cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dengan Berbagai Macam Bioaktivator dan Dosis Kaldu Sapi Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Jagung Pulut Ungu (Zea mays var. ceratina Kulesh). Isnin Kurnia Safitri; Fiana Podesta; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi; Ririn Harini
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6918

Abstract

Jagung adalah satu varietas jagung yang memepnyai kandungan antosianin tinggi, untuk itu perlu peningkatan dalam budidaya jagung pulut ungu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing dengan berbagai macam bioaktivator dan dosis kaldu sapi terhadap pertumbuhan serta hasil jagung pulut ungu (Zea mays var. ceratina Kulesh). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama kotoran kambing yang diperkaya bioaktivator (K) : K0 (dengan N, P, K standar), K1 (nasi basi), K2 (rumen sapi), K3 (ragi), sedangkan faktor kedua dosis kaldu sapi S0 (tanpa kaldu sapi), S1 (kaldu sapi dosis 100 ml), S2 (kaldu sapi dosis 150 ml),S3 (kaldu sapi dosis 200 ml) pada masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncans Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan pupuk kandang kambing dengan berbagai macam biokativator dapat menggantikan dosis pupuk N, P dan K standar pada tanaman kedelai.
Pengujian Sistem Tanam Legowo Terhadap Hasil Padi Gogo Ria Megasari; M. Darmawan; Rinaldi Sjahril; M. Riadi; Erse Drawana Pertiwi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5661

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Gorontalo sebagai kota pertanian, salah satunya adalah pengembangan padi gogo sebagai alternative pemenuhan pangan. Selain menggunakan varietas unggul perbaikan budidaya yang berupa system tanam juga perlu dicoba untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem tanam yang tepat dalam budidaya padi varietas ponelo di Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Desember 2019 hingga bulan April 2020 di Desa Iloheluma Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu : Jajar tegel sebagai kontrol (P0), Jajar legowo (2:1) (P1), Jajar legowo (3:1) (P2) dan Jajar Legowo (4:1) (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 Plot percobaan dengan ukuran bedengan 3 m x 4 m. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman,  jumlah anakan produktif, bobot 1000 butir. Bahawa sistem tanam jajar legowo 2:1 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif. Perlakuan sistem jajar legowo 2:1 memberikan pertumbuhan yang baik pada parameter tinggi dan jumlah anakan produktif  padi Ponelo.
Identifikasi Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L). dengan Menggunakan Perangkap Fluorense dan Perangkap Warna sebagai Teknik Pengendalian Hama Terpadu Syafrizal Hasibuan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5651

Abstract

Tanaman padi adalah bahan makanan pokok yang harus tersedia dan tidak dapat tergantikan.  Hama merupakan faktor pembatas produksi tanaman padi.  Ketertarikan semua serangga pada cahaya dan warna sebagai dasar penelitian ini dilaksanakan.  Adapun penelitian bertujuan untuk mengetahui respon cahaya Fluorense dan berbagai warna terhadap ketertarikan serangga hama tanaman Padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar IV Kec. Meranti, Kab. Asahan, dengan ketinggian tempat ± 15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Maret 2020.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yang diteliti. Faktor Flourence yang terdiri dari 4 taraf : F1 = Perangkap tanpa warna dan tanpa flourence, F2 = Perangkap tanpa warna dengan flourence, F3  = Perangkap warna tanpa flourence F4 = Perangkap warna dengan flourence dan Faktor warna W yang terdiri dari 4 taraf : W1 = Warna Merah.  W2 = Warna Kuning, W3 = Warna Hijau, W4 = Warna Biru.  Dari hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang memiliki flourense pada setiap jumlah populasi tertangkap pada perangkap ada lima ordo yang merupakan hama penting tanaman tanaman padi diperoleh dari ordo homoptera jenis wereng sebesar  25084,40   kemudian ordo lepidoptera jenis penggerek batang padi dengan gejala sundep dan beluk sebesar 16532,90  diikuti ordo  hemiptera, diptera serta  orthoptera.  Untuk perlakuan warna dapat dilihat pada perangkap yang memiliki warna cerah yaitu hijau, kuning, merah dan biru.
Hubungan Luas Daun, Diameter Batang dan Tinggi Tanaman Padi Karena Perbedaan Waktu Aplikasi Paclobutrazol (PBZ). Bambang Surya Adji Syahputra
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6914

Abstract

Walaupun produksi beras setiap tahun bertambah tetapi masih belum mencukupi kebutuhan para konsumen, khususnya di Indonesia. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan lahan yang sudah berubah fungsi tetapi masih bias digunakan untuk menanam padi, seperti lahan sawah yang beralih fungsi menjadi kebun sawit. Desain Penelitian ini adalah RPT (Rancangan Petak Terbagi), dimana Petak Utama (PU) adalah varietas (IR64 Ciherang), sedangkan Anak Petak (AP) yaitu saat pemberian PBZ (sebelum 7 hari, saat Inisiasi Malai dan 7 hari setelah inisiasi malai (IM)) serta 5 ulangan. larutan PBZ yang diberikan yaitu 400 mg/L dan dosis yang diberikan dengan standar merata kesemua permukaan daun. Pemberian pupuk yaitu, Phospat (TSP) dan Kalium (KCl) diberikan sebagai pupuk dasar, dan 3 kali pemberian untuk N (Urea). Organisme Pengganggu Tanaman (OPM), dan gulma dikelola dengan pemakaian racun kimia jika sudah mencapai ambang batas ekonomi. Parameter yang diamati adalah luas daun, tinggi tanaman dan diameter batang. Hasil riset menunjukkan bahwa tinggi tanaman yang paling rendah yaitu saat aplikasi seminggu sebelum IM, sedangkan diameter batang yang terbesar diperoleh pada pemberian tujuh hari sebelum IM juga, begitu juga dengan luas daun, dimana daun bendera yang terluas ditemukan pada aplikasi 7 hari setelah IM. Untuk ketiga parameter, tidak dijumpai interkasi antara perlakuan waktu aplikasi PBZ dengan varietas yang diuji. Kesimpulannya, dari 3 waktu aplikasi PBZ dapat dilihat bahwa pemberian yang terbaik adalah tujuh hari sebelum IM.
Efektivitas Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Putih (Zea mays L.) Yusnita Wahyuni Silitonga; Muhammad Nizar Hanafiah Nasution
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5657

Abstract

Jagung putih adalah jagung yang tidak memiliki pigmen karoten pada bagian endosperma. Pertumbuhan dan produksi jagung putih di Tapanuli Bagian Selatan cukup baik, sehingga dibutuhkan optimalisasi pertumbuhan dan produksi jagung putih dengan perlakuan pupuk. Salah satu pupuk yang aman digunakan adalah pupuk hayati seperti Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap pertumbuhan dan produksi jagung putih (Zea mays L) varietas Pulut URI. CMA diaplikasikan pada saat penanaman jagung dengan dosis 0 g, 5 g, 10 g, dan 15 g. Pengumpulan data dimulai sejak tanam hingga panen yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, waktu panen, panjang tongkol, berat tongkol, jumlah baris/tongkol, bobot 100 biji pipilan kering, Bobot biji pipilan kering/tongkol, bobot akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik perlakuan CMA pada jagung putih adalah 10 g.
Pemanfaatan POC Tandan Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) di Lahan Gambut. Yoyon Riono; Marlina Marlina
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6910

Abstract

Tandan kelapa sawit merupakan salah satu limbah yang banyak dijumpai di perkebunan kelapa sawit. Untuk mengurangi jumlahnya, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikannya sebagai pupuk organik. Pupuk yang dapat dibuat dari tandan kelapa diantaranya adalah Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat diaplikasikan pada tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) di lahan gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis POC tandan kelapa yang tepat dalam meningkatkan produksi jagung manis di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari (1) P0= (kontrol), (2) P1= 500 ml/l+perplot, penyemprotan 1 (15 HST), (3) P2= 750 ml/l+perplot, penyemprotan 2 (15, 30 HST). (4) P3= 1000 ml/l+perplot, penyemprotan 3 (15, 30, 40 HST). Dilaksanakan dua tahap, pertama analisis kandungan hara POC tandan kelapa di laboratorium Unri, dan tahap kedua adalah pengaplikasian POC tandan kelapa pada tanaman jagung manis. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat tongkol berkelobot, berat 100 biji, data hasil pengamatan dilanjutkan dengan uji tukey HSD pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian tahap 1 kandungan unsur hara POC tandan kelapa Pupuk Cair N-total 0,12%, P2O5 0,10%, K2O 0,15%, Ca 16,15 ppm, Mg 115,10 ppm, B 4,82 ppm, Cu 6,43 ppm Zn 6,35 ppm. Tahap 2 pertumbuhan dan produksi memperlihatkan pengaruh yang nyata pada semua parameter. Pemberian tandan kelapa 1000 ml/l merupakan hasil yang optimum terhadap pertumbuhan jagung manis
Karakteristik Kimia Biochar dari Beberapa Biomassa dan Metode Pirolisis Y Prasetiyo; Benny Hidayat; Bintang Sitorus
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5653

Abstract

Pemanfaatan biochar dalam pengelolaan lahan masih sangat jarang dilakukan dan kualitas biochar yang tergolong rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan memproduksi biochar dengan teknologi pirolisis yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biochar dari beberapa biomassa dengan beberapa metode pirolisis. Penelitian ini menggunakan teknologi pirolisis dengan metode manual, metode kiln, dan metode Retort. Penelitian dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, serta Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karbon tertinggi pada biochar jerami metode Retort sebesar 43.73%, pH tertinggi pada biochar jerami dan biochar kotoran sapi metode kiln masing masing sebesar 10,64 dan 10,56. Kandungan N tertinggi pada biochar kotoran sapi metode Retort sebesar 3,2%, Pospor pada biochar limbah kayu sebesar 0.46%, dan Kalium pada biochar jerami sapi metode kiln sebesar 6.4%.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Tahap Pre-Nursery dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok. Tengku Muhammad Sahiril Anhar; Rama R. Sitinjak; Edy Fachrial; Bayu Pratomo
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6915

