JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan
Focus JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a peer-reviewed scientific journal published by the Mathematics Education Study Program, Faculty of Mathematics, Natural Sciences and Information Technology Education (FPMIPATI), Universitas PGRI Semarang. The journal publishes empirical research, development research, and research syntheses on the teaching and learning of mathematics at all levels of education, from primary school (SD/MI) and secondary school (SMP/MTs, SMA/MA/SMK) to higher education. Scope JIPMat welcomes manuscripts in, but not limited to, the following areas: Learning models, strategies, and approaches – Problem-Based Learning, Project-Based Learning, cooperative learning (STAD, TPS, FSLC, etc.), Realistic Mathematics Education, Creative Problem Solving, Brain-Based Learning, flipped classroom, case-based learning, Teaching at the Right Level (TaRL), and outdoor learning. Learning media and technology – dynamic geometry software (GeoGebra, Cabri 3D), augmented reality, Android-based media, interactive e-modules, educational games, artificial intelligence in mathematics learning, and concrete/manipulative media. Development of learning materials and didactic design – lesson plans and learning devices, student worksheets (LKPD), hypothetical learning trajectories, and didactic design. Students’ mathematical thinking and abilities – problem solving, critical and creative thinking, mathematical communication and connection, conceptual understanding, computational thinking, geometric thinking (Van Hiele levels), and students’ thinking processes. Mathematical literacy, numeracy, and assessment – PISA- and AKM-based literacy and numeracy, analysis of students’ errors (e.g., Newman, Watson), authentic assessment, and curriculum implementation (Kurikulum Merdeka). Affective factors in mathematics learning – self-efficacy, mathematics anxiety, interest, motivation, self-concept, cognitive and thinking styles, and learner diversity, including students with special learning needs. Ethnomathematics and the integration of local culture in mathematics learning. Meta-analyses and systematic reviews in mathematics education.
Articles
69 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI ASESMEN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Lilik Masamah;
Tuslim;
Auliya Ningrum;
Yulia Maftuhah Hidayati;
Sri Sutarni
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2295
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa asesmen dalam pembelajaran matematika di SMK masih didominasi oleh tes tertulis yang belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan nyata siswa dalam konteks kehidupan dan dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana asesmen autentik diterapkan oleh guru, bentuk-bentuk yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik mulai diterapkan dalam bentuk tugas proyek, penilaian berbasis produk, dan presentasi kelompok, namun penerapannya masih terkendala oleh keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan, serta belum adanya dukungan sistematis dari sekolah. Meskipun begitu, asesmen autentik dinilai lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan penerapan konsep matematika dalam konteks nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen autentik berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna di SMK, dan perlu didorong penerapannya secara lebih luas dan terstruktur.
INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN GEOMETRI SISWA
Fungky Marian;
Deni Efendi;
Khaitsam Muflich Abdillah
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2510
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas integrasi teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa di sekolah menengah pertama dengan keterbatasan infrastruktur. Pendekatan kuasi eksperimental digunakan dengan melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbasis AR yang dikembangkan secara lokal dan dapat diakses secara offline, serta kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengukur pencapaian belajar. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, sebagaimana dibuktikan oleh uji paired t-test (p < 0,05). Uji independent t-test juga mengungkapkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok, dengan rerata peningkatan skor sebesar 12,66 poin. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media AR yang ringan, hemat data, dan dirancang khusus untuk konteks pedesaan, menjawab tantangan kesenjangan digital dalam pendidikan matematika. Temuan ini menegaskan bahwa AR, bahkan dalam kondisi infrastruktur terbatas, mampu menjadi solusi efektif untuk memperkuat pemahaman konsep geometri yang abstrak.
STUDENT-CENTERED LEARNING (SCL) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN STATISTIS: META-ANALISIS
Cyndana Kartika Putri;
Dadang Juandi;
Al Jupri
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2559
Literasi statistis, penalaran statistis, dan berpikir statistis merupakan tiga domain kognitif hasil dari pendidikan statistika. Di antara penelitian primer yang ada tentang pengaruh student-centered learning terhadap kemampuan statistis, terdapat hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh student-centered learning terhadap kemampuan statistis baik secara keseluruhan maupun ditinjau berdasarkan berbagai faktor, termasuk jenjang pendidikan, ukuran sampel, lokasi penelitian, dan jenis kemampuan statistis (literasi statistis, penalaran statistis, dan berpikir statistis). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu meta-analisis. Pengujian yang dilakukan pada 25 studi primer menunjukkan bahwa student-centered learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan statistis. Penerapan student-centered learning terhadap kemampuan statistis memiliki pengaruh yang berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, dengan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat memiliki effect size yang paling besar. Jenis kemampuan statistis, lokasi penelitian, atau ukuran sampel tidak memengaruhi efeknya.
