cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 1 (2024): JUNE" : 15 Documents clear
USING COMMUNICATIVE BASED TEACHING MATERIALS THROUGH INSTAGRAM FOR INCREASING CREATIVITY AND SPEAKING SKILLS Febriani, Suci Ramadhanti; Widayanti, Rizka; Husna, Ilya; Yasmadi, Yasmadi; Guettaoui Bedra, Kddour
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i3

Abstract

Using social media and Instagram among students is necessary in the era of globalization. Instagram can be used as a medium for university students to learn Arabic. This research aimed to determine the effectiveness of using Instagram based on communicative teaching materials in the Basic Level Training program in Arabic language courses at the Language Center of UIN Imam Bonjol Padang. This study used a mixed method that described students' perceptions. The participants were 30 students in the Arabic Language Basic Level Training program. This study showed that the teaching materials used were based on a communicative approach and contextual themes by context-based situations of everyday life. The findings indicated there was a significant effect of using teaching materials on students' creativity and speaking skills. Moreover, using communicative-based teaching materials accelerated students' mastery of language creativity and improved speaking skills. This study recommends further research to use a wider sample. Abstrak: Penggunaan media sosial dan Instagram di kalangan pelajar merupakan hal yang diperlukan di era globalisasi. Instagram dapat digunakan sebagai media untuk pembelajaran bahasa Arab di universitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Instagram berbasis bahan ajar komunikatif dalam mengikuti program Pelatihan Tingkat Dasar pada mata kuliah bahasa Arab di Pusat Bahasa UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan mixed method yang menggambarkan persepsi siswa. Partisipannya adalah mahasiswa program Pelatihan Tingkat Dasar Bahasa Arab yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan didasarkan pada pendekatan komunikatif dan tema kontekstual berdasarkan konteks situasi kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan bahan ajar terhadap keterampilan kreatifitas dan berbicara siswa. Selain itu, penggunaan bahan ajar berbasis komunikatif dapat mempercepat penguasaan kreatifitas berbahasa siswa dan meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk menggunakan sampel yang lebih luas.
INVESTIGATING UNIVERSITY STUDENT’S ACCEPTANCE OF VIRTUAL AND REMOTE LABS IN THEIR LEARNING Nasution, Nanda Eska Anugrah; Rizka, Chairany
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i4

Abstract

With the advancement of information and technology, virtual and remote laboratories have become supplementary or extra tools for hands-on biology laboratories. In this study, we modified the technology acceptance model to incorporate three additional external variables derived from flow theory in predicting students' acceptance and use of virtual and remote laboratories. This research included 145 college students. These students used virtual and remote laboratories for at least three months. The learning subjects in this research are deoxyribonucleic acid extraction, polymerase chain reaction, gel electrophoresis, deoxyribonucleic acid microarray, and flow cytometry. Using SPSS 25.0, a multiple regression analysis was performed to test the structural model hypothesis. This study validated the association between the basic variables used in the technology acceptance model: perceived ease of use, perceived usefulness, attitudes toward using, behavioral intention, and actual use. There were no surprising discoveries for the technology acceptance model's primary variables. Concentration and perceived enjoyment in the flow theory variables have an extensive relationship with the technology acceptance model variables, perceived usefulness, and perceived ease of use. Meanwhile, one flow theory variable, time distortion, exhibits no significant relationship with perceived usefulness or ease of use. Abstrak: Laboratorium virtual dan jarak jauh menjadi tren yang dimanfaatkan sebagai alat bantu praktikum biologi. Kami memodifikasi model penerimaan teknologi dalam penelitian ini dengan memasukkan tiga variabel eksternal tambahan yang berasal dari teori flow dalam memprediksi bagaimana mahasiswa menerima dan menggunakan laboratorium virtual dan jarak jauh. Penelitian melibatkan 145 mahasiswa. Para mahasiswa ini telah menggunakan laboratorium virtual dan jarak jauh setidaknya tiga bulan. Materi pembelajaran penelitian ini adalah ekstraksi asam deoksiribonukleat (DNA), polymerase chain reaction (PCR), gel electrophoresis, deoxyribonucleic acid microarray, dan flow cytometry. Hubungan antara variabel dasar yang digunakan dalam technology acceptance model yaitu kemudahan penggunaan yang dirasakan (perceived ease of use), kebergunaan yang dirasakan (perceived usefulness), sikap (attitudes toward using), niat perilaku (behavioral intention), dan penggunaan sebenarnya (actual use) divalidasi dalam penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 25. Tidak ada penemuan mengejutkan untuk variabel utama technology acceptance model. Variabel konsentrasi (concentration) dan kesenangan yang dirasakan (perceived enjoyment) pada teori flow memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel technology acceptance model, kebergunaan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan. Sedangkan satu variabel teori flow, distorsi waktu (time distortion) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kebergunaan yang dirasakan atau kemudahan penggunaan yang dirasakan.
REVOLUTIONIZE THE POTENTIAL OF CHATGPT AS TEACHING MATERIAL TO ENGAGE STUDENTS IN LEARNING Rasjid, A. Ramli; Al Yakin, Ahmad; Muthmainnah, Muthmainnah; Zulfiqar Bin Tahir , Saidna; J. Obaid, Ahmed
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i1

