cover
Contact Name
Muh. Sudirman
Contact Email
muh.sudirman@unm.ac.id
Phone
+6281355035326
Journal Mail Official
tomalebbi@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan PPKn dan Hukum FIS-H UNM, Gedung FIS UNM Lt. 1 Jalan Raya Pendidikan No. 1 Kampus UNM Gunungsari Baru, Makassar 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
ISSN : 23556439     EISSN : 29623685     DOI : https://doi.org/10.56680/jt.v12i4
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Tomalebbi merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Hukum dengan fokus dan ruang lingkup kajian adalah pemikiran dan hasil penelitian hukum yang berkaitan dengan Ilmu Hukum, Hukum Adat, Hukum Islam, Hukum Ekonomi, Hukum Tata Negara, Perbandingan Hukum, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Ilmu Pendidikan, Teknologi pendidikan dan pemebelajaran, Manajemen Pendidikan, Media pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Articles 374 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGGUNA JASA TRANSPORTASI ONLINE DI KOTA MAKASSAR ( STUDI PENGGUNA JASA GRAB MOTOR (GRABBIKE) DI LINGKUNGAN FAKULTAS ILMU SOSIAL UNM )” ELVIAN SUDIRMAN; ANDI ACO AGUS; NURHARSYA KHAER
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.343 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, (1) Untuk mengetahui bentuk perlindungan perlindungan hukum bagi pengguna jasa transportasi online dipandang dari Undang – Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di Kota Makassar. (2) Untuk mengetahui upaya pemerintah dalam mewujudkan perlindungan bagi pengguna jasa transportasi online (GrabBike) di Kota Makassar. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu mahasiswa fakultas ilmu sosial jurusan PPKn berjumlah 2 orang, Sejarah berjumlah 2 orang, Administrasi Perkantoran berjumlah 2 orang, Administrasi Negara berjumlah 2 orang, Pendidikan Sosiologi berjumlah 2 orang.  pengendara (driver) berjumlah 2 orang, staf dinas perhubungan berjumlah 2 orang, staf PT. Grab Indonesia Cab. Makassar berjumlah 1 orang dan dan 3 orang staf di fakultas ilmu sosial UNM. Sedangkan data sekunder yaitu perundang-undangan dan dokumen. Teknik pengumpulan data meliputi: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yaitu:  (1) bentuk perlindungan hukum pihak grab khususnya pengendara GrabBike dalam memberikan rasa keamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jasa Dalam rangka memberikan perlindungan hukum bagi pengguna jasa transportasi online pihak grab sendiri memberikan jaminan asuransi kepada para penggunanya selama dalam perjalanan menggunakan grab. (2) Upaya Dinas Perhubungan Kota Makassar mewujudkan perlindungan hukum bagi pengguna jasa transportasi online bekerja sama dengan pihak kepolisan untuk menindak lanjuti para pelaku usaha seperti driver atau pengendara grabbike yang melakukan pelanggaran – pelanggaran lalu lintas atau bahkan melakukan hal – hal yang menyangkut keselamatan pengguna  jasa trasportasi online maka akan diberikan sanksi bahkan hukuman penjara sesuai dengan perbuatannya. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Pengguna Jasa Transportasi Online ABSTRACT: This study aims, (1) To find out the form of legal protection for users of online transportation services seen from the Law 8 of 1999 concerning Consumer Protection in Makassar City. (2) To find out the government's efforts to achieve protection for users of online transportation services (GrabBike) in Makassar City. This type of research is descriptive and uses a qualitative approach. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data are 2 students of social science faculty majoring in PPKn, 2 people in History, 2 people in Office Administration, 2 people in State Administration, 2 people in Sociology Education. drivers (drivers) amounted to 2 people, transportation service staff numbered 2 people, staff PT. Grab Indonesia Cab. Makassar consists of 1 person and 3 staff in the UNM social science faculty. While secondary data are legislation and documents. Data collection techniques include: Observation, Interview and Documentation. Data analysis used in this qualitative research is data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the research, namely: (1) the form of legal protection for grabs, especially GrabBike riders in providing a sense of security, comfort and safety for service users. In order to provide legal protection for users of the online transportation service, the grab itself provides insurance to its users while on the road using grab. (2) Efforts of the Transportation Office of Makassar City to realize legal protection for users of online transportation services in collaboration with the police to follow up on business actors such as grabbike drivers or drivers who commit traffic violations or even do matters relating to the safety of service users Online transportation will be given sanctions and even prison sentences according to their actions. Keywords: Legal Protection, Users of Online Transportation Services