KEMAMPUAN MEMBACA TEKS MATEMATIKA SEBAGAI PREDIKTOR LITERASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Fitri Anisa Kusumastuti;
Novela Wulandari;
Muh. Khaedir Lutfi;
Aeni Rohmawati
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2663
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan membaca teks matematika dengan literasi matematis siswa di salah satu sekolah mengagah pertama di Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 35 siswa. Instrumen penelitian berupa 10 soal literasi yang disusun dalam konteks soal berbasis kehidupan sehari-hari. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson, crosstabulation, dan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antar kedua variabel. Selain itu dilakukan pula wawancara mendalam berdasarkan jawaban siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat dan signifikan antara kemampuan membaca teks matematika dan literasi matematis (r = 0,946; p < 0,05). Hasil crosstabulation memperlihatkan bahwa siswa dengan kemampuan membaca tinggi cenderung memiliki literasi matematis pada kategori sedang hingga tinggi, sementara siswa dengan kemampuan membaca rendah lebih banyak berada pada kategori literasi rendah. Uji Chi-Square mengonfirmasi adanya hubungan signifikan antara kedua variabel (χ² = 13,556; p = 0,009). Analisis jawaban siswa pada soal kontekstual menunjukkan bahwa kemampuan membaca teks matematika berperan penting dalam proses memahami informasi, membangun model matematis, dan memberikan penalaran yang relevan dengan fenomena nyata. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi matematis tidak dapat dilepaskan dari penguatan keterampilan membaca teks matematika secara mendalam dan reflektif.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS DITINJAU DARI INDIKATOR PROBLEM SOLVING
Yuliani Fitri;
Ahmad Fauzan;
Nurhizrah Gistituati
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2686
Penelitian ini bertujuan untuk menanalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Kalkulus, khususnya pada materi penerapan integral berdasarkan indikator kemampuan problem solving. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Ekasakti Padang sebanyak 68 orang yang telah menempuh mata kuliah Kalkulus 2 tahun ajaran 2024-2025. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan pedoman wawancara dengan mahasiswa. Tes uraian berupa tes pemecahan masalah yang dianalisis berdasarkan empat indikator problem solving menurut Polya, yaitu: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan mengecek kembali solusi. Pedoman wawancara digunakan untuk memperkuat analisis yang ditemukan pada hasil tes. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan terjadi pada tahap memahami masalah sekitar 56,32 %, dan merencanakan penyelesaian 64, 28% yang mencakup kesalahan konsep, prosedur, dan perhitungan. Pada indikator memahami masalah, dari segi konsep mahasiswa belum mampu menggambarkan grafik yang ingin dicari luas daerah dan volume benda putarnya. Pada indikator merencanakan penyelesaian, sebagian besar mahasiswa belum mampu memilih prosedur yang tepat sesuai dengan permasalahan yang diberikan. Indikator melaksanakan rencana sekitar 28,74% yang bisa melakasanakannya, sebagian besar mahasiswa belum mampu melakukan perhitungan dengan benar. Pada indikator mengecek kembali sekitar 7,23% saja mahasiswa yang bisa melakukannya. Oleh sebab itu, hasil analisis ini diharapkan menjadi dasar untuk perbaikan proses pembelajaran, khususnya dalam mengembangkan strategi atau model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan problem solving mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PERMAINAN KELERENG PADA MATERI GEOMETRI SISWA SMP
Asril Ramadhani;
Rusydi Ananda
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2722
Permainan kelereng tidak hanya mengandung nilai-nilai budaya dan sosial, tetapi juga menyimpan potensi matematis yang kaya, terutama dalam konsep geometri. Permainan kelereng dalam pembelajaran matematika membuktikan bahwa budaya lokal tidak hanya relevan untuk siswa di daerah pedesaan, tetapi juga penting diajarkan kepada siswa di perkotaan agar mereka tidak lupa akan akar budaya sendiri. Hal ini juga menjawab tantangan pendidikan modern yang seringkali terjebak dalam globalisasi tanpa mempertimbangkan identitas lokal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur etnomatematika dalam permainan tradisional kelereng serta mengaitkannya dengan konsep-konsep geometri dalam pembelajaran matematika. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 21 Medan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sampel yaitu kelas IX-1 sebanyak 25 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap praktik permainan kelereng pada kelas IX-1 di SMP Negeri 21 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi etnomatematika permainan kelereng yang dilakukan di SMPN 21 Medan mengungkapkan bahwa permainan kelereng secara alamiah mengandung berbagai konsep geometri seperti bangun datar (lingkaran, persegi dan segitiga) sebagai arena permainan dan pola sasaran, posisi dan jarak sebagai aturan dalam permainan, sudut dan arah lemparan sebagai teknik dalam permainan, serta operasi hitung penjumlaan dan pengurangan sebagai bagian dari strategi bermain. Permainan kelereng bukan hanya media matematika, tetapi juga sarana pembelajaran budaya lokal yang mampu membangkitkan motivasi, meningkatkan pemahaman konsep, dan memperkuat identitas budaya siswa, terutama di Kota Medan yang mungkin jauh dari kultur tradisional.
