cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2025)" : 10 Documents clear
Characterization of Phenology and Growth Phases of Local Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) from East Sumba Wati, Lita Wahyu Rika; Sari, Agnes Dwi Meita; Kurnia, Theresa Dwi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24217

Abstract

Sorghum is one of the cereal crops currently being widely developed as an alternative food in Indonesia. One of the approaches is through research in the field of plant breeding. To initiate the development of more advanced research, with future research focused on developing local cultivars as part of local wisdom that preserves sustainability and genetic diversity, information is needed regarding the phenological characteristics and growth phases of sorghum plants as conducted in this study. The plant materials used were two local sorghum genotypes of East Sumba, namely Watar Hammu Manippa Tadda and Watar Hammu Mitting Nggangga. A descriptive research method was used to provide a detailed description of the characteristics of sorghum plants. The research was conducted from June to December 2024 at the Science Techno Park (STP), Faculty of Agriculture and Business, Satya Wacana Christian University, Wates Village, Getasan District, Semarang Regency, at an altitude of 1118 meters above sea level. The results showed that the local East Sumba sorghum genotypes, Watar Hammu Manippa Tadda and genotype Watar Hammu Mitting Nggangga, have similar phenological charactersistics in terms of leaf, stem, and root, while their seed characteristics and panicle shapes of the two types are different, with clear distinctions in seed and panicle morphology serving as important differentiating traits. Based on the growth phase, there are no significant differences between the two genotypes. The research results indicates that both genotypes have strong potential as breeding materials, with breeding efforts best directed toward combining the superior traits of each genotype, maintaining local adaptation while improving seed productivity and quality. This study provides detailed information on the phenological characteristics and growth phases of two local sorghum varieties from East Sumba. Information related to plant phenology is an important foundation for developing sorghum breeding research in Indonesia. Knowing the characteristics of the plant also supports the optimal use of sorghum as a food source or alternative feed.
Evaluasi Pertumbuhan dan Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Aksesi Liar Asal Kamerun di Lingkungan Kebun Percobaan PPKS Adolina Aminullah, Eki; Rauf, Abdul; Hanum, Chairani
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.23456

Abstract

Salah satu strategi meningkatkan produktivitas yaitu introduksi kelapa sawit dari luar daerah dengan memilih varietas unggul yang adaptif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi aksesi liar kelapa sawit asal Kamerun serta hubungannya dengan faktor lingkungan seperti tanah, iklim dan cuaca. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan PPKS Adolina kecamatan Perbaungan, Sumatera Utara, di laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dan di PT. Socfin Indonesia pada bulan Januari sampai dengan April 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana metode ex post facto dan deskriptif. Data karakter morfologi dianalisis secara deskriptif dan dikelompokkan berdasarkan standar deviasi. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan Korelasi Pearson (r) dan regresi linear berganda, mencakup karakter morfologi, produksi, dan karakteristik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pertumbuhan dan produksi 36 kelapa sawit aksesi liar asal Kamerun dibandingkan  varietas DxP 540, yaitu aksesi CMR027D, CMR044D, dan CMR005D menunjukkan adaptasi yang baik karena mempunyai arakter pertumbuhan lebih lambat dan pelepah yang tidak terlalu panjang serta produksi yang tinggi. Aksesi CMR097D, CMR044D, CMR025D, CMR055D, CMR018D, CMR005D, CMR020D, CMR079D mempunyai jumlah tandan dan berat tandan diatas rata-rata yang menunjukkan potensi produktivitas yang tinggi. Terdapat korelasi signifikan antara pertumbuhan, produksi dan faktor lingkungan. Aksesi CMR058D, CMR025D, dan CMR055D menunjukkan korelasi positif terhadap faktor cuaca, yang mengindikasikan bahwa aksesi ini mempunyai kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan.
Tissue Culture of Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) with the Addition of Aloe vera Extract (Aloe vera (L). Burm.f) on Murashige and Skoog Medium (MS) Ihsani, Nisa; Nurfitriani, Astri; Kurniasari, Astrid; Tardiansah, Dede Tedi; Rudi, Rudi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24631

