cover
Contact Name
Dr. Nani Radiastuti
Contact Email
n_radiastuti@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alkauniyah@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL KAUNIYAH
ISSN : 19783736     EISSN : 25026720     DOI : 10.15408/kauniyah
Core Subject : Science,
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi (p-ISSN: 1978-3736, e-ISSN: 2502-6720) is an Open Access Journal published by Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and established since 2007. Since 2016 Al-Kauniyah has established a collaboration with the Association of Lecturer in Biology and Biology Education throughout the State Islamic Higher University (PTKIN) in Indonesia. Until 2015, Al-Kauniyah covered environmental biology solely, but since 2016 the journal has been extended to cover the entire field of biological science (bioscience). By publishing biannually, on April and October, Al-Kauniyah is intended to communicate original researches and current issues on the subject of biology. Since volume 9 issue 1 April 2016, Al-Kauniyah had been changes the layout. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Manuscripts can be submitted to AL-KAUNIYAH
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Karakteristik Lumut di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Area Permukiman Jakarta Selatan Sarah Tsabituddinillah; Afiatry Putrika; Niarsi Merry Hemelda; Andi Salamah; Windri Handayani; Astari Dwiranti; Mega Atria
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21811

Abstract

AbstrakPermukiman merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang terdapat di daerah urban, khususnya Jakarta. Salah satu kelompok tumbuhan yang ditemui pada RTH tersebut adalah lumut. Keberadaan lumut di permukiman urban menunjukkan adanya kemampuan lumut untuk bertahan pada lingkungan yang terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies lumut serta karakteristik lumut di salah satu permukiman Jakarta Selatan. Lumut dikoleksi dengan metode transect-line pada 6 titik tepi jalan dan jelajah bebas pada 3 taman di permukiman tersebut Jakarta Selatan. Pengamatan karakteristik morfologi dan anatomi lumut dilakukan dengan penilaian kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 divisi lumut, yaitu Bryophyta (lumut sejati) dan Marchantiophyta (lumut hati) di lokasi penelitian. Bryophyta terdiri dari 6 famili, 9 genus, dan 16 spesies. Sementara itu,  Marchantiophyta terdiri dari 2 famili, 2 genus, dan 3 spesies. Pottiaceae merupakan famili dengan jumlah spesies terbanyak ditemukan, yaitu 5 spesies. Fissidens biformis adalah spesies dengan jumlah sampel terbanyak. Lumut tersebut ditemukan pada substrat tanah, batu, dan batang pohon. Kisaran luas tutupan lumut yang ditemukan yaitu 2–100%. Karakteristik seperti ukuran tubuh yang kecil, bentuk hidup, bentuk daun, ornamentasi pada permukaan daun, modifikasi sel daun, serta keberadaan sporofit atau gemma diduga mendukung lumut beradaptasi di lingkungan urban.AbstractSettlement is one of urban green open spaces in Jakarta. One of the plant groups found in the open green spaces is the bryophytes. The presence of bryophytes in the settlement areas indicates the ability of bryophytes to survive in a disturbed environment. This study aims to determine bryophytes species and their characteristic in the settlements area of South Jakarta. Bryophyte collected by transect-line at 6 sites of roadside and broad survey at 3 sites of park. The morphological and anatomical characteristics were observed with qualitative and quantitative assessments. Mosses and liverworts are groups that found in study sites. The mosses consists of 6 families, 9 genera, and 16 species. Meanwhile, the liverworts consists of 2 families, 2 genera, and 3 species. Pottiaceae is has the highest species richness in the location. Meanwhile the highest number of samples was Fissidens biformis. The bryophytes were attached in the soil, rock, and tree trunk. The coverage of bryophyte is about 2–100%. Characteristics such as small body size, life-forms, leaf shape, the ornamentation on the leaf surface, modified leaf cells, and the presence of sporophyte or gemmae are thought to support the adaptation of bryophyte in urban environments.
Keanekaragaman Jamur Makro dan Potensinya di Kampung Citlahab, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Ahmad Habib Nur Fikri; Caroline Humaira Rifalina Rosyid; Ratna Zahara Mahajarifar; Fia Fadlun; Noverita Noverita
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.20482

