cover
Contact Name
Dr. Salmia, S.Pd.I., M.Pd.
Contact Email
almia99@gmail.com
Phone
+62887436801828
Journal Mail Official
sarawetajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Saraweta
ISSN : 29861632     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Saraweta adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Saraweta menerbitkan hasil studi literatur serta hasil penelitian dalam lingkup pendidikan madrasah ibtidaiyah atau pendidikan sekolah dasar. Frekuensi jurnal adalah dua edisi per tahun, yaitu pada bulan April dan bulan Oktober. Artikel yang telah disubmit akan dipublikasikan setelah direview
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Kesabaran Mengajar dalam Penerapan Kelas Inklusi di Kelas I Sekolah Dasar Mutiara Suci; A. Muhammad Yusri; Mardiana Haris
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan suasana lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan seorang guru perlu mempersiapkan diri sebelum memulai proses pembelajaran khususnya pada kelas inklusi, selain guru perlu menyiapkan rancangan pembelajaran untuk memenuhi seluruh kebutuhan siswa di kelas guru juga perlu menyiapkan dirinya sendiri salah satunya yaitu sikap emosionalnya yakni kesabaran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan kesabaran dari seorang guru kelas sangat mempengaruhi efektifitas mengajar dalam penerapannya pada kelas inklusi di SD Angkasa Pura. Jenis penelitian yang digunakan pada penyususnan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang di mana peneliti mendapatkan informasi melalui pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi, tentunya yang terkait dengan pelaksanaan kelas inklusi di SD Angkasa Pura dan faktor yang mempengaruhi sehingga guru mampu bersikap sabar dalam penerapan kelas inklusi di SD Angkasa Pura. Hasil dari penelitian ini menjelaskan pelaksanaan kelas inklusi di SD Angkasa Pura tentu saja tidak selalu berjalan mudah dan efektif banyak tantangan yang harus dihadapi guru kelas dalam mengajar kelas inklusi, tetapi dengan pendekatan yang dilakukan oleh guru serta kesabarannya yang luas guru kelas mampu mewujudkan suasana belajar yang menunjang kebutuhan beragam siswa termasuk siswa yang tergolong inklusi dan pada akhirnya guru kelas mampu mengatasi tantangan tersebut. Terdapat juga faktor yang mempengaruhi sehingga guru mampu bersikap sabar dalam penerapan kelas inklusi di SD Angkasa Pura diantaranya: faktor pengalaman, faktor pengetahuan, faktor keterampilan, faktor psikologis, faktor umur, faktor keberagamaan dan dukungan sekolah serta orang tua. Dari beberapa hal yang yang telah dijelaskan tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap sabar bukan hanya sekedar sikap emosional seseorang, dalam lingkup pendidikan kesabaran merupakan keterampilan yang sangat penting dan perlu dimiliki oleh seorang guru. Dalam penerapannya pada kelas inklusi kesabaran seorang guru kelas dapat membangun perkembangan yang positif juga membentuk karakter dari siswa inklusi tersebut. Kata Kunci: Pendidikan inklusi, Guru kelas inklusi, Sikap emosional/kesabaran.
Kreativitas Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Efektif pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Hilda Inayah; Rahmat Rizal; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas guru dalam mewujudkan pembelajaran efektif pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN 215 Inpres Taipa Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Fokus penelitian meliputi bentuk kreativitas guru dalam proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru wali kelas IV, dan siswa, serta dokumentasi yang relevan dengan pembelajaran IPAS. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan kreativitas dalam pembelajaran IPAS melalui perencanaan yang matang, variasi metode, serta pemanfaatan media sederhana namun bermakna. Guru menggabungkan metode tradisional seperti ceramah dengan metode inovatif berupa eksperimen sederhana, diskusi kelompok, simulasi, permainan edukatif, dan pembelajaran berbasis proyek. Materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga lebih mudah dipahami, menarik, dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, siswa lebih aktif, semangat belajar meningkat, berani bertanya, serta mampu bekerja sama dalam kelompok. Faktor pendukung kreativitas guru meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama antar guru, fasilitas pembelajaran, lingkungan sekolah yang kondusif, semangat belajar siswa, serta dukungan orang tua. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, dana, kondisi kelas yang kadang kurang kondusif, perbedaan kemampuan siswa, dan faktor cuaca. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi dengan kreativitas guru dalam memanfaatkan bahan sederhana, mengatur strategi pembelajaran, dan mengelola waktu secara efektif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran IPAS yang efektif, interaktif, dan bermakna.
Peran Guru Sebagai Fasilitator Dalam Penerapan Metode Eksperimen Untuk Penguatan Soft Skill Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS Resky Andriani; Zulfah; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar cenderung menekankan aspek akademik, sementara pengembangan soft skill seperti komunikasi, rasa ingin tahu, kreativitas, religius, dan tanggung jawab masih kurang diperhatikan. Guru memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi metode eksperimen dalam pengembangan soft skill siswa serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru di kelas Va SDN 146 Barambang 1. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas wali kelas Va, Vb, dan Vc, serta dua siswa kelas Va. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi sumber dan teknik. hasil penelitian menunjukkan guru berperan efektif sebagai fasilitator dengan menciptakan pembelajaran interaktif, membimbing eksperimen, dan mendorong partisipasi aktif. Metode eksperimen meningkatkan soft skill siswa, terlihat dari kemampuan komunikasi, rasa ingin tahu, kreativitas menyusun benda, sikap religius melalui doa, serta tanggung jawab dalam merawat alat. Kendala utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya kesiapan siswa membawa alat, dan perlunya peningkatan keterampilan guru. disimpulkan bahwa metode eksperimen cukup efektif dalam memperkuat soft skill siswa sekolah dasar, meskipun strategi lanjutan tetap dibutuhkan agar hasil lebih optimal.
