cover
Contact Name
Anwar Efendi
Contact Email
anwar@uny.ac.id
Phone
+62274550843
Journal Mail Official
litera@uy.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55281 litera@uny.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Litera
ISSN : 14122596     EISSN : 24608319     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
LITERA is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta. LITERA is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical original research papers on linguistics, literature, and their teaching.
Articles 512 Documents
STRATEGI APOLOGI DALAM WACANA PERCAKAPAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA Jamal Jamal
LITERA Vol 9, No 1: LITERA APRIL 2010
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v9i1.1217

Abstract

This study aims to explain apology types and strategies in conversationaldiscourses in the Religious Training Office Surabaya. The data sources were people involved in the training activities, including tutors/lecturers and participants. The data were collected through participant observations, in-depth interview, and documents. The data were analyzed by means of the interactive, simultaneous, and continuous technique developed by Miles and Huberman. The data analysis activities included (1) data reduction, data display, and conclusion drawing/inference. The findings are as follows. First, the anticipatory apology appears as frequently as the remedy apology. Apologies are stimulated by elements of space, time, speech, inability, and strength. Second, apologies contain explicit excuses with reasons in order to reduce linguistic and non-linguistic malfunctions. Third, strategies employed in apologies are varied, depending on the purposes.
IDIOM BERUNSUR BAGIAN TUBUH MANUSIA DALAM BAHASA INDONESIA Ari Listiyorini
LITERA Vol 4, No 2: LITERA JULI 2005
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v4i2.6793

Abstract

WATAK DAN PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM NOVEL-NOVEL KARYA PENULIS PEREMPUAN INDONESIA DAN MALAYSIA AWAL ABAD 21 Widyastuti Purbani
LITERA Vol 12, No 2: LITERA OKTOBER 2013
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v12i02.1596

Abstract

This study aims to identify and reveal the traits and struggles of female characters in eight novels written by Indonesian and Malaysian women writers in the early 21stcentury. This is a qualitative study employing content analysis. The study reveals that all main female characters in these eight novels are strong and tough women living in a discriminativepatriarchal society in which women are seen as the second class society and object of sexual desire. The main female characters in the both Indonesian and Malaysian novels under study are fighting for either themselves or other female characters against gender discrimination and sexual abuse. Some female characters struggle to gain knowledge and skills for a better position, and some struggle to get economic welfare. While the Indonesian characters use human rights for gender equity and moral justice, the Malaysian characters use religious and moral conduct as the foundation for their struggle.
Analisis kesalahan berbahasa pada surat edaran resmi Bagaskara Nur Rochmansyah; Indrya Mulyaningsih; Itaristanti Itaristanti
LITERA Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v21i1.40115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kaidah kebahasaan yang digunakan pada surat resmi berupa surat edaran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berfungsi menjabarkan fenomena yang terjadi secara objektif tanpa adanya perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen untuk mendapatkan data berupa arsip surat edaran. Teknik lainnya adalah wawancara untuk mendapatkan data berupa penyebab terjadinya kesalahan berbahasa. Teknik analisis yang digunakan adalah metode padan dan agih untuk mengetahui padanan kata dan membenahi tata bahasa yang termasuk dalam kesalahan. Data yang didapatkan dari hasil analisis empat belas surat edaran yang diterbitkan pada Maret—September 2020 sebanyak 644 bentuk kesalahan. Kaidah kebahasaan pada surat edaran ini berupa ketidaksesuaian dalam menggunakan huruf kapital, penggunaan kata yang tidak baku, penggunaan cetak miring, penggunaan cetak tebal, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kata yang tidak tepat. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh kebiasaan penulis menggunakan kaidah yang salah. Selain itu, terbatasnya kemampuan memahami dan mengaplikasikan tata bahasa Indonesia yang benar menjadi penyebab lain dari terjadinya kesalahan berbahasa tersebut. Kata kunci: kaidah kebahasaan, kebiasaan penulis, pedoman Bahasa IndonesiaWriting rules on official circularAbstractPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kaidah kebahasaan yang digunakan pada surat resmi berupa surat edaran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berfungsi menjabarkan fenomena yang terjadi secara objektif tanpa adanya perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen untuk mendapatkan data berupa arsip surat edaran. Teknik lainnya adalah wawancara untuk mendapatkan data berupa penyebab terjadinya kesalahan berbahasa. Teknik analisis yang digunakan adalah metode padan dan agih untuk mengetahui padanan kata dan membenahi tata bahasa yang termasuk dalam kesalahan. Data yang didapatkan dari hasil analisis empat belas surat edaran yang diterbitkan pada Maret—September 2020 sebanyak 644 bentuk kesalahan. Kaidah kebahasaan pada surat edaran ini berupa ketidaksesuaian dalam menggunakan huruf kapital, penggunaan kata yang tidak baku, penggunaan cetak miring, penggunaan cetak tebal, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kata yang tidak tepat. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh kebiasaan penulis menggunakan kaidah yang salah. Selain itu, terbatasnya kemampuan memahami dan mengaplikasikan tata bahasa Indonesia yang benar menjadi penyebab lain dari terjadinya kesalahan berbahasa tersebut. Kata kunci: kaidah kebahasaan, kebiasaan penulis, pedoman bahasa Indonesia
IGNITING FOLKTALES AS CHILDREN’S LEARNING SOURCES IN SENTANI JAYAPURA PAPUA Wigati Yektiningtyas
LITERA Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v18i1.18841