Abstract

AbstrakKampung Citalahab termasuk dalam Kawasan Pusat Penelitian Cikaniki yang terletak di wilayah TNGHS dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, salah satunya jamur makro. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data keanekaragaman jenis jamur makro di Kampung Citalahab, Kawasan Pusat Penelitian Cikaniki, TNGHS serta untuk mengetahui potensinya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode searching per plot di tiga jalur yaitu jalur aliran sungai, jalur hutan, dan jalur pekarangan desa serta dilanjutkan dengan pengambilan sampel gambar menggunakan kamera, pengukuran faktor lingkungan, dan identifikasi sampel. Jamur yang ditemukan sebanyak 614 individu dari 43 jenis yang berbeda. Tingkat keanekaragaman jenis di tiga jalur tergolong rendah sampai sedang, dengan indeks kesamaan tertinggi yaitu 37,21%. Jamur makro yang sering ditemui adalah Microporus xanthopus, Microporus affinis, Xylaria longipes,  dan Auricularia auricula. Beberapa genus jamur seperti Auricularia dan Schizophyllum yang ditemukan di Kampung Citalahab berpotensi sebagai bahan pangan. Sedangkan genus jamur Ganoderma, Xylaria, Microporus, Daldinea, dan Trametes berpotensi sebagai bahan obat-obatan. Masyarakat di Kampung Citalahab belum sepenuhnya memanfaatkan jamur yang tersedia di sana akibat minimnya informasi yang didapatkan oleh masyarakat setempat. AbstractCitalahab's village is one of the Cikaniki Research Station Centers located in the TNGHS area with a considerable wealth of biodiversity, one of which is the macro fungi. Research are conducted with the aim of obtaining data for diversity in the macro types of fungi in the village of Citalahab, the Cikaniki Research Station Center, TNGHS and to discover their potential. The method used in research is the searching per plot on 3 locations of streams, forest trails, and rural garden paths and followed by camera sampling, measuring environmental factors, and sample identification. The fungi found as many as 614 individuals from 43 different kinds. The level of variability in all three pathways is low to moderate, with the highest similarity index being 37,21%. The oft identified macro fungus is Microporus xanthopus, Microporus affinis, Xxylaria longipes, and Auricularia auricula. Some genus of fungi such as Auricularia and Schzophyllum found in the Citalahab village are potential food. While the genus fungi of Ganoderma, Xylaria, Microporus, Daldinea, and Trametes are potentially pharmaceuticals. The people of the Citalahab village have not fully benefited from the local people's lack of information available there.
Skrining Antibakteri dan Identifikasi Molekular Bakteri Asam Laktat dari Fermentasi Buah Kakao Merah (Theobroma cacao L. Varietas Criollo) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae Fitri Yuniarti; Wahyu Hidayati; Fitriani Fitriani; Audina Sarah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.17817

Abstract

 AbstrakKakao merupakan salah satu komoditas perkebunan Indonesia yang berperan sebagai habitat tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme yang baik. Salah satu bakteri yang dapat tumbuh dikomoditas tersebut yakni Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berguna untuk kesehatan pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat BAL yang memiliki aktivitas antibakteri tinggi terhadap Shigella dysenteriae dari fermentasi buah kakao merah (Theobroma cacao L. varietas criollo). Skrining antibakteri terhadap S. dysenteriae dilakukan dengan metode difusi cakram dan BAL yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi selanjutnya dilakukan identifikasi molekular dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Sepasang primer 27F dan 1492R digunakan untuk amplifikasi gen 16S rRNA BAL dan dilanjutkan dengan sekuensing. Identifikasi hasil sekuensing dilakukan dengan penyejajaran data pada program BLAST. Hasil Penelitian menemukan isolat KAT372 merupakan isolat yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dari 6 isolat yang ditemukan pada fermentasi buah kakao merah. Isolat ini memiliki kemiripan 99% terhadap Lactobacillus fabifermentans strain DSM 21115. Isolat BAL dari fermentasi buah kakao merah dapat dimanfaatkan sebagai sumber antibakteri alami terhadap S. dysenteriae.AbstractCacao is one of Indonesia's plantation commodities and is a natural resource that has an important role as a habitat for the growth and development of various good microorganisms. One of them is Lactic Acid Bacteria (LAB), which is good bacteria for digestive health. This study aims to obtain LAB isolates that have high antibacterial activity against Shigella dysenteriae from fermented red cacao fruit (Theobroma cacao L. criollo variety). Antibacterial screening against Shigella dysenteriae was carried out using the disc diffusion method and LAB which had the highest antibacterial activity followed by molecular identification with the Polymerase Chain Reaction (PCR) technique. A pair of 27F and 1492R primers were used for amplification of the 16S rRNA BAL gene and continued with sequencing. The identification of sequencing results was carried out by aligning the data in the BLAST program. The results found that KAT372 isolate was the isolate that had the highest antibacterial activity of the 6 isolates found in the fermentation of red cacao fruit. This isolate has 99% similarity to Lactobacillus fabifermentans strain DSM 21115. LAB isolate from fermented red cacao fruit can be used as a source of natural antibacterial against S. dysenteriae in maintaining digestive health later.
Karakteristik Abon Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Nadhilah Sabila Ghaisani; Etyn Yunita; Dewi Elfidasari; Bimo Saputro; Irawan Sugoro
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.17006

