cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
PEMBINAAN APARATUR PEGAWAI NEGERI SIPIL MENUJU APARATUR PEMERINTAH RELIGIUS DI KOTA PALOPO Baso Sulaiman
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i3.6536

Abstract

Artikel ini berjudul "Pembinaan Aparatur Pegawai Negeri Sipil Menuju Aparatur Pemerintah Religius di Kota Palopo", mengedepankan pokok permasalahan yaitu; Bagaimana pembinaan aparatur Pegawai Negeri Sipil menuju aparatur pemerintah religius di Kota Palopo? Tujuan penelitian untuk: 1) Mendeskripsikan kebijakan pemerintah Kota Palopo dalam pembitlaan keagamaan pada aparatur pegawai negeri sipil, 2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan keagamaan aparatur pegawai negeri sipil di Kota Palopo, 3) Mengetahui bentuk pembinaan keagamaan bagi pegawai negeri sipil sebagai upaya solutif menuju aparatur pemerintah yang religius di Kota Palopo, dan 4) Mengetahui perilaku keagamaan pegawai negeri sipil di Kota Palopo dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan fakta atau gejala apa adanya dengan cara mengumpulkan informasi menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Untuk mengumpulkan data di lapangan digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumetasi. Sumber data penelitian adalah pimpinan dan staf SKPD PNS di Kota Palopo. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dalam bentuk perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, dan member chek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kebijakan pemerintah Kota Palopo dalam pembinaan keagamaan aparatur pegawai negeri sipil berpedoman pada PP RI No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, kemudian ditindak lanjuti dengan SE. Walikota Palopo No. 450/93/Kesra/VH/2013 tanggal 09 Juli 2013 tentang Diklat Mental Spiritual bagi aparatur PNS Kota Palopo, SE. Walikota No. 450/94/Kesra/VIJ/2013 tentang Shalat Berjama'ah, dan Zikir Bersama bagi Aparatur PNS Setiap Malam Jum'at, dengan kebijakan ini dapat diwujudkan aparatur pemerintah yang religius; 2) Faktor pendukung pembinaan keagamaan bagi aparatur PNS menuju aparat pemerintah yang religius adalah a) faktor filosofis, sosiologis, yuridis, b) Kualitas sumber daya manusia, c) Dukungan lembaga keagamaan dan perguruan tinggi. Sedangkan faktor penghambat adalah a) Promosi jabatan atau kenaikan pangkat aparat belum   dikaitkan dengan kualitas keagamaannya, b) Keteladan para pejabat/elit birokrasi dalam hal keberagamaan tampak rendah, c) Dukungan dana APBD sangat kecil, d) Terjadinya pergeseran nilai dalam masyarakat, dan e) Kurikulum diklat PNS belum memasukan materi keagamaan, moral, dan etika; 3) Bentuk pembinaan keagamaaii bag! aparatur PNS sekaligus sebagai upaya solutif mengatasi hambatannya yaitu: pesantren kilat, pesantren ramadhan, zikir bersama aparat PNS, pembinaan shalat berjamaah dhuhur dan ashar setiap hari kerja pada SKPD masing-masing, dan pembinaan jiwa sosial melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah; 4) Perilaku keagamaan PNS di Kota Palopo dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan yaitu aparatur yang memiliki sifat kepeininipinaii sebagaimana kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw. yaitu fafanah, amanah, tablig, dan giddiq terintegrasi dengan kearifan lokal budaya Luwu yaitu: ada tongeng, lempu, getteng, sipakatau, sipakalebbi, sipakaraja, dan sipakainge sehingga aparatur Pegawai Negeri Sipil di Kota Palopo dalam melaksanakan tugas sesuai dengan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.
BENTUK DAKWAH DI FACEBOOK MENJELANG PILKADA DKI JAKARTA TAHUN 2017 Muh. Taufik Syam; Kamaluddin Tajibu; Usman Jasad; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.6782