Abstract

Sentani is one of more than two hundred tribes in Papua that has various folklore as their invaluable cultural heritages. One of them is folktale.  Folktales that used to be passed down with some purposes are not recognised by the people anymore. This serious phenomenon cannot be ignored since there are philosophy, mythology, and indigenous knowledge they carried with that can be used to build identity and the whole social life of Sentani people.  This writing aims at igniting Sentani folktales and using them as learning sources for children. Data were collected through observation, deep interview, and recordings in three areas of Sentani, namely East, Central, and West Sentani. The research used socio-cultural approach and involved tribal chiefs, elderly people, parents, and teachers as the informants.  The research found that folktales were still recognised in remote areas of Sentani, known by some tribal chiefs and elderly people and told mostly in Indonesian. Folktales collected can be used as various learning sources for children, i.e. (1) Sentani language, (2) literacy, (3) indigenous knowledge, and (4) character building. Igniting folktales as learning sources also means doing preservation of Sentani cultural heritages. Initiatives and discussion with tribal chiefs, government, and educators are urgently needed. Keyword: Sentani, cultural heritages, folktales MENGHIDUPKAN KEMBALI CERITA RAKYAT  SEBAGAI SUMBER BELAJAR ANAK-ANAK DI SENTANI JAYAPURA PAPUA AbstrakSentani adalah satu dari ratusan suku di Papua yang mempunyai berbagai pusaka budaya yang tak ternilai harganya. Salah satunya adalah cerita rakyat. Cerita rakyat yang dahulu dituturkan dengan bermacam tujuan ini kini telah ditinggalkan oleh sebagian besar  masyarakat. Fenomena seperti ini tak dapat dibi­ar­kan karena dalam cerita rakyat terdapat filosofi, mitologi, pengetahuan, dan nilai kearifan masyarakat yang dapat digunakan untuk membangun identitas dan kehi­dupan masyarakat secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk menghidupkan kembali cerita rakyat dan menggunakannya sebagai sumber pembelajaran untuk anak-anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan rekaman di tiga wilayah Sentani, yaitu Sentani Timur, Sentani Tengah dan Sentani Barat. Penelitian menggunakan pendekatan sosial-budaya dan  melibatkan pe­mang­ku adat, tokoh masyarakat, orang tua dan guru sebagai informan.  Penelitian ini menemukan bahwa cerita rakyat masih dikenali di wilayah terpencil Sentani, dikuasai oleh sebagian kecil pemangku adat dan tokoh masyarakat, dan dituturkan sebagian besar dalam Bahasa Indonesia. Cerita yang diperoleh dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran bagi anak-anak, yaitu (1) bahasa Sentani, (2) lite­rasi, (3) kearifan lokal, dan (4) pengembangan karakter. Menghidupkan kembali cerita rakyat sebagai sumber pembelajaran berarti melakukan preservasi pusaka budaya masyarakat. Inisiatif dan diskusi dengan para pemangku adat, pemerintah dan pemangku pendidikan perlu segera dilakukan. Kata Kunci: Sentani, pusaka budaya, cerita rakyat
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK APRESIATIF DAN KREATIF TAYANGAN FILM MELALUI TEKNIK PENCATATAN 5R (RECORD, REDUCE, RECITE, REFLECT, AND REVIEW) Nurhidayah Nurhidayah
LITERA Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v14i2.7208