Abstract

Since ChatGPT was released to the public, several students have used it for academic purposes. This study aimed to investigate the feasibility of implementing ChatGPT as teaching material to motivate students to learn. This study used a survey method through a questionnaire to obtain data. The respondents of this research were the students of the Engineering faculty at Makassar State University, consisting of 77 students. The instrument used was a questionnaire using the Likert scale. Data were analyzed using SPSS version 26. The findings of this study highlighted that most respondents believed that ChatGPT as teaching material impacted students’ motivation to learn Pancasila and citizenship education courses. The implications of this research are to motivate students to learn, and the lecturers should prepare their materials with the appropriate technology, design effective teaching models, and develop curricula and learning activities that can improve comprehensive understanding of the material being taught, the right learning resources, the right technology, and the right teaching instructions. Abstrak: Sejak ChatGPT dirilis ke publik, beberapa mahasiswa telah menggunakannya untuk keperluan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan penerapan ChatGPT sebagai bahan ajar untuk memotivasi siswa belajar. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui kuesioner untuk memperoleh data. Responden penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar yang berjumlah 77 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa ChatGPT sebagai bahan ajar berdampak pada motivasi siswa mempelajari mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memotivasi mahasiswa dalam belajar, dan dosen hendaknya menyiapkan materi dengan teknologi tepat guna, merancang model pengajaran yang efektif, dan mengembangkan kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman komprehensif terhadap materi yang diajarkan, sumber belajar yang tepat, teknologi yang tepat, dan instruksi pengajaran yang tepat.
A MODEL FOR INTEGRATING FORMAL AND NON-FORMAL EDUCATION IN INDONESIA: A CASE STUDY OF CROSS-SECTOR AND THIRD-PARTY SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Rahman, Moh. Rifqi; Fuad, Ah. Zakki; Zuhri, Achmad Muhibin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i5

