cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
SIMBOL MITOLOGI DALAM KARYA SASTRA TEKS AL-BARZANJI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PASAL 4) Mirnawati Mirnawati; Amrah Kasim; Abd. Rauf Aliah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7330

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pendekatan semiotika Roland Barthes terhadap karya sastra al-barzanji. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan linguistik dan semiotika. Adapun sumber data penelitian diperoleh langsung dari teks al-barzanji serta penelusuran berbagai literatur atau referensi. Data dikumpulan dengan memilih dari beberapa pasal dalam barzanji kemudian memilah dan menganalisis leksia per leksia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada 5 pasal tersebut, setiap pasalnya dimulai dengan kata وَلَمَّا yang penulis bedah menjadi 87 leksia. Selanjutnya penulis analisis teks tersebut dan mengkategorikan 16 leksia mengandung kode hermeneutika, 13 leksia tergolong kedalam kode gnomik/budaya, 33 leksia yang termasuk kode prioretik/aksi, 11 leksia terkandung kode semik/konotatif dan terakhir kode simbolik terdapat dalam 14 leksia yang ada pada teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan pembacaan semiotik Roland Barthes, bisa katakan bahwa Abu Ja’far Al-Barzanji menulis karya sastra ini tidak sekedar mengungkapkan kekagumannya terhadap Rasulullah saja saw., tapi juga mengisahkan secara tersirat budaya-budaya bangsa Arab khususnya di wilayah Makkah dan Negeri Syam. Simbol mitologi pada 5 pasal yang dikaji masih mengalami eksistensi hingga saat ini, meliputi: hakikat status yatim, Bani Najjar, juru kunci Ka’bah atau Bani Syaibah, usia Rasulullah saw. menginjak 4 tahun, Umur saat pernikahan Rasulullah saw., Umur ketika Nabi saw. diangkat menjadi Rasul Allah, simbol mitologi mimpi, serta Mahallul Qiyam disetiap pembacaan al-barzanji khusunya pada pasal 4, hingga saat ini masih tetap berlaku. Dan juga kata Atthir di setiap awal pasalnya, pada dasarnya kata ini termasuk kinayah yang bisa bermakna asli dan bisa juga tidak, namun jika dijabarkan bahwa keharuman bau harum yang disandarkan kepada Nabi saw. dalam bentuk rahmat. Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Al-Barzanji adalah sebuah karya sastra yang paling akrab ditelinga bisa dikaji melalui berbagai pisau pendekatan, baik dari balaghah, Ilmu Arudh, Semantik, Sintaksis, dan berbagai cabang disiplin ilmu kebahasaan dan kesusastraan yang lainnya. Hal tersebut bisa menjadi salah satu sudut pandang bagi kaum intelektual muda di tengah maraknya isu bid’ah dan haram terkait barzanji. 2) Isi teks dari barzanji bukan hanya tentang syair namun juga sirah Rasulullah serta gambaran kondisi budaya Arab saat itu, tentu hal ini bisa juga menjadi bahan perbandingan bagi penggelut sejarah keislaman maupun sirah Nabawiyah. 3) Dengan adanya penelitian ini kedepannya bisa memberi sumbangsih terhadap penelitian selanjutnya, khususnya penelitian dibidang semiotika, bahasa dan sastra. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih membutuhkan pengkajian yang lebih dalam maka dibutuhkan saran dan masukan yang membangun demi kebaikan penulisan ke depannya.
KONFLIK PERKAWINAN DI KABUPATEN SAMBAS Sri Harjanti; Muliaty Amin; Baharuddin Ali; Amrah Kasim
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7285