Abstract

AbstrakPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimakapresiatif dan kreatif tayangan film melalui teknik pencatatan 5R. Subjek penelitianadalah mahasiswa peserta mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif di Program StudiPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNY Angkatan 2006/2007. Pengumpulandata dengan teknik observasi partisipan, wawancara, dan catatan lapangan. Analisis datadengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan teknik pencatatan 5R terbukti dapat meningkatkan keterampilan menyimakapresiatif dan kreatif tayangan film, baik dalam hal proses maupun hasil. Indikatorkeberhasilan proses tampak pada keaktifan dan ketekunan mahasiswa dalam kegiatanpembelajaran menyimak apresiatif dan kreatif tayangan film dengan teknik pencatatan5R. Indikator keberhasilan hasil adalah meningkatnya keterampilan pemahaman,penghargaan, dan penikmatan tayangan film yang tercermin pada peningkatan kualitashasil laporan, pencapaian skor evaluasi, dan apresiasi.Kata kunci: keterampilan menyimak film, menyimak apresiatif dan kreatif, apresiasi
EKSISTENSI TRADISI LISAN CAKAP LUMAT DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN KARO Sylvie Meiliana
LITERA Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i1.30478

Abstract

Masyarakat Karo selalu menggunakan tradisi lisan dalam berbagai jenis kegiatan upacara adat. Salah satu bentuk tradisi lisan masyarakat Karo adalah Cakap Lumat yang digunakan dalam upacara adat perkawinan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaku, bentuk kebahasaan, dan fungsi tuturan dalam tradisi lisan Cakap Lumat dalam upacara adat masyarakat Karo. Sumber data penelitian adalah tuturan lisan Cakap Lumat dalam upacara adat perkawinan karo  di Dusun Tongkoh, Desa Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat dengan informan kunci Nande Beru Tarigan. Pengumpulan data dengan teknik perekaman dan transkripsi. Anasisis data menggunakan teknik analisis isi dengan model alir. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tuturan Cakap Lumat dilakukan oleh seseorang sesuai posisinya dalam status sosial, yakni kalimbubu, senina, dan anak beru. Kedua, bentuk kebahasan Cakap Lumat, yaitu bahasa kiasan dan perumpamaan. Ketiga, Cakap Lumat berfungsi untuk ucapan salam, ucapan doa, konfirmasi, pujian, dan nasehat. Kata kunci: tradisi lisan, bentuk dan fungsi Cakap Lumat, masyarakat Karo  EXISTENCE OF ORAL TRADITIOAN CAKAP LUMAT IN WEDDING CEREMONY IN KARO SOCIETY AbstractThe Karo people always use oral traditions in various types of traditional ceremonial activities. One form of the oral traditions of the Karo people is Cakap Lumat which is used in traditional marriage ceremonies. This study is aimed at describing the speech performers, forms of language, and the function of the oral tradition of Cakap Lumat in the traditional ceremony of the Karo community. The data source of the study is oral speech of Cakap Lumat in a traditional karo marriage ceremony in Tongkoh village, Dolat Rakyat Village, Dolat Rakyat District with key informant Nande Beru Tarigan. Data collection is by recording and transcription techniques. Data analysis uses content analysis techniques with flow models. The results of the study are as follows. First, Cakap Lumat is done by someone according to his/her position in social status, namely kalimbubu, senina, and anak beru. Second, the forms of the language of Cakap Lumat are figurative language and parables. Third, the function of Cakap Lumat is for giving greetings, blessing, confirmation, praise, and advice.  .Keywords: oral tradition, form and function, Cakap Lumat, Karo people
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM BUKU WIR BESUCHEN EINE MOSCHEE Tri Kartika Handayani
LITERA Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v15i2.11831

Abstract

NILAI-NILAI KARAKTER DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSIDALAM BUKU WIR BESUCHEN EINE MOSCHEETri Kartika Handayani, Sri Megawati dan Lia MaliaFBS Universitas Negeri Yogyakartaemail: tri_kartika@uny.ac.idAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) jenis dan bentuk tuturan. (2) fungsituturan, dan (3) nilai-nilai karakter yang terdapat dalam tuturan ilokusi dalam bukuWirbesucheneine Moschee (WBM) ‘Kami Mengunjungi Mesjid’. Data penelitian ini yaitusemua tuturan yang terdapat dalam WBM. Buku ini adalah salah satu buku bacaan siswakelas 5 Sekolah Dasar di Jerman. Penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif. Penyediaandata menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan data dianalisis denganmenggunakan metode agih dan padan pragmatis. Dari hasil analisis ditemukan empatjenis tuturan, yaitu asertif, direktif, komisif dan ekspresif. Tiap jenis tuturan memilikibentuk yang berbeda, yaitu tindak tutur langsung literal, tidak langsung literal, langsungtidak literal, dan tidak langsung tidak literal. Fungsi tuturan dalam buku WBM yaitututuran asertif, direktif, komisif dan ekspresif. Nilai-nilai karakter dalam buku WBMada sepuluh, yaitu religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingintahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, dan peduli sosial.Kata kunci: nilai karakter, tuturan ilokusi, buku Wir besuchen eine MoscheeMORAL VALUES IN THE ILLOCUTIONARY SPEECH ACTIN CHILDREN’S BOOK WIR BESUCHEN EINE MOSCHEEAbstractThis study aims to describe: (1) typesand forms of utterances, (2) functions of utterances,and (3) moral values in the illocutionary act in the children’s book Wir besuchen eine Moschee(WBM) ‘We Visit the Mosque’. The data are all utterances in WBM. The book is one of thetextbooks for Grade V students of elementary schools in Germany. This was a qualitativedescriptive study. The data were collected by the uninvolved conversation observationtechnique and analyzed by using the distribution and pragmatic correspondence methods.From the results of the analysis, four types of utterances are found: assertive, directive,commissive, and expressive. Each type of utterance has a different form, namely literaldirect, literal indirect, non-literal direct, and non-literal indirect speech acts. The functionsof utterances in WBM are assertive, directive, commissive, and expressive. There are tenmoral values in WBM, namely religiosity, tolerance, discipline, hard work, creativity,democracy, curiosity, appreciation of achievement, friendship/communication, and socialcare.Keywords: moral values, illocutionary act, children’s book Wir besuchen eine Moschee
NILAI KESETARAAN GENDER PADA CERPEN DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMA Ade Husnul Mawadah
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.18132

