cover
Contact Name
Dr. Yusuf Rahman, MA
Contact Email
yusuf.rahman@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.quhas@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES
  • journal-of-quran-and-hadith
  • Website
ISSN : 20893434     EISSN : 22527060     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Qur'an and Hadith Studies (ISSN 2089-3434; E-ISSN 2252-7060) is a journal published by Qur'an and Hadith Academic Society, in cooperation with Graduate School Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur'anic studies, tafsir, hadith and their interpretations
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
Konsep Media dalam Q.S. An-Naml Ayat 29-31 dan Implikasinya bagi Pengembangan Media Pembelajaran PAI Nasrudin, Ega; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.42012

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali konsep medie dalam Q.S. An-Naml ayat 29-31 dari berbagai kitab tafsir disertai dengan implikasinya terhadap pengembangan media pembelajaran PAI. Media merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Al-Quran sebagai pedoman hidup dalam hal ini telah mengisyaratkan adanya konsep media pembelajaran dalam isinya. Salah satu ayat yang mengisyaratkan konsep media ialah Q.S. An-Naml ayat 29-31. Penelitian ini mengkaji ayat tersebut dari rujukan lima kitab tafsir sebagai referensi utama dan jurnal serta referensi lainnya sebagai referensi sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayat tersebut mengindikasikan bahwasannya media pembelajaran harus dibuat dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu: diawali dengan nama Allah, sebaiknya dilengkapi dengan identitas pemateri yang akan menyampaikan, adanya isi materi pelajaran yang mengajarkan kebaikan, menggunakan konten yang indah, tertata rapi, isinya singkat dan jelas, menggunakan bahasa yang lemah lembut, tidak diiringi cercaan atau cacian, menarik perhatian, dan tidak diiringi dengan muatan materi yang melukai orang yang melihatnya.
Metode Pendidikan Anak Usia Dini: Analisis Hadits Tarbawi Tentang Perumpamaan Pohon Kurma dan Orang Beriman Husniah, Lu'Lu'; Nur, Tya Shofarina M.; Khairunnisa, Khairunnisa; Jalal, M. Rifky Faisal; Firmansyah, Mokh. Iman
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.42209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengungkap metode pendidikan anak usia dini apa saja yang terkandung dan tersirat dalam hadits Bukhari No. 5444 . Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan library research digunakan untuk mendapatkan data penelitian. Data penelitian dianalisis menggunakan metode analisis descriptiv-analysist dan metode takhrij hadits digunakan untuk menganalisis kualitas dari hadits ini. Sumber utama dalam penelitian ini menggunakan maktabah syāmilah, jawāmi’ al-kalīm, mu’jam al-mufahras, tahżīb al-taḥzīb, taqrīb al-taḥżīb, taḥzīb al-kamāl, syi’ār ‘ālam al-nubalā, syarḥ shahīh bukhari, dan fathul bāri. Adapun sumber sekunder dalam penelitian ini adalah artikel, jurnal, dokumen yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat dua metode pendidikan anak usia dini yang terkandung dalam hadits Bukhari No. 5444 tentang perumpamaan pohon kurma dan mukmin, yaitu (1) metode pendidikan dengan menggunakan perumpamaan (amṡāl) dan (2) metode pendidikan dengan menggunakan kuis.
The Concept of Character Education According to the Qur'an and Hadith Qualitative Analysis of Previous Studies Khodijah, Siti; Imama, Isrofeni; Tusyahri, Alfiah; Rahma, Annisa Aulia; Permatasari, Mia
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.39789