EKSISTENSI NILAI TRADISI DARI IMAM LAPEO DI TANAH MANDAR KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR RICKY REZKY; IMAM SUYITNO; MUHAMMAD AKBAL
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.658 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kondisi tradisi dari Imam Lapeo (2) Mengetahui nilai tradisi dari Imam Lapeo yang terdapat dalam berbagai kegiatan dalam masyarakat (3) Mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat Kecamatan Campalagian dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam melestarikan tradisi dari Imam Lapeo. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yaitu kondisi tradisi dari Imam Lapeo saat ini dan nilai yang terkandung dalam berbagai tradisi tersebut serta upaya dalam melestarikan tradisi tersebut. Sumber data yang digunakan yaitu data primer, sekunder dan tersier. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti dan lembar pedoman wawancara, prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tradisi dari Imam Lapeo yang terdapat dalam berbagai acara dalam masyarakat di tanah Mandar pada umumnya masyarakat sangat menghargai keberadaan dari tradisi tersebut karena beberapa faktor, diantaranya nilai yang terkandung dalamnya, sehingga sampai hari ini tradisi tersebut masih ada dan dilaksanakan masyarakat di tanah Mandar 2) Nilai tradisi dari Imam Lapeo di berbagai acara dalam masyarakat mengandung banyak makna dan nilai diantaranya nilai religius, nilai rohani, nilai agama, nilai sosial, dan nilai budaya yang menjadi alasan masyarakat untuk melaksanakan dan menggunakan tradisi dari Imam Lapeo 3) Upaya yang dilakukan dalam melestarikan tradisi dari Imam Lapeo adalah a. saling mengingatkan untuk melaksanakan b. Mensosialisasikan ke para generasi pelanjut c. Melakukan promosi terkait keberadaan tradisi dari Imam Lapeo. Kata Kunci : Eksistensi, Nilai tradisi   ABSTRACT: This study aims to: (1) Determine the traditional conditions of Imam Lapeo (2) Knowing the traditional value of Imam Lapeo contained in various activities in the community (3) Knowing the efforts of the Campalagian District community and Polewali Mandar District Government in preserving the tradition from Imam Lapeo. Qualitative descriptive research type. The focus of the research is the current condition of Imam Lapeo's tradition and the values contained in these various traditions as well as efforts to preserve the tradition. Data sources used are primary, secondary and tertiary data. The instrument used in this study was the researcher and the interview guide sheet, the procedure of data collection, namely observation, interviews and documentation. The results showed that: 1) The tradition of Imam Lapeo contained in various events in the community in the land of Mandar in general the community really appreciated the existence of the tradition because of several factors, including the values contained in it, so that to this day the tradition still exists and is carried out community in Mandar land 2) The traditional value of Imam Lapeo at various events in the community contains many meanings and values including religious values, spiritual values, religious values, social values, and cultural values which are the reasons for the community to implement and use the tradition of Imam Lapeo 3 ) Efforts made to preserve the tradition of Imam Lapeo are a. remind each other to carry out b. Socialize to the next generation c. Promoting the existence of the tradition of Imam Lapeo. Keywords: Existence, Traditional Value
EKSISTENSI PERKAWINAN SILARIANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADAT DI DESA KAPITA KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO PUPUT NURMARHAMA; MUHAMMAD SUDIRMAN; . MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.043 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi Perkawinan Silariang yang ditinjau dari  Hukum Adat Di Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dimana informan yang diambil dari keseluruhan tokoh masyarakat, aparat desa dan keluarga pelaku silariang di Desa kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masyarakat Desa Kapita Kabupaten Jeneponto memandang silariang sebagai perbuatan menyimpang dari ajaran agama, norma sosial, dan hukum adat. terdapat perbedaan pandangan terutama pada pihak keluarga pelaku silariang.