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kesetaraan gender dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA. Penelitian ini menggunakan desain analisis isi untuk menganalisis sikap, pandangan, dan citra tokoh laki-laki dan perempuan dalam cerpen-cerpen yang dimuat di buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tokoh laki-laki dalam cerpen pada umumnya memandang perempuan sebagai seseorang yang berhak mendapatkan kesempatan berkarier di luar rumah, teman dalam rumah tangga, teman berdiskusi, dan penentu keputusan. Kedua, peran perempuan yang paling menonjol adalah peran domestik. Sebagai pribadi, perempuan mempunyai keinginan mengaktual­ isasikan dirinya untuk mengembangkan potensi dirinya. Ketiga, aspek kesetaraan gender tampak pada sikap dan perilaku yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu saling memahami, saling menghargai, dan saling berbagi. Ketiga sikap dan perilaku tersebut merupakan wujud sinergitas dan kata kunci kesetaraan gender dalam hubungan bermasyarakat. Kesetaraan berarti bersinergi dalam berbagai bidang kehidupan.Kata kunci: buku teks, kesetaraan gender, peran domestik, tokoh GENDER EQUITY IN SHORT STORIES IN INDONESIAN LANGUAGE TEXTBOOKS FOR SHSAbstractThis study aims to describe gender equity in Indonesian language textbooks for the senior high school (SHS). It used the content analysis design to analyze the attitudes, views, and images of male and female characters in the short stories in the textbooks. The findings are as follows. First, the male characters in the short stories generally see women as ones who deserve a career opportunity outside the home, friends in the household, friends in discussion, and decision makers. Second, women’s most prominent role is the domestic role. As individuals, women have desire to actualize themselves to develop their potential. Third, the aspect of gender equity appears in three types of attitudes and behaviors, namely mutual understanding, mutual respect, and sharing. These are the manifestations of synergy and keywords in gender equity in social relations. Equity means synergy in various areas of life.Keywords: textbooks, gender equity, domestic role, characters
PATTERNS OF LANGUAGE USE AMONG MULTILINGUAL UNIVERSITY STUDENTS MAJORING IN ENGLISH Emi Nursanti; Erna Andriyanti; Paulus Kurnianta; Titik Sudartinah
LITERA Vol 19, No 2: LITERA JULI 2020
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v19i2.27135

