cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tomalebbi
ISSN : 23556439     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Memuat Tulisan yang Menyangkut Pemikiran atau Gagasan Hasil Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
PERSEPSI GURU PPKN TENTANG PERUBAHAN KURIKULUM 2013 MENUJU KURIKULUM MERDEKA DI MTSN 1 WATAMPONE Mustaring Mustaring; Muh. Sudirman; Aderiza Cahya Ayu Restina Idrus
Jurnal Tomalebbi Volume 11, Nomor 1 (Maret 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Civics Teachers' Perceptions of the 2013 Curriculum Changes Towards an Independent Curriculum at MTs Negeri 1 Watampone. Thesis. Pancasila Citizenship Education Study Program, Department of Law and Citizenship, Faculty of Social and Legal Sciences, Makassar State University. (Supervised by Mustaring and Muh. Sudirman). This research was conducted with the aim of finding out: 1) PPKn Teachers' Knowledge about the 2013 Curriculum Changes Towards an Independent Curriculum at MTs Negeri 1 Watampone, and 2) PPKn Teachers' Readiness regarding the 2013 Curriculum Changes Towards an Independent Curriculum at MTs Negeri 1 Watampone. This type of research is qualitative research using a descriptive approach, therefore, in order to achieve a research objective, data collection techniques are used, namely observation, interviews, documentation. The informants for this research were 3 PPKn teachers. The results show that: 1. PPKn teachers' knowledge about curriculum changes at MTsN 1 Watampone is from several aspects of assessment regarding the concepts and principles of the independent curriculum, it can be seen that the teacher has understood and knows the concepts and principles in the independent curriculum 2. The readiness of PPKn teachers regarding curriculum changes at MTsN 1 Watampone can be categorized as ready, this is proven by fulfilling the assessment aspects, namely having teaching tools, assessment tools, adapting learning methods, as well as attending training or workshops related to the independent curriculum. 
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DI SMP NEGERI 47 MAKASSAR Muhammad Sudirman; Bakhtiar Bakhtiar; Fira Yunita
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 4 (Desember 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to determine, (1) the implementation of the teaching campus student work program at SMP Negeri 47 Makassar, (2) the inhibiting and supporting factors that influence the implementation of the teaching campus student work program, (3) the benefits of the teaching campus program. Data collection techniques through interviews and documentation. Data obtained through interviews. Together with 7 students, the principal, 1 student section, and 1 staff, and 7 teachers. Data was also obtained from student final reports. The data obtained from the research were then collected and processed by qualitative data analysis.The research results show that. (1) The implementation of the student work program begins with making observations to find out what the situation and school environment are like and then students discuss with their team mates with DPL to discuss what work programs are appropriate and needed at school. Then the work program is conveyed through the school communication forum. All work programs that have been created aim to improve literacy and numeracy, technology adaptation, and school administration assistance. (2) Factors supporting the implementation of the teaching campus student work program are with the help and support from the school and students, teamwork, and book donations, the inhibiting factors for campus students teaching batch 3 are insufficient time estimates, few human resources , and lack of funds. Whereas the things that hinder campus students from teaching batch 4 are inadequate facilities or infrastructure such as the absence of laboratories and microscopes, and the lack of support and appreciation from the school on several matters. In addition, another obstacle is the lack of interest and motivation in learning students at the beginning of the assignment. (3) The benefit of the teaching campus program is tohone the spirit of leadership and students' sense of responsibility. In addition to sharpening the spirit of leadership, students also get benefits in the form of soft skills such as public speaking, critical thinking, problem solving. Experience in helping improve the quality of education through the learning process is also gained by students by collaborating with teachers in creating creative and innovative learning processes. In addition to teaching campus students, teaching can also provide benefits for students, in this case so that students get inspiration and motivation to learn. Then for schools it is hoped that there will be an increase in the effectiveness of the learning process in schools, including in an emergency condition of the Covid-19 pandemic.Keywords: Implementation, teaching campus program, student work programAbstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) pelaksanaan program kerja mahasiswa kampus mengajar di SMP Negeri 47 Makassar, (2) faktor penghambat dan pendukung yang mempengaruhi pelaksanaan program kerja mahasiswa kampus mengajar, (3) manfaat program kampus mengajar. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi.Data yang diperoleh melalui wawancara. Bersama 7 orang mahasiswa, kepala sekolah, 1 orang bagian kesiswaan, dan 1 orang staf, dan 7 orang guru. Data juga diperoleh dari laporan akhir mahasiswa.Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dikumpulkan dan diolah dengan analisis data secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) Pelaksanaan program kerja mahasiswa diawali dengan melakukan observasi untuk mengetahui seperti apa keadaan dan lingkungan sekolah kemudian mahasiswa berdiskusi dengan rekan satu tim bersama DPL untuk membahas program kerja apa yang tepat dan dibutuhkan di sekolah. Kemudian program kerja tersebut disampaikan melalui forum komunikasi sekolah. Semua program kerja yang telah dibuat bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, dan bantuan administrasi sekolah. (2) Faktor pendukung pelaksanaan program kerja mahasiswa kampus mengajar adalah dengan adanya bantuan dan dukungan dari pihak sekolah serta peserta didik, kerja sama tim, dan donasi buku, faktor penghambat mahasiswa kampus mengajar angkatan 3 adalah estimasi waktu yang kurang, sumber daya manusia yang sedikit, dan kekurangan dana. Sedangkan hal yang menghambat mahasiswa kampus mengajar angkatan 4 adalah fasilitas atau sarana dan prasarana yang kurang memadahi seperti tidak adanya labolatorium dan mikroskop, dan kurangnya dukungan dan apresiasi dari pihak sekolah pada beberapa hal.Selain itu, hambatan lainnya adalah kurangnya minat dan motivasi belajar peserta didik pada awal penugasan. (3) Manfaat program kampus mengajar, adalah mengasah jiwa kepemimpinan mahasiswa. Selain mengasah jiawa kepemimpinan juga mendapatkan manfaat dalam bentuk Soft skillsdidapatkan mahasiswa seperti Public speaking, critical thinking, problem solving.Pengalaman dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan melalui proses pembelajaran juga didaptkan oleh mahasiswa dengan berkolaborasi dengan guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Selain bagi mahasiswa program kampus mengajar juga dapat memberi manfaat bagi peserta didik, dalam hal ini agar peserta didik mendapatkan inspirasi dan motivasi belajar. Kemudian bagi sekolah diharapkan terjadi peningkatan efektivitas proses pembelajaran di sekolah termasuk dalam kondisi darurat pandemic covid-19.Kata kunci: Implementasi, program kampus mengajar, program kerja mahasiswa
ANALISIS TERHADAP FAKTOR PENYEBAB TINGKAT PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA WATANSOPPENG Heri Tahir; Andi Aco Agus; Ni'matul Aliyah Fajri Utari
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Faktor penyebab tingkat perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Watansoppeng. (2) Strategi yang ditempuh untuk mengatasi tingkat perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Watansoppeng. Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, alat rekam, dan dokumentasi. Adapun triangulasi dan member check digunakan sebagai prosedur pengecekkan keabsahan data, serta menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Faktor penyebab tingkat perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Watansoppeng didasari atas 13 faktor atau alasan perceraian yang dikelompokkan yaitu; faktor dekadensi moral digolongkan yaitu: mabuk, madat, dan judi. Faktor penelantaran rumah tangga digolongkan yaitu: meninggalkan salah satu pihak, kekerasan dalam rumah tangga, dan ekonomi. Faktor dijatuhi hukuman penjara, poligami, cacat badan, perselisihan dan pertengkaran terus menerus, dan kawin paksa. (2) Strategi yang ditempuh untuk mengatasi tingkat perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Watansoppeng yaitu; Pertama, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengetahuan ketaatan hukum dan Agama terkait perkawinan dan perceraian. Kedua, mediasi di Pengadilan Agama sebagai strategi akhir yang dilakukan dengan tujuan untuk mendamaikan pasangan suami isteri yang menghendaki adanya perceraian. Kata Kunci: Faktor Penyebab, Perceraian
Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Perempuan Di PT. Jaya Alam Perkasa Makassar Haris, Hasnawi; Mustari, Mustari; Ratnasari, Dahlia
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlindungan hukum bagi pekerja perempuan di PT. Jaya Alam Perkasa Makassar, dengan menyoroti pelaksanaan regulasi ketenagakerjaan serta peran Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar dalam mendukung perlindungan tersebut. Fokus utama penelitian ini meliputi tiga hal: (1) Implementasi peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan tenaga kerja perempuan di perusahaan; (2) Pemenuhan hak-hak pekerja perempuan sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan; dan (3) Peran aktif Disnaker Kota Makassar dalam memberikan perlindungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Jaya Alam Perkasa telah berupaya memenuhi beberapa hak dasar pekerja perempuan, seperti upah layak, keselamatan kerja, jaminan sosial, dan cuti melahirkan. Namun demikian, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, seperti belum tersedianya ruang laktasi dan tidak dicantumkannya cuti haid dalam kontrak kerja. Di sisi lain, Disnaker Kota Makassar telah menjalankan program dan kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan, meskipun masih menghadapi tantangan dalam aspek pengawasan dan edukasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan komitmen perusahaan serta kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan lingkungan kerja yang adil dan ramah gender.
