cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
Pengembangan Model Bimbingan Karir Siswa Cerebral Palsy Di SLB-D YPAC Surabaya Endang Pudjiastuti Sartinah,
Pendidikan Dasar Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian tindakan terhadap 4 siswa adalah sebagai berikut: 1) siswa cerebral palsy kelas rehabilitasi pravokasional masih perlu diarahkan pada pembimbingan karir yang jelas oleh tenaga ahli; 2) kendala yang menonjol adalah tidak tersedia tenaga ahli, tenaga ahli administrasi, dan sumber dana; 3) program layanan bimbingan karir yang diterapkan adalah Desensitisasi Sistematik, untuk mengeliminasi perilaku-perilaku siswa yang mengarah pada tindakan kebosanan, Rational Emotif Terapi (RET) untuk menanggulangi keyakinan-keyakinan siswa tentang karir yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, serta Layanan informasi melalui kegiatan bermain peran, eksperimen bersama dan diskusi. Penerapan ketiga program tersebut berhasil memperbaiki pemahaman anak.The results of action research conducted to 4 mentally retarded students are; 1) professional counselor are needed to help them have career; 2) the absence of professional counsellors’ administration staff and fund; 3) career-counselling programs yielding significant results comprise Systematic Desensitization, Rational Emotive Therapy and Information service given through role playing, experiment and discussion.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dan Praktik Pembelajaran Kompetensi Berbasis Kurikulum Model Portofolio Jun Surjanti,
Pendidikan Dasar Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada 15 orang guru di SDN Rungkut Menanggal I Surabaya. Dengan metode deskriptif persentase, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kegiatan perlakuan diberikan pelatihan tentang materi a) Kurikulum Berbasis Kompetensi (tinjauan umum); b) Pengembangan Model Pembelajaran Portofolio Materi Sumber Daya Alam Indonesia di Sekolah Dasar Kelas V; dan c) Pengembangan model pengajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi; (2) Kegiatan praktik dilaksanakan dengan pembuatan silabi dan rencana pembelajaran, dan hasilnya berupa produk silabi dan rencana pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran pada kelas yang diajar.The subject of this descriptive research was 15 Primary School teachers. Using percentage method, the results obtained are 1) the treatment given comprised a) general review of Competence-Based Curriculum; b) developing the materials of Portofolio Learning Model for “Indonesian Natural Resources” for the 5th grade students and c) developing a Competence-Based Teaching model and 2) the practice consisted of writing the syllabus and lesson plan for each subject.
Students Physical Activity Level, Students Learning Behavior, And Students Formative Class Evaluation, During Gymnastics Units Of Elementary School Physical Education Classes For 2nd And 3rd Graders Suroto,
Pendidikan Dasar Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study were: (1) to describe the students’ physical activity level (PAL) measured by using direct observation and Lifecorder during gymnastics unit of PE classes for 2nd and 3rd graders, (2) to describe the students’ formative class evaluation (FCE) score towards their PE lessons, (3) to describe the students’ learning behavior (LB) during motor learning (A2) episodes of their PE lessons, and (4) to clarify the relationships among those variables during each of the units. Data were collected from 3 units of PE classes for 2nd graders at H elementary school in Ibaraki Prefecture, and from 1 unit of PE classes for 3rd graders at Z elementary school in Saitama Prefecture (Japan). The classes were videotaped using 6 seconds observe-record interval (ALT format), and evaluated using 2 measures: (1) students’ FCE, and (2) Lifecorder. Results indicated that: (1) the students’ PAL was averagely 2146 steps, 1.89 levels of intensity, and 72.2 % of A2 episodes for MV-PAL engagement; (2) the average total score of students’ FCE towards their PE lessons was 2.74; (3) averagely 62.6 % of motor learning (A2) episodes was used by students for engaged in learning activities; and (4) in general, the relationship among students’ PAL, students’ LB, and students’ FCE was not clear, but, inside the A2 episodes, the relationship between students’ PAL and students’ LB was significant.