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang konflik perkawinan yang terjadi di Kabupaten Sambas. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reaseach) dengan sifat penelitian deskriptif-analitik. Tipe pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, pendekatan dakwah, sosiologi komunikasi dan resolusi konflik. Sumber data primer yaitu pihak Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama dan pasangan suami istri yang mengalami konflik perkawinan di Kabupaten Sambas. Sedangkan sumber data sekunder adalah berupa buku, arsip, dokumen, catatan-catatan yang berkenaan dengan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data meliputi kualitas instrumen dan pengumpulan data. Teknik pengolahan dan analisis data triangulasi, menggunakan bahan referensi, mengadakan member check. Data diuji keabsahan data dalam penelitian ditekankan pada uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konflik perkawinan dalam  rumah tangga di Kabupaten Sambas yaitu: faktor pertengkaran, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan faktor suami mabuk. Faktor pertengkaran dilatarbelakangi oleh tidak adanya kesepahaman suami dan isteri, suami pemakai oba-obat terlarang dan suka main judi. Kekerasan dalam rumah tangga berakibat penderitaan fisik maupn psikis. Bentuk kata-kata kasar dan jorok dari suami membuat isteri tersinggung,  dilecehkan, tertekan akibat perkataan dan sikap suami; Faktor ekonomi Ekonomi disebabkan tingkat pendapatan suami dibandingkan isteri, isteri tidak dapat mengatur pendapatan suami dengan bijak, ketidakjujuran isteri terhadap suami. Meninggalkan Pasangan, Selingkuh (wanita Idaman Lain/ Pria Idaman Lain) dan Poligami; Faktor  dihukum penjara, murtad dan kawin paksa.
KOMPETENSI GURU AKIDAH AKHLAK DI MAN 2 MODEL MAKASSAR Pahmuddin Pahmuddin; Arifuddin Siraj; Ilyas Ismail
Jurnal Diskursus Islam Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v3i3.7486

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kompetensi guru aqidah akhlak di MAN 2 Model Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Sifat penelitihan ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Model Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MAN 2 Model Makassar yaitu sebanyak 1150 orang. Dalam penelitian ini penulis mengambil 10% dari jumlah populasi yang ada yaitu sebanyak 120 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner dan dokumentasi. Dalam melakukan analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru aqidah akhlak di MAN 2 Model Makassar tergolong baik yaitu sebanyak 57 orang atau 47,5% responden menyatakan sangat baik, 59 orang atau 49,17% responden menyatakan baik, 4 orang atau 3,33 % menyatakan kurang baik dan tidak satu pun responden menyatakan tidak baik.
WUJUD KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA QAYS DALAM ROMAN “LAYLA MAJNUN” KARYA SYAIKH NIZAMI DAN DATU MUSENG DALAM ROMAN “DATU MUSENG DAN MAIPA DEAPATI” KARYA VERDY R. BASO Hardiyanti Zainuddin; Najmuddin H. Abd. Safa; Abd. Rauf Aliah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7381

Abstract

Tulisan ini membahas tentang wujud konflik batin tokoh utama yang terdapat dalam dua roman, yaitu Qays dalam roman “Layla Majnun” Karya Syaikh Nizami dan Datu Museng dalam roman “Datu Museng dan Maipa Deapati” Karya Verdy R. Baso. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data yang telah diteliti menggunakan pendekatan psikologi sastra yaitu psikoanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertentangan antara pilihan tidak sesuai dengan keinginan. Kedua tokoh utama tersebut memiliki keinginan untuk memiliki sang wanita, yaitu Layla untuk Qays dan Maipa Deapati untuk Datu Museng. Namun, terdapat kendala di antara keduanya. Qays yang dengan keadaannya (gila) sehingga orang tua Layla enggan untuk menerima dan merestui hubungan mereka. Selain itu, orang tua Layla juga tersinggung atas mahar yang dibawa oleh orang tua Qays yang menganggap bahwa dengan harta ia dapat dengan mudah mengambil Layla. Begitupula dengan Datu Museng yang ingin memiliki Maipa Deapati. Strata sosiallah yang menjadi penghalang ia untuk dapat menikahi dan memiliki Maipa Deapati. Keterpurukan dalam menghadapi permasalahan. Konflik batin Qays cukup kompleks dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Sedangkan konflik batin pada diri Datu Museng terletak pada kerinduannya terhadap Maipa Deapati yang mengakibatkan ia tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya. Harapan tidak sesuai kenyataan. Qays dengan harapan lamarannya diterima oleh ayah Layla melalui bantuan Naufal, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Berbeda dengan Datu Museng yang menginginkan kehidupan yang bahagia setelah berhasil mendapatkan restu dari orang tua Maipa lalu menikah. Harapan untuk hidup bahagia tersebut harus pupus sebab ia kalah dalam perang menghadapi Tomalompoa. yakni harapan untuk melamar kembali Layla dapat diterima oleh ayahnya tidak sesuai dengan kenyataan.
SISTEM REKRUTMEN KARYAWAN PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG BONE Arifin S; Muslimin H Kara; Amiruddin K; Moh. Sabri AR
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7300