Abstract

 AbstrakIkan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) memiliki potensi dijadikan bahan pangan alternatif karena ketersediaannya melimpah di Indonesia. Daging ikan sapu-sapu dapat dijadikan abon yang harus sesuai dengan SNI. Pengolahan abon menggunakan minyak menyebabkan abon mudah mengalami kerusakan sehingga diperlukan metode untuk memperpanjang masa simpan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik abon ikan sapu-sapu hasil radiasi gamma berdasarkan analisis proksimat, jumlah mikroba, kapang, dan organoleptik melalui uji hedonik. Daging ikan sapu-sapu diolah menjadi abon lalu diiradiasi dosis 0, 5, 10, dan 15 kGy kemudian disimpan selama 30 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma mampu memperpanjang masa simpan abon ikan sapu-sapu selama 30 hari. Nilai gizi protein, lemak, dan jumlah mikroba abon ikan sapu-sapu yang diiradiasi sinar gamma memenuhi syarat ketetapan abon ikan sesuai dengan SNI 01–3707 tahun 1995, kecuali untuk nilai kadar air dan kadar abu abon. Iradiasi sinar gamma mampu menekan pertumbuhan mikroba dengan dosis terbaik 15 kGy. Dosis 15 kGy merupakan dosis yang paling diterima pada parameter rasa diuji organoleptik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan abon ikan sapu-sapu dengan syarat mutu abon ikan berdasarkan SNI, menentukan dosis iradiasi dalam pengawetan abon ikan sapu-sapu dan mengetahui minat konsumen terhadap abon ikan sapu-sapu.AbstractArmored catfish (Pterygoplichthys pardalis) has potential to be used as alternative foodstuffs because its abundant in Indonesia. Armored catfish meat can be processed into shredded in accordance with provisions SNI value so it can be consumed. Shredded cooked processed used oil that will causes stale easily, there must be a method that can extend the shelf life of shredded. The purpose of this research was to determine the characteristics of shredded fish from gamma radiation based on proximate analysis, the number of microbes, molds, and organoleptics through hedonic tests. Armored catfish meat is processed into shredded and irradiated in doses 0, 5, 10, and 15 kGy and then stored for 30 days. The parameters measured were water content, ash content, protein, fat, microbial count, mold and organoleptic test. The results showed that gamma ray irradiation was able to extend the shelf life of the shredded fish for 30 days. The nutritional value of protein, fat and the number of microbial armored catfish shredded irradiated by gamma rays meet the requirements of the nutritional of shredded fish in accordance with SNI 01–3707 of 1995, except for ash content and water content. Gamma ray irradiation can reduce microbial growth with the best dose 15 kGy. Dose 15 kGy was a significant dose of the taste parameters in the organoleptic test. This research was conducted to determine the feasibility of shredded fish with SNI requirements, to determine the dose of irradiation in preserving shredded fish and to determine consumer interest in shredded fish.
Respons Ovarium Kelinci Lokal Bunting Semu yang diinduksi dengan Kopulasi Tiruan Syafruddin Syafruddin; Bagus Setyawan; Mulyadi Adam; Roslizawaty Roslizawaty; Tongku Nizwan Siregar
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21834

