cover
Contact Name
Nurul Chafid
Contact Email
lppm@binabangsa.web.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppm@binabangsa.web.id
Editorial Address
LPPM-Universitas Bina Bangsa Kampus A Gedung D Lt. 6. Jl. Raya Serang - Jkt KM. 03 No. 1B, Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42124
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Ekonomi Nasional Pemberdayaan dan Sinergi Masyarakat)
ISSN : -     EISSN : 31649815     DOI : https://doi.org/10.68321/SENAPAS
Prosiding seminar ekonomi nasional pemberdayaan dan sinergi masyarakat atau di singkat dengan (SENAPAS) Universitas Bina Bangsa, yang merupakan forum ilmiah untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, pelaku usaha, mahasiswa, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam membahas perkembangan bidang ekonomi serta berbagai kegiatan masyarakat yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, inovasi, pertanian, peternakan, teknologi ketahanan pangan, ekonomi kreatif, lingkungan hidup, literasi, sosial budaya, pemberdayaan masyarakat, teknologi infoermasi, pariwisata, dan lain sebagainya. Prosiding seminar ekonomi nasional pemberdayaan dan sinergi masyarakat (SENAPAS) menjadi media dokumentasi dan diseminasi karya ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar, sehingga gagasan, hasil penelitian, inovasi, dan praktik pemberdayaan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat akademik maupun pemangku kepentingan. periode terbitnya artikel hasil seminar dalam setahun yaitu satu kali pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
PENGENALAN CODING UNPLUGGED MELALUI IMPLEMENTASI GAMEBOARD MIKO BAGI ANAK DI DESA KRAGILAN Popi Dayurni; Nur Hidayanti; Siti Aspariah; Salma Oktaviani; Shalesya Putri Shalma; Sahrul Agustin
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/k0rnqw82

Abstract

Computational thinking merupakan kompetensi penting yang dapat diperkenalkan kepada anak melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Namun, coding masih sering diasosiasikan dengan komputer dan teknologi kompleks sehingga kesempatan belajar di lingkungan masyarakat menjadi terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan coding unplugged kepada anak-anak di Desa Kragilan melalui implementasi Gameboard MIKO (Misi Koding), yaitu media hasil penelitian yang dirancang untuk mengenalkan konsep coding tanpa perangkat digital. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 melalui tahap persiapan, pengenalan coding unplugged, demonstrasi media, praktik bermain terbimbing secara berkelompok, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi foto dengan fokus pada partisipasi, kemampuan menunggu giliran, mengikuti aturan, menyelesaikan misi, menyusun urutan, mengenali pola, memecahkan masalah sederhana, dan respons peserta. Anak menunjukkan keterlibatan aktif, menyimak penjelasan fasilitator, mengamati papan dan komponennya, bergiliran, serta berusaha menyelesaikan misi dengan dukungan teman dan pendamping. Proses belajar yang teramati meliputi menyusun instruksi secara berurutan, mengenali pola visual, memperkirakan konsekuensi gerakan, menemukan langkah yang kurang sesuai, dan memperbaiki strategi. Kegiatan juga menunjukkan bahwa MIKO dapat diterapkan di lingkungan masyarakat melalui pendekatan konkret, kolaboratif, dan bebas layar. Karena tidak dilakukan pretest dan posttest, hasil kegiatan tidak menunjukkan peningkatan computational thinking secara kuantitatif. Meskipun demikian, proses yang teramati memperlihatkan potensi Gameboard MIKO sebagai media yang aksesibel untuk mengenalkan konsep dasar coding sekaligus mendiseminasikan dan memanfaatkan hasil penelitian bagi masyarakat.
Penguatan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Program Kebun Ajaib Berbasis Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Desa Pasuluhan Amanda Deliana Rahayu; Nur Sella Agustin; Nadya Afriza Putri Ariyanik; Adam Al Bani; Rizki Sabiludin; Minhatul Ma’arif; Inayatul Izzati Diana Yusuf
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/0ps5ft82

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut adalah mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain menyediakan bahan herbal yang mudah diakses, pemanfaatan pekarangan juga berperan dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga. Namun, di Desa Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sebagian besar pekarangan rumah masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, jenis, dan teknik budidaya tanaman obat. Kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya lokal belum mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kesehatan keluarga. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dilaksanakan Program Kebun Ajaib, yaitu program pemberdayaan masyarakat yang mengubah pekarangan rumah menjadi Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan edukasi dan penanaman TOGA, serta evaluasi dan refleksi bersama masyarakat. Program melibatkan 19 warga dengan dukungan Pemerintah Desa Pasuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Program Kebun Ajaib pada 10 pekarangan rumah warga dengan penanaman tujuh jenis tanaman obat, yaitu kumis kucing (Orthosiphon aristatus), jahe (Zingiber officinale), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kunyit (Curcuma longa), lengkuas (Alpinia galanga), serai (Cymbopogon citratus), dan kencur (Kaempferia galanga). Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat, mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi kebun herbal keluarga, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, Program Kebun Ajaib menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang efektif dalam memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Pemanfaatan Limbah Daun Pisang Kering (Klaras) sebagai Pewarna Alami dan Penguat Tekstur pada Makanan Tradisional Ireng-Ireng di Kampung Combong, Kelurahan Kepuh, Ciwandan, Banten Arisandi Pramana; Aninda Nurfaridah; Ibnu Mubaraq; Fitri Ramadhani; Putri Amaliah; Dewi Safitri; Yogi Irawan Pratama
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/cxkwye06

Abstract

Daun pisang kering, atau “klaras,” merupakan produk sampingan pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan, meskipun memiliki potensi besar sebagai pewarna hitam alami dan penambah tekstur dalam makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan klaras sebagai pewarna alami dan penambah tekstur dalam produksi ireng-ireng, sebuah camilan tradisional pasar khas Jawa Timur yang terbuat dari tepung tapioka, yang dikembangkan bekerja sama dengan masyarakat di Kampung Combong, Desa Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang dikombinasikan dengan eksperimen sederhana, mencakup tahapan pengumpulan klaras, pengeringan, pembakaran hingga menjadi abu, penggilingan, penyaringan, dan pencampuran ke dalam adonan ireng-ireng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu klaras menghasilkan warna hitam pekat dan merata, meningkatkan kelenturan dan elastisitas adonan, serta memberikan aroma asap yang khas yang memperkuat keaslian produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah klaras dapat menjadi solusi sebagai bahan pewarna alami, aman, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Implementasi Gerakan Menabung Pintar dan Edukasi Stop Bullying Sebagai Upaya Penguatan Karakter Dan Literasi Keuangan Siswa Sekolah Dasar di SDN Lebak Kepuh 2 Beni Junedi; Amrul Hayat; Muhammad Wildan AZ; Abdul Hilmii Rizki; Yulia Wahyu Ananda; Ajeng Tri Septiani
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/2ymcp474

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengajak siswa memahami pentingnya menabung sejak dini dan meningkatkan kesadaran agar tidak melakukan bullying di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Lebak Kepuh 2 bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 28 Universitas Bina Bangsa, dengan peserta siswa kelas V dan VI. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, penyampaian materi secara interaktif, diskusi, tanya jawab, serta contoh langsung tentang cara menabung dan pentingnya saling menghargai teman. Materi Gerakan Menabung Pintar membahas cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri untuk menabung. Sementara itu, materi Stop Bullying menjelaskan apa itu bullying, jenis-jenisnya, dampaknya bagi korban dan pelaku, serta cara mencegah dan melaporkannya. Setelah mengikuti kegiatan, siswa menjadi lebih paham tentang manfaat menabung dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Siswa juga terlihat antusias mengikuti setiap sesi karena penyampaian materi dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat membiasakan hidup hemat, lebih bijak dalam menggunakan uang, serta memiliki sikap peduli, saling menghormati, dan mampu menjaga lingkungan sekolah yang positif
DIGITALISASI LAYANAN DESA KRAGILAN MELALUI PENGEMBANGAN WEBSITE PROFIL, SURAT ONLINE, DAN DASHBOARD UMKM Iwan Hermawan; Winza Tri Yulistio; Zweta Tri Rahma; Maya Sari Amanda; Sahrul Agustin; Popi Dayurni
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/qwbhbr33

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kragilan untuk mendukung transformasi digital tata kelola pemerintahan desa melalui implementasi website yang menyediakan informasi profil desa, layanan pengajuan surat online, dan dashboard UMKM. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dari koordinasi dan diskusi kebutuhan dengan perangkat desa, dilanjutkan dengan implementasi sistem, serta sosialisasi dan pendampingan langsung kepada perangkat desa dan warga mengenai cara mengakses informasi desa, mengajukan surat administrasi secara online, dan mendaftarkan data UMKM. Melalui sesi sosialisasi, warga dan pelaku UMKM diperkenalkan secara langsung dengan fitur-fitur website dan didampingi dalam mencoba penggunaannya. Pendekatan ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan administrasi serta membuka kanal promosi tambahan bagi UMKM lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi teknologi website desa yang disertai sosialisasi terstruktur dapat mendukung peningkatan layanan administrasi desa berbasis digital.
SOSIALISASI ANTI-BULLYING DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR AMAN DAN NYAMAN DI SDN RANJENG CIRUAS KABUPATEN SERANG Rastia Ningsih; Rafly Rusmankhadi; Yurdaniah; Ibnu Syina; Muhamad Rafi Ahsano; Rivana Tri Aulia; Ovi Alfiah
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/dyz5xd05

Abstract

Perundungan (bullying) di sekolah dasar dapat mengganggu rasa aman, hubungan sosial, partisipasi, dan proses belajar peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, untuk memperkuat pemahaman siswa tentang bullying dan mendorong interaksi antar teman yang positif. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tahapan koordinasi awal, penyampaian materi interaktif, diskusi, ilustrasi kasus, bermain peran, refleksi dan evaluasi. Materi meliputi pengertian dan karakteristik bullying, bentuk verbal, fisik, relasional, dan digital, dampak terhadap korban dan lingkungan sekolah, respons asertif, tindakan saksi (bystander), serta cara meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi partisipasi siswa, dan pemeriksaan pengetahuan singkat sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa semakin mampu membedakan bullying dengan permainan atau konflik biasa, mengenali perilaku yang tidak tepat dinormalisasi sebagai candaan, serta menjelaskan langkah praktis untuk merespons secara aman. Kegiatan juga mendorong penguatan nilai empati, saling menghargai, dan dukungan antarteman. Penguatan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, orang tua, dan siswa diperlukan agar pesan anti-bullying menjadi bagian dari budaya sekolah.
OPTIMALISASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA MELALUI PENYUSUNAN PETA ADMINISTRASI DAN PETA POTENSI DESA Andrey Darmiansyah Edy Putranto; Rika Kartika; Muhammad Ibnu Ridho Al-abror; Achmad Ilham Mujahid; Rania Apriliani
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/gxm2c052

Abstract

Data keruangan yang akurat menjadi salah satu syarat penting bagi desa untuk menjalankan fungsi administratif, memberikan pelayanan kepada warga, dan merumuskan agenda pembangunan. Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa Desa Pancanegara belum memiliki dokumen kewilayahan maupun pemetaan potensi yang tersusun secara rapi sehingga pengelolaan wilayahnya masih belum berjalan secara maksimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan pengelolaan pemerintahan desa melalui pembuatan peta administrasi dan peta potensi desa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pendekatan yang dipakai adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang mencakup tahap koordinasi, identifikasi kebutuhan, pengumpulan data spasial dan nonspasial, pengolahan data dengan ARCGIS, sosialisasi, validasi, serta evaluasi. Luaran kegiatan berupa peta administrasi dan peta potensi desa dalam bentuk cetak maupun digital yang menampilkan batas wilayah, fasilitas umum, dan sebaran potensi unggulan desa. Kedua produk peta tersebut menunjang tertib administrasi, penyusunan dokumen perencanaan, pengelolaan aset, dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga turut mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan di Desa Pancanegara.
EDUKASI CUCI TANGAN DAN PELATIHAN CARA SIKAT GIGI YANG TEPAT UNTUK ANAK SEHAT SENYUM HEBAT DI SDN RANJENG CIRUAS KABUPATEN SERANG Rastia Ningsih; Lia Rahmadi; Muhammad Fiki Abdillah; Siti Farah Nur Maulida; Maesya Afrilia; Ica Khairun Nisa; Kholis Nurrohman
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/kdy7cc52

Abstract

Edukasi personal hygiene pada anak sekolah dasar merupakan salah satu upaya penting untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan mencegah masalah kesehatan, termasuk penyakit infeksi dan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis siswa dalam melakukan cuci tangan dan menyikat gigi dengan cara yang tepat di SDN Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik terbimbing, tanya jawab, serta evaluasi. Materi cuci tangan menekankan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir pada waktu-waktu penting, sedangkan pelatihan sikat gigi membahas urutan, gerakan, durasi, dan kebiasaan menyikat gigi yang benar. Siswa terlibat secara langsung dengan mempraktikkan teknik yang telah didemonstrasikan menggunakan fasilitas dan perlengkapan kebersihan gigi yang tersedia. Evaluasi dilakukan melalui pertanyaan sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi praktik siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai kebersihan tangan dan kebersihan gigi serta dorongan untuk menerapkan teknik yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan juga menghasilkan bahan edukasi sederhana yang dapat digunakan guru untuk memperkuat kebiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah. Penguatan dan pembiasaan secara berkelanjutan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi perilaku sehat yang konsisten.
PEMANFAATAN MANEKIN SENSOR INTERAKTIF NARA UNTUK EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK Ami Rinta Pratiwi; Ratu Yustika Rini; Rama Ilham Ramadhan; M Dzikri abdullah; Nazwa Aulia Sari; Pitri Aisyatun Nurul Aeni; Tina Eka Rahmalia; Tri Ayu Mareta
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/pv7cbe87

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan yang memerlukan upaya preventif melalui pendidikan keselamatan tubuh sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keselamatan tubuh dan keterampilan perlindungan diri anak melalui pemanfaatan Manekin Sensor Interaktif Nara. Kegiatan dilaksanakan terhadap 70 siswa perempuan SDN Pulo Panjang 2, Desa Pulo Panjang, melalui tahapan asesmen awal, edukasi keselamatan tubuh, pengenalan Nara, demonstrasi sensor, praktik dan simulasi, dialog reflektif, evaluasi, serta pendampingan. Nara merupakan manekin edukatif yang dilengkapi sensor sentuhan pada area tubuh privat dan sensitif serta memberikan umpan balik auditori berupa suara “Jangan sentuh” ketika sensor teraktivasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan keselamatan tubuh serta pengamatan keterampilan perlindungan diri yang mencakup recognize, say/refuse, move away, tell, dan seek help. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 59,50 (SD=7,62) pada pre-test menjadi 83,50 (SD=9,72) pada post-test, dengan peningkatan sebesar 24,00 poin. Rerata N-gain sebesar 0,617 menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang, dengan 20 siswa berada pada kategori tinggi, 49 kategori sedang, dan 1 kategori rendah. Keterampilan perlindungan diri juga menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator setelah kegiatan. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Nara berpotensi menjadi media konkret dan interaktif dalam mendukung edukasi keselamatan tubuh dan penguatan keterampilan perlindungan diri anak.
GERATAS (GENERASI TANGGUH DAN SIAGA BENCANA): EDUKASI DAN SIMULASI MITIGASI BENCANA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Wismoyo Dwi Permana; Ade Rahayu Prihartini; Sri Wahyuni; Zia’ul Fatwa Andini Yusuf; Sukma Dewi Alia Ningrum; Maulana Khafid; Siti Lailatul Fadilah
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/bvfrrf71

Abstract

Program GERATAS (Generasi Tangguh dan Siaga Bencana) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi, melalui edukasi dan simulasi berbasis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan dilaksanakan pada 30 siswa kelas V C SDN Kubang melalui tahap observasi dan identifikasi kebutuhan pada 20–25 Juli 2026, pelaksanaan pada 27 Juli 2026, serta evaluasi pada 23–30 Juli 2026. Materi meliputi pengenalan bencana, konsep SPAB, pengurangan risiko bencana, jalur dan titik kumpul evakuasi, serta prosedur penyelamatan diri saat gempa. Simulasi melibatkan seluruh siswa kelas V C, wali kelas, dan mahasiswa KKM Kelompok 10 Universitas Bina Bangsa. Tiga siswa berperan sebagai korban simulasi dan mendapatkan pertolongan pertama oleh mahasiswa KKM sebagai bagian dari latihan respons kedaruratan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman kebencanaan dari 5 siswa (16,7%) pada pretest menjadi 27 siswa (90%) pada posttest, atau meningkat 73,3 poin persentase. Program GERATAS menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan simulasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa serta mendukung terwujudnya sekolah yang tangguh bencana.

Page 12 of 13 | Total Record : 128