cover
Contact Name
Dr. Salmia, S.Pd.I., M.Pd.
Contact Email
almia99@gmail.com
Phone
+62887436801828
Journal Mail Official
sarawetajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Saraweta
ISSN : 29861632     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Saraweta adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Saraweta menerbitkan hasil studi literatur serta hasil penelitian dalam lingkup pendidikan madrasah ibtidaiyah atau pendidikan sekolah dasar. Frekuensi jurnal adalah dua edisi per tahun, yaitu pada bulan April dan bulan Oktober. Artikel yang telah disubmit akan dipublikasikan setelah direview
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Berhitung pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III Muflia Andini; Rahmat Rizal; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan belajar berhitung merupakan salah satu hambatan yang sering dialami siswa di sekolah dasar dalam mata pelajaran Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar berhitung pada mata pelajaran matematika siswa kelas III dan mengetahui faktor penghambat yang dialami siswa dalam belajar berhitung pada mata pelajaran matematika siswa kelas III di UPTD SDN 29 Marana Kematan Lau Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini yaitu guru kelas III A dan guru kelas III B serta siswa kelas III A dan kelas III B. Keabsahan data menggunakan uji kreadibilitas yang mencakup beberapa teknik yaitu triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengatasi kesulitan berhitung siswa kelas III adalah dengan menerapkan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, himbauan kepada orang tua, memotivasi siswa, melakukan remedial dan menggunakan penerapan program pembelajaran individu. Sedangkan faktor penghambat yang dialami siswa dalam belajar berhitung pada mata pelajaran matematika kelas III adalah sulit bagi siswa karena mereka tidak memahami konsep dasar tentang nilai tempat mulai dari puluhan hingga ratusan. Beberapa faktor yang menyebabkan yaitu kurangnya keinginan untuk belajar, rasa malas dan menganggap bahwa matematika itu sulit dan kurangnya pengawasan orang tua siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Pada Siswa Kelas III Sri Muliati; Mujahidah; Abdul Rahman
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran IPAS merupakan suatu masalah pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course review horay dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas III di MIN Maros dan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas III MIN Maros Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas III MIN Maros yang terdiri dari 19 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada siklus I berada pada kategori belum tuntas dengan persentase ketuntasan nilai hasil tes belajar siswa yaitu 31,57% dengan jumlah siswa yang tuntas adalah 6 siswa dan siswa yang belum memenuhi ketuntasan adalah 13 siswa dengan persentase 68,43%. Pada siklus II sudah tergolong tuntas dengan persentase ketuntasan nilai tes belajar yaitu 84,21%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Anak Slow Learners di Mandrasah Ibtidaiyah Yaslim Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros Syamsinar H Sirajuddin; Rahmat Rizal; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kenyataan bahwa di Madrasah Ibtidaiyah Yaslim terdapat siswa yang tergolong slow learners dan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar anak slow learners dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian berada di Madrasah Ibtidaiyah Yaslim, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, dengan subjek penelitian adalah guru kelas 2 dan 4 beserta orang tua siswa sebagai subjek pendukung, serta siswa slow learners. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan berbagai peran penting dalam membantu anak slow learners, seperti sebagai motivator, fasilitator, pembimbing, pendamping, dan mediator antara sekolah dan orang tua. Meskipun guru menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, sarana, dan kurangnya dukungan dari orang tua, mereka tetap berusaha memberikan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan penuh empati. Peran aktif terbukti mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa slow learners dalam mengikuti proses pembelajaran. Kata Kunci: peran guru, kesulitan belajar, slow learners, tantangan guru, pendidikan madrasah
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Kelas V Rahmat Azis; Rahmat Rizal; Ahsan Taqwim
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi diri untuk memiliki pengendalian diri, kecerdasan spiritual, emosional, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Ekstrakurikuler adalah wadah untuk meningkatkan prestasi akademik non akademik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif yang berbentuk Deskriptif. Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Sumber data berasal dari Kepala Sekolah selaku Kepala Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Pembina Pramuka, Wali Kelas dan Siswa Kelas V yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Pramuka. Metode Pengumpulan data dengan melalui Observasi, Wawancara dan Dokumentasi dan Analisis Data yang digunakan yaitu Reduksi Data, Penyajian Data dan Data Konklusi. Sedangkan untuk uji keabsahan data peneliti menggunakan Triangulasi Sumber Data yang terbagi menjadi tiga yaitu Triangulasi Sumber, Triangulasi Teknik dan Triangulasi Waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka berpengaruh positif terhadap prestasi akademik siswa. Peran Kegiatan Pramuka dalam meningkatkan prestasi akademik siswa yaitu: 1) Meningkatkan Kepercayaan diri siswa, 2) Meningkatkan Kedisiplinan dan Rasa Tanggung Jawab Siswa, 3) Pengembangan Karakter Siswa, 4) Pemberian Reward, 5) Metode Punishment. Adapun faktor pendukung yaitu: Dukungan Kepala Sekolah, Dukungan Wali Kelas, Dukungan Orang tua Siswa dan Sarana dan Prasarana. Adapun faktor penghambat yaitu: 1) Kurangnya minat peserta didik, 2) Kurangnya Sarana dan Prasarana, 3) Cuaca tidak mendukung, dan 4) Malas.
Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Ismaniar; Rahmat Rizal; Abdul Rahman
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan membaca pada siswa sekolah dasar sering menjadi hambatan dalam proses pembelajaran karena memengaruhi pemahaman materi dan perkembangan literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dan menganalisis kendala guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa di MIS Darul Ulum Amessangeng. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan bimbingan individual, menggunakan metode pengenalan huruf dan bunyi, serta memanfaatkan media sederhana untuk membantu siswa. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya dukungan orang tua, daya ingat siswa yang rendah, dan keterbatasan sarana sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar hasilnya lebih optimal. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan gambaran empiris mengenai praktik nyata guru dalam menangani kesulitan membaca di madrasah ibtidaiyah, serta menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran literasi dasar yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar hasilnya lebih optimal.
Penerapan Metode Jigsaw dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Peserta Didik Kelas IV Nisa Annisa febrianti; A. Muhammad Yusri; Ahsan Taqwim
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penenlitian Tindakan Kelas (Class Action Research). Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, dalam satu siklus terdapat 2 kali pertemuan, bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dalam menggunakan metode Jigsaw pada Peserta Didik Kelas IV SDIT AN NAS Salassa Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Variable dalam penelitian ini yaitu variabel bebas (metode Jigsaw) dan variabel terikat (hasil belajar). Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus 1 berada pada kategori belum tuntas dan pada siklus 2 berada pada kategori tuntas, ini dapat disimpulkan bahwa peran metode Jigsaw terhadap peserta didik kelas IV SDIT AN NAS Salassa dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila.
Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Nur Jannah; Rahmat Rizal; A. Muhammad Yusri
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian reward pada mata pelajaran matematika, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 29 Marana Kabupaten Maros. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi Experiment dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 29 Marana Kabupaten Maros. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas VA dan 28 siswa kelas VB yang dipilih sesuai susunan kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes, lembar observasi keterlaksanaan pemberian reward dan dokumentasi. Data analisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan proses pembelajaran dengan pemberian reward yaitu pada pertemuan pertama berkategori baik dan pertemuan kedua dengan kategori sangat baik. Hasil analisis inferensial diperoleh dengan menggunakan uji tanda (sing-test) menunjukkan adanya perbedaan postrespond antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Didukung dengan nilai rat-rata hasil postrespond siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: (1) Proses pembelajaran dengan menggunakan pemberian reward baik, (2) Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran, (3) Pemberian reward cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 29 Marana Kecamatan Lau Kabupaten Maros.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas 2 Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Ika Sari Dwi Rahmawati; Rahmat Rizal; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka adalah konsep yang digunakan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran Berdiferensiai merupakan sebuah pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi dan membantu keberagaman peserta didik dalam suatu kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas II pada kurikulum merdek di SDN 213 Inpres Saggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah masing-masing 14 siswa, di mana kelas II A ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas II B sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar (pretest dan posttest) lembar observasi siswa dan dokumentasi. Data analisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen adalah 87,85, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 74,28. Uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar siswa. Faktor pendukung pelaksanaan model ini adalah bahan pembelajaran yang bervariasi serta sarana dan prasarana yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Nur Aenun Haerani; A. Muhammad Yusri; Mardiana Haris
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV di SDN 10 Watang Bengo. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang masing-masing melalui empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Fokus penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan seluruh siswa kelas IV di SDN 10 Watang Bengo yang berjumlah 14 siswa (10 laki-laki dan 4 perempuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, hasil belajar siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 71%. Pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 86%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SDN 10 Watang Bengo. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan Hasil Belajar.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Menanamkan Karakter Nasionalisme Religius Siswa Kelas V A.Debik Kumala Dewi; Rahmat Rizal; Abdul Rahman
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah di era globalisasi dan perkembangan zaman menjadi tantangan dan dampak lunturnya semangat nasionalisme dan menurunnya sikap religius fenomena seperti menurunya rasa cinta tanah air, berkurangnya toleransi antar umat beragama. Serta meningkatnya kasus perundungan antar pelajar ini menjadi tantangan nyata dalam dunia pendidikan, pada tahun 2011-2019 terdapat 2.473 kasus perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Tingginya angka kasus bullying di dunia pendidikan menunjukan bahwa di Indonesia sedang mengalami krisis karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru pendidikan pancasila dalam menanamkan karakter nasionalisme religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sumber data yaitu data primer dan sekunder, metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya yang digunakan meliputi tiga tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data serta pengujian keabsahan menggunakan triangulasi dan terdiri dari tiga yaitu triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru pendidikan Pancasila sangat berpengaruh dalam menanamkan karakter nasionalisme religius siswa kelas V dimana pendidikan karakter dikembangkan dan diintegrasikan dalam kurikulum dan pembinaan oleh pihak sekolah yaitu nilai karakter kejujuran, toleransi, dan disiplin. Pembiasaan dilakukan yaitu berdoa sebelum belajar, hafal surat pendek, ceramah, salat wajib dan sunnah secara berjamaah. Disamping itu kegiatan di lingkungan sekolah yang mendukung dapat membentuk karakter siswa lebih baik terus dilakukan seperti ekstrakurikuler, bakti sosial dan perayaan hari besar Islam dan nasional.

Page 9 of 10 | Total Record : 97