Abstract

This artickel discusses the system of recruitment of an employee at PT Bank Syariah Mandiri Branch Bone. One of the activities that are important in the management of human resources is a recruitment of employees. If in terms of recruitment of insufficient surely will result in employees who are not qualified in accordance with the company's expectations. Subject matter in the study is how the system of recruitment, selection, and placement of an employee at PT Bank Syariah Mandiri Branch Bone. The purpose of this research is to know the system of recruitment of an employee at PT Bank Syariah Mandiri Branch Bone. This type of research is a qualitative descriptive study, methods of data collection consists of observation, interviews, and documentation, data processed with three stages namely reduction data, data verification and interpretation of the data by analysis approach sociological, and philosophical approach. The research found that the system 1) recruitment of employees at PT Bank Syariah Mandiri Branch Bone based on the analysis of the needs of employees, the recruitment process is carried out by means of: a) the preparation of the strategy of recruiting, b) search applicants-applicants, c) allowance for applicants-applicants that are not relevant or that don't match and the creation of groups of applicants. In the process of recruiting employees at PT Bank Syariah Mandiri Branch Bone yet it all fits with the theory that there is, especially in terms of employee experience more diutakan than the scientific background is concerned, have not put forward analysis feasibility and appropriateness with the Shariah-compliant management approaches include shiddi > q, ama > well, fat} a > well, and tabligh. 
PEMAHAMAN MASYARAKAT BUGIS BONE TERHADAP MAHAR TANAH DAN KEDUDUKANNYA DALAM PERKAWINAN Rusman Rusman; M. Thahir Maloko; Muh. Saleh Ridwan
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7097

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan pemahaman masyarakat Bugis Bone dalam perkawinan dengan mahar tanah. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemhaman masyarakat Bugis Bone terhadap mahar tanah dalam sebuah pernikahan. Lokasi penelitian ini di Kab. Bone Sulawesi Selatan. Sumber data diambil dari pengamatan atau observasi langsung terhadap tokoh masyarakat setempat yang dianggap memahami dan menjadikan sebidang tanah sebagai mahar dalam perkawinan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam bentuk peneliti sebagai instrumen utama, panduan observasi, panduan wawancara, dan cek list dokumen serta alat pendukung lainnya seperti kamera dan alat tulis. Teknik pengolahan data mulai pengumpulan data, reduksi data, mengatur data, dan memverifikasi data. Data dalam bentuk kuantitatif akan diolah terlebih dahulu dengan rumus prosentase agar dapat dideskripsikan, sementara data dalam bentuk kualitatif akan dideskripsikan. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Bugis Bone sudah sejak lama menjalankan tradisi dalam perkawinan yaitu menjadikan sebidang tanah sebagai mahar di dalamnya. Hal tersebut adalah merupakan upaya untuk melestarikan tradisi atau adat istiadat secara turun-temurun. Menjadikan sebidang tanah sebagai mahar dalam perkawinan adat Bugis Bone karena menganggap bahwa tanahla yang paling baik untuk dijadikansebagai mahar dibanding dengan jenis barang atau benda-benda lain. Bahkan ada unkapan yang menggambarkan kelebihan ini yaitu “na mauni siallakkuang tedong” artinya, meskipun ukuran luasnya hanya relatif sempit hanya seukurang dengan kubangan lumpur kerbau jika itu adalah tanah maka itulah yang terbaik. Disamping itu pula, tanah tersebut dipahami bahwa secara filosofis tanah merupakan sebagai sumber kehidupan. Di sisi lain adanya sifat khusu tanah yang padat dan mampu merekatkan dan menyatukan beberapa unsur yang berbeda di dalamnya diibaratkan dengan penyatuan dua jenis kelamin yang berbeda antara laki-laki dengan perempun dan adanya sifa-safat bawan yang tentunya juga berbeda antara satu dengan yang lainnya direkatkan dan dipersatukan dengan adanya rasa cinta dan kasih-sayang serta niat baik dan tulus untuk membangun rumah tangga.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN MATA PELAJARAN FIQIH PESERTA DIDIK KELAS VIIPADA MTs PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQAA BENTENG Humaerah Humaerah; Sulaiman Saat; Muhammad Yusuf, T
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7436