Abstract

Kelinci bunting semu diperlukan untuk kegiatan yang berkaitan dengan mekanisme endokrinologi, terapi, dan transplantasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keberhasilan induksi bunting semu dengan metode kopulasi tiruan pada kelinci lokal. Penelitian ini mwnggunakan sembilan ekor kelinci betina lokal dan satu ekor kelinci jantan lokal, berumur 1–1,5 tahun, dan bobot badan 1,8–2,2 kg yang dibagi  dalam tiga kelompok perlakuan (n= 3), yakni, kelompok kelinci yang diinjeksi dengan 0,1 mL NaCl fisiologis dan tanpa perkawinan (K1, kontrol negatif), kelinci yang mendapat induksi dengan kopulasi tiruan (K2), dan kelinci yang mendapatkan injeksi 100 IU PMSG secara intramuskuluar dan dikawinkan dengan pejantan tiga hari kemudian dan diikuti dengan injeksi 75 IU hCG secara intravena (K3, kontrol positif). Hasil penelitian diamati jumlah dan ukuran folikel serta korpus luteum dengan pemeriksaan histologis menggunakan pewarnaan HE. Jumlah folikel pada kelompok K1; K2; dan K3 masing-masing adalah 5,9 ± 1,45; 0,63 ± 0,35; dan 2,06 ± 1,50 (P <0,05). Pada kelompok K1, tidak terdapat kelinci yang ovulasi. Namun, pada kelompok K2 dan K3 seluruh kelinci berhasil ovulasi. Pada kelompok K2 dan K3 yang berhasil ovulasi, terdapat perbedaan yang signifikan (P <0,05), yaitu jumlah korpus luteum pada K2 (4,83 ± 2,65) dan pada K3 (7,63 ± 0,57), sedangkan ukuran korpus luteum pada K2 adalah 0,68 ± 0,20 dan pada K3 adalah 1,38 ± 0,16 mm. Disimpulkan bahwa kopulasi tiruan dapat menginduksi bunting semu pada kelinci lokal.AbstractPseudo-pregnant rabbits are required for activities related to endocrinology, therapy, and transplantation mechanisms. This study aims to determine the success of pseudopregnancy induction with artificial copulation methods in local rabbits. In this study, 9 local female rabbits and 1 local male rabbit aged 1–1.5 years-old and 1.8–2.2 kg body weight were used, which were divided into three treatment groups (n= 3). The rabbit in group K1 (negative control) were injected with 0.1 mL of physiological NaCl and were not mated. The rabbits in K2 were induced with artificial copulation by inserting a cotton bud of 1 cm into vagina at five o'clock in the morning, while the rabbits in K3 (positive control) received injection of 100 IU PMSG intramuscularly and mated with males three days post injection and then followed by injection of 75 IU hCG intravenously. The number and size of follicles and corpus luteum were determined by histological examination with HE staining. The number of follicles in the K1 group; K2; and K3 were 5.9 ± 1.45; 0.63 ± 0.35; and 2.06 ± 1.50, respectively (P <0.05). There was no ovulation observed at rabbit in K1 but all rabbits ovulated successfully in K2 and K3. The number of CL (4.83 ± 2.65 and 7.63 ± 0.57) and the size of CL (0.68 ± 0.20 and 1.38 ± 0.16 mm) were significantly difference (P <0.05) in groups K2 and K3, respectively. It was concluded that artificial copulation could induce pseudopregnancy in local rabbits.
Uji Efektivitas Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Sembung (Blumea balsamifera) Sebagai Antimikroba Silvani Permatasari; Dewi Klarita Furtuna; Astrid Teresa; Syarpin Syarpin; Widya Krestina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.22831