Hambatan dan Strategi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus di UPTD SDN 154 Inpres Tumalia Kabupaten Maros Aida Zalsabilah Idris; Rahmat Rizal; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum positions teachers as key actors in translating curricular flexibility into contextual, differentiated, and character-oriented learning. Nevertheless, policy changes, digital platforms, and project-based activities may create additional pressures on teachers’ work. This study analyses the barriers experienced by teachers and the adaptive strategies used to implement the Merdeka Curriculum at UPTD SDN 154 Inpres Tumalia, Turikale District, Maros Regency. A qualitative case-study design was employed. Data were generated through observations, interviews, and document analysis involving one principal and six classroom teachers in 2025. Data analysis included condensation, thematic coding, data display, and conclusion drawing and verification. Credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings identify five interrelated barriers: limited digital competence and adaptation to the Merdeka Mengajar Platform; uneven understanding of the curriculum and lesson planning; administrative workload and time pressure; complex planning requirements for the Pancasila Student Profile Strengthening Project; and diverse student characteristics and family support. Teachers responded through training and webinars, peer learning, teacher working groups, self-directed learning, habituation to digital tools, an observe–imitate–modify approach, and time management. The findings indicate that successful curriculum implementation cannot rely solely on administrative compliance. It requires sustained mentoring, reduction of digital tasks that do not directly improve instruction, and stronger school-based professional learning communities
Manajemen Guru Dalam Proses Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar 3 Maros Dideng Kadir
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen guru, proses pembelajaran, dan motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri 3 Maros. Fokus penelitian ini adalah bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berpengaruh terhadap semangat dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa kelas atas. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru yang baik meliputi perencanaan pembelajaran yang matang, pengorganisasian kegiatan belajar yang terarah, serta pelaksanaan pembelajaran yang inovatif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif. Guru yang mampu menerapkan strategi pembelajaran aktif dan memberi perhatian individual kepada siswa dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Selain itu, proses pembelajaran yang interaktif dan berbasis pengalaman siswa menjadikan peserta didik lebih antusias dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas dan memotivasi siswa. Manajemen guru yang efektif tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar, tetapi juga memperkuat hasil belajar dan karakter positif siswa. Temuan ini mendukung teori manajemen pendidikan yang dikemukakan oleh Mulyasa dan teori motivasi belajar dari Sardiman, yang menegaskan bahwa sinergi antara peran guru, proses pembelajaran, dan motivasi belajar siswa menjadi faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
Penerapan Konsep Mindful, Joyful, dan Meaningful untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar Siswa di Sekolah Dasar Abdul Malik; Salmia; Sudarmin
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep Mindful, Joyful, dan Meaningful dalam pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan dampaknya terhadap pengalaman belajar siswa. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa dengan mengintegrasikan pembelajaran yang berkesadaran, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi partisipatif, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep 3J meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran. Siswa merasa lebih fokus, aktif berpartisipasi, dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga melaporkan peningkatan antusiasme dan keaktifan siswa, meskipun tantangan terkait waktu dan fasilitas masih ada. Temuan ini mendukung teori konstruktivisme, self-determination, dan mindfulness, yang menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan, menyenangkan, dan berfokus pada siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya pemahaman tentang pembelajaran holistik, serta kontribusi praktis dengan menawarkan panduan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih berbasis pengalaman dan berpusat pada siswa. Penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai penerapan model ini di konteks pendidikan lainnya.
Internalisasi Nilai Sulapa Eppa dan Sifat Profetik dalam Pembelajaran IPS Sekolah Dasar: Pendekatan Etnopedagogi Alfini Ramdhini
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Social Studies (IPS) in elementary schools is expected to develop social understanding, cultural awareness, and character; however, classroom practice may remain overly textual and detached from students' cultural worlds. This study analyzes the internalization of Bugis Sulapa Eppa values—Lempu, Acca, Warani, and Sipakatau—aligned with the prophetic traits of Siddiq, Fathanah, Amanah, and Tabligh in ethnopedagogy-based Social Studies learning. A descriptive qualitative approach was conducted at SD Islam Luqman Alhakim. Data were obtained through semi-structured interviews with classroom teachers and the principal, non-participant classroom observation, and document analysis involving teaching modules, learning materials, student worksheets, and learning documentation. Data analysis followed the interactive model of data collection, condensation/reduction, display, and conclusion drawing/verification, while credibility was strengthened through source and technique triangulation and member checking. The findings indicate that value internalization was embedded in learning objectives and implemented through storytelling of local wisdom, habituation, discussion and role play, and reflective activities. Lempu–Siddiq was manifested in academic honesty; Acca–Fathanah in critical and solution-oriented reasoning; Warani–Amanah in confidence and responsibility; and Sipakatau–Tabligh in respectful communication. School cultural congruence and curriculum flexibility supported implementation, whereas the limited availability of integrated teaching materials remained a major constraint. The study proposes prophetic ethnopedagogy as a contextual framework that connects local culture, spirituality, and character formation in elementary Social Studies without treating character education as a separate subject.

Page 10 of 10 | Total Record : 97