cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
PENGARUH PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMK PRATIDINA MAKASSAR Saenal Abidin
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.6775

Abstract

Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yakni dengan menentukan sampel dengan memilih peserta didik yang masuk penilaian sepuluh besar setiap kelas XII A, XII B, XII C, XII D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan nilai raport, pedoman observasi, angket, dan catatan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Analisis pengembangan indikator dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemanfaatan perpustakaan terhadap prestasi belajar peserta didik SMK Pratidina Makassar, dikembangkan untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan berpengaruh positif atau tidak terhadap prestasi belajar peserta didik. Hasil penghitungan besarnya koefisien atau volume awal adalah sebesar 28,680 bernilai positif. Sedangkan untuk peningkatan setiap pemanfaatan perpustakaan diperoleh nilai konstanta sebesar 0,703. Nilai prestasi belajar peserta didik melalui penghitungan rumus regresi linier sederhana sebesar 29,138 tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi pemanfaatan perpustakaan maka semakin tinggi peningkatan prestasi belajar peserta didik. Untuk mengetahui besarnya pengaruh pemanfaatan perpustakaan terhadap prestasi belajar, digunakan angka R square (angka korelasi yang dikuadratkan). Angka R square disebut juga Koefisien Diterminasi (KD) besarnya angka Koefisien Diterminasi dalam penghitungan di atas ialah sebesar 0,677 atau sama dengan 67,7%. Angka tersebut mempunyai arti bahwa besarnya pengaruh pemanfaatan perpustakaan terhadap prestasi belajar sebesar 67,7% sedangkan sisanya, yaitu 32,3% (100%-67,7%) di pengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan tabel interpretasi tingkat pengaruh yakni berada pada kategori cukup tinggi. Didasarkan pada hasil penghitungan diperoleh angka signifikansi sebesar 0,000. Angka 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linier antara variabel pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar. Oleh karena terdapat hubungan linier antara kedua variabel maka frekuensi pemanfaatan perpustakaan memengaruhi prestasi belajar peserta didik di SMK Pratidina Makassar.
SUMBER MIMPI DALAM PERSPEKTIF HADIS M. Yusuf Assagaf; M. Galib; M. Abduh Wahid
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 2 (2018): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i2.6788

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi tentang sumber mimpi dalam perspektif hadis Nabi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan hadis adalah metode takhrij yang meng-analisis (tahlili) kandungan hadis dengan menggunakan pendekatan Ilmu Hadis dan Ilmu Psikolog. Hasil penelitian ini menunjukkan mimpi adalah sebuah peristiwa yang terlihat ketika seseorang tertidur, di mana mimpi itu terkadang mengandung kebenaran dan terkadang pula hanya sekedar bunga tidur yang tidak terdapat unsur kebenaran di dalamnya. Sementara hadis al-ru’ya salasah terdapat 13 riwayat melalui 2 sahabat dari 7 Mukharij. Sanad dan matan hadis yang diteliti berkualitas sahih. Sanadnya dinilai sahih karena periwayatannya bersambung, periwayatnya ‘adil dan dabit, serta tidak ditemukan syaz dan ‘illah pada matannya. Meskipun matan hadis al-ru’ya salasah terdapat banyak perbedaan dalam periwayatannya karena mengalami penambahan (ziyadah), pengurangan (nuqsan), pemutar balikkan lafal (inqilab), perubahan (tagyir), dan sisipan (idraj), akan tetapi semua itu tidak merusak makna hadis sehingga terhindar dari ‘illah. Matan hadis al-ru’ya salasah juga selaras dengan al-Qur’an, hadis sahih, sejarah dan logika sehingga terhindar dari syaz. Secara teks mimpi terdapat 3 macam: yakni 1. Kabar gembira dari Allah, 2. Omongan diri sendiri dan 3. Kekhawatiran dari syaitan. Namun jika dilihat dari segi kandungan hadis al-ru’ya salasah, terdapat 3 kandungan yaitu 1. Sumber datangnya mimpi, 2. Materi mimpi dan 3. Adab-adab ketika bermimpi. Tulisan ini diharapkan menambah pemahaman kepada masyarakat bahwa mimpi bukanlah semata-mata sekedar bungan tidur, melainkan mimpi itu terkadang mengandung unsur kebenaran yang dapat berupa kabar gembira, petunjuk, peringatan dan sebagainya yang berasal dari Allah, dan terkadang pula mimpi itu hanyalah gangguan dari syaitan yang bertujuan untuk membuat seseorang khawatir, berseduh hati, takut bahkan sampai membuatnya sakit.
IMPLEMENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN AMBON : Tinjauan Pendidikan Islam Asani Asani
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i3.6538