(2) realitatif penyebab silariang di Desa Kapita Kabupaten Jeneponto antara lain, Pertama, ketiadaan restu dari orang tua pelaku silariang, baik salah satu pihak orang tua atau keduanya. Kedua, faktor ekonomi dalam arti tuntutan persyaratan yang tidak dapat dipenuhi oleh pihak laki-laki berupa uang belanja (doe’ panai)yang realtif mahal. Ketiga, faktor perilaku yang tidak sesuai harapan orang tua perempuan dimana pemuda yang melamar anaknya memiliki tingkah laku buruk, pengangguran dan faktor personalitas lainnya. Keempat, faktor pergaulan bebas pada kalangan remaja yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan dan kurangnya perhatian keluarga. (3) Upaya pencegahan perkawinan Silariang di Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jenepontoantara lain; Pertama, dengan pendekatan pendidikan yang terkait dengan sosialisasi konsep hukum pernikahan, baik dalam perspektif hukum positif, hukum agama, maupun norma-norma sosial dan hukum adat yang mengatur tata cara dan prosesi pernikahan. Kedua, pendekatan kultural dalam arti seluruh elemen masyarakat perlu menererapkan atau membudayakan sebuah aturan pada kalangan remaja yang dianggap berpotensi melakukan silariang, Ketiga, penguatan peranan orang tua sebagai role model atau sosok figur yang mampu menjadi teladan yang baik di tengah keluarga dan dalam kehidupan anak-anaknya. Kata Kunci: Perkawinan Silariang, Hukum Adat ABSTRACT: This study aims to determine the existence of Silariang marriage in terms of Customary Law in Kapita Village, Bangkala Subdistrict, Jeneponto District. The method used is a qualitative method where the informants were taken from all community leaders, village officials and families of silariang perpetrators in Kapita Village, Bangkala Subdistrict, Regency Jeneponto numbering 10 people. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results showed that (1) the Kapita village of Jeneponto district viewed silariang as deviating from religious teachings, social norms and customary law. there are differences in views, especially on the family of the silariang perpetrators. (2) the realistic cause of silariang in Kapita Village, Jeneponto Regency, among others, First, the absence of blessing from the parents of silariang perpetrators, either one of the parents or both. Second, economic factors in the sense that the requirements are not met by men in the form of spending money (doe 'panai) which is relatively expensive. Third, behavioral factors that do not match the expectations of female parents where young people who apply for their children have bad behavior, unemployment and other personality factors. Fourth, the factors of promiscuity among adolescents are inseparable from the influence of the environment and lack of family attention. (3) Efforts to prevent Silariang marriages in Kapita Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, among others; First, with an educational approach related to the socialization of the concept of marriage law, both in the perspective of positive law, religious law, and social norms and customary law which regulate the procedures and processions of marriage. Second, cultural approach in the sense that all elements of society need to apply or cultivate a rule among adolescents who are considered to have the potential to do silariang, Third, strengthening the role of parents as role models or figures who are able to be good examples in the family and in children's lives his son. Keywords: Silariang Marriage, Customary Law
PENINGKATAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PPKn DI SMA NEGERI 8 JENEPONTO KABUPATEN JENEPONTO WIDARWANI, .; MUSTARING, .; KASMAWATI, ANDI
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.791 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto terhadap kompetensi kepribadiannya. Mengetahui  upaya yang dilakukan oleh Guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan Kompetensi Kepribadiannya. Mengetahui kendala yang dihadapi guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru.Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian di olah dengan menggunakan analisis Kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto terhadap kompetensi kepribadian guru tergolong tinggi dilihat dari pengetahuan guru PPKn mengenai kompetensi kepribadian guru serta pemahamannya terhadap setiap indikator kompetensi kepribadian guru yang meliputi kepribadian  mantap dan stabil, kepribadian dewasa, kepribadian arif dan bijaksana, dan kepribadian yang berwibawa. (2) upaya yang dilakukan guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru yaitu mengikuti kegiatan keagamaan, mengukuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta mengikuti kegiatan  Uji Kompetensi Guru (UKG). (3) Kendala yang dihadapi oleh guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan Kompetensi Kepribadian Guru yaitu masih kurangnya pendidikan maupun pelatihan yang menekankan pada Kompetensi Kepribadian Guru. Selama ini baik dari pihak sekolah maupun pemerintah lebih berfokus kepada pendidikan dan pelatihan Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan guru menguasai kurikulum dan pengelolaan pembelajaran peserta didik. Kata Kunci: Peningkatan, Kompetensi Kepribadian.  ABSTRACT: This study aims to find out how the understanding of PPKn teachers in SMA Negeri 8 Jeneponto is against their personality competencies. Knowing the efforts made by PPKn Teachers at SMA Negeri 8 Jeneponto in increasing their Personality Competencies. Knowing the obstacles faced by PPKn teachers in SMA Negeri 8 Jeneponto in improving teacher's personality competencies. Researchers use data collection techniques through documentation, observation, and interviews. The data that has been obtained from the research results is processed using Qualitative analysis. The results of the study show that: (1) the understanding of PPKn teachers in SMA Negeri 8 Jeneponto on teacher personality competency is high as seen from the knowledge of PPKn teachers regarding the teacher's personality competencies and their understanding of each indicator teacher personality competencies which include steady and stable personality, adult personality, wise and wise personality, and authoritative personality. (2) the efforts made by PPKn teachers at SMA Negeri 8 Jeneponto in improving teacher personality competencies, namely participating in religious activities, attending the Subject Teacher Training (MGMP) activities and participating in the Teacher Competency Test (UKG) activities. (3) The constraints faced by PPKn teachers at SMA Negeri 8 Jeneponto in improving Teacher Personality Competencies are the lack of education and training that emphasize Teacher Personality Competencies. So far, both the school and the government have focused more on education and training on Pedagogic Competence, namely the ability of teachers to master the curriculum and learning management of students. Keywords: Improvement, Personality Competence.
PERSEPSI GURU DAN SISWA T ERHADAP PENERAPAN LIMA HARI SEKOLAH (FULL DAY SCHOOL) DI SMKN 1 PINRANG . HADRIANTI; HASNAWI HARIS; . MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.783 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, (1) untuk mengetahui persepsi guru terhadap penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang. (2) untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekskriktif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang terdiri dari tiga yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu terdiri dari 6 guru dan 10 siswa sedangkan data sekunder yaitu dokumen pendukung lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) persepsi guru mengenai penerapan lima hari sekolah (full day school) pada umumnya guru setuju dengan diterapkannya di SMKN 1 Pinrang karena SMKN adalah sekolah kejuruan yang menggunakan waktu yang cukup panjang untuk melakukan kegiatan praktek kejuruan dan perilaku siswa bisa terawasi selama dilingkungan sekolah. (2) persepsi siswa mengenai penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang pada umumnya siswa tidak setuju karena siswa merasa kelelahan, mengantuk dan bosan sehingga aktivitas kelas tidak kondusif dan motivasi belajar siswa menurun serta waktu istirahat siswa tidak menentu. Kata Kunci : Persepsi, Guru, Siswa, 5 Hari Sekolah   ABSTRACT: This study aims, (1) to determine the teacher's perception of the application of five school days (full day school) at SMK 1 Pinrang. (2) to find out students' perceptions of the application of five school days (full day school) at SMK 1 Pinrang. This study uses a qualitative dexcctive approach. The data collection technique consists of three, namely: observation, interviews, and documentation. In addition, the data sources used are primary data and secondary data. Primary data consists of 6 teachers and 10 students while secondary data is other supporting documents. Based on the results of the study showed that: (1) the teacher's perception of the application of the five school days (full day school) in general, the teacher agreed with the application in SMK 1 Pinrang because SMKN is a vocational school that uses a long time to conduct vocational practice and student behavior can be supervised during the school environment. (2) students' perceptions of the application of five school days (full day school) at 1 Pinrang Vocational School in general, students did not agree because students felt tired, sleepy and bored so that class activities were not conducive and students' learning motivation decreased and students' rest periods were erratic. Keywords: Perception, Teacher, Students, 5 School Days  