Abstract

The increasing demand for natural, low-calorie sweeteners highlights the importance of Stevia rebaudiana Bertoni, which produces steviol glycosides that are sweeter than cane sugar and provide health benefits. Due to low seed viability, tissue culture is preferred for propagation, with its success dependent on growth regulators and nutrient availability. Additionally, incorporating plant-derived supplements like Aloe vera, rich in bioactive growth-promoting compounds, may enhance in vitro development. This study aimed to identify the optimal concentration of Aloe vera extract in Murashige and Skoog (MS) medium to enhance the in vitro growth of Stevia rebaudiana. The experiment was conducted using sterile culture bottles arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with one experimental factor, namely Aloe vera extract concentration, consisting of five treatment levels: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Each treatment was replicated five times, resulting in a total of 25 culture bottles used in this study. Observations were carried out periodically based on several parameters, including shoot, root, stem, and leaf development, as well as overall plant viability and growth performance. The findings demonstrated that 10% Aloe vera extract was the most effective concentration for promoting shoot, stem, and leaf growth, while root growth showed no significant variation across treatments.
Pengaruh Pemberian Asam Salisilat terhadap Tanaman Kacang Merah Lokal (Phaseolus vulgaris L.) di Dataran Menengah Ermando, Relly; Siregar, Luthfi Aziz Mahmud; Ginting, Jonatan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.22511

Abstract

Kacang merah adalah sumber protein nabati yang penting di Indonesia, kaya akan nutrisi seperti protein, karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral. Penanaman kacang merah di dataran menengah, terutama di Sumatera Utara, bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi dalam rangka ekstensifikasi lahan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai kultivar kacang merah lokal (Phaseolus vulgaris L.) asal Simalungun dan aplikasi asam salisilat terhadap tanaman kacang merah di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu 9 kultivar kacang merah lokal dan 3 konsentrasi asam salisilat (kontrol, 100 ppm, dan 200 ppm). Hasil penelitian menunjukkan kultivar Siantar Narumonda (TE1) memiliki hasil terbaik dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman. Pengaplikasian asam salisilat dengan konsentrasi 200 ppm memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bobot basah, dan bobot kering tanaman. Asam salisilat terbukti mampu meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, seperti fotosintesis dan metabolisme, yang mendukung peningkatan produksi kacang merah. Interaksi antara kultivar dan aplikasi asam salisilat memberikan pengaruh signifikan pada tinggi tanaman, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter lainnya. 
Isolation of Drought-Resistance Gene Encoded GmNAC-D in Dering-1 Variety of Soybean Prasetyo, Frengky Hermawan Hadi; Wibisono, Yossi; Ermawati, Netty
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.25339

Abstract

Drought is one of the most critical abiotic stresses limiting crop growth and productivity, causing substantial yield losses in major crops such as soybean (Glycine max L.). The No Apical Meristem (NAC) transcription factors (TFs) are plant-specific proteins that have been widely reported to play key roles in enhancing drought tolerance across various plant species. This study aimed to isolate and characterize a soybean NAC gene through a molecular approach. A NAC family gene was successfully isolated from drought-tolerant soybean cultivar Dering-1 and designated GmNAC-D (D = Dering-1). The gene was amplified by PCR-based cloning, sequenced and analyzed through bioinformatics, while tissue-specific expression was assessed using RT-PCR. The gene consists of a 762 bp open reading frame encoding 253 amino acids. Database analysis revealed that GmNAC-D shares high homology with GmNAC02, a known stress-responsive gene in soybean. Expression analysis across different tissues demonstrated that GmNAC-D is most abundantly expressed in stem tissue, followed by flowers and roots. Amino acid sequence analysis further confirmed its high similarity to GmNAC02, although with distinct expression profiles. The differential expression patterns of GmNAC genes suggest functional diversification during plant growth and development. Collectively, these findings expand the repertoire of soybean NAC transcription factors and provide a valuable genetic resource for the development of transgenic soybean with enhanced drought tolerance.
Alternatif Baru Patogenisitas Hama Oryctes rhinoceros pada Elaeis guineensis Jacq Menggunakan Nematoda Steinernema sp. rivera, Velma Nabila; Susanti, Rini; Eliza, Adhika Septa; Dermawan, Muhammad; Setiawan, Muhammad Dandi Ari; Malatika, Nur
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.17008