Abstract

Artikel ini difokuskan pada pengkajian pelaksanaan contextual teaching and learning di Balai Diklat Keagamaan Ambon perspektif pendidikan Islam, dengan pokok permasalahan: bagaimana pelaksanaan CTL di Balai diklat keagamaan Ambon Perspektif Pendidikan Islam? Tujuannya adalah (1) mengungkapkan pelaksanaan CTL di Balai Diklat Keagamaan Ambon. (2) menguraikan berbagai faktor penghambat pelaksanaan CTL di Balai Diklat Keagamaan Ambon, (3) menemukan upaya mengatasi hambatan dan mengajukan solusi alternatif pelaksanaan CTL di Balai Diklat Keagamaan Ambon perspektif pendidikan Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan metodologi (fenomenologis dan grounded research) serta pendekatan studi/keilmuan (filosofis-teologis, psikologis serta manajerial) sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian: Pelaksanaan CTL di Balai Diklat Keagamaan Ambon belum maksimal terbukti bahwa 7 komponen utama CTL, yakni konstruktivisme, Inquiry, questioning, learning community modeling, reflection serta authentic assessment sebagai indikator pelaksanaan CTL dalam pembelajaran kelas belum dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh widyaiswara BDK Ambon. Hal ini disebabkan banyaknya. hambatan yang dihadapi oleh widyaiswara dalam melaksanakan dan mengembangkan CTL, balk hambatan internal widyaiswara maupun hambatan eksternal. Implikasi penelitian: pembelajaran dalam Diklat Keagamaan Ambon akan lebih bermakna, menyenangkan dan Islami serta sesuai konteks lingkungan peserta diklat apabila widyaiswara mengembangkan pembelajarannya dengan mengadopsi metode edutainment serta berbagai metode pembelajaran dalam pendidikan Islam dengan mempertimbangkan beberapa kearifan lokal Maluku dan Papua.
DAKWAH SIYASAH (Strategi Dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Perjuangan Aspirasi Umat Islam) Iyatna Supriatna; Muliaty Amin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6784

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang bagaimana dakwah siyasah sebagai strategi dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memperjuangakan aspirasi Islam di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yaitu strategi dakwah PKS di kota Kendari, Kab.Muna dan Anggota legislatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, dakwah, komunikasi dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara peneliti dengan pengurus inti Partai Keadilan Sejahtera di Kota Kendari yakni ketua umum dan sekretaris umum, dan ketua bidang dakwah DPW Sulawesi Tenggara, sekretaris DPD PKS Kab.Muna dan anggota legislatif, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta dokumentasi mengenai pelatihan yang pernah diikuti oleh para kader. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan instrumen masing-masing sesuai metodenya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan dakwah siyasah sebagai strategi dakwah yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara yakni dengan memadukan antara pola struktural dan kultural. Secara struktural PKS memperjuangkan regulasi atau kebijakan yang sesuai dengan ajaran Islam sedangkan secara kultural PKS melakukan pemberdayaan umat Islam melalui kelompok-kelompok tarbiyah yang intensif dan persuasif.
EKSISTENSI HUKUM WARIS ADAT DALAM MASYARAKAT MUSLIM DI KOTA GORONTALO DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Hamid Pongoliu; Usman Jafar; Mawardi Djalaluddin; Nur Taufiq Sanusi
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 2 (2018): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i2.6866