Good Practice Of Special Education In Japan Sujarwanto,
Pendidikan Dasar Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To achieve a success in the implementation of special education in Indonesia, good practices of Japanese system are worth adapting. Although the two countries are pursuing different models of special education, five main characteristics of the Japanese system are possibly adapted. They include classroom activities, networking, health issues, in-service training and school cooperation with hospitals.
Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Retno Tri Hariastuti, ; Abdul Saman,
Pendidikan Dasar Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a future generation, a child should be given education and skills as early as possible, one kind of which is emotional intelligence comprising 1) moral emotion, 2) emotion of thinking skill, 3) problem solving, 4) social skill, 5) self motivation and skill to get achievement and 6) emotion strength. The method used is playing games, because through games children learn how to think, feel, take action and share with others.
ESENSI FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA PADA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT PENDIDIKAN DASAR Sumadi,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; Since 1994 the government has implemented the nine-year learning obligation saying that those  aging from 7 to 15 are obliged to follow primary education and that parents are to provide it. However there are still still problems of drop outs. This descriptive research has families having school aged dropouts as the population, the sample of which comprises 100. The obtained data are analysed using percentage and cross-table analysis.The findings concerning the small number of dropouts are related to 1) better economic condition; 2) parents’positive perception toward education; 3) well-educated parents; 4) small number of children in the family and 5) distance between schools and houses. Abstrak; Sejak tahun 1994 pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar sembilan tahun, bahwa setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar dan orang tua berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. Namun demikian hingga sekarang masih banyak anak putus sekolah pada usia wajib belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi seluruh kepala keluarga yang memiliki anak putus sekolah usia wajib belajar, adapun sampel penelitian adalah 100 kepala keluarga. Teknik analisis data adalah kuantitatif sederhana yaitu menggunakan persentase dan analisis tabel silang. Kesimpulan: (1) Semakin tinggi keadaan ekonomi keluarga maka semakin rendah jumlah anak yang putus sekolah. (2) Semakin positif persepsi orang tua terhadap pendidikan, maka akan semakin sedikit jumlah anak yang putus sekolah. (3) Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua terhadap pendidikan, maka akan semakin rendah jumlah anak yang putus sekolah. (4) Semakin sedikit jumlah anak dalam keluarga, maka akan semakin sedikit jumlah anak yang putus sekolah. (5) Semakin dekat jarak tempat tinggal anak ke sekolah, maka akan semakin rendah jumlah anak yang putus sekolah.
MEDIA PERMAINAN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR ANAK TUNAGRAHITA Zaini Sudarto,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims at 1) finding out how to improve the ability of teachers of SDLB Seduri Mojosari to make interesting learning media for mentally-retarded children; 2) analysing the implementation of puzzle media to improve the child learning ability. The data are obtained through a test and analysed using Sign Test. The findings show that 1) teachers need special training to make the above mentioned media; 2) Puzzles are effective to improve the learning ability of mentally-retarded children.   Abstrak; Tujuan penelitian ini adalah, (1) mengetahui cara meningkatkan kemampuan guru SDLB Seduri Mojosari dalam membuat media pembelajaran yang menarik bagi anak tunagrahita, (2) Mengkaji penerapan media pembelajaran dalam bentuk permainan puzzle untuk meningkatkan kemampuan belajar  bagi anak tunagrahita ringan di SDLB Seduri Mojosari-Mojokerto. Dengan teknik pengumpulan data tes dan analisis statistik non parametriks Sign Test.  Hasilnya dapat disimpulkan bahwa, (1) cara untuk meningkatkan kemampuan guru  SDLB Seduri Mojosari-Mojokerto bagi anak tunagrahita diperlukan pelatihan pembuatan media pembelajaran yang menarik berupa media pembelajaran puzzle, (2) media pembelajaran dalam bentuk permainan puzzle ternyata dapat meningkatkan kemampuan belajar  anak tunagrahita ringan.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAH RAGA DAN KESEHATAN SEKOLAH DASAR Amrozi Khamidi, ; Edy Mintarto,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; This ex-post facto research aims to know how professional the sports teachers of elementary schools teach are. The population comprises 428 pupils and the data are obtained through enquette and inventory methods. The results show that a) teaching experience contributes 9.91 with SD 5.63; b) upgrading intensity 30.43 with SD 17.86; c) attitude towards professionalism is 164.28 out of 126 (ideal average) and SD 12.77. This means that sports teachers in Bangkalan and Sampang who keep upgrading themselves are more professional than those who just rely on experience. Abstrak; Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Populasi 428 orang. Pengumpulan data dengan metode angket dan inventori. Hasilnya variable (a) pengalaman mengajar mempunyai rerata 9,91 dengan simpangan baku 5,63 (b) intensitas penataran mempunyai rerata 30,43 dengan simpangan baku 17,86 (c) sikap terhadap profesi memiliki rerata 164,28 (dari rerata ideal 126) dan simpangan baku 12,77. Jadi guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan  di Bangkalan dan Sampang telah memiliki profesionalisme dalam mengajar. Guru yang  sering mengikuti penataran memiliki tingkat profesionalisme lebih tinggi dari guru yang hanya memiliki pengalaman mengajar.
KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PUISI MELALUI MODEL INDUKTIF Iskandarwassid, ; Warsiman,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This developmental research aims at developing an inductive learning model to improve students’ability to appreciate poems. The data are the results of student learning and the observation results on teachers’ activities during the teaching-learning process which are then  analysed descriptively.The results show that learning through inductive model by referring to the 8 learning steps could make students appreciate poems better. This can be seen in the average results of evaluation and observation. In the first treatment the average of the evaluation result is 60.9, the second is 62.4 and the third is 65.3. Whereas the result of the observation in the first treatment is “poor to fair”, the second is “fair to good” and the last is “good to very good”.   Abstrak; Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran guna meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa dan data hasil observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model induktif yang memperhatikan delapan langkah pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi. Peningkatan itu secara numerik dapat dilihat dari rata-rata hasil evaluasi dan rata-rata hasil observasi dalam setiap pemberlakuan yang menunjukkan  peningkatan. Pada pemberlakuan I rata-rata hasil evaluasi menunjukkan angka 60,9, pada pemberlakuan II menunjukkan angka 62,4, dan pada pemberlakuan III menunjukkan angka 65,3, sedangkan rata-rata hasil observasi pada pemberlakuan I dari kreteria ‘kurang’ berangsur-angsur menjadi ‘cukup’, pada pemberlakuan II dari kreteria ‘cukup’ berangsur-angsur menjadi ‘baik’ dan  pada pemberlakuan III dari kreteria ‘baik’ berangsur-angsur menjadi ‘sangat baik
MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED DAN HASIL BELAJAR SISWA Listyaningsih,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Webbed typed integrated learning model focuses on giving students more opportunity to get involved in the teaching and learning process. This enables the students to easily receive, memorize, and produce the things they have learned. The findings reveal that 1) teachers have better ability to make lesson plans; 2) those who join web typed model show better activities; 3) there are positive student responce and 4) better learning results. The average results of those who joined web-typrd are 8.2963, 7.8148 and 8.6667 for PKN, IPS and Indonesian successively, whereas those who joined the monolitic got 6.5926, 6.2963 and 7.7037 successively for the same subjects. Abstrak; Model pembelajaran terpadu tipe Webbed berfokus pada bagaimana memberikan siswa lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalamproses mengajar dan belajar. Hal ini memungkinkan siswa untuk mudah menerima, menghafal, dan menghasilkan hal-hal yang telah mereka pelajari. Temuan menunjukkan bahwa 1) guru memiliki kemampuan lebih baik untuk membuat rencana pelajaran; 2) mereka yang bergabung dalam model pembelajaran tipe  Web menunjukkan kegiatanyang lebih baik; 3) ada tanggapan positif  dari siswa dan 4) hasil belajar yang lebih baik. Hasil rata-rata dari mereka yang bergabung model pembelajaran  tipe web adalah 8,2963, 7,8148dan 8,6667 untukPKN, IPS dan Bahasa Indonesia berturut-turut, sedangkan mereka yang bergabung monolitic mendapat 6,5926, 6,2963dan 7,7037 berturut-turutuntuk subjek yang sama.

Page 4 of 10 | Total Record : 93