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) adalah salah satu komoditas perkebunan yang paling penting di Indonesia. Permasalahan yang sering terjadi pada tanaman kelapa sawit yaitu adanya organisme penggangu tanaman salah satunya yaitu hama Oryctes rhinoceros dimana tingkat serangannya sangat tinggi pada tanaman yang belum menghasikan hingga tanaman menghasilkan mencapai 80%. Salah satu alternatif dalam menekan populasi hama O. rhinoceros yaitu menggunakan musuh alami Steinernema sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Steinernema sp. dalam menekan populasi hama O. rhinoceros pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini di lakukan di Lapangan dengan menggunakan pot. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 taraf perlakuan yaitu dengan mengaplikasikan larutan yang mengandung juvenil infektif Steinernema sp. Adapun perlakuannya sebagai berikut: N0: Kontrol, N1: 30.000 ji/0,1 m3, N2: 60.000 ji/0,1 m3dan N3: 120.000 ji/0,1 m3) dengan 6 ulangan. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian hama O. rhinoceros dengan menggunakan Steinernema sp. mampu menekan populasi hama dengan menimbulkan gejala tubuh hama berwarna coklat kehitaman dan mengkerut. Tingkat daya persentasi terbaik pada mortalitas larva dengan perlakuan N3 (120.000 ji/0,1 m3) mendapatkan hasil 9.56%. Steinernema sp. terbukti mampu menekan populasi O. rhinoceros pada kelapa sawit, meskipun tingkat mortalitas masih rendah, sehingga perlu optimalisasi aplikasi dan penelitian lanjutan agar lebih efektif sebagai agens hayati ramah lingkungan dalam pengendalian hama.
Morphology and Moleculer Sequencing Bactrocera sp. Fruit Fly from Deli Serdang District Sari, Putri Mustika; Lisa, Oviana; Weihan, Rayhan Amadius
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24111

Abstract

Due to some doubts regarding the morphological identification of fruit flies, molecular identification is necessary to more clearly determine the origin of the insect. With the PCR RAPD method, which can identify genetic markers, it can effectively and quickly distinguish closely related species. RAPD is used as a tool to create genetic maps, identify strains, species, populations, and systematics of various organisms. RAPD can differentiate laboratory populations that are morphologically indistinguishable. So the purpose of this study is to more clearly determine the identity of the fruit flies found, both morphologically and molecularly. This research method is a purpose sampling method, where fruit fly samples are obtained from traps using attractants in red guava plantations. The fruit fly species found in the red guava plantation location are Bactrocera sp., and Bactrocera kinabalu. The results of the study found that the fruit fly species Bactrocera sp. found in the village of Sawit Rejo was identified morphologically as having many similarities with Bactrocera papayae except for its abdominal pattern. To confirm the taxonomic status of Bactrocera sp. For further clarification, it is necessary to use molecular identification of cytochrome oxidase 1 and phylogenetic genes, with DNA sequencing results (500 bp) showing that the Bactrocera sp. species has a homology level of 88% with Bactrocera carambolae from the Genbank collection. The phylogenetic tree shows that Bactrocera sp. has ancestors from China.
The Effect of a Combination of Fly Ash and Manure Pellets on the Amelioration of Latosol Subsoil and Its Impact on the Growth and Yield of Pakcoy (Brassica rapa L.) Al Hayah, Cauny Nur; Al Haq, Muhammad Izzuddin; Sari, Anis Widia; Agusta, Herdhata
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.25055