Abstract

Tulisan ini menguraikan tentang eksistensi hukum waris adat dalam masyarakat muslim di Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan bercorak deskriptif kualitatif, dianalisis dengan alur pikir prosedur deduktif yang bersumber dari data primer dan data sekunder dengan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu: pendekatan syar’i, yuridis, antropologis, sosiologis, historis, dan filosofis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukum waris adat yang eksis dalam masyarakat muslim di Kota Gorontalo pada awalnya berasal dari nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Namun dengan masuknya Islam dan menjadi agama seluruh masyarakat Gorontalo, hukum waris adat tersebut berubah menjadi Islami yang ditandai dengan hidupnya hukum Islam tercermin pada pelaksanaan hukum dalam masyarakat pada saat itu selalu mengacu pada tiga prinsip hukum adat Gorontalo, yaitu: (1) adati hula-hula’a to syara’a (hukum adat bertumpuk pada hukum syarak); (2) adati hula-hula’a to syara’a, syara’a hula-hula’a to adati (hukum adat bertumpuk pada hukum syarak dan hukum syarak bertumpuk pada hukum adat); (3) adati hula-hula’a to syara’a, syara’a hula-hula’a to Kitabi (hukum adat bertumpuk hukum syarak dan hukum syarak bertumpuk pada al-Qur’an dan hadis Nabi saw). Tiga macam prinsip ini merupakan pijakan masyarakat Gorontalo dalam menyelesaikan persoalan hukum, tetapi kemudian hal ini berubah disebabkan kebijakan politik hukum Belanda dengan teori hukumnya (teori resceptie in complexu dan teori receptie), berhasil mengeluarkan hukum adat dari pengaruh hukum Islam yang hingga sekarang masih dirasakan. Inilah sebabnya munculnya praktik pewarisan yang tidak sejalan dengan prinsip hukum Islam dalam masyarakat.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH KABUPATEN SIDRAP (Tinjauan Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Ali Rahim
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i3.6539

Abstract

Disertasi ini membahas tentang Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap (Tinjauan Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap, faktor pendukung dan penghambat peningkatan kualitas pendidikan serta solusinya dan bentuk strategi peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dan keilmuan. Pendekatan keilmuan meliputi: pendekatan pedagogis dan teologis normatif. Adapun sumber data penelitian adalah para Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Kurikulum, Wakil Kepala Madrasah Sarana Prasarana, dan guru Madrasah Aliyah di enam Madrasah Aliyah di Kabupaten Sidrap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Teknik pengolahan data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik analisis data meliputi induktif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam proses pembelajaran di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap berjalan dengan baik, namun sebagian guru tidak maksimal karena kondisi sarana yang kurang mendukung. Kedua, faktor pendukung dalam peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap yaitu faktor kurikulum yang paling dominan, kemudian faktor kompetensi guru dalam melaksanakan program pembelajaran, manajemen kepala madrasah, anggaran pendidikan, dan kerjasama madrasah dengan orang tua siswa/ masyarakat. Sedangkan faktor penghambat peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap adalah kurangnya sarana prasarana, masih adanya guru mengajarkan bidang studi tidak sesuai dengan kualifikasi akademiknya, dan kesejahtraan guru. Adapun solusinya adalah pihak madrasah harus mengalokasikan anggaran untuk sarana prasarana, mengadakan pelatihan guru bidang studi, memberdayakan MGMP serta pengawas harus memberikan bimbingan, dan membuka usaha sekolah. Ketiga, strategi peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap adalah peningkatan kualitas manajemen kurikulum dan program pengajaran, peningkatan kompetensi guru, peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan prestasi akademik siswa, terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelaksanaan tugas kepala madrasah, peningkatan kualitas ketakwaan kepada Allah swt. serta akhlak mulia, dan peningkatan manajemen hubungan madrasah dengan masyarakat. Implikasi penelitian ditujukan kepada para Kepala Madrasah dan jajarannya, orang tua siswa serta instansi terkait agar senantiasa lebih mengoptimalkan peran sertanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Kabupaten Sidrap.
EPISTEMOLOGI ISLAM DALAM FILSAFAT MUHAMMAD TAQI MISHBAH YAZDI Nurdin Nurdin; Muh. Sabri AR; Mustari Mustafa
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6785

