dan campuran) memenuhi kriteria inklusi. Karena heterogenitas desain studi, sintesis data dilakukan menggunakan thematic synthesis untuk data kualitatif dan narrative synthesis untuk data kuantitatif. Analisis mengidentifikasi empat bentuk integrasi bermakna: (1) cultural scaffolding berbasis Zona Perkembangan Proksimal; (2) aktivasi cultural schemata untuk pemrosesan semantik; (3) pemanfaatan community cultural wealth sebagai modal literasi; dan (4) place-based literacy pedagogy. Temuan menunjukkan bahwa integrasi transformatif berkorelasi dengan peningkatan pemahaman membaca inferensial (rentang effect size d = 0,82–1,37 pada studi kuantitatif terpilih), motivasi intrinsik, dan afirmasi identitas budaya. Studi kasus dari Bali (Tri Hita Karana) disajikan sebagai ilustrasi empiris bagaimana integrasi holistik dapat menanamkan nilai harmoni sekaligus keterampilan literasi. Implikasi praktis mencakup pengembangan kerangka pedagogi literasi yang bergerak dari relevansi budaya menuju keberlanjutan pengetahuan indigenous dalam ekosistem sekolah dasar.
Efektivitas penggunaan komik sains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar: sebuah tinjauan sistematis Komang Suparmini; Ni Nyoman Lisna Handayani; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203400

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam menyampaikan konsep abstrak kepada siswa usia 6–12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan komik sains terhadap hasil pembelajaran IPAS melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian mengadopsi kerangka kerja PRISMA, menelusuri database Scopus, Google Scholar, dan ERIC pada rentang tahun 2015–2024. Dari 500 artikel awal, proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 44 studi empiris untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komik sains memberikan kontribusi positif terhadap hasil pembelajaran IPAS, dengan ukuran dampak (effect size) bervariasi dari sedang (Cohen's d = 0,644) hingga sangat besar (Cohen's d = 1,726). Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi sains, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi siswa, khususnya pada siswa kelas 3–6 SD. Format digital dan cetak sama-sama efektif apabila diperkaya dengan elemen interaktif dan bimbingan guru terstruktur. Namun, implementasi menghadapi hambatan berupa akses teknologi dan kesiapan guru. Disimpulkan bahwa komik sains merupakan media efektif untuk pembelajaran IPAS, namun memerlukan integrasi kurikulum yang hati-hati dan validasi konten yang ketat.
Fostering literary creativity through emotional experience: a systematic review of poetry writing instruction in elementary education I Gede Dodik Sanjiartha; Ni Nyoman Lisna Handayani; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203600

Abstract

Poetry writing instruction in Indonesian elementary schools has often emphasized technical mastery while neglecting students' emotional engagement, resulting in formulaic compositions lacking authentic expression. This systematic literature review examined empirical evidence on how emotional experience-based approaches influence elementary students' literary creativity in poetry writing, with a focus on Indonesian contexts while drawing on international evidence. Following PRISMA 2020 guidelines, 38 empirical studies (qualitative, quantitative, and mixed-methods) published between 2018 and 2025 were synthesized from Scopus, ERIC, Google Scholar, Garuda, and SINTA databases. Analysis revealed three key mechanisms through which emotional experience enhanced literary creativity: (1) emotional scaffolding that activated personal memories as creative resources, evidenced by significantly higher originality scores across multiple studies; (2) dialogic reflection processes that transformed raw emotions into poetic language through social mediation; and (3) safe expressive spaces that reduced writing anxiety and encouraged linguistic risk-taking, correlating with greater emotional depth in student poetry. Implementation challenges included teachers' limited training in affective pedagogy and assessment systems prioritizing technical correctness. The findings synthesize existing theoretical and empirical grounding for developing emotionally-responsive poetry writing modules and highlight the need for context-sensitive teacher professional development.
Keterampilan bertanya ilmiah siswa sekolah dasar: tinjauan sistematis strategi kontekstual dan inkuiri Saifudin Zuhri; I Made Ari Winangun; Ni Nyoman Lisna Handayani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203800

Abstract

Keterampilan bertanya ilmiah merupakan fondasi literasi sains dan berpikir kritis, namun masih rendah pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mensintesis strategi pembelajaran kontekstual dan inkuiri untuk memperkuat keterampilan tersebut melalui systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA. Pencarian dilakukan pada database Google Scholar, Semantic Scholar, dan SINTA untuk publikasi 2010-2024. Dari 290 artikel teridentifikasi, 78 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah seleksi ketat. Hasil sintesis menunjukkan: (1) keterampilan bertanya siswa didominasi pertanyaan level rendah (C1-C2) dengan partisipasi hanya 5-21%; (2) intervensi CTL, IBL, dan PBL meningkatkan N-Gain keterampilan bertanya pada kategori sedang-tinggi (0.53-0.96); (3) faktor pedagogis, psikologis, dan struktural secara signifikan memengaruhi kemampuan bertanya. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan konteks lokal terbukti efektif meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanyaan. Implikasi praktis menekankan pentingnya pelatihan guru, penyesuaian kurikulum, dan pengembangan lingkungan belajar yang mendukung.
Sintesis sistematis tentang superioritas pembelajaran inkuiri dan kontekstual dalam membangun pemahaman konsep sains siswa SD di Indonesia I Komang Edi Santosa; Ni Nyoman Kurnia Wati; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1204200

