cover
Contact Name
JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan
Contact Email
jipmat@upgris.ac.id
Phone
+6281575711008
Journal Mail Official
jipmat@upgris.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPATI-Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarag
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25028391     DOI : https://doi.org/10.26877/jipmat.v11i1
Core Subject :
Focus JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a peer-reviewed scientific journal published by the Mathematics Education Study Program, Faculty of Mathematics, Natural Sciences and Information Technology Education (FPMIPATI), Universitas PGRI Semarang. The journal publishes empirical research, development research, and research syntheses on the teaching and learning of mathematics at all levels of education, from primary school (SD/MI) and secondary school (SMP/MTs, SMA/MA/SMK) to higher education. Scope JIPMat welcomes manuscripts in, but not limited to, the following areas: Learning models, strategies, and approaches – Problem-Based Learning, Project-Based Learning, cooperative learning (STAD, TPS, FSLC, etc.), Realistic Mathematics Education, Creative Problem Solving, Brain-Based Learning, flipped classroom, case-based learning, Teaching at the Right Level (TaRL), and outdoor learning. Learning media and technology – dynamic geometry software (GeoGebra, Cabri 3D), augmented reality, Android-based media, interactive e-modules, educational games, artificial intelligence in mathematics learning, and concrete/manipulative media. Development of learning materials and didactic design – lesson plans and learning devices, student worksheets (LKPD), hypothetical learning trajectories, and didactic design. Students’ mathematical thinking and abilities – problem solving, critical and creative thinking, mathematical communication and connection, conceptual understanding, computational thinking, geometric thinking (Van Hiele levels), and students’ thinking processes. Mathematical literacy, numeracy, and assessment – PISA- and AKM-based literacy and numeracy, analysis of students’ errors (e.g., Newman, Watson), authentic assessment, and curriculum implementation (Kurikulum Merdeka). Affective factors in mathematics learning – self-efficacy, mathematics anxiety, interest, motivation, self-concept, cognitive and thinking styles, and learner diversity, including students with special learning needs. Ethnomathematics and the integration of local culture in mathematics learning. Meta-analyses and systematic reviews in mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
MENGGALI KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI PELUANG MELALUI SELF-EFFICACY Nur Nabilah Syahrur Rohmah; Surahmat
JIPMat Vol. 9 No. 2 (2024): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v9i2.1084

Abstract

Pembelajaran matematika menuntut siswa untuk mampu berkomunikasi secara efektif dan menghubungkan konsep-konsep matematis, termasuk dalam materi peluang. Namun, di lapangan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengomunikasikan ide matematis secara efektif dan membuat koneksi antara konsep peluang dan situasi nyata. Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi hal ini adalah self-efficacy, yaitu keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi self-efficacy terhadap ketrampilan komunikasi dan koneksi matematis siswa SMPN 1 DAU Kelas VIII-D pada materi peluang. 3 orang siswa diambil sebagai subjek dengan kategori kemampuan heterogen. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil angket self-efficacy dan lembar jawaban siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S-1dengan self-efficacy tinggi memiliki keyakinan besar dalam memecahkan soal, berpartisipasi aktif, dan berkomunikasi jelas meski ada kesalahan konsep. Mereka tidak mudah menyerah dan yakin dapat memperbaiki kesalahan. Subjek S-2 dengan self-efficacy sedang percaya diri dalam memulai soal dan menggunakan rumus dasar dengan benar, tetapi ragu pada langkah lanjut dan memerlukan verifikasi eksternal, meski kemampuan komunikasinya baik. Subjek S-3 dengan self-efficacy rendah kesulitan memahami soal, cenderung pasif dan menyerah cepat, serta membutuhkan bantuan eksternal lebih sering dan memiliki komunikasi yang terbatas.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN GAME EDUKASI MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA BERBANTU APP INVENTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI AGUNG HANDAYANTO; Bambang Setiawan; Aurora Nur Aini
JIPMat Vol. 9 No. 2 (2024): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v9i2.1155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran game edukasi matematika dengan pendekatan etnomatematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMK. Media pembelajaran tersebut dikembangkan menggunakan App Inventor dengan pendekatan etnomatematika Lawang Sewu yang merupakan peninggalan sejarah yang berada di kota Semarang. Penelitian dilakukan di SMK Diponegoro Semarang dengan menggunakan 2 kelas yang terdiri dari 13 siswa kelas eksperimen dan 12 siswa kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis quasi-eskperimen design. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah soal pre test dan soal post test. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t pihak kanan diperoleh hasil sebesar 1,9023 dan sebesar 1,7319. Hal tersebut berarti bahwa nilai sehingga rerata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Minat belajar dan hasil belajar siswa memiliki korelasi yang positif sebesar 69,99%. Lebih dari 75% siswa kelas eksperimen mencapai ketuntasan individual serta kelas eksperimen mencapai ketuntasan klasikal lebih dari kelas kontrol yaitu sebesar 84,62%. Berdasarkan kriteria efektivitas yang digunakan dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi matematika dengan pendekatan etnomatematika berbantu app inventor efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri.
PENGARUH PENGGUNAAN GEOGEBRA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIIIA SMP YPPI 3 SURABAYA Ikwan Subandi; Atiqoh; Hartono
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v10i1.1170