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi mencoba melakukan studi kasus terhadap perang dakwah yang terjadi di media sosial, dalam hal ini yang terdapat di Facebook berdasarkan atas wacana, opini, berita-berita di situs online, video dan komentar dari beberapa akun yang terlibat dari perang dakwah ini yang terjadi sebelum pemilihan gubernur di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Meskipun pada akhirnya pada penelitian ini akan memunculkan sebuah fakta yang tidak hanya akan berdampak positif, tetapi juga akan memunculkan fakta negatif tentang proses dakwah hari ini yang terjadi di media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau naturalistik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosioligi komunikasi dalam bentuk studi kasus (case study) terhadap arena produksi kultural merujuk pada konsep, pendapat, pemikiran, dan komentar para da`i maupun masyarakat dalam bentuk tulisan, berita/ wacana, pesan gambar, status personal, komentar terhadap status seseorang dan video ceramah dan debat dakwah yang diunggah ke media sosial yang nantinya akan menggiring opini publik ke dalam ranah pembentukan mindset kecenderungan (disposisi) terhadap suatu otoritas (authority) yang sedang terjadi. Lokasi penelitian ini adalah media sosial terkhusus pada media sosial yang sering digunakan yaitu Facebook. Sumber data pada penelitian dari informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu para pengguna media sosial Facebook. Teknik pengumpulan data adalah observari, dokumentasi. Instrumen penelitian adalah pedoman observasi dan alat dokumentasi. Proses pengujian keabsahan data terdiri kredibilitas, transferbilatas, depenbilitas dan konfimabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah di media sosial pada masa Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 tidak terlepas dari bentuk dakwah secara umum yaitu da‘wah bil lisan, da‘wah bil qalam, dan da‘wah bil hal, yang teritegrasikan dengan bentuk dakwah siyasah yang terdiri dari siyasah khajiriyah, siyasah dakhiliyah dan siyasah tarbawiyah. Berdasarkan pada data penelitian, terdapat beberapa status dari para dai atau pun public figure yang dijadikan sebagai objek penelitian. Jumlah status dakwah di media sosial yang dijadikan sebagai data penelitian yaitu data yang bersumber dari Facebook sebanyak 59 data.
PERGOLAKAN ANTARA KEPENTINGAN DAKWAH DENGAN KEPENTINGAN POLITIK DALAM PERJUANGAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DI SULAWESI TENGGARA Iyatna Supriatna; Muliaty Amin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.6787

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang pergolakan antara kepentingan dakwah dengan kepentingan politik dalam perjuangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yaitu strategi dakwah PKS di kota Kendari, Kab.Muna dan Anggota legislatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, dakwah, komunikasi dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara peneliti dengan pengurus inti Partai Keadilan Sejahtera di Kota Kendari yakni ketua umum dan sekretaris umum, dan ketua bidang dakwah DPW Sulawesi Tenggara, sekretaris DPD PKS Kab.Muna dan anggota legislatif, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta dokumentasi mengenai pelatihan yang pernah diikuti oleh para kader. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan instrumen masing-masing sesuai metodenya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan Kepentingan dakwah dan politik dalam perjuangan PKS di Sulawesi Tenggara bukanlah menjadi persoalan yang berarti karena para kader terutama yang menjadi anggota legislatif ditingkat provinsi dan kota/kabupaten cukup dinamis dalam memerankannya. Terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam politik praktis, yakni mereka yang sudah teruji komitmen dan loyalitasnya terhadapa ajaran Islam. Dan tentu saja telah memiliki kredibitas yang tinggi bukan saja dalam pandangan internal partai akan tetapi dalam kehidupan masyarakat juga. Sebagaimana dalam konsep teori citra dai bahwa semakin tinggi kredibilitas seseorang maka semakin tinggi tingkat pemerimaan orang lain terhadapnya.
STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SMPN DI WATAMPONE Samsinar Samsinar
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i3.6537