Abstract

This research expands upon existing theories proposed by Zaniyati and Fathurrohman concerning educational policy integration models, examining the challenge of educational institutional dualism arising from the enactment of Law Number 20 of 2003 in Indonesia. Despite this challenge, the emergence of regional regulations aimed at integrating Islamic non-formal educational institutions (diniyah takmiliyah) with formal educational institutions presents a unique opportunity for study. This research investigates and refines the integration model between diniyah takmiliyah and formal education, specifically within the East Java Province regions of Sumenep and Pasuruan. Then, utilizing a case study methodology embedded within a political research framework, this research draws upon institutional and actor-based approaches to analyze data collected through document analysis and in-depth interviews. Data analysis adheres to the rigorous methods proposed by Miles et al., encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing stages. Findings reveal that the integration model between diniyah takmiliyah and formal educational institutions manifests as a synergistic single/cross-sector and third-party supply management model. This research contributes to the scholarly discourse by proposing the investigation of the effectiveness and a factorial analysis of these two integration models for future research endeavors. Abstrak: Penelitian ini mendalami dan mengembangkan dua teori yang dikemukakan oleh Zaniyati dan Fathurrohman mengenai model integrasi kebijakan pendidikan. Landasan penelitian ini adalah tantangan dualisme kelembagaan pendidikan yang muncul sebagai dampak dari diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Meskipun demikian, tantangan dualisme ini mendorong lahirnya beberapa peraturan daerah yang berupaya mengintegrasikan lembaga pendidikan diniyah takmiliyah (pendidikan keislaman non-formal) dengan lembaga pendidikan umum (formal). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memperluas model integrasi antara pendidikan diniyah takmiliyah dengan pendidikan formal di Indonesia, dengan fokus pada dua wilayah di Provinsi Jawa Timur, yaitu Sumenep dan Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka penelitian politik yang mengacu pada pendekatan kelembagaan dan aktor. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam. Analisis data mengacu pada metode yang diusulkan oleh Miles dkk., meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi antara lembaga pendidikan diniyah takmiliyah dengan lembaga pendidikan formal mengadopsi bentuk model integrasi sinergi single/cross-sector dan third-party supply management. Penelitian ini juga merekomendasikan pengujian efektivitas dan analisis faktorial terhadap kedua model integrasi tersebut untuk penelitian lebih lanjut.
INTEGRATING NEUROSCIENCE AND ISLAMIC EDUCATION TO PROMOTE CHILD-FRIENDLY SCHOOLS: A CASE STUDY OF ELEMENTARY SCHOOLS IN YOGYAKARTA CITY Widodo, Hendro; Jailani, Mohammad; Hidayat, Panji
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i10

Abstract

This research focuses on presenting a model for developing Child-Friendly Schools (SRA) in Yogyakarta's primary schools by combining principles from neuroscience and Islamic education. Employing a qualitative descriptive approach, the study engages school principals, teachers, and students as research subjects. Data collection entails observations, interviews, and documentation, with data validity ensured through source and technique triangulation. Analysis follows Miles Huberman's Interactive Model, encompassing data reduction, presentation, and conclusion/verification. The study reveals that SD Negeri Giwangan and SD Negeri Ngupasan effectively implement child-friendly school practices according to Yogyakarta Mayor's Decree No. 434 of 2016. These schools prioritize six essential indicators: 1) SRA Policy, 2) Curriculum implementation, 3) Training of educators and staff in children's rights, 4) SRA facilities and infrastructure, 5) Fostering child participation, and 6) Encouraging parent involvement. The incorporation of neuroscience insights and Islamic education principles has notable positive implications. This approach contributes to shaping students' behavior to become both well-behaved and child-friendly. Moreover, it facilitates the creation of an enjoyable learning environment and nurtures students' imaginative capabilities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA) berbasis neurosains dan pendidikan Islam di SD Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek Penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan Triangulasi sumber dan teknik. Analisis Data menggunakan Model Interaktif Miles Huberman mencakup reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah SD Negeri Giwangan dan SD Negeri Ngupasan menerapkan sekolah ramah anak berdasarkan Surat Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 434 Tahun 2016. Kedua sekolah tersebut menerapkan 6 (enam) indikator Sekolah ramah anak yaitu 1) Kebijakan SRA, 2). Pelaksanaan kurikulum, 3). Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak, 4). Sarana dan prasarana SRA, 5). Partisipasi anak, dan 6). Partisipasi orang tua. Implikasi dari neurosains dan pendidikan Islam membantu peran siswa berlaku baik dan ramah anak. Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang menyenangkan dan menumbuhkan sikap imajinasi kreatif siswa.
TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE TO DEAF AND HARD-OF-HEARING STUDENTS IN INDONESIAN CONTEXTS Adnyani, Ni Luh Putu Sri; Wisudariani, Ni Made Rai; Menggo, Sebastianus; Dewi, Kadek Sintya; Wiraningsih, Putu; Xuan, Zhao
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i2