ANALISIS SOSIAL BUDAYA TERHADAP KASUS PERCERAIAN DI KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Sudirman, Muh.; Suyitno, Imam; Arifai, As'ad Andriawan
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran norma sosial dan nilai budaya dalam membentuk perceraian di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar dan untuk menganalisis nilai-nilai sosial budaya yang dapat membantu dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah perceraian di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Fokus utama penelitian ini mencakup norma sosial, nilai budaya, serta persepsi masyarakat terhadap perceraian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial dan nilai budaya masih berperan signifikan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap perceraian. Meskipun perceraian merupakan hak hukum setiap individu, stigma sosial yang melekat sering kali menimbulkan tekanan bagi individu yang mengalaminya. Faktor ekonomi, pendidikan, dan perubahan nilai sosial akibat modernisasi juga ditemukan sebagai faktor utama yang berkontribusi pada tingkat perceraian. Selain itu, peran tokoh agama dan adat dalam menengahi konflik rumah tangga menjadi salah satu mekanisme untuk menekan angka perceraian. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah perceraian, termasuk edukasi pranikah, peningkatan literasi hukum keluarga, serta penguatan peran lembaga sosial dalam memberikan pendampingan bagi pasangan yang mengalami konflik rumah tangga.
ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT PESISIR TOPEJAWA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Muhajirin, Muhajirin; Kasmawati, Andi; Dahri, Irsyad
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perilaku masyarakat pesisir Topejawa terhadap lingkungan hidup. (2) peran pemerintah dalam memenuhi lingkungan yang baik dan sehat terhadap masyarakat pesisir Topejawa. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perilaku masyarakat pesisir Topejawa masih sering membuang sampah pada area pesisir pantai Topejawa. Hal tersebut dipengaruhi karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, adanya persepsi masyarakat yang menganggap bahwa laut dapat menelan sampah-sampah yang dibuang ke laut, serta kurangnya sarana dan prasarana yang memadai untuk pembuangan sampah. Masyarakat pesisir Topejawa cenderung membuang sampah-sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis ke laut. Selain itu, lunturnya kebudayaan masyarakat pesisir Topejawa juga berpengaruh terhadap kebiasaan membuang sampah di laut.. (2) Pemerintah desa Topejawa telah berupaya dalam memenuhi lingkungan yang baik dan sehat untuk masyarakat pesisir Topejawa. Program yang dijalankan seperti sosialisasi, pengadaan fasilitas tempat sampah dan jum’at bersih yang melibatkan peserta didik pada sebuah sekolah dasar yang ada di desa Topejawa. Namun, program-program yang dijalankan belum terlaksana secara efektif dan masih cenderung menggunakan paradigma lama (hasil akhir) dalam mengatasi problematika yang terjadi di desa Topejawa.
IMPLEMENTASI PERDA NO. 2 TAHUN 2008 TERHADAP PEMENUHAN HAK ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR Awalia, Annisa Nurul; Hanafi, Nurharsyah Khaer; Agus, Andi Aco
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1) The mechanism for implementing the Makassar City Government Policy on the Fulfillment of the Rights of Street Children consists of 2 coachings, namely Prevention and Follow-up Development. Prevention Coaching consists of: a. Data Collection, b. Monitoring, Control, and Supervision, c. Socialization and Campaigns and Further Coaching consist of: a. Protection and Control at Any Time, b. Temporary Shelter, c. Initial Approach, Disclosure, and Problem Understanding (Assessment), and d. Social Assistance and Referral 2) The impact of the Makassar City Government's policies in fulfilling the rights of street children, namely: The influence of the Social Servies development program for street children has not shown optimal results so that street children are still carrying out activities on the streets. 3) Obstacles of the Makassar City Government in Fulfilling the Rights of Street Children include: Lack of Facilities and Infrastructure, Lack of Human Resources, Inadequate Budget, No Regulatory Updates, and Lack of Awareness of Street Children's Families and the Community.