Abstract

As a multilingual country, the Indonesian government has set the positions of local language, national language, and foreign language in education through Law of National Education System No.20 of 2003, Chapter VII, Article 33. Fifteen years passed and this paper seeks to find the results of the law in higher education students by investigating the patterns of language use of multilingual students in English Literature Study Program of FBS UNY. This is a descriptive study with parallel mixed method design. The data in this study were responses upon questions in the questionnaires distributed to respondents where the results were then analyzed quantitatively by using SPSS (17) and the results of interviews were analyzed qualitatively. The source of data in this study were 162 respondents who were students of English Literature study program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta year 2015-2017. The results show that at home, more than 60% of students use Javanese with intimacy and habit as motivating factors. As English Literature students, they are more exposed to media in Bahasa Indonesia. On the campus, English is only used for academic purposes, Bahasa Indonesia for communicating with lecturers while Javanese is for a casual talk with classmates. Javanese is close to traditional commerce while for the modern one, they prefer to use Bahasa Indonesia. For cognitive and mental activities, Bahasa Indonesia is the most dominant, and Javanese is used more than English. These results imply that rather than conforming to the law made by the government, contexts play a more important role in forming people’s language choices.Keywords: multilingualism, local language, national language, foreign language, English Literature UNY POLA PENGGUNAAN BAHASA MAHASISWA MULTILINGUAL JURUSAN BAHASA INGGRISSebagai negara multibahasa, pemerintah Indonesia telah menetapkan posisi bahasa daerah, bahasa nasional, dan bahasa asing dalam pendidikan melalui Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003, Bab VII, Pasal 33. Lima belas tahun telah berlalu dan tulisan ini berupaya untuk menemukan penerapan hasil hukum tersebut pada mahasiswa dengan menyelidiki pola penggunaan bahasa mahasiswa multibahasa di Program Studi Sastra Inggris FBS UNY. Ini adalah penelitian deskriptif dengan metode campuran paralel. Data dalam penelitian ini adalah tanggapan mahasiswa terhadap pertanyaan dalam kuesioner yang hasilnya kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan SPSS (17) serta hasil wawancara yang dianalisis secara kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 162 responden yang merupakan mahasiswa program studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta angkatan tahun 2015-2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di rumah, lebih dari 60% mahasiswa menggunakan bahasa Jawa dengan keakraban dan kebiasaan sebagai faktor pendorongnya. Sebagai mahasiswa Sastra Inggris, mereka lebih terpapar media dalam Bahasa Indonesia. Di kampus, bahasa Inggris hanya digunakan untuk tujuan akademik, Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan dosen, dan bahasa Jawa untuk percakapan santai dengan teman. Bahasa Jawa sangat dekat dengan perdagangan tradisional, sedangkan untuk perdagangan modern, mereka lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Untuk kegiatan kognitif dan mental, Bahasa Indonesia adalah yang paling dominan, dan bahasa Jawa digunakan lebih dari bahasa Inggris. Hasil ini menyiratkan bahwa alih-alih menyesuaikan ketentuan yang telah dibuat oleh pemerintah, konteks memainkan peranan yang lebih penting dalam membentuk pilihan bahasa penggunanya.Kata kunci: multilingualisme, bahasa daerah, bahasa nasional, bahasa asing, Sastra Inggris UNY

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2025) Vol. 24 No. 2: LITERA (JULY 2025) Vol. 24 No. 1: LITERA (MARCH 2025) Vol. 23 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2024) Vol. 23 No. 2: LITERA (JULY 2024) Vol. 23 No. 1: LITERA (MARCH 2024) Vol. 22 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2023) Vol. 22 No. 2: LITERA (JULY 2023) Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) -- IN PRESS Vol 21, No 3: LITERA (NOVEMBER 2022) Vol 21, No 2: LITERA (JULY 2022) Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022) Vol 20, No 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol. 20 No. 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021 Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021 Vol 19, No 3: LITERA NOVEMBER 2020 Vol 19, No 2: LITERA JULI 2020 Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020 Vol 18, No 3: LITERA NOVEMBER 2019 Vol 18, No 2: LITERA JULI 2019 Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019 Vol 17, No 3: LITERA NOVEMBER 2018 Vol 17, No 2: LITERA JULI 2018 Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018 Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017 Vol 16, No 1: LITERA APRIL 2017 Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016 Vol 15, No 1: LITERA APRIL 2016 Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015 Vol 14, No 1: LITERA APRIL 2015 Vol 13, No 2: LITERA OKTOBER 2014 Vol 13, No 1: LITERA APRIL 2014 Vol 12, No 2: LITERA OKTOBER 2013 Vol 12, No 1: LITERA APRIL 2013 Vol 11, No 2: LITERA OKTOBER 2012 Vol 11, No 1: LITERA APRIL 2012 Vol 10, No 2: LITERA OKTOBER 2011 Vol 10, No 1: LITERA APRIL 2011 Vol 9, No 2: LITERA OKTOBER 2010 Vol 9, No 1: LITERA APRIL 2010 Vol 8, No 2: LITERA OKTOBER 2009 Vol 8, No 1: LITERA APRIL 2009 Vol 7, No 1: LITERA APRIL 2008 Vol 6, No 1: LITERA JANUARI 2007 Vol 5, No 1: LITERA JANUARI 2006 Vol 4, No 2: LITERA JULI 2005 Vol 4, No 1: LITERA JANUARI 2005 Vol 3, No 2: LITERA JULI 2004 Vol 3, No 1: LITERA JANUARI 2004 Vol 2, No 1: LITERA JANUARI 2003 More Issue