Abstract

Due to linguistic difficulties, students with hearing impairments face unique challenges when studying English as a foreign language (EFL). This study examined how hearing-impaired junior high school students in Indonesia were taught and the barriers faced by teachers when teaching students in English. The study employed a descriptive qualitative methodology involving nine teachers from schools for special needs education in Bali. This study applies multiple techniques, including questionnaire distribution, interviews, observations, and document analysis. The study shows the absence of teachers’ prior experience in developing curriculum and syllabus. Other main issues were related to teachers’ and students’ lack of sign language understanding, lack of learning materials, and students’ learning characteristics. The teachers primarily used grammar-translation methods and applied ineffective classroom management. By these findings, policymakers need to review the English curriculum, provide special training for teachers, and design the classroom to satisfy the unique learning needs of the students. Abstrak: Keterbatasan linguistik menyebabkan siswa dengan gangguan pendengaran menghadapi tantangan ketika belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Penelitian ini menganalisis pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa tuna rungu pada tingkat SMP serta hambatan yang dihadapi guru ketika mengajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan sembilan guru dari sekolah luar biasa di Bali. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner, wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pengalaman guru dalam mengembangkan kurikulum dan silabus untuk pengajaran bahasa Inggris bagi siswa tuna rungu. Masalah lainnya terkait dengan terbatasnya pengetahuan bahasa isyarat oleh guru maupun siswa, ketersediaan materi pembelajaran yang kurang, dan karakteristik belajar siswa yang unik. Guru umumnya menggunakan metode penerjemahan dan penerapan manajemen kelas yang kurang efektif. Sejalan dengan temuan tersebut, pembuat kebijakan perlu meninjau kembali kurikulum bahasa Inggris, memberikan pelatihan untuk guru, serta merancang ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan khusus bagi siswa tuna rungu.
EMPATHY AND TOLERANCE CULTIVATION IN PRIMARY STUDENTS THROUGH LOCAL CONTEXT-BASED SOCIAL SCIENCE LESSONS Aramudin, Aramudin; Susanti, R. Hariyani
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i12

Abstract

This study delves into the problem of fostering empathy and tolerance among elementary students through local context-based social science lessons. It investigated how integrating local context into the curriculum affected the development of students' empathy and tolerance. This study used a mixed-methods approach. The instruments used to collect data were questionnaires, observation sheets, and interview guidelines. The research was conducted on SDN 1 Baubau in Buton. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. The study underscored teachers' pivotal role emphasizing culturally relevant and context-based pedagogical strategies. These findings highlighted the transformative potential of local context-based education in shaping students' social and emotional development. The study recommends a comprehensive curriculum reevaluation, prioritizing empathy and tolerance as crucial educational outcomes. This research provides concrete evidence of the positive impact of integrating local context, shaping a more empathetic and tolerant generation prepared for an interconnected world. Abstrak Penelitian ini membahas cara menumbuhkan empati dan toleransi di kalangan siswa sekolah dasar melalui pelajaran ilmu sosial yang berbasis konteks lokal. Penelitian ini meneliti cara memasukkan konteks lokal ke dalam kurikulum dapat mempengaruhi perkembangan empati dan toleransi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Penelitian dilakukan di SDN 1 Baubau di Buton. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menekankan peran penting guru dalam menggunakan strategi pengajaran yang relevan dengan budaya dan berbasis konteks lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis konteks lokal memiliki potensi besar dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional siswa. Studi ini merekomendasikan evaluasi ulang kurikulum secara menyeluruh, dengan menekankan pentingnya empati dan toleransi sebagai hasil pendidikan yang utama. Penelitian ini memberikan bukti konkret bahwa integrasi konteks lokal dapat berdampak positif, membantu membentuk generasi yang lebih empatik dan toleran yang siap menghadapi dunia yang memiliki interkoneksi.
AN EXAMINATION OF INTEGRATIVE ISLAMIC EDUCATION AT SMP INTEGRAL HIDAYATULLAH KENDARI Basri, Hasan; DM, Herman; Ilham, Ilham; Saleh, Muhammad
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i8

Abstract

The integrative curriculum plays a crucial role in fostering a holistic learning experience by amalgamating general knowledge with religious values. This research constitutes a case study of the integrative curriculum framework at Hidayatullah Kendari Integral Junior High School, aiming to elucidate the curriculum content, presentation methodologies, and pedagogical strategies employed by teachers to incorporate religious elements into educational materials and activities. Data were collected through document analysis, observations, and interviews with school administrators and teachers. The data analysis procedure involved verifying and categorizing the data, presenting it in accordance with the research questions, conducting a comprehensive analysis using curriculum integration theory and prior research findings, and drawing conclusions. The findings reveal that the school's curriculum, grounded in Qur'anic principles, continues to incorporate the government curriculum as its core, augmented by local content and religious development. The integration of religion into the educational process employs a connected model, utilizing pedagogical methods that align with Islamic educational principles, thereby enabling students to contextualize the acquired knowledge within a religious framework. The implications of this study suggest that teachers must enhance their religious knowledge in tandem with their subject matter expertise. Furthermore, religious educators provide additional religious instruction beyond regular school hours, necessitating students' residency in the school dormitory. Abstrak: Kurikulum integratif memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang holistik dengan menggabungkan ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap format kurikulum integratif di SMP Integral Hidayatullah Kendari, dengan tujuan mendeskripsikan format muatan kurikulum, metode penyajian, dan teknik yang digunakan oleh guru dalam mengintegrasikan agama ke dalam materi dan kegiatan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru. Proses analisis data melibatkan verifikasi dan sortir data, penyajian data sesuai dengan pertanyaan penelitian, pendalaman menggunakan teori integrasi kurikulum serta temuan penelitian sebelumnya, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa format kurikulum di sekolah ini berbasis pada al-Qur’an dengan tetap mengadopsi kurikulum pemerintah sebagai kurikulum inti, yang dilengkapi dengan muatan lokal dan pengembangan keagamaan. Integrasi agama dalam pembelajaran menggunakan model connected, di mana metode-metode pengajaran diintegrasikan dengan metode-metode pendidikan dalam Islam. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran membantu siswa memahami pengetahuan yang diajarkan secara kontekstual berdasarkan ajaran agama. Implikasinya, guru harus meningkatkan pengetahuan keagamaan mereka seiring dengan peningkatan pengetahuan terhadap mata pelajaran. Guru agama juga memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, yang mengharuskan siswa untuk tinggal di asrama sekolah.
THE INFLUENCE OF QUALITY OF WORK LIFE AND ORGANIZATIONAL CULTURE ON LECTURERS' PROFESSIONAL COMMITMENT Anwar, Saiful; Utaminingsih, Sri; C. Bien, Jonna Karla; Nurlaili, Lili
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i13