Abstract

Terciptanya jalinan komunikasi yang harmonis menjadi indikator suatu aktivitas atau proses pembelajaran itu berjalan dengan baik. Proses pembelajaran dapat berhasil dengan baik, manakala seorang guru mampu mengubah diri dan kesadaran siswa untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperolehnya selama ia terlibat di dalam proses pembelajaran itu, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan dirinya. Jenis penelitian ini adalah eksplanatif. Penelitian ini disebut eksplanatif, karena login menggambarkan dan menjelaskan hubungan antar gejala atau antar fenomena atau variabel. Multiple intelligences atau disebut juga kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk diklasifikasikan menjadi tiga kecerdasan yang harus dikembangkan oleh manusia yaitu IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosional), dan SQ (kecerdasan spiritual). Strategi multiple intelligences dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone adalah suatu strategi pembelajaran yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone dengan memperhatikan keunikan pada diri siswa melalui berbagai potensi atau kecerdasan yang dimiliki siswa dan berbagai variasi cara belajar siswa. Implementasi strategi multiple intelligences dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN di Watampone terfokus pada strategi kecerdasan linguistik/verbal,logis-matematis, visual-spasiaL kinestetik/jasmaniah, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan spiritual.
BENTUK DAKWAH DI FACEBOOK Muhlis Muhlis; Usman Jasad; Abdul Halik
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6783

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang fenomena dakwah dan bentuk dakwah di media sosial, dalam hal ini facebook. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan objek penelitian pada media sosial terkhusus facebook dengan fokus penelitian meliputi aspek-aspek dakwah di media sosial yang terdiri dari dai dan bentuk dakwah. Pendekatan penelitian ini adalah studi fenomenologi Sumber data adalah dai, facebooker dan aktif berdakwah di facebook sebagai sumber data primer yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder berupa berbagai literatur seperti buku, majalah, karya ilmiah yang relevan dengan penelitian. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan jenis instrumen lain yang mencakup pedoman wawancara, pedoman observasi, dan alat dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu, sebagai berikut: a) Reduksi Data; b) Display atau Penyajian Data; dan c) Verifikasi atau kesimpulan Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomena dakwah melalui jejaring sosial facebook khususnya di Indonesia mengalami perkembangan. Hal ini ditandai dengan hadirnya para aktivis dakwah untuk memanfaatkan facebook sebagai sarana media dakwah Islam. Di mana semua pengguna facebook bisa melihat, belajar di facebook untuk menambah wawasan keilmuan dan informasi seputar dunia Islam. Pemanfaatan facebook sebagai media dakwah ini yang akan menjembatani kemajuan teknologi dengan proses dakwah, supaya masyarakat lebih mengenal syari’at dan tidak berargumen bahwa dakwah hanya dalam pengajian. Sebab eksistensi dari dakwah adalah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada hal yang munkar. Analisis peneliti terkait dengan penggunaan facebook sebagai media dakwah, yaitu pada aspek cara penggunaan facebook sebagai media dakwah, dapat diuraikan sebagai berikut: Pertama, dai yang menjadikan facebook sebagai media dakwah dengan cara mengunggah tulisan, gambar dan video di wall. Kedua, dai yang menjadikan facebook sebagai media dakwah dengan cara mengirim pesan berupa tulisan dan gambar ke inbox. Olehnya itu bentuk dakwah di facebook yang bisa dikembangkan yaitu pertama: dakwah bil al-qalam, kedua; dakwah melalui pesan gambar, ketiga dakwah melalui audiovisual dalam hal ini video.
PERAN KOMITE SEKOLAH SEBAGAI ADVISORY AGENCY DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 19 BONE Andi Asasi Syam; St. Syamsudduha; Muhammad Khalifah Mustamin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7087

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam implementasi manajemen berbasis sekolah di SMA Negeri 19 Bone. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 19 Bone, yang terletak di Desa Masago Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogik, sosiologis, dan manajerial. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, ketua komite, guru dan tenaga kependidikan sekolah, orang tua siswa dan masyarakat. Sedangkan data sekunder berupa dokumentasi penting menyangkut profil sekolah dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, cacatan lapangan, dan studi dokumentasi. Instrument yang digunakan oleh peneliti yaitu panduan observasi, pedoman wawancara, dan format catatan dokumentasi. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komite sekolah di SMA Negeri 19 Bone sebagai pemberi pertimbangan, berjalan sesuai dengan prosedur, dengan asumsi bahwa komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan di satuan pendidikan melibatkan semua unsur, baik dari unsur sekolah ataupun dari luar sekolah seperti orang tua siswa dan masyarakat. Karena dari pelibatan semua unsur komite sekolah, orang tua siswa dan masyarakat akan sangat penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
NILAI FALAH PADA KEARIFAN LOKAL DALAM PERDAGANGAN PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Budi Iswanto; Muslimin H. Kara; Amiruddin Amiruddin; Moh. Sabri AR
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7027

Abstract

The aim of this essay is to analyze the influence of falah value in culture and local wisdom trade of Sambas  in Malay Temajuk people. Then we will find a tremendous fact, that our culture and local wisdom has an falah value. Talking about culture, culture is something very important in a society, because culture is an identity. Culture makes a society different with the other society. In a society, culture has a value, but it different in every societies, because it is influence by society background. Temajuk culture is different with Arabic culture. Arabic culture influnce by desert, so they live in hard life, that is completely different with Temajuk life because they live in fertile area. Fertile area will create a tremendous culture, namely local wisdom. Local wisdom in a society could influenced by religion. In Temajuk, local wisdom was influenced by Islamic value. It happened, since Islam had becomed a majority that influenced every people in our society. Further, Temajuk had a local wisdom trade than it was combined with Islam, especially Islamic value. It made a trade culture has Falah value.
BENTUK-BENTUK TAKRĀR DALAM AL-QUR’AN MENURUT TINJAUAN BALAGAH (STUDI PADA JUZ AMMA) Amir Amir; M Rusydi Khalid; Sabaruddin Garancang; Amrah Kasim
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7060

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan mengenai ayat-ayat takrār d dalam Juz ‘Amma suatu  tinjauan  Bala>gah, dalam konteks bentuk-bentuk takrar. Penelitian ini dapat dikatagorikan ke dalam penelitian kepustakaan (libraryresearch). Sumber data primer mencakup buku-buku bala>gah, linguistik, mu’jam-mu’jam leksikal bahasa Arab yang diangap standar, kitab-kitab tafsir, dan bahan-bahan tertulis lainnya yang representatif yang ada relevansinya dengan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner dalam penelitian ini, mengingat bahwa ilmu balagah memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah sub disiplin ilmu kebahasaan, meliputi ilmu nahwu, s}arf, semantik, linguistik, tafsir, dan sebagainya. Sedangkan pendekatan bala>gah dijadikan sebagai pedoman untuk melihat pola perubahan komunikasi dalam sebuah alur pembicaraan dan efek makna yang ditimbulkan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan tehnik-tehnik survey kepustakaan, studi literatur, membaca ayat-ayat al-Qur’an secara berulang-ulang, mencatat ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap takār dan letaknya dalam surah dan nomor ayat, dan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang ada pada Juz ‘Amma (Juz 30) yang mengalami perulangan (takrar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat dalam al-Qur’an yang mengalami perulangan (takrar) ternyata mengandung banyak bentuk takrar, Faedah takrar, makna takrar,  dan ide terpenting di dalamnya yang harus dipahami oleh manusia. Takrar pada dasarnya menunjukkan sebuah kata atau kelompok kata yang mendapat perulangan itu dianggap penting, karena merupakan fikiran inti yang harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur teks yang lain. Bentuk-bentuk takrar  yang banyak didapati dalam al-Qur’an adalah pada kisah-kisah.
BENTUK PENERAPAN DAKWAH PERSUASIF TERHADAP PEMBINAAN EKS PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI PANTI SOSIAL KARYA WANITA MATTIRODECENG KOTA MAKASSAR St Aisyah BM; Muliaty Amin; Abd. Rasyid Masri; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.6992

Abstract

Tulisan ini fokus pada bentuk penerapan dakwah persuasif terhadap pembinaan eks pekerja seks komersial yang terdeskripsi pada dakwah fard}iyah yaitu; pembinaan tablig Islam (taujiyah dan tablig kitabah), pembinaan secara Irsyad Islam (bimbingan dakwah, penyuluhan Islam), tadbir Islam meliputi; manajemen (lembaganya), pembinaan takwim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tentang metode dakwah persuasif dalam bentuk dakwah fard}iyah terhadap pembinaan eks pekerja seks komersial di Panti Sosial Karya Wanita Mattirodeceng Kota Makassar. Pendekatan utama yang digunakan adalah pendekatan ilmu dakwah disertai pendekatan multidisipliner meliputi pendekatan sosiologis, pendekatan komunikasi, dan pendekatan psikologis. Sumber data  atau informannya 12 orang dengan rincian petugas atau pekerja sosial (Peksos) sebanyak 6 orang dan eks pekerja seks komersial sebanyak 6  orang. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan pedoman wawancara, matriks perencanaan penelitian, alat-alat dokumentasi, berupa alat perekam (voice recorder ), kamera serta alat tulis sebagai catatan dalam proses perekaman data di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teori Miles and Hubermen adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penerapan dakwah persuasif terhadap pembinaan eks pekerja seks komersial yaitu; a). penyampaian dakwah persuasif dalam bentuk pemberian bimbingan sosial; integritas diri dan materi dakwah, b). penyampaian dakwah persuasif dalam bentuk bimbingan lanjutan, c). penerapan dakwah persuasif  dalam bentuk fard}iyah;  pembinaan dalam bentuk tablig Islam, pembinaan dalam bentuk taujiyah, pembinaan dalam bentuk tablig khitabah, pembinaan dalam bentuk irsyad islam; kegiatan bimbingan dakwah, pembinaan dengan takwin; memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, memiliki kemampuan dalam melakukan bimbingan sosial, memiliki kemampuan dalam pemberian bimbingan keterampilan.
WUJUD IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM SIKLUS KEHIDUPAN PADA MASYARAKAT GORONTALO (STUDI PADA TRADISI PERNIKAHAN DAN TRADISI MOLONTALO (TUJUH BULANAN) Nurhayati Tine; Musafir Pabbabari; Susdiyanto Susdiyanto; Abd. Kadir Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7028

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang wujud implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo terkait dengan siklus kehidupan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Gorontalo, dan difokuskan pada adat-istiadat yang masih berlaku di Gorontalo. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, etnografi, sosio-edukatif, dan hukum Islam. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari individu-individu yang berkompeten dalam hal tradisi dan adat-istiadat masyarakat Gorontalo baik dari lingkungan akademisi, budayawan, tokoh adat, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat lainnya yang masih terlibat aktif dalam berbagai pelaksanaan ritus budaya di Gorontalo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu: (1) observasi partisipasi; (2) wawancara mendalam; dan (3) penggunaan dokumen. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) instrumen utama yaitu: peneliti sendiri (human instrument); pedoman observasi; dan pedoman wawancara. Analisa data dalam penelitian ini bersifat deskriptif (deskriptif analitis) dan analisis komparatif. Untuk menarik kesimpulan, data yang dihimpun diolah melalui proses reduksi, sajian data, dan verifikasi. Wujud implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo terkait dengan siklus kehidupan ditemukan pada beberapa makna edukatif yang diperoleh dari prosesi adat moponika/lenggota lo pohutu (pernikahan) dan molontalo (tujuh bulanan) Masing-masing dari prosesi yang terkait dengan siklus kehidupan tersebut memuat kearifan lokal berupa: 1) perlunya meninggalkan sifat-sifat tercela; 2) penyucian diri dari dosa lahir dan batin; 3) pentingnya menjaga kehalalan dari setiap harta yang dimiliki; 4) memperkuat pendirian, keimanan dan ketakwaan; 5) mempertahankan kesucian dan kehormatan diri; 6) kerendahan hati; 7) hidup hemat; 8) penataan diri mulai dari remaja sampai berumah tangga; 9) menjaga nama baik keluarga; 10) tidak meminta-minta; 11) keberkahan dan kebahagiaan hidup sebagai sasaran akhir; 12) penghargaan terhadap tamu dan kerabat; 13) serta pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan.

Page 10 of 36 | Total Record : 357