Abstract

Kelapa sawit merupakan satu dari sekian banyak komoditas penyumbang terbesar bagi devisa negara. Pertumbuhan bibit kelapa sawit sangat ditentukan oleh ketersediaan unsur hara dengan pemanfaatan limbah organik seperti kulit pisang kepok dan urine domba. Hal tersebut akan mengurangi penggunaan pupuk kimia (anorganik) yang dapat menciptakan pertanian ramah lingkungan. Selain itu, berdasarkan refrensi yang penulis baca masih sangat jarang dijumpai penelitian mengenai pemanfaatan kulit pisang kepok menjadi pupuk organik cair terutama aplikasi pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di tahap Pre-Nursery setelah diberikan kulit pisang kepok sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktorial. Faktornya adalah POC kulit pisang kepok yang terdiri dengan 4 taraf yaitu: Kontrol (A0), 50 ml (A1), 150 ml (A2), 300 ml (A3). Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (analysis of variance) di lanjutkan Duncans Multiple Range Test dengan signifikan 5 %. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar akar dan berat kering akar tanaman. Berdasarkan hasil dari penelitian ini bahwa pengaplikasian pupuk organik cair kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata terhadap respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di tahap pre-nursery, namun bila berdasarkan data rataan, pengaplikasian 50 ml pupuk organik cair kulit pisang kepok mampu mendorong pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery.
Pematahan Dormansi Biji Sirsak dengan Berbagai Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Perendaman Giberelin Sri Utami; Syaiful Bahri Panjaitan; Yasin Musthofhah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5658

Abstract

Sirsak memiliki biji keras dan tebal sehingga sulit untuk berkecambah. Salah satu upaya untuk mempercepat perkecambahan dapat dilakukan dengan menggunakan asam keras, salah satu diantaranya adalah asam  sulfat yang dapat melunakkan permukaan kulit biji yang keras. Hormon tumbuh juga dapat digunakan untuk memecahkan dormansi pada benih, diantaranya adalah hormon Giberellin.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama perendaman Giberellin dalam mempercepat pematahan dormansi biji sirsak. Metoda penelitian yang digunakan adalah menanam benih sirsak masing-masing 25 biji sesuai perlakuan. Penelitian ini menggunakan delapan perlakuan yaitu D1, D2, D3, D4, D5, D6, D 7, dan D8.  Parameter diukur adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh.  Perlakuan konsentrasi asam sulfat 70%, 80% dan 90% dengan  dicelup ataupun direndam Giberellin memberikan potensi tumbuh maksimum  20%.  Konsentrasi asam sulfat 80% dan dicelup Giberellin (D4) meningkatkan daya berkecambah 46,67%, indeks vigor 20% , dan kecepatan tumbuh 7,01%.
Potensi Rizobakteri dalam Mengendalikan Hama Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Crambidae) Pada Tanaman Kubis. Indri Yanil Vajri; Trizelia Trizelia; Haliatur Rahma Haliatur Rahma
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6911

Abstract

Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama penting yang membatasi produksi tanaman kubis. Alternatif pengendalian dengan penggunaan mikrorganisme yang berpotensi menekan perkembangan hama ini diantaranya dengan memanfaatkan rizobakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang virulen terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari beberapa isolat rizobakteri diantaranya 3 isolat Bacillus thuringiensis (KJKB2, KJKB3 dan BAKB), Bacillus subtilis (KJTSB), 3 isolat Serratia marcescens (AR1, AR2 dan RK10), Stenotrophomonas maltophilia (LMTSA) serta kontrol negatif (Aquadest steril) dan kontrol positif (insektisida Sipermetrin). Uji Virulensi dilakukan dengan metode perendaman pakan dalam suspensi yang mengandung rizobakteri dengan kerapatan populasi 10? sel/ml. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva, persentase pembentukan pupa dan imago serta preferensi oviposisi. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat rizobakteri dapat mematikan larva C. pavonana dan mampu menghambat perkembangan biologi serangga tersebut. Bacillus thuringiensis KJKB3 menunjukkan hasil yang lebih baik dengan nilai mortalitas paling tinggi (64%) dan nilai LT?? yang paling pendek (6.31 hari). Semua perlakuan tidak berpengaruh terhadap preferensi oviposisi, namun perlakuan isolat S. marcescens mampu menurunkan jumlah telur yang diletakkan pada tanaman perlakuan.