Abstract

Pemahaman konsep sains di sekolah dasar merupakan fondasi literasi ilmiah, namun capaian siswa Indonesia masih rendah dengan dominasi metode ceramah yang menghambat konstruksi pengetahuan aktif. Tinjauan sistematis ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai efektivitas pembelajaran berbasis inkuiri dan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan pemahaman konsep sains siswa SD di Indonesia. Mengikuti panduan PRISMA 2020, pencarian dilakukan di ERIC, Google Scholar, dan Semantic Scholar (2018–2024). Dari 298 rekaman teridentifikasi, 28 studi empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) serta sintesis naratif-tematik. Pembelajaran inkuiri (N-Gain = 0,69) dan CTL (N-Gain = 0,64) secara konsisten lebih efektif daripada metode konvensional. Integrasi keduanya menunjukkan efek sinergis (N-Gain = 0,78). Empat faktor memoderasi implementasi: (1) kesiapan guru dan PCK sains, (2) fleksibilitas Kurikulum Merdeka, (3) adaptasi sumber belajar berbasis kearifan lokal, dan (4) keselarasan asesmen autentik. Bukti empiris masih terfragmentasi secara geografis (dominasi Jawa) dan jenjang (kelas 4–6). Inkuiri dan CTL merupakan strategi efektif untuk pembelajaran sains SD di Indonesia, dengan potensi optimalisasi melalui integrasi dan kontekstualisasi lokal. Diperlukan studi Randomized Controlled Trials (RCT) dan longitudinal untuk memperkuat bukti kausal serta ekspansi penelitian ke kelas awal dan wilayah Indonesia Timur.
Augmented reality untuk pembelajaran bangun ruang: tren, kesenjangan, dan agenda riset masa depan (systematic literature review) I Komang Surantika; Ni Nyoman Kurnia Wati; Ni Nyoman Lisna Handayani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1204700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan kesenjangan riset mengenai pemanfaatan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran bangun ruang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 25 artikel empiris yang terindeks pada basis data bereputasi (Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ERIC) dianalisis menggunakan kerangka PRISMA. Artikel tinjauan sistematis lain hanya digunakan untuk triangulasi latar belakang, bukan sebagai data utama, untuk menghindari duplikasi temuan. Hasil analisis menunjukkan empat tren utama: (1) dominasi penelitian pada konteks pendidikan tinggi dan STEM; (2) fokus pada pengukuran dampak AR terhadap kemampuan spasial dan motivasi belajar; (3) perbandingan efektivitas antara perangkat mobile dan Head-Mounted Display (HMD); serta (4) integrasi AR dengan pendekatan pedagogis inovatif. Di sisi lain, teridentifikasi lima kesenjangan riset kritis, termasuk minimnya studi longitudinal pada jenjang Sekolah Dasar dan keterbatasan penelitian di konteks negara berkembang. Artikel ini merekomendasikan agenda riset masa depan yang berorientasi pada keadilan akses dan validasi pedagogis, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Indonesia.
Fear of missing out (FoMO) and digital well-being: a systematic literature review Yola Eka Putri; Ifdil Ifdil; Linda Fitria; Berru Amalianita; Rizki Novirson
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1205100

Abstract

llowing the pandemic, social media usage has increased rapidly. This situation exacerbates the phenomenon of individuals' Fear of Missing Out (FoMO). The purpose of this study is to conduct a systematic synthesis of the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and digital wellbeing in the post-pandemic era, covering research articles published between 2016 and 2024. Data was sorted using the PRISMA method and systematically collected from Scopus, using a Boolean search to identify scientific articles relevant to the research topic. The selected scientific articles were limited to the years 2016 to 2024. After the data screening procedure, twelve empirical studies were selected for further review. The quality of these studies was evaluated using JBI for quantitative research and CASP for qualitative studies. Of these studies, five were classified as high-quality, while seven were categorized as medium-quality. The main synthesis findings identified: (1) psychological mechanisms, specifically social comparison, Separation Anxiety Disorder (SAD), and emotional dysregulation, these variables were found to mediate the effects of FoMO on digital well-being in eleven of the twelve studies; (2) adverse outcomes, including problematic internet use, anxiety, depression, and low academic achievement, were found across all studies, with adolescents and young adults impacted by FoMO; and (3) interventions, six studies explored interventions for individuals with high levels of FoMO, with two providing empirical validation and four providing conceptual explanations. This research provides novel contributions to the field of mental health related to FoMO behavior. The findings of the reviewed studies integrate evidence related to the mechanisms, outcomes, and interventions of FoMO behavior. This review is also linked to three theoretical frameworks: social comparison theory, self-determination theory, and the digital stress model. This allows the data synthesis to focus on critical gaps in longitudinal methodology, cultural inclusivity, and research on intervention effectiveness, while also proposing a testable conceptual model for future research directed at intervening FoMO with counseling and other psychotherapies.
The concept of self-regulation from the perspective of the qur'an: a thematic analysis for the development of contemporary educational counseling models Muhammad Taufiq; Achmad Ruslan Afendi; Fadllurrohman Fadllurrohman; Ahmad Faqihudin; Moch Aminudin Hadi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1207000

Abstract

This study addresses the problem of weakened self-regulation among students in contemporary educational settings, particularly the lack of integration between psychological frameworks and spiritual values. The research aims to analyze the concept of self-regulation from the Qur’anic perspective and develop a thematic foundation for contemporary educational counseling models. This study employs a library-based qualitative approach, utilizing primary data from Qur’anic verses and secondary data from relevant books, journals, and previous research. Data were collected through systematic literature review and analyzed using content analysis to identify key themes. The findings reveal that Qur’anic self-regulation encompasses dimensions such as self-awareness, self-control, intention, accountability, and consistency. The study concludes that integrating these principles into educational counseling models can enhance students’ behavioral regulation, moral development, and overall effectiveness of counseling practices in a holistic and contextually relevant manner.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JKP Vol. 13 No. 4 (2025): JKP Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue