cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
WHICH ONE IS BETTER BETWEEN PAPER-BASED OR COMPUTER-BASED TOEFL?: TEST TAKERS’ PERSPERCTIVES Faridatul Istighfaroh; Junaidi Mistar; Mutmainnah Mustofa; Sonny Elfiyanto
EDUTECH Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.56033

Abstract

Due to the lack of current study numbers discussing English proficiency tests such as TOEFL, this study aims to investigate the test takers’ point of view on the TOEFL ITP test, mainly paper based-test and computer-based TOEFL, the similar TOEFL ITP test but employing computer screen as media. The latest study about those two assessments is necessary since both kinds of TOEFL media are massively implemented, particularly backward and after the pandemic Covid19. A survey methodology is employed in this study by spreading questionnaires. The scores gained from those two disparate TOEFL tests are described statistically. The gathered data were then analyzed using descriptive statistics and factor analysis to outline the perspectives of the test-takers on TOEFL PBT and CBT. Fifty-two participants from various education background levels, ages and genders partaking in this study. As a result, this study reveals that the implementing a computer screen for TOEFL obtained more positive percentages than paper-based TOEFL tests. Further discussion concerning prior study and implications are presented
URGENSI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LAYANAN INFORMASI PUBLIK PADA MASA PANDEMI Dadang Sukirman; Hana Silvana
EDUTECH Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i1.53596

Abstract

The Covid 19 pandemic began to occur in early 2020 in Indonesia. This incident was the beginning of the imposition of activity restrictions and direct interaction to maintain distance and reduce activities outside the house. This led to adjustments so that activities could run as they should. Services provided face-to-face are subject to restrictions. One of the solutions to overcome this problem is online services based on information technology. One of them is to develop services by utilizing internet-based technology. The Integrated Service Unit at UPI is an institution that has duties and functions in service to users, both the academic community and the general public. In carrying out its duties, ULT UPI needs to develop and innovate so that it can satisfy users. In carrying out its main task, it needs to be supported by facilities or instruments that assist in the effort to provide excellent service to stakeholders. The purpose of this research is to determine the extent to which ULT services can provide excellent service for users by developing using information technology. The population of this study was 7000 users and using the Yamane formula obtained 380 respondents. The results showed that the description of the information services needed by the public through ULT services in a summary graph of the distribution of information services needed by the public through ULT services with a response value of Very Satisfied in the good category, Satisfied was in the very good category, the rest were in the moderate category. The results showed that the ULT service gave the highest user satisfaction in the satisfied category. Thus, ULT services have provided services that provide satisfaction to users in the good category. While the dissatisfaction response for ULT services is the lowest value.Pandemi Covid 19 mulai terjadi pada awal tahun 2020 di Indonesia. Peristiwa ini menjadi awal diberlakukannya pembatasan aktivitas dan interaksi langsung menjadi menjaga jarak dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Hal ini menyebabkan penyesuaian agar aktivitas dapat berjalan sebagai mana mestinya. Pelayanan yang dilakukan melalui tatap muka dilakukan pembatasan. Salah satu solusi yang dilakukan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah pelayanan online berbasis teknologi informasi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan layanan dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet. Unit Layanan Terpadu di UPI merupakan lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pelayanan kepada pengguna baik civitas akademika maupun masyarakat umum. Dalam melaksanakan tugas utamanya, perlu didukung dengan fasilitas atau instrumen yang membantu dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada stakeholder. Tujuan Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui sejauhmana layanan ULT dapat memberikan layanan prima bagi pengguna dengan pengembangan menggunakan teknologi informasi. Populasi penelitian ini sebanyak 7000 pengguna, dengan menggunakan rumus Yamane diperoleh 380 orang responden. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa didapatkan gambaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dalam grafik ringkasan sebaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dengan nilai respon Sangat Puas dalam kategori baik, Puas berada pada kategori sangat baik, sisanya adalah kategori cukup. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa layanan ULT memberikan kepuasan pada pengguna tertinggi terdapat pada kategori puas. Dengan demikian layanan ULT telah memberikan layanan yang memberikan kepuasan pada pengguna/user pada kategori baik. Sedangkan respon ketidakpuasan untuk layanan ULT berada dengan nilai terendah.
PENGGUNAAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING DAN KEMAMPUAN ASPEK READING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Ellina Rienovita; R Nadia Hanoum
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.62714

Abstract

Education is an important aspect that needs to be improved to face the increasingly complex and challenging developments of the 21st century. The goal of Indonesia's national education in the 21st century is to develop high-quality human resources. One of the qualities that humans must possess is the ability of self-regulated learning. This ability can be developed through education, one of which is through English language learning, especially reading skills. To improve reading and self-regulated learning abilities, this research used e-module as a learning medium. The e-module was developed by the researcher while paying attention to the aspects of reading and self-regulated learning. This quasi-experimental study aimed to determine whether the use of e-module can improve reading and self-regulated learning abilities. The study population consisted of 339 students, while the sample was 68 students from experimental and control classes at SMPN 29 Bandung. Data collection was carried out using a multiple-choice test instrument with 22 items to analyze the reading aspect, and a questionnaire with 30 items to collect data on the self-regulated learning aspect. The results showed a significant improvement in reading and self-regulated learning abilities after using the e-module. Based on the results of this research, it can be concluded that the use of e-module can significantly improve reading and self-regulated learning abilities. Therefore, e-module can be an alternative learning medium that can be utilized by teachers or schools to improve reading and self-regulated learning abilities of students. A recommendation for future research is to expand the sample size and conduct research using different methods to ensure the effectiveness of the e-module as a learning medium.Pendidikan merupakan hal penting yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi perkembangan abad 21 yang semakin kompleks dan menantang. Tujuan pendidikan nasional abad 21 Indonesia adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu kualitas manusia yang harus dimiliki adalah kemampuan self-regulated learning. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan, salah satunya adalah melalui pembelajaran bahasa Inggris, khususnya kemampuan reading. Untuk meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning, penelitian ini menggunakan media pembelajaran e-modul. E-modul dikembangkan oleh peneliti sendiri dengan memperhatikan aspek reading dan self-regulated learning. Penelitian ini dilakukan melalui quasi eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan e-modul dapat meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning. Populasi penelitian ini terdiri dari 339, sedangkan sampelnya 68 siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMPN 29 Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda dengan 22 butir soal untuk menganalisis aspek reading dan angket dengan 30 butir penyataan untuk mengumpulkan data tentang aspek self-regulated learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan reading dan self-regulated learning setelah menggunakan e-modul. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dapat meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning secara signifikan. Oleh karena itu, e-modul dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru atau sekolah untuk meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning bagi siswa. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas jumlah sampel dan melakukan penelitian dengan metode yang berbeda untuk memastikan efektivitas dari e-modul sebagai media pembelajaran.
PERANCANGAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN METODE MDLC (MULTIMEDIA DEVELOPMENT LIFE CYCLE) PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI MTS NEGERI 1 KONAWE UTARA Yun Ayu Putri Maharani
EDUTECH Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.58047

Abstract

Sebuah media pembelajaran menjadi salah satu hal yang penting bagi berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar. Pada kasus ini, di MTs Negeri 1 Konawe Utara terkendala dalam pemanfaatan media pembelajaran yang mana hal ini tentu dapat berpengaruh pada motivasi belajarnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah membuat sebuah produk media dan juga mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis android dengan menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle) pada mata pelajaran IPA kelas VIII di MTs Negeri 1 Konawe Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (RD) dengan menggunakan metode MDLC yang terdiri dari tahap concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution. Data yang di peroleh dari penelitian ini adalah hasil uji validasi kelayakan media oleh ahli media dan juga ahli materi. Dari tiga orang ahli media didapatkan rata rata skor kelayakan sebesar 90,66% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil uji validasi kelayakan oleh ahli materi di peroleh rata rata skor kelayakan sebesar 82,66% dengan kategori “Sangat Layak”. Sehingga media pembelajaran ini dinilai telah layak digunakan.
PERSEPSI MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA SETELAH MENGIKUTI PROGRAM MSIB Ambarwati Ambarwati; Azmi Azkiyati; Linda Setiawati
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.53994

Abstract

Abstract. The development of technology in this era is growing rapidly. This has had a major impact on several sectors in Indonesia, be it the education, economic, political, health, social or cultural sectors. This development makes the process of finding information easier, one of which is in the education sector. This technological development has made the education sector more diverse in terms of innovation, this can be seen from the learning process which is increasingly innovative and relevant to its development. In addition, the Minister of Education and Culture Nadiem Makariem made a new breakthrough in terms of education, one of which was Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Merdeka Belajar-Kampus Merdeka policy is a form of learning in higher education that is autonomous and flexible so that it can create an innovative learning culture that is not restrictive and in accordance with the needs of students. The program was created with the aim of improving students' soft skills hard skills in developing their skills. Therefore this program needs to be implemented, then the authors conduct research in terms of student perceptions, especially educational technology study programs, on their work readiness after participating in the program that was created, namely the MSIB program. From this collection of perceptions, it is hoped that the MSIB program will be able to gain new perspectives and feedback related to the programs that have been implemented. The authors collect data using a quantitative descriptive method with a questionnaire containing a number of statements with an assessment using a dichotomous scale. The questionnaire is divided into 2 parts, namely personal data and statements related to MSIB. There were 13 statements related to MSIB given to respondents relating to the level of knowledge, interest, and respondents' perceptions of the MSIB program.Keywords: Perception, Program, Work, Policy
PENGARUH PENGGUNAAN CHAT GPT TERHADAP MINAT BACA MAHASISWA Girsang Caroline Mary Kasih Karunia
EDUTECH Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i3.62944

Abstract

Chat GPT menjadi salah satu teknologi yang dijadikan senjata oleh beberapa kalangan, salah satunya adalah mahasiswa karena dapat membantu mereka untuk mengerjakan tugas atau mendapatkan informasi dengan mudah. Mudahnya menggunakan Chat GPT dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan menyebabkan penurunan minat baca bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh Chat GPT terhadap minat baca mahasiswa. Sebanyak 215 mahasiswa aktif Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih dengan menggunakan teknik sample random sampling terlibat sebagai subjek penelitian. Data dihimpun dengan menggunakan Teknik survey dengan instrument penelitian berupa angket dengan skala likert. Hasil penelitian menghasilkan bahwa Chat GPT memiliki pengaruh positif terhadap minat baca mahasiswa. Namun demikian, pengaruh tersebut sangat kecil karena terdapat factor lain yang lebih berkontribusi terhadap minat baca mahasiswa. Faktor-faktor lain yang lebih kuat mempengaruhi minat baca mahasiswa yaitu ketertarikan terhadap konten, kebutuhan, dan motivasi individu. Kehadiran Chat GPT memberikan dilema tersendiri dalam dunia Pendidikan. Di satu sisi, penggunaan Chat GPT dapat mempermudah pengguna untuk memahami dan memperoleh informasi sehingga membantu kegiatan membaca, tetapi di sisi lain penggunaan teknologi yang dalam hal ini adalah Chat GPT perlu digunakan secara bijak agar tetap menjunjung nilai kejujuran dan orisinalitas dalam dunia akademik. Harapannya, lebih banyak teknologi yang hadir sebagai fasilitas yang dapat membantu kegiatan membaca sehingga kehadiran teknologi dapat berpengaruh positif terhadap minat baca.
MODEL HIGH SCOPE DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Audia Sianipar; Eyda Rahma; Menyliana Nuasihab; Esya Anesty Mashudi
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.59611

Abstract

Abstract. Early Childhood Education (ECE) plays a vital role in shaping the holistic development of children. In the face of modern challenges, innovative approaches and sustainable educational models are needed to enhance the quality of ECE. Through a better understanding of innovative approaches and sustainable models in early childhood In addition, a sustainable model that involves community participation, this model also ensures that early childhood education focuses not only on academic achievement, but also on the development of values, social skills, and an understanding of a sustainable environment  colla  This research aims to conduct a Systematic Literature Review (SLR) on innovative approaches and sustainable models in the transformation of early childhood education. Through a critical analysis of relevant studies, the author presents findings and recommendations to advance early childhood education.Keywords: Early Childhood Education, Transformation, Innovative Approach, Sustainable Model, Systematic Literature Review Abstrak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk dasar pengembangan anak secara holistik. Dalam menghadapi tantangan zaman modern, diperlukan pendekatan inovatif dan model pendidikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas PAUD. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang pendekatan inovatif dan model berkelanjutan dalam pendidikan anak usia dini, diharapkan kita dapat mengidentifikasi strategi terbaik yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan sehari-hari. Selain itu, model berkelanjutan yang melibatkan partisipasi komunitas, kerjasama dengan orang tua, dan pendekatan holistik yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang berkelanjutan dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, model ini juga memastikan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai, keterampilan sosial, dan pemahaman tentang lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR) terhadap pendekatan inovatif dan model berkelanjutan dalam transformasi pendidikan anak usia dini. Melalui analisis kritis terhadap penelitian terkait, penulis menyajikan temuan dan rekomendasi untuk memajukan pendidikan anak usia dini.Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Transformasi, Pendekatan Inovatif, Model Berkelanjutan, Tinjauan Literatur Sistematis
PERAN DAN PENGGUNAAN MEDIA ICT MATERI ORGANISASI MUHAMMADIYAH DI SMP MUHAMMADIYAH 3 BANJARMASIN Ani Cahyadi; Fatimah Zuhriah
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.54414

Abstract

Saat ini merupakan era digital yang menempatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai garda terdepan. Dalam ranah pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era saat ini tidak dapat dipungkiri masih banyak guru yang melaksanakan pembelajaran di kelas secara monoton melalui media ceramah. Karena itu saat ini telah hadir media pembelajaran ICT yang memiliki peranan penting dalam inovasi pembelajaran saat ini. Artikel ini membahas tentang implementasi media ICT materi organisasi Muhammadiyah kelas 7 SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari penelitian lapangan, yaitu penulis menjelaskan melalui sebuah paparan deskriptif berdasarkan informasi atau data-data yang diperoleh dari lapangan serta literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi media ICT materi organisasi Muhammadiyah kelas 7 SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini ialah media ICT memiliki peranan yang sangat penting di antaranya yaitu sebagai alat bantu guru dalam pembelajaran, sebagai tempat dan sarana belajar siswa, serta sebagai sumber belajar. Adapun penggunaannya di SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin ialah melalui beberapa langkah, antara lain yaitu pendahuluan/kegiatan awal, kegiatan ini, dan kegiatan penutup.
DESAIN KURIKULUM PELATIHAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN KOLABORATIF BAGI WIDYAISWARA Syafril Ramadhon; Mario Emilzoli; Gema Rullyana
EDUTECH Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i3.63147

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan desain kurikulum pelatihan Digitalisasi Pembelajaran Kolaboratif bagi Widyaiswara di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (PPSDM Migas KESDM). Pengembangan desain kurikulum disusun melalui (1) identifikasi kebutuhan dengan merujuk pada kondisi pembelajaran yang saat ini dilaksanakan di PPSDMA Migas dan pemahaman Widyaiswara terkait dengan pembelajaran kolaboratif berbasis digital, (2) konten pembelajaran kolaboratif berbasis digital, (3) strategi pembelajaran yang akan digunakan dan (4) strategi penilaian yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Adapun temuan penelitian ini diantaranya daftar kompetensi yang dibutuhkan Widyaiswara dalam menerapkan pembelajaran kolaboratif berbasis digital, konten pembelajaran yang relevan untuk pembelajaran kolaboratif berbasis digital, penggunaan strategi pembelajaran student centered learning (SCL) dengan model pembelajaran berbasis kelompok dengan memanfaatkan platform digital google docs, google spreadsheet, google slide, explain everything dan whiteboard.fi. Dalam konteks strategi penilaian, pada desain kurikulum pelatihan digitalisasi pembelajaran kolaboratif pelatihan ini akan menggunakan penilaian formatif dan sumatif dengan memanfaatkan platform digital Quizizz. Adapun rekomendasi penelitian ini yaitu desain kurikulum yang telah disusun dapat dikembangkan lebih luas pada mata pelatihan yang bersifat praktif dan membutuhkan berbaga teknologi digital yang lebih variatif. This research was carried out with the aim of developing a Collaborative Learning Digitalization training curriculum design for Widyaiswara within the Oil and Gas Human Resources Development Center of the Ministry of Energy and Mineral Resources (PPSDM Migas KESDM). Curriculum design development is prepared through (1) identification of needs by referring to the learning conditions currently implemented at PPSDMA Migas and Widyaiswara's understanding related to digital-based collaborative learning, (2) digital-based collaborative learning content, (3) learning strategies that will be used and (4) assessment strategies that will be used in learning activities. The research approach used in this research is a quantitative and qualitative approach. The findings of this research include a list of competencies needed by Widyaiswara in implementing digital-based collaborative learning, relevant learning content for digital-based collaborative learning, the use of student centered learning (SCL) learning strategies with a group-based learning model using the digital platform google docs, google spreadsheet, google slides, explain everything and whiteboard.fi. In the context of assessment strategies, the curriculum design will use formative and summative assessments by utilizing the Quizizz digital platform. The recommendation of this research is that the curriculum design that has been prepared can be developed more widely in training courses that are practical in nature and require a more varied variety of digital technology.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Mentimeter Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Jilan Alfarrras
EDUTECH Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i3.61769

Abstract

The background of this research pertains to the issue of low critical thinking abilities among students in Indonesia. The problem is associated with the lack of critical thinking skills in students' thinking methods, which is evident at SMAN 1 Cibadak where instability and inadequacy in critical thinking tend to occur during sociology lessons. This situation arises due to teachers not fully utilizing effective teaching media. The solution proposed by the researcher is the incorporation of the interactive learning media "Mentimeter" to enhance students' critical thinking abilities. Mentimeter is interactive presentation software developed to facilitate the delivery of content through interactive slides. The aim of this study is to describe and analyze the differences in critical thinking abilities after students use the interactive learning media "Mentimeter" as compared to the usual method of using Powerpoint. The research method employed is a quasi-experiment with a non-equivalent control group design. The population consists of 153 students in the 11th grade social studies class, with a sample of 77 students from two classes divided into an experimental group and a control group. Data was collected using essay-style test questions. Data analysis was conducted using independent sample t-tests. The results of the analysis indicate that the use of the interactive learning media "Mentimeter" is more effective in enhancing students' critical thinking abilities compared to using Powerpoint. This is supported by the results of pre-post tests (gains) for both the control and experimental groups