ANALISIS IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DI PONDOK PESANTREN RIYADLUL BA’DIAH LUWU UTARA Alfadli, Veri; Suyitno, Imam; Wahyudi Gani, Andika
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine: (1) how the understanding of the ranks of educators of the Riyadlul Ba'diah Islamic boarding school in North Luwu is regarding the law on child protection (2) how the implementation of the law on child protection in the rules of the Riyadlul Ba'diah Islamic boarding school in North Luwu. This type of research is a qualitative approach with a field study method involving interviews with the boarding school administrators and teachers or educators at the Riyadlul Ba'diah Islamic boarding school in North Luwu. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions related to the results of the study. The results of the study indicate that: (1) The understanding of the ranks of educators regarding the law on child protection (UU PA) at the Riyadlul Ba'diah Islamic boarding school is still limited and requires improvement. This limited understanding is caused by the lack of training, resources and government support. (2) in the rules of the Riyadlul Ba'diah Islamic boarding school, it does not meet the standards of child protection, with only 50% of the principles of child protection listed andonly a few educators understanding the rules. This study has implications in emphasizing the importance of understanding and implementing child protection laws in Islamic boarding schools.
IMPLEMENTASI NILAI BELA NEGARA MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA(UKM) RESIMEN MAHASISWA(MENWA) WOLTER MONGISIDI SATUAN 702 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Suyitno, Imam; Hanafie, Nurharsya Khaer; Nur Indah, Andi
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of National Defense Values in the Student Activity Unit (UKM) of the Wolter Mongisidi Student Regiment (MENWA) Unit 702, Makassar State University. Thesis. Pancasila and Citizenship Education Study Program. PPKn and Business Law Department, Faculty of Social Sciences and Law. Makassar State University. Supervised by Imam Suyitno and Nurharsya Khaer Hanafie. The purpose of this study was to determine 1) the implementation of national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University in terms of To find out how the aspects of the Implementation of national defense values are in terms of: A. Love for the homeland; a) Willing to Sacrifice a) Soul and Body Proud as Indonesians. B. Awareness of Nation and State; a) Participate in general elections b) Think, behave and do the best for the nation and state. C. Belief in Pancasila as the nation's ideology; a) Understand the values in Pancasila b) Practice the values of Pancasila in everyday life. D. Have the initial ability to defend the country; a) Like to exercise b) Always maintain their health. 2) Inhibiting factors for the implementation of national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University 1) The implementation of national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University consists of 4 indicators, namely: A. Love for the homeland; a) Willing to Sacrifice b) Soul and Body Proud to be Indonesian. B. Awareness of Nation and State; a) Participate in general elections b) Think, behave and do the best for the nation and state. C. Belief in Pancasila as the nation's ideology; a) Understand the values in Pancasila b) Practice the values of Pancasila in everyday life. D. Having initial national defense skills; a) Likes to exercise b) Always maintains his health 2) The inhibiting factor in implementing national defense values in the student activity unit of the Wolter Mongisidi Student Regiment Unit 702, Makassar State University is that time constraints greatly affect the effectiveness of training and the achievement of program goals in Menwa, considering the importance of balance between academic responsibilities and organizational activities. For this reason, more flexible and efficient time management is needed so that training programs can run more optimally without sacrificing quality and achieving organizational goals.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TINDAK KEKERASAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I MAKASSAR Umar, Firman; Agus, Andi Aco; Haryuntika, Putri
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Faktor-faktor empiris yang menyebabkan terjadinya tindak kekerasan di lembaga pemasyarakatan kelas I Makassar (2) Alasan terjadinya tindak kekerasan di lembaga pemasyarakatan kelas I Makassar (3) Upaya pihak lembaga pemasyarakatan dalam menangani tindak kekerasan di dalam lembaga pemasyarakatan Kelas I Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan Dokumentasi. Dari hasil data yang di peroleh dalam penelitan ini menggunakan analisis data yaitu Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Verifikasi, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Faktor-faktor yang memicu kekerasan di Lapas Kelas I makassar, karena adanya (a) Kelabihan Kapasitas atau Kepadatan penghuni Lapas, (b) Kesalah Pahaman,(c)Utang Piutang dan Penggunaan HP,(d) Rasa Dendam,(e) Pengaruh Kelompok atau geng di dalam lapas yang merasa berkuasa. (2) Alasan terjadinya tindak kekerasan di dalam lapas kelas I makassar yaitu (a) Karena adanya Pengaruh dari Teman dan Lingkungan Lapas (b) Karena Pengaruh Individu atau Internal narapidana. (3) Upaya yang dilakukan oleh pihak Lapas dalam menangani tindak kekerasan di dalam lapas Kelas I makassar yaitu (a) Mningkatkan pengawasan dan keamanan lapas, (b) Sosialisasi Nilai-nilai Hak Asasi Manusia dan Keagamaan dalam Pembinaan Narapidana.