Abstract

 Abstract: This study analyzes the concept of character education according to the Qur'an and Hadith through qualitative studies of various previous studies. Character education is a crucial aspect in shaping individuals who have moral integrity and social responsibility. In the context of Islamic education, the Qur'an and Hadith are the main sources that establish the values and principles of good character formation. The Qur'an provides basic guidance, while the Hadith provides concrete examples of these teachings. This study explores the values and methods of character education contained in the Qur'an and Hadith, as well as their relevance in the context of formal and informal education. The findings of the research are expected to make a significant contribution to the understanding and implementation of character education rooted in Islamic values, with the ultimate goal of creating Muslim individuals with noble character and an ethical society.
Perebutan Ruang Doktrinasi Hadis Isbāl NU dan Salafi pada New Media Alhafizh, Rasyid; Wendry, Novizal; Ashadi, Andri
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.41544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontestasi pemahaman hadis isbāl Nahdlatul Ulama dan Islam Salafi di website NU Online dan Muslim.Or.Id. Seperti halnya al-Qur’an teks multitafsir, hadis juga dapat dipahami berbeda meskipun mutn al-hadiṡ dan transmisinya (sanad) sama. Terkhusus oleh entitas Islam (NU dan Islam Salafi) yang berbeda cita-cita dan doktrin. Seiring waktu, Nahdlatul Ulama dan Salafi tidak sebatas dakwah tatap muka (offline), tetapi merambah media baru yakni di situs NU Online dan Muslim.Or.Id. Melalui penelitian kualitatif dengan basis data kepustakaan, terdapat dua hasil bentuk kontestasi NU dan Salafi dalam memahami hadis isbāl di situs masing-masing; Pertama, menjaga norma; haram atau makruh, dan Kedua, upaya melegitimasi kelompok. NU Online sebagian besar mengambil sumber referensi dari ulama mazhab Syafi’iyyah dan membandingkan pendapat antar mazhab. Alhasil, NU memilih pendapat yang membolehkan isbāl jika bukan khuyala’. Sedangkan Muslim.Or.Id memuat pendapat ulama Hanabilah dan Malikiyyah yang mengharamkan isbāl secara total, baik khuyala’ maupun tidak.
Occultist in Islam and Christianity (Comparative Studies of the Qur'an and Bible) Siswanto, Siswanto; Ulum, Miftahul; Wijayanti, Sherina; Sunarya, Adi; Wijaya, Roma
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.41044

Abstract

This study examines the concept of occultism. Here, the author focuses on the two religions, Islam and Christianity, because both are the most followed religions in Indonesia, so they significantly impact the understanding of the Occult in society. Therefore, the formulation of the problem in this paper is the views of Islam and Christianity in understanding the Occult and the differences and similarities between Islam and Christianity in narrating the Occult in their holy books, both the Qur'an and the Bible. This research is qualitative, library research that accumulates documentation data. The comparative study used in this article aims to analyze the differences and similarities in the narratives of Islam and Christianity in understanding the Occult. The results of this study are: First, in the Qur'an, occult events occur in the event of the prophet Musa (Q.S. Al-A'raf: 109-120), where there is mention of the word magic, witch. In the Bible, the term occult is not explicitly found, but as in 1 Cor. 8:4-7 regarding the rejection of meat sacrificed to idols, for there is no God but God. Second, there is a difference between the terms in the Qur'an and the Bible about the Occult. The Qur'an mentions magic, while the Bible is another Allah that claims to understand an object or to bind himself to an angel. The similarities between Islam and Christianity both agree with the rejection of the Occult.
Diskursus Q.S. Al-‘Alaq (96): 1-2 dalam Perspektif Angelika Neuwirth: Analisis Kritis terhadap Pendekatan Intertekstual antara Al-Qur’an dan Bible Jauharoh, Lumatul; Bahari, Fadhil Achmad Agus
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.41919

Abstract

Intertekstual Angelika Neuwirth membuka wawasan baru tentang hubungan al-Qur’an dengan teks-teks suci Bible yang telah ada dalam periode late-antiquity, sebuah tawaran yang menyempurnakan intertekstual orientalis sebelumnya yang terjebak dalam perbandingan codex. Asumsi yang dia bangun untuk melakukan intertekstualitasnya adalah menganggap al-Qur’an sebagai dokumen proklamasi kenabian yang komunikatif, asumsi ini menekankan kepada perkembangan narasi bukan riwayat sabab al-nuzūl. Berdasarkan paradigma tersebut, model intertekstual Neuwirth berimplikasi terhadap pemaknaan al-Qur’an. Maka artikel ini hendak mengritisi proses intertekstual Neuwirth dan meneliti implikasinya terhadap pemaknaan al-Qur’an. Dengan demikian artikel ini terkategori sebagai penelitain kualitatif bersumber data-data pustaka, menggunakan sumber primer dari karya Neuwirth The Qur’an: Text and Commentary, Vol. 1: Early Meccan Surah-Poetic Prophecy dengan batasan Q.S. al-’Alaq (96): 1-2 sebagai sampelnya, dan sumber sekunder dari referensi terkait topik artikel ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Hasil yang ditemukan ialah intertekstual ala Neuwirth berimplikasi secara signifikan terhadap pemaknaan leksikal lafaz iqra‘ dan ’alaq, serta berpengaruh terhadap konteks surah secara keseluruhan.
Konsep Khalifah dalam Qs. Al-Baqarah/ 2: 30 dan Implikasinya Terhadap Tujuan Pendidikan Islam di Era Society 5.0 Hasibuan, Ulfah Salwa; Utami, Putri Intan; Novia, Shinta; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.42166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep khalifah dalam Surah Al-Baqarah (2:30) dan implikasinya terhadap pengembangan tujuan pendidikan Islam di era Society 5.0. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi pustaka, dengan menelaah tafsir klasik dan kontemporer. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tema, analisis ayat-ayat al-Qur'an yang relevan, serta integrasi dengan teori pendidikan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, dengan fokus pada reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep khalifah menekankan tanggung jawab manusia sebagai wakil Allah di bumi, membentuk tujuan pendidikan Islam yang mengembangkan karakter moral, kompetensi intelektual, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan Islam harus mengintegrasikan nilai spiritual dengan kemajuan teknologi untuk mempersiapkan siswa menjadi pemimpin yang bijak dalam mengelola sumber daya dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Hadis Tentang Mengeraskan Suara: Kajian Ma’anil Hadis dengan Pendekatan al-Wasilah al-Mutaghayyirah wa al-Hadf al-Thabit Perspektif Yusuf al-Qardhawi Muhid, Muhid; Shofa, Zumrotus; Suryani, Khotimah
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i2.36315