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap pemahaman mata pelajaran fiqih peserta didik kelas VII pada MTs Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqaa, Benteng kecamatan Baranti kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini didesain dengan metode penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTs Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqaa yang berjumlah 223 orang, dengan pengambilan sampel peserta didik hanya 30 orang dengan teknik stratified random sample (pengambilan sampel acak bertingkat). Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner(angket) dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriktif dan analisis  inferensial regresi ganda dengan bantuan SPSS versi 21.Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriktif bahwa penerapan pembelajaran jigsaw kelas VII MTs diperoleh nilai rata-rata 27.90 dengan standar deviasi 5,074, dan  skor tertinggi 36, serta  skor terendah 15 dan untuk pemahaman fiqih peserta didik  pada saat penerapan pembelajan jigsaw di kelas VII MTs diperoleh nilai rata-rata 78,63 dengan standar deviasi 0,490 dan nilai tertinggi 79 serta nilai terendah 78. Adapun hasil uji analisis korelasi hipotesis diperoleh sig= 0136 > a = 0,05, maka Ho diterima, artinya hipotesis tidak terbukti yaitu tidak terdapat pengaruh penerapan pembelajaran jigsaw terhadap pemahaman mata pelajaran fiqih peserta didik kelas VII MTs. pada MTs Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqaa Benteng kecamatan Baranti kabupaten Sidenreng Rappang.
PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI KAWASAN PERBATASAN NEGARA INDONESIA MALAYSIA DI SAMBAS Wulan Purnamasari; Muslimin H Kara; Moh. Sabri AR; Amiruddin K
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7364

Abstract

Tulisan ini mengurai tentang perkembangan pembangunan ekonomi kawasan perbatasan negara Indonesia Malaysia di Sambas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). pengumpulan data secara detail dengan menggunakan berbagai macam prosedur baik dengan observasi, wawancara, maupun dengan studi dokumentasi serta dalam waktu yang berkelanjutan. Adapun jenis studi yang dipakai yakni studi mengenai model pengembangan ekonomi kawasan perbatasan negara Indonesia Malaysia di Sambas perspektif ekonomi Islam. Untuk melihat strategi pengembangan kawasan perbatasan negara Indonesia Malaysia di Sambas, dalam penelitian ini dilakukan analisis mendalam terhadap kinerja Bagian Pengelolaan Perbatasan Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas. Kemudian akan dikembangkan kesimpulan sementara sebagai bahan dalam pengamatan selanjutnya. Sumber data primer adalah pihak expert/ ahli atau orang-orang yag terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan perbatasan negara di Kabupaten Sambas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis ekonomi Kabupaten Sambas menunjukkn bahwa pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan Indonesia Malaysia di Sambas yang sedemikian pesatnya hakikatnya belum mampu mensejahterakan masyarakat perbatasan itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan tipologi daerah menunjukkan bahwa Kabupaten Sambas adalah merupakan daerah relatif tertinggal (low growth and low income), yang memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat, dengan rata-rata kontribusi sektoral hanya 5,37 persen. Adapun yang menjadi sektor potensial di Kabupaten Sambas adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Sedangkan salah satu sektor berkembang yang harus diperhatikan adalah sektor  penyediaan akomodasi dan makan minum.
KONDISI DANA MBOJO (BIMA) PRA ISLAM DALAM TINJAUAN HISTORIS Saidin Hamzah; Ahmad M. Sewang; Syamzan Syukur
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.7294

