cover
Contact Name
Heru Mustofa
Contact Email
labiqajournal@gmail.com
Phone
+6289516793068
Journal Mail Official
labiqajournal@gmail.com
Editorial Address
PT LABIQA NASHA MULTIKARYA Alamat: Jl. Raya Cisauk Lapan, Suradita, Kec. Cisauk Kabupaten Tangerang, Banten 15343
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
LABIQA: Journal of Education and Learning
ISSN : -     EISSN : 31248888     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
LABIQA: Journal of Education and Learning focuses on the publication of high-quality research and scholarly works in the field of education and learning. The journal aims to contribute to the development of educational theory, practice, and innovation through empirical research and conceptual studies. The journal welcomes research covering pedagogy and learning theories, curriculum design and development, teaching and learning strategies and methods, educational technology and digital learning, assessment and evaluation, teacher education and professional development, educational management and leadership, inclusive and special needs education, educational innovation and best practices, as well as educational issues at all levels, including early childhood, primary, secondary, and higher education. The journal also encourages interdisciplinary and innovative studies that contribute to improving the quality, effectiveness, and relevance of education and learning in response to contemporary educational challenges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Pemanfaatan Big Data Dalam Sistem Informasi Manajemen Untuk Optimalisasi Layanan Kependidikan Ifa Faizah; Imas Masriah
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat mendorong lembaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan data secara optimal. Namun, pengelolaan data dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada banyak institusi masih bersifat konvensional dan belum mampu mengolah data dalam jumlah besar secara efektif. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis pemanfaatan Big Data dalam SIM guna mengoptimalkan layanan kependidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan observasi pada beberapa lembaga kependidikan yang telah mengadopsi teknologi berbasis data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, wawancara, dan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Big Data dalam SIM mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta meningkatkan kualitas layanan kependidikan melalui personalisasi layanan dan prediksi kebutuhan pengguna. Selain itu, penerapan Big Data juga memberikan dampak positif terhadap transparansi dan akuntabilitas manajemen lembaga. Oleeh karena itu, implementasinya masih menemukan tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, dan keamanan data. Dengan demikian, pemanfaatan Big Data dalam SIM memiliki potensi besar dalam mendukung optimalisasi layanan kependidikan secara berkelanjutan. 
Model Pembelajaran Pendidikan Pancasila Pada Kurikulum Merdeka Di SMP PGRI 1 Karang Tengah Dini Raihanuni; Jasmine Triyas Sasongko; Lina Marlina
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara penerapan model pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka di SMP PGRI 1 Karang Tengah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami manfaat dan tantangan yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan partisipasi siswa dalam belajar di abad ke-21. Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Data dari penelitian ini didapatkan lewat dokumentasi, wawancara, dan pengamatan. Wawancara dilakukan dengan guru Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka berjalan dengan baik. Ini karena guru memiliki kebebasan dalam mengajar dan bisa menggunakan berbagai metode, seperti Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Kedua model ini dapat meningkatkan partisipasi, aktivitas, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, memakai media pembelajaran digital dapat membuat suasana belajar jadi lebih interaktif dan menarik. Namun, ada beberapa masalah yang muncul, seperti perbedaan kemampuan di antara siswa dan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar kelompok.
Implementasi Modul Ajar Pendidikan Pancasila Berbasis CP dan ATP pada Kurikulum Merdeka di SMA Islamiyah Sawangan. Dian Nisrina Junaedi; Syifa Fauziah; Lathifah Sandra Devi
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru menyusun modul ajar yang mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) agar pembelajaran berlangsung secara sistematis, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi modul ajar Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah menengah atas, khususnya pada sekolah berbasis keislaman, masih menghadapi berbagai tantangan dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi modul ajar Pendidikan Pancasila berbasis CP dan ATP dalam Kurikulum Merdeka di SMA Islamiyah Sawangan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta mendeskripsikan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan satu kepala sekolah, satu guru Pendidikan Pancasila, serta 24 peserta didik kelas X dan XI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berbasis CP dan ATP telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan Problem Based Learning (PBL), diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan partisipasi belajar, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama peserta didik. Kendala implementasi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan contoh kasus yang kontekstual dengan lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berbasis CP dan ATP pada sekolah berbasis keislaman tidak hanya mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga memperkuat pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai keislaman dalam pembentukan karakter peserta didik.
Pelaksanaan asesman Pemeblajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Fausiah Lubis; lusia olviani; eti hayati
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya pemerintah dalam menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, termasuk dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di SMK Technomedia. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam proses penelitian, dengan data yang dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan temuan, jelas bahwa praktik penilaian Kurikulum Independen menekankan pada pertumbuhan kompetensi siswa di semua bidang, tidak hanya yang berhubungan langsung dengan pencapaian tujuan kursus. Penilaian digunakan dalam tiga cara: pertama, untuk mengetahui dari mana siswa memulai dalam hal kemampuan; kedua, untuk melacak bagaimana mereka belajar; dan terakhir, untuk mengetahui seberapa baik mereka secara keseluruhan. Ujian tertulis, portofolio, presentasi, observasi, dan proyek adalah beberapa cara siswa dievaluasi. Selain itu, dengan memberikan kritik yang bermanfaat kepada siswa, penilaian menjadi fleksibel dan penuh empati. Pembelajaran dapat dilakukan secara lebih aktif, dinikmati, dan bermakna ketika penilaian didasarkan pada Kurikulum Independen, menurut kesimpulan penelitian.