Abstract

Fly ash, a solid byproduct of coal combustion, contains both macro- and micronutrients that can function as soil conditioners. This study explores the sustainable use of fly ash in agricultural applications, specifically its role in improving acidic soils. The objective is to evaluate the potential of fly ash based on its chemical properties and agronomic advantages. A quantitative experimental design was applied, incorporating three levels of fly ash and two levels of manure fertilizer combinations, each with four replications plus a control group, resulting in a total of 24 experimental plants. The study assessed various parameters, including pakcoy (Brassica rapa L.) morphological traits (plant height, leaf count, root length, fresh and dry biomass), chemical characteristics of leachates (Ca²⁺, Na⁺, pH, TDS, and EC), photosynthetic performance, and statistical analysis. The results indicated that the treatment (A₂B₂) comprising 35% fly ash, 45% chicken manure, and 20% soil produced the optimal outcomes across all parameters. This treatment led to the best pakcoy growth, characterized by the highest number of leaves, greatest fresh and dry weights, and the longest root development. These findings highlight that fly ash offers a sustainable and effective solution for soil amendment, enhancing agricultural productivity on pakcoy plant by improving soil quality while simultaneously contributing to industrial waste management.
Hubungan Praktik Budidaya di Berbagai Perkebunan di Sub-Daerah Aliran Sungai Tuntang Provinsi Jawa Tengah terhadap Karbon Organik Tanah Susetyo, Yefta Audy; Sigar, Abner Darmawan; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Setiawan, Andree Wijaya; Banjarnahor, Dina
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24179

Abstract

Penurunan kandungan karbon organik dalam tanah sering kali menjadi dampak dari penerapan praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan di agroekosistem salah satunya adalah lahan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik budidaya yang diterapkan di berbagai perkebunan di Sub DAS Tuntang, mengetahui kandungan karbon organik tanah, serta menganalisis hubungan antara praktik budidaya dengan kandungan karbon organik tanah. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan di 41 titik sampel menggunakan metode stratified random sampling, disertai observasi agroekosistem dan wawancara petani. Analisis hubungan antara praktik budidaya dengan kandungan SOC dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar praktik budidaya seperti pemupukan, pola tanam, pengolahan tanah, penutup tanah, dan pengendalian hama tidak memiliki hubungan signifikan dengan kandungan karbon organik tanah. Namun, pengelolaan sisa tanaman dengan membiarkannya terurai secara alami terbukti memiliki hubungan signifikan dalam meningkatkan kandungan karbon organik tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa retensi residu tanaman merupakan strategi yang efektif untuk memperbaiki kualitas tanah sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di lahan perkebunan.
Pematahan Dormansi dan Periode Simpan Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Genotipe C307 dan C145x174 Jawak, Gani; Ismuhajaroh, Bakti Nur
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.23187

Abstract

Benih cabai rawit memiliki sifat dormansi yang dapat mengacaukan saat tanam dan berdampak pada produksi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan mengetahui teknik pematahan dormansi yang efektif dan periode simpan pada dua genotipe benih cabai rawit.  Benih yang digunakan berasal dari dua genotipe cabai rawit yaitu genotipe C307 dan genotipe C145xC174. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah metode pematahan dormansi yaitu kontrol (P1), perendaman dalam air hangat 40 °C selama 24 jam (P2), perendaman dengan GA3 200 ppm selama 24 jam (P3), dan perendaman dengan KNO3 0,08% selama 24 jam (P4). Faktor kedua adalah periode simpan yang terdiri dari 1, 2, 3 minggu penyimpanan. Pada benih genotipe C307, perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah (DB) dan potensi tumbuh maksimum (PTM) dan berpengaruh sangat nyata terhadap peubah indeks vigor (IV). Periode simpan berpengaruh nyata pada kecepatan tumbuh (KcT) dan PTM serta sangat nyata terhadap IV. Interaksi perlakuan pematahan dormansi dan periode simpan berpengaruh nyata pada KcT dan sangat nyata pada IV. Pada benih genotipe C145x174, perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata pada peubah DB dan PTM. Periode simpan berpengaruh nyata terhadap KcT, DB, IV, dan PTM. Interaksi perlakuan pematahan dormansi dengan periode simpan berpengaruh sangat nyata pada IV. Perlakuan pematahan dormansi terbaik pada benih cabai genotipe 307 dan C145x174 adalah dengan perlakuan P4.

Page 1 of 1 | Total Record : 10