Abstract

AbstrakHand sanitizer merupakan salah satu bahan antiseptik yang yang praktis agar tubuh terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Hand sanitizer berbasis alkohol digunakan berlebihan dan terus menerus dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kandungan yang terdapat dalam bahan alami sebagai alternatif pengganti alkohol antara lain flavonoid dan terpenoid yang terdapat di daun sembung (Blumea balsamifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel hand sanitizer dari ekstrak daun sembung pada berbagai konsentrasi. Serbuk daun sembung diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat gel dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% ditambah carbopol 940, TEA, serta metil paraben. Sediaan gel hand sanitizer dievaluasi melalui uji organoleptis, pH, dan homogenitas selama 4 minggu. Setelah itu, dilakukan pengujian daya antiseptik dan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun sembung memiliki konsistensi kental, warna hijau kehitaman, aroma khas daun sembung, homogenitas baik, dan nilai pH 6. Sediaan ini juga memiliki daya antiseptik yang baik mampu mengurangi jumlah koloni hingga 95% sama dengan sediaan gel berbasis etanol. Sediaan gel konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang sangat kuat terhadap S. aureus dan C. albicans, serta kuat melawan E. coli. Gel hand sanitizer ekstrak Blumea balsamifera menunjukkan aktivitas antimikroba dan dapat digunakan menjadi kandidat agen antimikroba organik alami.Kata kunci: Antimikroba; Antiseptik; Ekstrak Blumea balsamifera; Hand sanitizer  AbstractHand sanitizer is one of antiseptic so that our body avoids diseases caused by microorganism. Hand sanitizer based on ethanol using continuously can cause skin irritation. The secunder metabolit contained in herbal as an alternative to hand sanitizer based ethanol contained flavonoid and terpenoid, are found in sembung leaves (Blumea balsamifera). The aim of this study is to determine the effectiveness of hand sanitizer gel from sembung leaf extract at various concentrations. Sembung leaf was extracted by maceration using 70% ethanol, and then gel was made with concentrations of 10%, 15%, and 20% plus carbopol 940, TEA, methyl paraben. The hand sanitizer gel preparation was evaluated through organoleptic, pH, and homogeneity tests for 4 weeks. After that, antiseptic activity and antimicrobial activity were tested against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. The hand sanitizer gel preparation of sembung leaf extract has a thick consistency, blackish green color, a distinctive aroma of sembung leaves, good homogeneity, and a pH value of 6. The gel with a concentration of 20% had a very strong zone of inhibition against S. aureus and C. albicans, also strong against E. coli. Blumea balsamifera extract hand sanitizer gel exhibits antimicrobial activity and can be used as a candidate natural organic antimicrobial agent.
Aktivitas Antimikroba Bakteri Endofit Daun Pegagan (Centella asiatica L.) Terhadap Propionibacterium acnes Riki Vernando; Mahyarudin Mahyarudin; Ambar Rialita
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.20276

Abstract

 AbstrakTingginya angka kejadian jerawat dan meningkatnya resistensi terhadap antimikroba memerlukan alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam. Beberapa studi menunjukkan bahwa bakteri endofit tertentu memproduksi senyawa bioaktif yang memiliki efek bagi kesehatan, terutama bakteri endofit yang diisolasi dari tumbuhan obat. Pegagan (Centella asiatica L.) merupakan tumbuhan obat yang mempunyai banyak manfaat seperti untuk mengobati masalah kulit, menyembuhkan luka, serta menjadi agen antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba isolat bakteri endofit daun pegagan terhadap Propionibacterium acnes. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram melalui pengukuran diameter zona hambat. Bakteri endofit yang didapat dari penelitian sebelumnya dikarakterisasi berdasarkan ciri-ciri dari morfologi koloni, morfologi sel, dan aktivitas biokimia. Sembilan belas isolat bakteri endofit memiliki aktivitas antimikroba terhadap Propionibacterium acnes, ditandai dengan terbentuknya zona hambat berdiameter antara 11,46–25,34 mm. Dua isolat yang memiliki kemampuan aktivitas antimikroba yang paling besar, yaitu isolat nomor 3 dan 17 dengan hasil identifikasi termasuk ke dalam genus Aeromicrobium. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bakteri endofit dari daun pegagan (Centella asiatica (L.) berpotensi sebagai antimikroba terhadap bakteri P. acnes.AbstractThe high prevalence of acne cases and the increasing resistance to antimicrobials requires alternative treatments that originate from natural ingredients. Several studies have shown that certain endophytic bacteria produce bioactive compounds that benefits human health, especially those whom isolated from medicinal plants. Gotu kola or pegagan (Centella asiatica L.) is one of medicinal plant that has many benefits such as treating skin problems, healing wounds, and also known for an antibacterial agent. The aim of the study was to determine the antimicrobial activity of the endophytic bacterial isolates of pegagan against Propionibacterium acnes. The antimicrobial activity test were carried out using the disc diffusion method by measuring the diameter of the inhibition zone within isolate. Endophytic bacteria obtained from previous studies were characterized based on the characteristics of colony morphology, cell morphology and biochemical activity. 19 isolates of endophytic bacteria showed antimicrobial activity against P. acnes, indicated by the formation of inhibition zones ranging from 11.46 to 25.34 mm. Two isolates that had the greatest antibacterial activity, namely isolates number 3 and 17 were identified and belongs to the genus Aeromicrobium. Based on the results of this study, it can be concluded that endophytic bacteria from pegagan (Centella asiatica L.) leaves has potential as an antibacterial agent against Propionibacterium acnes bacteria.
Keanekaragaman Amfibi Ordo Anura Pada Berbagai Habitat di Wilayah Gunung Sawal Ciamis Muhammad Nizar Maulana; Diana Hernawati; Diki Muhamad Chaidir
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.23067