KINERJA KEPOLISIAN DALAM PELAYANAN PENERBITAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) DI KANTOR SATLANTAS POLRES SOPPENG MUHAMMAD ZUL AHMADI; . RIFDAN; LUKMAN ILHAM
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.528 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kinerja kepolisian dalam memberikan pelayanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM), (2) Kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan penerbitan SIM di Satlantas Polres Soppeng. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan sumber data primer adalah kepolisian di kantor Satlantas Polres Soppeng dan 6 orang masyarakat yang sedang mengurus penerbitan surat izin mengemudi di Kantor Satlantas Polres Soppeng. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa secara keseluruhan (1) Kinerja Kepolisian dalam pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di kantor Satlantas Polres Soppeng sudah berjalan cukup baik, namun masih terkendala berbagai persoalan seperti kapasitas ruang tunggu dan ruang foto SIM yang masih minim dibanding jumlah pemohon SIM yang mencapai ratusan orang setiap harinya. (2) Kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan Surat Izin mengemudi sudah cukup puas namun lamanya antrian membuat masyarakat lama menunggu. Dan kesadaran semua pihak harus lebih ditingkatkan mengingat bahwa kualitas pelayanan sangat bergantung pada layanan yang diberikan. Kata Kunci: Kinerja Kepolisian, Kualitas Layanan, Kepuasan.  ABSTRACT: This study aims to find out: (1) The performance of the police in providing services for the issuance of driving licenses (SIM), (2) Satisfaction of the community in receiving services for issuing SIMs at the Soppeng Police Station. To achieve this goal the researcher uses data collection techniques through observation, interviews and documentation. With the primary data source is the police in the Soppeng Regional Police Satlantas office and 6 people who are in the process of issuing a driving license at the Soppeng Police Station Satlantas Office. Data that has been obtained from the research results is processed using descriptive qualitative analysis techniques. From the results of the study, it was obtained an illustration that overall (1) the performance of the police in the service of issuing a driving license (SIM) at the Soppeng police station's Satlantas office was running well, but was still constrained by various problems such as the waiting room capacity and the photo SIM room which was still minimal compared to the number SIM applicants who reach hundreds of people every day. (2) The satisfaction of the community in receiving the service of driving licenses is quite satisfied, but the length of the queue makes the community long to wait. And the awareness of all parties must be further enhanced considering that the quality of service depends heavily on the services provided. Keywords: Police Performance, Service Quality, Satisfaction.
PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA KLAS II B KABUPATEN PINRANG (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KABUPATEN PINRANG) . NURDIA; IRSYAD DAHRI; LUKMAN ILHAM
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.495 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1)Pelaksanaan pembinaan narapidana wanita di lembaga permasyarakatan kelas IIB Kabupaten Pinrang, 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi lembaga permasyarakatan kelas IIB Kabupaten Pinrang  terhadap narapidana wanita. Jenis penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Sumber data ini menggunakan data primer yaitu informan  narapidana wanita sebanyak 5 orang, Kepala LAPAS dan petugas LAPAS sebanyak 2 orang, dan data sekunder yaitu diperoleh dari lembaga pemasyarakatan Klas II B Kabupaten Pinrang.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)Pelaksanaan pembinaan narapidana wanita yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kabupaten Pinrang yaitu a) pembinaan kepribadian meliputi a. kerohanian  misalnya diajarkan sholat 5 waktu, mengaji, yasinan, mendengarkan ceramah. b. jasmani (olahraga) misalnya senam dan volly b) pembinaan kemandirian meliputi pembinaan keterampilan misalnya menjahit dan membuat kerajinan tangan agar narapidana setelah keluar dari LAPAS kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan. 