Abstract

Keberhasilan peserta didik dalam belajar ditentukan banyak hal, salah satunya cara penyajian materi. Media pembelajaran yang paling sering digunakan adalah media sederhana sehingga peserta didik tidak terlalu termotivasi untuk mengikuti pembelajaran matematika, untuk itu perlu dicoba media pembelajaran yang lebih interaktif, salah satunya Geogebra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh pembelajaran menggunakan media Geogebra terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIIIA mata pelajaran Matematika SMP YPPI 3 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (eksperimen) yang desain penelitiannya menggunakan eksperimen kuasi atau semu (quasi experimental design). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknis analisis varian dua jalur (ANAVA) yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian, analisis data motivasi belajar dan hasil belajar diketahui populasi berdistribusi normal dan varians kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama atau homogen. Hasil pengujian hipotesis pertama diperoleh angka signifikasin 0,000 < 0,05 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan pembelajaran menggunakan Geogebra terhadap hasil belajar peserta. Dilihat dari nilai mean nilai post-test kelas eksperimen yaitu sebesar 85,63 dan kelas kontrol sebesar 72,31 memiliki selisih 13,32 menunjukan media pembelajaran Geogebra bisa membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik, namun tidak terlalu signifikan interaksinya.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MEDIA REALIA SISWA KELAS 1 SD NYALINDUNG 1 SUMEDANG Ani Nur Aini; Arrahim; Yudi Budianti
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/p1jc7a90

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar matematika siswa kelas I SD Nyalindung I Sumedang dengan memanfaatkan media realia. Jenis penelitian ini disebut penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik dalam pengumpulan data menggunakan tes formatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 sebanyak 25 orang. Hasil belajar matematika dapat ditingkatkan dengan menyelidiki media realia. Peningkatan hasil belajar siswa tercermin dari nilai yang dicapai oleh siswa. Kemajuan pembelajaran tersbut dapat dilihat dari rata-rata kemajuan jumlah siswa yang belajar matematika meningkat 74 pada siklus I menjadi 94 pada siklus II. Siswa yang lulus belajar dengan KKM > 75 mengalami kenaikan sebesar 88% dari sebelumnya di siklus I, persentase adalah 48%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 92%. Hasil terebut telah melampau indikator yang telah ditetapkan, yaitu 80%. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan media realia dalam pembelajaran matematika dapat meningkatakan hasil belajar siswa yang telah mencapai kriteria keberhasilan.
META-ANALISIS: PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP LITERASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH Priscilia Monica Praneswari Priscilia; Kristina Wijayanti; Nuriana Rachmani Dewi; Scolastika Mariani; Isnaini Rosyida
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/pcgxws13

