cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kepelatihan Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Olahraga Tinju Dan Anak Jalanan Wijono,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya apakah untuk mencarikan solusi terhadap anak jalanan, konstitusi negeri ini memang sudah menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Dalam Undang-Undang perlindungan anak disebutkan bahwa orang tua yang sengaja melakukan kekerasan, membuang, atau menelantarkan anaknya harus dikenai sanksi tegas. Mereka anak-anak jalanan dikumpulkan dalam wadah berbentuk sasana bernama Alang-Alang Boxing Camp, mereka dibina dan diperdayakan dalam olahraga cabang tinju. Karena fenomena tentang anak jalanan yang terjadi di hampir seluruh kota-kota besar Negara Indonesia merupakan masalah urgen yang perlu diteliti dan dicari solusinya
Olahraga dan diabetes melitus Endang Sri Wahjuni,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang disifati oleh adanya hiperglikemi yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Keadaan hiperglikemi yang kronik pada diabetes melitus dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi kronik beberapa alat tubuh terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah Tujuan penelolaan jangka pendek pada penderita DM adalah menghilangkan keluhan /gejala DM dan mempertahankan rasa nyaman dan sehat, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah mencegah penyulit, baik makroangiopati (gangguan pembuluh darag besar),mikroangiopati (gangguan pembuluh darah kecil) maupun neuropati (gangguan saraf tepi). Secara garis besar pengelolaan DM dibagi menjadi 5 (Pentalogi DM) yaitu pengaturan makan, latihan fisik/olahraga,penyuluhan,obat dan cangkok pankreas.Oleh karena itu selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan latihan fisik Latihan fisik dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan fisik yang dimaksud jalan kaki, bersepeda santai, jogging, berenang.Latihan fisik sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran fisik. Dengan rajin berolahraga ditambah mengatur menu makanan serta mengontrol kadar gula darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindari.  
pentingnya pembudayaan profesionalisme dalam kepelatihan olahraga Abdul Hafidz,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikotomi antara amatir dan profesional memang menjadi pembicaraan hingga sekarang. Apabila dikaji secara mendalam, maka pelaku olahraga dalam kepelatihan olahraga berbeda dengan pelakuolahraga amatir. Munculnya Peraturan 26 International Olimpic Committee (IOC) dan perubahannya serta batasan olahragawan amatir dan profesional dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UUSKN) Tahun 2005 memberikan gambaran tentang perbedaan keduanya. Kompensasi dan konsekuensi biaya bukan satu-satunya ukuran profesional, namun perlu didukung oleh ilmu pengetahuan yangrelevan melalui pendidikan, pemahaman terhadap persiapan profesi, hal-hal yang terkait dalam kehidupan manusia, masalah kesehatan dankeselamatan, dan yang lainnya. Totalitas kerja (full-time work) sangatlah penting sebagai konsekuensi profesional dalam kepelatihan olahraga, sehingga dengan pengkajian keilmuan dan penemuan solusiterhadap masalah di lapangan akan sangat mendukung pencapaian prestasi olahraga. Bila hal ini dilakukan secara terus-menerus akanmenghasilkan budaya profesional dalam kepelatihan olahraga.  
Pengaruh lingkungan sosial pada psikologis atlet Fransisca Januarumi,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungan, mulai dari perilaku sederhana sampai kompleks. Ilmu psikologi olahraga sendiri secara khusus telah menyediakan gambaran utuh mengenai jiwa dan mental seorang atlet. Pada hakikatnya psikologi olahraga adalah psikologi yang ditetapkan dalam bidang olahraga dan meliputi faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap atlet dan faktor diluar atlet yang dapat mempengaruhi performance seorang atlet. Kelompok-kelompok seperti keluarga, teman sebaya, staf pengajar di sekolah, simpatisan dan penggemar, dapat memainkan peran yang sangat penting terhadap keberhasilan seorang atlet.                
Evaluasi pendidikan: tingkat partisipasi mahasiswa pendidikan di fakultas ilmu keolahragaan dalam matakuliah evaluasi pendidikan I Made Sriundy Mahardika,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi adalah salah satu komponen evaluasi hasil belajar yang diberlakukan di Unesa, dimana kemponen ini terdiri dari dua sub-komponen yaitu kehadiran dan partisipasi. Partisipasi terdiri dari frekwensi bertanya dan berargumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan bertanya dan berargumentasi mahasiswa S-1 Penkepor (538 orang) dan Penjaskesrek (512 orang) dalam matakuliah evaluasi pengajaran. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan tiga siklus. Data dikumpulkan melalui check list  berupa frekwensi bertanya dan atau berargumentasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian adalah: (1) Tingkat kehadiran mahasiswa S-1 Penkepor pada siklus I sebesar 78%, meningkat pada siklus II menjadi 80%, dan meningkat pada siklus III menjadi  82%, sedangkan mahasiswa S-1 Penjaskesrek pada siklus I sebesar 87%, pada siklus II menurun menjadi 85%, dan pada siklus III meningkat menjadi 92%. Secara keseluruhan tingkat kehadiran mahasiswa pendidikan FIK Unesa sebesar 84%. (2) persentase interaksi di kelas oleh mahasiswa S-1 Penkepor pada siklus I sebesar 43%, menurun pada siklus II menjadi 41%, dan meningkat pada siklus III menjadi 64%, sedangkan pada mahasiswa S-1 Penjaskesrek pada tahap I hanya 31%, meningkat pada tahap II menjadi 63%, dan meningkat pada siklus III menjadi 72%. Secara keseluruhan persentase mahasiswa pendidikan yang berinteraksi di dalam kelas sebesar 52%, sisanya selama satu semester hanya datang, duduk, dengar, tulis, pulang (D3TP). (3) Analisis korelasi antara tingkat kehadiran mahasiswa dengan nilai matakuliah Evaluasi Pengajaran sebesar 0,65, sedangkan korelasi antara interaksi mahasiswa di kelas sebesar 0,83. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dirancang dan dilaksanakan pada setiap siklus memberi dampak pada peningkatan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan dan juga meningkatkan frekwensi interaksi mahasiswa. Tetapi hasil ini belum memuaskan karena 48% mahasiswa masih masuk kategori aliran D3TP.