Abstract

AbstrakAnura merupakan salah satu ordo pada kelas amfibi yang sangat peka terhadap kondisi lingkungan dan hidup di berbagai spesies habitat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman anura pada mikrohabitat berbeda di wilayah Gunung Sawal. Metode penelitian dilakukan dengan metode eksploratif menggunakan Visual Encounter Survey (VES), yaitu berdasarkan perjumpaan amfibi kemudian mengidentifikasi spesies dan mikrohabitat anura yang ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan enam famili di antaranya Bufonidae, Ranidae, Microhylidae, Dicroglossidae, Megophrydae, dan Rhacophoridae, serta ditemukan 17 spesies dari enam famili tersebut. Dengan jumlah individu keseluruhan yang paling banyak ditemukan adalah Chalcorana chalconota dan individu paling sedikit ditemukan yaitu Indosylvirana nicobariensis. Penemuan spesies anura tertinggi ditemukan pada mikrohabitat terestrial, sedangkan habitat yang paling sedikit ditemukan pada berbagai spesies anura adalah habitat fussorial. Berdasarkan nilai indeks keanekaragaman Shannon, semua lokasi penelitian memiliki kategori sedang, sedangkan indeks kemerataan eveness berada dalam kategori stabil.AbstractAnura is one of the orders in the class of amphibians that is very sensitive to environmental conditions and lives in various habitat species. The purpose of this research is to find out the diversity of anura in different microhabitats in the region of Mount Sawal. The research method was conducted by exploratory method using the Visual Encounter Survey (VES), which is based on amphibious encounters and then identifies the species and microhabitats of anura found. Based on the results of the study found six families including Bufonidae, Ranidae, Microhylidae, Dicroglossidae, Megophrydae, and Rhacophoridae, and found 17 species of the six   families. With the most overall number of individuals found is Chalcorana chalconota and the least found individual is Indosylvirana nicobariensis. The highest anura species found in terrestrial microhabitats, while the least habitat found in various anura species is fussorial habitat. Based on Shannon's diversity index values, all research locations had moderate categories, while the Eveness index was in the stable category.
Efektivitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Untuk Feminisasi Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Indah Anggraini Yusanti; Rahma Mulyani; Syaeful Anwar
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21909