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi LAPAS Klas II B Kabupaten Pinrang yaitu faktor internal yaitu jumlah narapidana terlalu banyak yang berjumlah 300 narapidana dengan jumlah tersebut ini dapat memicu narapidana emosi dan terjadi selisih paham antara narapidana. Faktor eksternal yaitu keluhan-keluhan keluarga narapidana yang menjenguk karena jauh dari jalan poros. Kata Kunci: Pembinaan, Narapidana Wanita   ABSTRACT: This study aims to determine 1) Implementation of the formation of female prisoners in the penitentiary class IIB Pinrang District, 2) Barriers faced by Pinrang District IIB classrooms against female prisoners. This type of research is a qualitative approach. This data source uses primary data, that is 5 female inmate informants, 2 heads of LAPAS and LAPAS officers, and secondary data obtained from the Klas II B Correctional Institution in Pinrang Regency. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is qualitative descriptive. The results of the study show that 1) The implementation of female prisoner guidance is carried out in the Pinrang Regency Class II B Correctional Institution, namely a) personality coaching including a. spirituality for example taught to pray 5 times, recite, yasinan, listen to lectures. b. physical (sports) such as gymnastics and volleyball b) fostering independence includes skill building such as sewing and making handicrafts so that inmates after their ability to leave LAPAS can be developed. 2) Obstacles faced by LAPAS Class B B Pinrang Regency are internal factors, namely the number of prisoners is too many, amounting to 300 inmates with this number can trigger emotional inmates and there is a difference between prisoners. External factors are family complaints of prisoners who visit because they are far from the axis road. Keywords: Coaching, Female Prisoners
PEMENUHAN HAK PEKERJA ALIH DAYA STUDI KARYAWAN PT.DWIPUTERA ARUNG MANDIRI PADA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR . SYAINAL; . MUSTARI; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.462 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hak-Hak Pekerja Alih Daya Yang Terdapat Dalam Perjanjian Kejra, (2) Pemenuhan Hak Pekerja Aih Daya Studi Karyawan PT.Dwiputera Arung Mandiri Pada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan sumber data primer adalah Pekerja Alih Daya Karyawan PT.Dwiputera Arung Mandiri, Direktur PT.Dwiputera Arung Mandiri dan juga Pimpimam Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar dalam hal ini Dekan.Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakant eknik analisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara umum pemenuhan Hak-hak pekerja alih daya karyawan PT.Dwiputera Arung Mandiri yang berada di fakultas ilmu sosial universitas Negeri Makassar sepenuhnya belum terpehuni. Misal Hak upah lembur dan cuti haid bagi pekerja perempuan, (2) Meskipun kondisi dilapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada hak para pekerja alih daya belum sepenuhnya terpenuhi tetapi secara umum mereka puas dengan apa yang mereka dapatkan selama ini Kata Kunci: Pemenuhan Hak Pekerja Alih Daya.   ABSTRACT: This study aims to find out: (1) the Rights of Workers Transferring Out of the Kejra Agreement, (2) Meeting the Rights of Aih Daya Workers to Study Employees of PT.Dwiputera Arung Mandiri at the Faculty of Social Sciences Makassar State University. To achieve this goal the researcher uses data collection techniques through observation, interviews and documentation. With primary data sources are Employee Outsourcing Workers of PT. Dwiputera Arung Mandiri, Director of PT. Dwiputera Arung Mandiri and also Pimpimam Faculty of Social Sciences, Makassar State University, in this case the Dean. Data obtained from the research results were processed using descriptive qualitative analysis techniques. The results showed that: (1) In general, the fulfillment of the rights of employees of PT. Dwiputera Arung Mandiri's employees who were in the social science faculty of Makassar State University was completely unoccupied. For example the rights of overtime pay and menstruation leave for female workers, (2) Even though the conditions in the field compared to the existing regulations the rights of outsourced workers have not been fully fulfilled but in general they are satisfied with what they have received so far Keywords: Fulfillment of Workers' Rights Over Power
KESADARAN HUKUM DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR FEDIYATUN MUNTAZARAH; MUHAMMAD AKBAL; MANAN SAILAN
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.37 KB)