Eksplorasi Praktik Model Pengembangan Kurikulum di MTs. Al-Ihsan Muhammad Trahdin Zulfikhar; Sauqi Ainun Najib; Heri Kurnia
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik model pengembangan kurikulum yang diterapkan di MTs. Al-Ihsan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyesuaikan proses pendidikan dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di MTs. Al-Ihsan dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan analisis konteks, penyusunan struktur kurikulum, implementasi pembelajaran aktif, evaluasi holistik, dan pengembangan berkelanjutan. Seluruh tahapan tersebut diintegrasikan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan filosofi Deep Learning untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Implementasi kurikulum didukung oleh penyusunan modul ajar, penerapan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, pembelajaran inkuiri, serta strategi pembelajaran berdiferensiasi. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara komprehensif melalui observasi, tes, penugasan, dan pemberian umpan balik konstruktif guna memantau perkembangan akademik maupun karakter peserta didik. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, peningkatan kompetensi guru, dan keberagaman karakteristik peserta didik, madrasah secara berkelanjutan melakukan penyempurnaan kurikulum melalui evaluasi berkala dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik pengembangan kurikulum di MTs. Al-Ihsan telah mengarah pada terciptanya pembelajaran yang efektif, inovatif, fleksibel, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi peserta didik
Tantangan Dan Implementasi KOSP Modren Di SMK Pustek Serpong Syifa Rahma Andiliesna; Salwa Tatania Syah PutrI; Raistin Nur Abidin
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan implementasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) modern di SMK Pustek Serpong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Pancasila serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sebagai informan penelitian. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KOSP modern di SMK Pustek Serpong telah berjalan dengan baik dan mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran, seperti PowerPoint, video pembelajaran, gambar, dan sumber belajar digital untuk meningkatkan minat, partisipasi, serta pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Meskipun demikian, implementasi KOSP modern masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam pengelolaan pemanfaatan teknologi digital, khususnya penggunaan telepon genggam selama proses pembelajaran, serta perlunya kreativitas guru dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi KOSP modern dipengaruhi oleh kesiapan guru, pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif, serta dukungan lingkungan sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Analisis Model Pengembangan Kurikulum Dalam Proses Pembelajaran Di Sekolah Futianaa Lisna; Ina Tokan; Susi
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara sistematis agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan masyarakat yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengembangan kurikulum yang diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di sekolah dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perumusan tujuan pembelajaran, pengorganisasian materi, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi kurikulum secara berkala. Implementasi model pengembangan kurikulum tersebut memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran, peningkatan kompetensi peserta didik, dan kualitas proses belajar mengajar. Selain itu, keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan pengembangan kurikulum. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya pelatihan bagi pendidik, serta perubahan kebijakan pendidikan yang memerlukan penyesuaian berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan kurikulum yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Implementasi Kebijakan Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka untuk Memperkuat Profil Pelajar Pancasila di SMP Pustek Serpong Irfan Samuel Daharto; Naufal Abdul Majib; Amrizal Siagian
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka mendorong satuan pendidikan untuk menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik guna mengembangkan kompetensi sekaligus memperkuat karakter sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Salah satu pendekatan yang mendukung tujuan tersebut adalah Deep Learning, yang menekankan pembelajaran bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Pustek Serpong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dilaksanakan melalui penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), penerapan Project Based Learning (PjBL), diskusi kelompok, dan pendekatan inquiry dengan mengedepankan prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Keberhasilan implementasi didukung oleh pelatihan guru, workshop, supervisi akademik, serta ketersediaan fasilitas pembelajaran, sedangkan kendala utama berasal dari keberagaman karakteristik peserta didik dan keterbatasan waktu pembelajaran. Implementasi Deep Learning terbukti meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran serta memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, bernalar kritis, kreatif, dan mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan karakter peserta didik
Penguatan Manajemen Pembelajaran Guru Untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Zakia Nurhasanah; Nurrahmaniah
LABIQA: Journal of Education and Learning Vol 1 No 2 (2026): LABIQA: Journal of Education and Learning
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelayanan masyarakat ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas manajemen instruksional guru di Darunnajah 2 Cipining Islamic Boarding School, Bogor. Program ini merespons masalah lapangan yang melibatkan perencanaan pembelajaran, manajemen kelas, pembelajaran inovatif, literasi digital, asesmen, dan komunikasi sekolah-orang tua. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan berorientasi praktik yang terdiri dari penilaian kebutuhan, lokakarya interaktif, pendampingan klinis, pengembangan komunitas pembelajaran guru, dan evaluasi akhir. Para guru mempraktikkan perencanaan pelajaran yang berpusat pada siswa, aturan kelas partisipatif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif, media pembelajaran digital, penilaian formatif dan sumatif, serta mekanisme komunikasi dengan orang tua. Efektivitas diukur menggunakan kuesioner pra-tes dan pasca-tes serta indeks Normalized Gain (N-Gain). Rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 50,5% sebelum intervensi menjadi 85,75% setelah program, menghasilkan N-Gain keseluruhan sebesar 0,71, yang dikategorikan sangat tinggi. Peningkatan tertinggi ditemukan dalam penilaian komprehensif dan sinergi mitra, dengan N-Gain sebesar 0,75. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan terintegrasi memperkuat pemahaman teoretis dan praktis guru tentang manajemen pendidikan serta mendukung lingkungan belajar yang lebih berpusat pada siswa, interaktif, dan kondusif. Pemantauan longitudinal tetap diperlukan untuk menentukan efek langsung program terhadap prestasi akademik siswa

Page 2 of 2 | Total Record : 19