Abstract

 AbstrakAdanya penurunan populasi ikan tambakan betina saat ini diperlukan upaya untuk mendukung keberlangsungan hidup ikan tambakan melalui teknik feminisasi. Feminisasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L) karena mengandung fitoestrogen alami. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Workshop Pembenihan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang dan Laboratorium Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Palembang. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan 0,5, 10, 20, 40, dan 80 mg/L. Penelitian ini diperoleh hasil perendaman ikan tambakan pada ekstrak kemangi menghasilkan persentase betina tertinggi pada perlakuan P4 (40mg/L) sebesar 85%. Pertambahan bobot ikan tambakan yang optimal diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 0,66 g, pertambahan panjang yang optimal diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 2,37 cm, sedangkan kelangsungan hidup ikan tambakan tertinggi yang dipelihara selama 30 hari pada perlakuan P4 sebesar 96,66%, dapat disimpulkan perlakuan P4 memberikan efek yang signifikan dalam setiap parameter pengamatan.AbstractThe decline in the population of female kissing gouramy is currently needed efforts to support pursued to support the survival kissing gouramy fish through feminization techniques. Feminization can be done by utilizing extracts from basil leaves (Ocimum sanctum L) because they contain natural phytoestogens. The research was conducted for 3 months at the Fish Hatchery Workshop of the Faculty of Fisheries and Marine, PGRI Palembang University and the Biology Laboratory of the Faculty of Science and Technology, PGRI Palembang University. The study used the Complete Random Design method with 6 treatment levels and 3 repeats with treatments of 0.5, 10, 20, 40, and 80 mg/L. From this study obtained the results of soaking kissing gouramy fish in basil extract result in the highest percentage of females at P4 treatment (40mg/L) which is 85%. The optimal weight gain of kissing gouramy fish is obtained at the P4 treatment of 0.66 g, the optimal length gain is obtained at the P4 treatment of 2.37 cm, while the survival of the highest kissing gouramy maintained for 30 days at P4 treatment was 96.66%, it can be concluded that the P4 treatment gives a significant effect in each observation parameter.
Pohon Bermain Burung Cenderawasih Kuning Besar (Paradisaea apoda) di Hutan Kampung Katan Distrik Obaa Kabupaten Mappi Provinsi Papua Edoward Krisson Raunsay; Maik R Akobiarek; Paul Johan Kawatu; Tanta Tanta
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPohon sebagai habitat bagi satwa tertentu merupakan hal pokok yang tidak dapat terpisahkan antara keduanya. Ketergantungan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas apa yang akan dilakukannya. Aktivitas bermain bagi burung Cenderawasih kuning besar (Paradisae apoda) tidak dilakukan pada semua pohon, melainkan pada pohon-pohon tertentu. Penelitian ini dilakukan di hutan Kampung Katan Distrik Obaa Kabupaten Mappi pada bulan Oktober 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang ada di hutan Kampung Katan, sedangkan sampelnya adalah semua pohon sebagai tempat bermain burung Cenderawasih kuning besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies pohon bermain burung Cenderawasih kuning besar (Paradisaea apoda). Eksplorasi merupakan metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data di lapangan dan selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 pohon bermain bagi P. apoda yang terdiri dari 6 spesies pohon antara lain Adinandra forbesii, Adinandra milletir, Aralia bipinnata, Calophyllum euryphyllum, Flacourtia inermis Bl, dan Myristica sp. P. apoda melakukan aktivitas bermain pada pohon-pohon tertentu. P. apoda bermain pada tajuk bagian bawah, tengah hingga tinggi, dimana spesies jantan lebih dominan dibandingkan dengan betina, serta aktivitas yang dilakukan individu dan berpasangan.AbstractTrees as a habitat for certain animals are the main thing that can’t be separated between the two. This dependence is closely related to what activities will be carried out. Play activities for the great yellow bird of paradise (Paradisae nickname) is not performed on all trees, but on certain trees. This research was conducted in the village forest of Katan, Obaa District, Mappi Regency in October 2020. The population in this study were all plants in the forest of Kampung Katan, while the samples were all trees as a playground for the large yellow bird of paradise. This study aims to determine the species of tree playing the great yellow bird of paradise (Paradisaea nickname). Exploration is a research method used in collecting data in the field and will then be analyzed descriptively qualitatively. The results showed that there were 10 trees to play for P. apoda consisting of 6 species of trees, among othersAdinandra forbesii, Adinandra milletir, Aralia bipinnata, Calophyllum euryphyllum, Flacourtia inermis, and Myristica sp. P.apoda play activities on certain trees. P.apoda playing in the lower, middle to high canopy, where the male species is more dominant than the female, as well as activities carried out individually and in pairs.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 16 No. 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 1 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 2 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 1 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 2 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 2 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 1 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi More Issue