Abstract

Tulisan mengurai kondisi dana Mbojo (bima) pra Islam dalam tinjauan historis. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan historis, antropologi dan sosiologi. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian juga menggunaka studi kepustakaan (library research) melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari BO’ Sangaji Kai, dokumen dan peninggalan lain yang otentik, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tesis. Adapun data yang telah diperoleh diolah dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah Bima telah mengalami berbagai macam bentuk pemerintahan sebelum kehadiran Islam yang diantaranya adalah masa Naka, masa Ncuhi dan masa kerajaan. Pada kurun waktu yang begitu lama masyarakat diselimuti oleh kepercayaan Makakamba, Makakimbi dan agama Hindu. Pada masa Naka taraf kehidupan masyarakat masih primitif, berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain dan senantiasa hidup berkelompok. Setelah posisi Naka diganti oleh Ncuhi taraf kehidupan terjadi banyak perubahan sampai berdirinya kerajaan Bima.  Daerah Bima dari dulu sampai sekarang memiliki dua nama yaitu Mbojo dan Bima. Sebutan untuk Mbojo sering dipergunakan ketika menyebutnya dalam bahasa lokal untuk masyarakat Bima itu sendiri. Sedangkan Bima merupakan nama bangsawan Jawa atau tokoh yang berasal dari luar yang mampu mendamaikan konflik internal Paran Ncuhi (kepala daerah) sehingga namanya diabadikan menjadi nama daera Bima. Dan dalam sejarahnya sebutan Mbojo itu merupakan panggilan Sang Bima untuk isterinya (Bojonya) kemudian diabadikan menjadi nama daerah Mbojo.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK PENERBANGAN TECHNO TERAPAN MAKASSAR Sudiran Sudiran; Syarifuddin Ondeng; Wahyuddin Naro
Jurnal Diskursus Islam Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v3i3.7498

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam untuk pembinaan akhlak peserta didik di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan teologis normatif, pendekatan pedagogis, pendekatan psikologis dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer adalah kepala sekolah, guru, Staff dan peserta didik. Sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen, profil sekolah, data tenaga kependidikan, data tenaga pendidik, dan unsur penunjang pendidikan lainnya. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini adalah penulis sendiri dan menyangkut instrumen tertentu seperti pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan reduksi data, display data, verifikasi data, editing data, dan tabulating data. Keabsahan data diuji dengan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam (Kegiatan Ikhrohist) di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar terbagi atas 3 bagian, yaitu kegiatan harian/mingguan, yang terdiri atas Shalat Dzuhur, Yasinan, Tadarus Al-Qur’an, Jum’at Bersih/BaktiSosial, Shalat Jum’at Berjama’ah, Seni Membaca al-Qur’an. Adapun kegiatan bulanan meliputi: infaq dan kajian Islami. Sedangkan kegiatan tahunan meliputi: peringatan hari-haribesar Islam, pesantren kilat dan ditutup dengan buka puasa bersama, serta kegiatan ekstrakurikuler terpadu yang dipusatkan didaerah desa belawa kabupaten sengkang dengan alokasi waktu 6 hari. Adapun peran pembina kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam (Ikhrohist) di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar, adalah membimbing, mengatur dan mengarahkan peserta didik kepada program kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam (Kegiatan Ikhrohist) yang bersifat membina akhlak peserta didik.