IMPLEMENTASI MEDIA POTRAME DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA SMP
Nuriana Rachmani Dewi;
Elisa Mutiara Fatmadewi;
Faiza Jasmine Syakir;
Verda Chamelia Putri;
Adinda Cahya Fadillah;
Fawwaz Haryolukito Pambudi
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2723
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media pembelajaran POTRAME: Inovasi Pop-Up Book berbasis Augmented Reality Pada Jajanan Tradisional Khas Nusantara Guna Meningkatkan Oemahaman Matematis Materi Bangun Ruang. Latar belakang penelitian didasari oleh masih terbatasnya kemampuan siswa dalam memvisualisasikan objek tiga dimensi, khususnya bangun ruang sisi lengkung serta kurangnya variasi media pembelajaran yang interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Subjek penelitian melibatkan 25 siswa SMP Negeri di Kota Semarang dengan instrumen berupa tes pemahaman konsep. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari pretest ke posttest. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menghasilkan nilai signifikansi pretest sebesar 0,141 dan posttest sebesar 0,750, keduanya lebih tinggi dari 0,05 sehingga data terdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji paired sample t-test memperlihatkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan POTRAME efektif dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa SMP pada materi bangun ruang sisi lengkung.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN GEMINI.AI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN ADVERSITY QUOTIENT SISWA
Avita;
Siti
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2771
Keberhasilan belajar matematika tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konsep, tetapi juga memerlukan kemampuan berpikir kreatif dan adversity quotient yang tinggi untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan adversity quotient siswa yang belajar menggunakan berbantuan Gemini.AI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Budi Satrya Medan dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa yang dibagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan penelitian ini berupa instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan angket adversity quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Kemudian, data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test yang menghasilkan nilai signifikansi pada kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,041 < 0,05 dan pada adversity quotient sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat perbedaan peningkatan. Berdasarkan hasil uji N-Gain, rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kreatif lebih tinggi pada kelas eksperimen yaitu 0,617, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,504. Selanjutnya, rata-rata peningkatan N-Gain adversity quotient pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 0,419 dan pada kelas kontrol sebesar 0,337. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbantuan AI berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan adversity quotient siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR
Vellisa Khotijah;
Mimin Ninawati
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.2817
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika peserta didik Sekolah Dasar ditinjau dari gaya berpikir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan instrumen berupa tes literasi matematika, angket gaya berpikir, wawancara, dan observasi. Metode triangulasi yang digunakan oleh peneliti yaitu berupa obersevasi, angket, dan wawancara mendalam untuk menganalisis data melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Peserta didik dengan gaya berpikir sekuensial konkret (SK) dan sekuensial abstrak (SA) memperoleh skor lebih tinggi karena cenderung berpikir runtut, sistematis, dan logis. Sebaliknya, peserta didik dengan gaya berpikir acak konkret (AK) dan acak abstrak (AA) menunjukkan kreativitas dan fleksibilitas, tetapi masih kurang teliti dan konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa gaya berpikir berpengaruh terhadap kemampuan literasi matematika, sehingga guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan keragaman gaya berpikir siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE–SHARE–LISTEN–CREATE (FSLC) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP
Ulfa Dwi Indriani;
Nanang Priatna;
Wahyudin
JIPMat Vol. 11 No. 1 (2026): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v11i1.3365
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Formulate–Share–Listen–Create (FSLC) pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan fokus pada pelaksanaan setiap tahap, aktivitas peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian sebelumnya mengenai FSLC umumnya berfokus pada efektivitas hasil belajar dan masih terbatas pada materi tertentu, sehingga kajian yang mengeksplorasi secara mendalam proses implementasi setiap tahap FSLC, khususnya pada materi SPLDV, masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji implementasi FSLC secara kontekstual dan prosesual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu kelas IX yang berjumlah 30 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi FSLC berjalan sesuai sintaks, ditandai dengan kemampuan peserta didik dalam merumuskan model SPLDV, terlibat dalam diskusi dua arah, serta menghasilkan solusi yang lebih sistematis. Faktor pendukung meliputi LKPD berbasis FSLC dan pengelolaan kelas yang kondusif, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan waktu dan variasi partisipasi.