modifikasi alat dan gerakan dalam menunjang efektivitas pembelajaran atletik lari, lompat dan lempar Edy Mintarto,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang anak dapat berkembang secara sempurna guna mencapai aktivitas jasmani yang memadai. Kebutuhan aktivitas jasmani pada masa anak menjadi tuntutan utama mengingat bahwa jasmani menjadi dasar untuk mengukur kesehatan tubuh, sehingga memungkinkan aspek yang lain tumbuh dan berkembang secara sempurna baik fisik, psikis maupun intelektual. Mengembangkan aktivitas bermain yang penuh ceria pada anak-anak adalah merupakan solusi yang tepat, guna memunculkan kreativitas jasmani melalui berbagai bentuk permainan yang menyenangkan namun tidak meninggalkan gerakan dasar dari berbagai cabang olahraga atletik itu sendiri yaitu lari, lompat dan lempar. Perlunya mensikapi bahwa yang sekarang ini terjadi adalah sangat terbatasnya sarana dan prasarana yang tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada. Sekalipun alat-alat itu ada namun rata-rata alat yang tersedia selalu alat-alat yang standar untuk ukuran yang sebenarnya itu adalah ukuran untuk orang dewasa, sehingga bagi anak-anak sangat menyulitkan untuk mengembangkan skillnya disebabkan bagi anak alat itu masih sangat memberatkan. Bagaimana bisa menerapkan teknik yang benar kalau anak itu sendiri merasa berat dalam menguasai alat. Padahal menurut Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani adalah suatu kerangka ilustrasi anak yang diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal.
pengembangan program pelatihan fisik bayangan rancang gerak bulutangkis dan pengurangan masa istirahat untuk peningkatan power, kecepatan reaksi dan recovery Himawan Wismanadi,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Developing Physical Training Program for Shadow Motion Design in Badminton and Rest Time Reduction to Increase Power, Speed Reaction and Recovery, Sport Science Study Program of Post Graduate Program, State University of Surabaya. The Supervisor in this Dissertation is  Profesor . Dr. H. Hari Setijono, M.Pd and C0- Supervisors: Profesor Dr. drg. Soetanto Hartono, M.Sc, Consultants (1). Profesor Dr. H. Sunarto, M.Sc. dan (2). Profesor I Ketut Budayasa, Ph.D  
MINAT SISWA SMA KANJENG SEPUH SIDAYU DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI (Studi pada Siswa Putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu) Ahmad Efendi, ; Raymond IVano Avandi,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMA Kanjeng Sepuh Sidayu menarik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyeluruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Sasaran penelitian ini adalah siswa putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu yang diambil sebanyak 175 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket minat. Dari hasil penelitian diperoleh suatu simpulan bahwa: Tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah sebesar 74,7%. Hal ini dapat dikatakan bahwa minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah tinggi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli menunjukan bahwa: faktor perasaan mempunyai nilai persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 77,8%, kemudian masing-masing secara berurutan diikuti oleh faktor tujuan sebesar 77,4%, faktor alasan sebesar 73,8%, dan faktor keinginan sebesar 71,3%.  
KELAINAN KARENA PANAS Hayati, ; DR., ; M.kes,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN KEMAMPUAN SPEAKING MAHASISWA PRODI ILMU KEOLAHRAGAAN FIK MELALUI PENERAPAN INFORMATION GAP Suvi Akhiriyah,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara aktif mempunyai arti penting dalam ketatnya persaingan dalam dunia kerja dewasa ini. Begitu juga bagi mahasiswa prodi ikor FIK, mereka dapat menggunakan kemampuan ini untuk menyerap berbagai macam informasi penting tentang dunia olahraga yang mereka geluti sehingga kemampuan dan keahlian mereka bertambah. Namun kemampuan speaking mereka ternyata rendah. Hal ini terjadi karena mereka jarang menggunakannya, meskipun dalam perkuliahan Bahasa Inggris, karena faktor malas dan malu jika berbuat salah. Oleh karena itulah diadakan penelitian dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini. Information gap berarti kesenjangan infomasi, ada perbedaan informasi antar mahasiswa sehingga mereka harus melengkapi informasinya dengan cara menanyakannya pada pasangannya tanpa saling melihat informasi masing-masing. Dengan cara ini mereka aktif bertanya dan menjawab sehingga mereka terlatih untuk menggunakan bahasa target. PTK ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrument penelitiannya adalah lembar penilaian dari sistem penilaian yang berdasarkan pada prosedur rating FSI untuk kemampuan speaking. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa SI prodi Ikor Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK angkatan 2007 kelas A sebanyak 28 orang yang sedang mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris 1 pada semester gasal tahun ajaran 2007/2008. Hasil yang didapat cukup memuaskan, level kemampuan speaking mahasiswa meningkat cukup signifikan. Jumlah mahasiswa yang ada di level yang paling rendah (level 2 ke bawah) menurun, dari siklus pertama sebanyak 12 orang, menjadi 5 orang di siklus kedua. Jumlah mahasiswa yang berada di level 2+ (kemampuan masih terbatas) juga menurun dari jumlah 10 orang di siklus pertama menjadi 9 orang di siklus kedua. Jumlah mahasiswa yang berada di level 3 dan 3+ (baik) meningkat, dari 6 orang di siklus pertama menjadi 14 orang di siklus kedua.