Abstract

Literasi matematika merupakan keterampilan penting dalam menghadapi society 5.0 sehingga sangat penting bagi siswa untuk memiliki keterampilan tersebut. Literasi matematika siswa tingkat sekolah menengah masih tergolong rendah, hal tersebut dibuktikan dengan nilai PISA dan penelitian literasi matematika di sekolah menengah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak penerapan model PBL terhadap literasi matematika siswa di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis. Terdapat 6 artikel yang diperoleh pada proses pengumpulan data dengan kata kunci literasi matematika dan PBL. Teknik analisis data menggunakan uji Cohen (d) dan uji- t . Hasil uji Cohen (d) yang diperoleh adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari PBL terhadap literasi matematika siswa dengan pengaruh terkategori sangat besar yaitu . Hasil uji- t yang diperoleh yaitu , artinya rata-rata literasi matematika siswa dengan pembelajaran PBL lebih tinggi jika dibandingkan dengan literasi matematika siswa dengan pembelajaran yang tidak menggunakan PBL. Implikasi dari penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi para pendidik bahwa PBL dapat berpengaruh terhadap literasi matematika siswa.
EFEKTIVITAS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERBASIS HYPOTHETICAL LEARNING TRAJECTORIES TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA Yoga Tegar Santosa; Setiya Antara; Sukimin; Nining Setyaningsih; Sri Sutarni
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dwdtj642

Abstract

Berpikir reflektif memiliki peran penting bagi siswa pada pembelajaran matematika yang melibatkan pemecahan masalah. Namun, siswa seringkali memiliki kemampuan berpikir reflektif yang cenderung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan berpikir reflektif siswa yang mendapat pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) berbasis Hypothetical Learning Trajectories (HLT) dan siswa yang menerima pembelajaran konvensional. Penelitian ini bersifat kuantitatif quasi-eksperimental menggunakan desain non-equivalent pretest-posttest. Sebanyak 72 siswa kelas XII dari SMA Negeri 1 Boyolali menjadi subjek penelitian. Mereka dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kemampuan berpikir reflektif siswa dianalisis menggunakan tes berpikir reflektif berupa soal matematika non-rutin yang telah divalidasi sebagai bagian dari alat pengumpulan data. Uji statistika inferensial dan deskriptif diterapkan dalam menganalisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran RME berbasis HLT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memiliki kemampuan berpikir reflektif yang berbeda secara signifikan. Hasil lain menunjukkan bahwa siswa yang menerima pembelajaran RME berbasis HLT mengungguli siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dalam hal berpikir reflektif.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY MENGGUNAKAN KERANGKA DESIGN THINKING UNTUK MENINGKATKAN NUMERASI: INDONESIA Riska Basey Benamen; Achmad Buchori; Didik Purwosetiyono
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/b813zm44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dengan menggunakan kerangka Design Thinking untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Numerasi merupakan kemampuan fundamental yang sangat penting dalam pendidikan, dan teknologi AR memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui interaksi yang lebih menarik dan intuitif. Pendekatan Design Thinking digunakan dalam penelitian ini untuk memahami kebutuhan siswa dan guru pada SMP Yos Sudarso Dobo, serta merancang media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini melibatkan beberapa tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test serta metode pengumpulan data berupa angket, data dikumpulkan menggunakan google form. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan Tahapan Design Thnking. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dan guru membutuhkan pembelajaran inovatif yang menyenangkan dengan bantuan media berbasis augmented reality sehingga peneliti merencanakan pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented reality dengan pendekatan design thinking dalam meningkatkan numerasi siswa
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MURID SMP DENGAN OUTDOOR LEARNING MATHEMATICS Saolina Saolina; Muhtarom; FX Didik Purwosetiyono
JIPMat Vol. 10 No. 2 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v10i2.1494