Abstract

ABSTRAK : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (i) Kesadaran hukum masyarakat pesisir dalam pengelolaan lingkungan hidup di Desa Tamasaju. (ii) Sikap partisipasi aktif masyarakat pesisir dalam pengelolaan lingkungan  di pemukiman warga desa tamasaju. (iii) Perilaku lingkungan masyarakat pesisir dalam pengelolaan jamban dan sampah pada setiap keluarga di Desa Tamasaju. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat pesisir Desa Tamasaju yang bertempat tinggal di pinggiran pantai dan informan sebanyak 30 responden dengan menggunakan metode penarikan sampel Puposive sampling yaitu metode pengambilan data secara selektif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis presentase, dimana data diolah dan disajikan dalam bentuk table frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (i) Kesadaran Hukum masyarakat Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar relatif masih kurang dengan persentase  rendah 66,66%. (ii) Sikap Partisipasi Aktif Masyarakat Pesisir dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat dikatakan memadai dengan persentase 63,33% (iii) Perilaku Lingkungan Masyarakat Pesisir relatif kurang baik dengan persentase masyarakat, kurang aktif 50%. Kata Kunci : Kesadaran hukum, pengelolaan lingkungan hidup, Kawasan Pesisir  ABSTRACT: The purpose of this study is to find out (i) the legal awareness of coastal communities in environmental management in Tamasaju Village. (ii) Attitudes of active participation of coastal communities in environmental management in tamasaju villagers' settlements. (iii) Behavior of coastal communities in managing latrines and garbage in each family in Tamasaju Village. The target in this study is the coastal community of Tamasaju Village who live in the coastal areas and informants as many as 30 respondents using the Puposive sampling method of sampling which is a method of collecting data selectively. This type of research is qualitative. Then the data obtained were analyzed using percentage analysis techniques, where the data was processed and presented in the form of frequency tables. The results showed that: (i) Legal Awareness of the Tamasaju Village North Galesong District Takalar District was relatively lacking with a low percentage of 66.66%. (ii) Attitude of the Active Participation of Coastal Communities in environmental management can be said to be adequate with a percentage of 63.33% (iii) Coastal Community Environmental Behavior is relatively poor with the percentage of people, 50% less active. Keywords: legal awareness, environmental management, coastal area
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 TOMPOBULU KABUPATEN BANTAENG SULFADLI T; . MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume 1, Nomor 1, Maret 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.143 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran PKn Kelas VIIA SMP Negeri 2 Tompobulu Kabupaten Bantaeng tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari 7 orang perempuan dan 13 orang laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Dari siklus I ke siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan senantiasa meningkatkan keaktifan belajar siswa. Adapun hasil penelitian yang dilaksanakan selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa: 1) Pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa hal ini nampak dari aktivitas belajar siswa yang meningkat yang pada siklus I dengan kualifikasi cukup berubah menjadi baik pada siklus II. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas VIIA SMP Negeri 2 Tompobulu Kab. Bantaeng yang dapat dilihat dari keaktifan belajar siswa, yaitu dari kategori sangat kurang pada siklus I meningkat menjadi kategori sangat tinggi pada siklus II. 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap penjelasan guru (pandangan siswa terhadap penjelasan guru, mencatat materi penting yang disampaikan oleh guru dan respon siswa saat guru memberikan umpan balik), kerja sama siswa dalam kelompoknya (ikut serta menyelesaikan tugas kelompok dan menjalin komunikasi yang baik dengan teman kelompok), kemampuan siswa mengemukakan pendapatnya dalam kelompok (siswa menjawab pertanyaan yang diberikan dari kelompok lain serta siswa sudah menanggapi jawaban yang diberikan oleh kelompok lain), dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru tepat pada waktunya (siswa sudah bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, serta siswa menyelesaikan lembar tugas tepat pada waktu yang ditentukan). KATA KUNCI: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing, Keaktifan, Pembelajaran PKn