Abstract

Zikr is a form of worship that is light but has great rewards that is said through the heart and verbally, dhikr is also a worship that essentially means a person is connecting with Allah. Therefore, this research explains the hadith of raising one's voice in the principles of Al-Wasilah al-Mutaghayyirah wa al-Hadf al-Thabit, views of Yusuf al-Qardhawi. The research used by the author is qualitative research using the library research method. The results of the author's research show that the behavior of raising one's voice when doing dhikr is permissible, as long as it does not disturb other congregation members in the surrounding area. Returning to the rule that Yusuf al-Qardhawi uses, the means can change according to situations and conditions, but do not change the original goals set at the beginning. Dhikr can be done using any means, including by raising your voice, lowering your voice, lying down, sitting, sleeping, walking, standing and so on with the intention of not just showing off for Allah's sake in front of other people. In this case, as a Muslim, it would be better not to arbitrarily blame other people, even if they have different beliefs.
Prohibisi Homoseksual dalam Al-Qur’an: Studi Analisis Tafsir Maqāṣidī A, Muh. Nasruddin; Junaid, Junaid bin
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 12 No. 2: (2023)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v12i2.34137

Abstract

Homosexuality is one type of human sexual orientation that the mufasirs have prohibited such behavior as has been done by the people of Prophet Luth. The view of the mufasirs in the prohibition leads that homosexual behavior violates the nature of human creation which lives in pairs between men and women. So in this study using the theory of maqāṣidī interpretation approach, researchers will prove that the relationship between men and women is a more maqāṣidī-ah and healthy relationship, besides that this research will also reveal the purpose and wisdom of the prohibition of homosexual behavior. So the results of this study can be concluded that the wisdom of the prohibition of homosexuality contains several maqāṣid, namely hifẓ al-nasl (continuing generations), hifẓ al-dīn (continuing and fighting for the teachings of Islam), hifẓ al'aql (avoiding excessive attitudes) and hifẓ al-nafs (avoiding disease). Homosexual behavior will not provide benefits for life but rather provide harm.   
Revealing Religious Moderation: Hermeneutics Study in Al- Qur'an and Tripitaka Scripture Fadillah, Nur Aisyah; Suci, Perwita
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 13 No. 1: (2024)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v13i1.35649

Abstract

This study examines the role of religious moderation in strengthening unity amid the diversity of Indonesian society, which is rich in ethnic, linguistic, and religious variations focusing on Islam and Buddhism. Using a hermeneutic and qualitative approach that combines theoretical, philosophical, and critical analysis, this study explores the principles of religious moderation as depicted in the Qur’an and the Tripitaka. It aims to discover ways to manage diversity in Indonesia and prevent religious conflicts, contributing to scholarly discussion on how religious moderation can support peaceful Coexistence in a diverse society. The finding highlights the support of Islam and Buddhism for the concept of moderation and their rejection of extremism, which is in line with the national principles of “Unity in diversity” (Bhinneka Tunggal Ika). The study concludes that implementing religious moderation based on tolerance and mutual respect is key to maintaining harmony and avoiding inter-religious friction, offering a practical framework for more inclusive social integration.