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk melakukan analisis keterampilan berpikir kreatif murid SMP melalui penerapan pembelajaran matematika berbasis outdoor learning. Empat indikator yang dipakai untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif murid meliputi divergen, fluency, flexibility, serta kebaruan, dengan lima tingkatan kategori yakni sangat kreatif, kreatif, cukup kreatif, kurang kreatif, serta tidak kreatif. Rendahnya daya pikir kreatif murid salah satunya disebabkan pembelajaran matematika yang kurang menarik. Outdoor learning mathematics ialah pendekatan pembelajaran di luar kelas, baik di lingkungan sekolah ataupunpun masyarakat, yang bermaksud merangsang minat murid terhadap matematika, membantu mereka mengerti manfaatnya pada kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan keterampilan pada memecahkan masalah nyata, sehingga secara tidak langsung mendorong perkembangan kreativitas. Kajian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Taman dengan melibatkan 33 murid sebagai sampel serta menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwasanya 12 murid memiliki keterampilan berpikir sangat kreatif, 15 murid kreatif, 5 murid cukup kreatif, 1 murid kurang kreatif, serta tidak ada murid yang tergolong tidak kreatif. Selain itu, berlandaskan analisis indikator, sebanyak 27 murid menguasai aspek divergen, 28 murid fluency, 26 murid flexibility, serta 12 murid kebaruan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Sinta Aditia Rasid; Ana Setiani; Aritsya Imswatama
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/2kdh4p79

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa penting dimiliki untuk membantu siswa berpikir kritis dan analitis. Berdasarkan fakta dilapangan, kemampuan pemecahan maslah matematis siswa masih rendah. Sehingga, perlu ada kolaborasi pada proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbantuan pendekatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran koopertatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pendekatan problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian dilakukan pada kelas X SMA Doa Bangsa Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi experimental. Desain penelitian adalah adalah pretest posttest control group design. Terdapat dua kelas penelitian dari tiga kelas, yaitu kelas ekperimen dan kelas kontrol. Data uji statistik T dua sampel independen posttest diperoleh nilai T hitung > T tabel, sehingga terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Siswa yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pendekatan problem posing memiliki kemampuan pemecahan masalah lebih baik dibandingkan siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung. Kata kunci: Pendekatan Problem Posing, Student Teams Achievement Division (STAD), Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI DITINJAU DARI LITERASI NUMERASI PADA LEVEL KOGNITIF KNOWING, APPLYING, DAN REASONING Deby Viyana; Mardiyana; Riyadi; Budi Usodo
JIPMat Vol. 10 No. 1 (2025): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/a89f6n50

Abstract

Literasi numerasi merupakan kemampuan berpikir dengan konse dan prosedur serta fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan diri, lingkungan sekitar dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa SMA dalam mengerjakan soal trigonometri ditinjau dari literasi numerasi pada level kognitif knowing, applying, dan reasoning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan siswa SMA kelas X. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitan ini menunjukkan adanya kesalahan siswa dalam menngerjakan soal trigonometri ditinjau dari literasi numerasi. Kesalahan siswa pada level kognitif pemahaman (knowing) adalah siswa belum memahami konsep, belum memahami fakta berupa simbol dan notasi, mengalami kesalahan proses dan prosedur, dan tidak mengambil informasi dari tabel dengan benar. Pada level kognitif penerapan (applying), siswa tidak memilih strategi yang tepat, tidak menerapkan strategi berupa konsep dan prosedur dengan benar, dan salah menafsirkan informasi soal. Pada level kognitif penalaran (reasoning), siswa belum dapat menganalisis berdasarkan informasi pada soal, belum dapat menghubungkan antara beberapa konsep, belum menggunakan strategi tepat dan tidak memberikan alternatif solusi lain, siswa belum dapat menarik kesimpulan, dan keliru memberikan argumen matematis dalam membuat justifikasi.