Abstract

The variation in lecturers' commitment is the central issue addressed in this research. Based on the result of a preliminary study and data from the personal department. This fact is evidenced by the suboptimal performance of over 50% of permanent lecturers registered under the foundation fulfilling the three pillars of higher education. This study aims to analyze how the quality of work-life influences fluctuations in lecturers' professional commitment and how organizational culture also affects the level of commitment among tenure-track lecturers at Pamulang University. The quantitative research method uses data analysis through Structural Equation Modeling (SEM) and SITOREM analysis. The instruments used include questionnaires and expert judgment assessment sheets for SITOREM analysis. Upon data analysis, the following results were obtained: 1) the quality of work life significantly influences lecturers' professional commitment; 2) the organizational culture affects lecturers' professional commitment; 3) there is a simultaneous influence of both the quality of work life and organizational culture on lecturers' commitment to their profession. Based on the research findings, organizational culture, which constitutes a component of the organizational mechanism, exerts a direct influence on professional commitment, which is part of individual outcome theory, without necessitating passage through the variables encompassed within the individual mechanism. The implication of this study suggests that the professional commitment of lecturers can be further enhanced through the reinforcement of work-life quality and organizational culture. Abstrak: Bervariasinya komitmen dosen menjadi inti permasalahan dalam penelitian ini. Fakta ini dibuktikan berdasarkan studi pendahuluan dan data dari bagian kepegawaian bahwa lebih dari 50% dosen yang terdaftar sebagai dosen tetap yayasan belum optimal dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana kualitas kehidupan kerja memiliki pengaruh terhadap naik dan turunnya komitmen profesi dosen serta bagaimana budaya organisasi juga mempengaruhi tinggi rendahnya komitmen terhadap profesi dosen tetap yayasan di Universitas Pamulang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis data menggunakan SEM dan analisis SITOREM. Instrument yang digunakan adalah angket dan lembar penilaian expert judgment untuk analisis SITOREM. Setelah dilakukan analisis data maka diperoleh hasil sebagai berikut 1) kualitas kehidupan kerja memiliki pengaruh terhadap pada komitmen profesi dosen; 2) budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap komitmen profesi dosen; 3) terdapat pengaruh secara simultan kualitas kehidupan kerja dan budaya organisasi terhadap komitmen terhadap profesi dosen. Berdasarkan hasil penelitian, maka budaya organisasi yang merupakan bagian dari organizational mechanism memiliki pengaruh secara langsung terhadap komitmen profesi yang merupakan bagian dari teori individual outcome tanpa perlu melalui variabel yang tercakup pada individual mechanism. Implikasi pada penelitian ini dikemukakan bahwa komitmen profesi dosen dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kualitas kehidupan kerja dan budaya organisasi.
FROM ACADEMIC PROFICIENCY TO RELIGIOUS AFFILIATION: THE IMPACT OF SCHOOL ZONING POLICIES ON STUDENT DIVERSITY Hendrik, Herman; W. Nurrochsyam, Mikka; P. Putra, Romeyn; Murdiyaningrum, Yunita
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 1 (2024): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n1i9

Abstract

Zoning-based New Student Admission is a policy designed to allocate students to schools based on their area of residence. This policy aims to ensure equitable access to education and promote social diversity within the school environment. This paper investigates the impact of the zoning-based New Student Admission system on student diversity in schools. The school zoning policy has the potential to modify the levels and dimensions of student diversity. Schools are required to admit the largest quota of students through the zoning route, resulting in a student body that reflects the composition of the local community. This research is significant because previous studies have primarily focused on administrative and academic aspects. Employing a qualitative methodology, including online focus group discussions (FGDs) as a data collection technique, this study found that schools labeled as "excellent" or "prestigious," particularly those situated in urban centers, reported increased student diversity following the implementation of the school zoning policy. This shift in diversity encompasses not only academic ability but also economic background, ethnicity, regionality, and religion. The study recommends that schools and teachers enhance their capacity to manage student diversity as a consequence of the school zoning system. Abstrak: Penerimaan Peserta Didik Baru berbasis zonasi merupakan kebijakan yang diterapkan untuk mendistribusikan siswa ke sekolah-sekolah berdasarkan wilayah tempat tinggal mereka. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan dan mendorong keberagaman sosial di lingkungan sekolah. Artikel ini mengkaji dampak dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru berbasis zonasi terhadap keragaman siswa di sekolah. Kebijakan zonasi sekolah memberikan peluang untuk mengubah tingkat dan aspek keragaman siswa. Hal ini disebabkan oleh mandat bagi sekolah untuk menerima siswa dengan kuota terbesar dari jalur zonasi, yang berarti komposisi siswa akan mencerminkan komposisi masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah. Penelitian ini penting karena penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada aspek administratif dan akademis. Berdasarkan studi kualitatif yang menggunakan FGD daring sebagai teknik pengumpulan data, studi ini menemukan bahwa sekolah-sekolah yang dilabeli sebagai sekolah unggulan atau favorit dan berlokasi di tengah kota umumnya mengalami peningkatan keberagaman siswa setelah penerapan kebijakan zonasi sekolah. Perubahan keberagaman tersebut tidak hanya terjadi dalam hal kemampuan akademik, tetapi juga dalam hal latar belakang ekonomi, etnisitas atau kedaerahan, dan agama. Rekomendasi dari studi ini adalah bahwa sekolah dan guru perlu meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola keragaman siswa sebagai konsekuensi dari adanya sistem zonasi sekolah.

Page 1 of 2 | Total Record : 15