Abstract

The article explored critically the Islamic epistemology thought of Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Muhammad Taqi Mishbah Yazdi was a religious leader and a contemporary philosopher as well who was able to present critical and creative philosophical ideas. He played an important role in creating conducive conditions to the continuation and development of Islamic philosophical discourse, and tried to harmonize between peripatetic philosophy of Ibn Sina, Suhrawardi illumination philosophy, and philosophy of Muta'alliyah Mulla Sadra Wisdom. He was also believed to be able to respond to the discourses of contemporary thought, including a number of modern to postmodern school of thought. Therefore, the philosophical views of Mishbah Yazdi Mohammad Taqi reflected a rationalist who was very brave to break the philosophical tradition of the previous philosophers whom he said had become a sort of postulate and sacred. According to Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, knowledge was divided into two parts: First, tasawwur was gained through the particular and universal concepts of knowledge. This universal concept was used to define an object. It was also as a critique towards empiricism, and that this concept was not derived from sense perception. Through tasawwur, it was gained the primary concept i.e. māhiyah concept, and secondary concepts consisting of philosophical and logical secondary concepts. By the secondary concept, humans could come to the independent since it was not derived from nature but from reason and action analysis comparison. The concept of causality for instance. Second, the knowledge of taṣdῑq (affirmation) was assessing the concept, meaning that taṣdῑq was related to a proposition, according to Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, the role and priority was reasonable in taṣdῑq, did not even need a sensory experience, for example: First, the analytical propositions that concept of the predicate was already included in the subject. Second, the badῑhῑ proposition did not require the sensory experience, although it required the senses in tasawwur or its conception. For instance: secondary badῑhῑ "the wall is white". Third, propositions obtained through hudlūrῑ science in mental nature, because this proposition was intuitive. Fourth, the knowledge that was the existence of the object was not directly referred to the subject, but the subject captured it through intermediaries that represented the object. The representation was named as form/ shurah or mental concept (mental concept/al-Mafhum al-dzihni). This knowledge was known as hushuli, the knowledge captured through conceptual intermediaries. 
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH UNGGULAN DI INDONESIA : Studi Kasus SMP Al-Azhar Palu Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Yusra Yusra
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i3.6535

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi Manajemen Sekolah Unggulan di Indonesia (Studi Kasus pada SMP Al-Azhar Palu). Yang menjadi tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen sekolah unggulan di Indonesia dengan mengambil lokasi penelitian pada suatu lembaga pendidikan Islam yaitu SMP Al-Azhar Palu dikaitkan dengan penerapan standar nasional pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan pedagogik, dan sosiologis, teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sumber data ditentukan secara purposive dan snowbal, yaitu kepala sekolah, guru-guru, peserta didik, orang tua peserta didik, dan pengurus komite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, implementasi manajemen pada sekolah unggulan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dapat disimpulkan bahwa peserta didik pada SMP Al-Azhar Palu sebagai sekolah unggulan outputnya terbukti mampu bersaing dengan lulusan sekolah negeri dan swasta yang lain, kepala sekolah dan para guru memiliki harapan untuk mempertahankan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar. Seluruh sumber daya guru dan tenaga administrasi yang tersedia tela dimanfaatkan secara maksimal. Dukungan orang tua/wali peserta didik yang memiliki ekonomi menengah keatas menjadi kekuatan utama dalam menyediakan sarana dan prasarana sekolah, tetapi menjadi ancaman serius bagi peserta didik yang orangtuanya mempunyai penghasilan rendah secara ekonomi meskipun anaknya memiliki prestasi akademik yang tinggi karena tidak mampu membayar biaya sekolah yang tinggi. Pemenuhan kebutuhan kurikulum yang sesuai kondisi setempat, kesungguhan dalam kegiatan proses belajar mengajar dengan menggunakan tenaga kependidikan yang profesional, ketersediaan sarana dan prasarana, melakukan pengelolaan pembiayaan secara maksimal akan menghasilkan kompetensi lulusan yang bermutu tinggi sehingga outputnya dapat bersaing dengan sekolah lain baik ditingkat nasional maupun secara internasional. Situasi sosial menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan cukup tinggi baik kepala sekolah, guru-guru, maupun tenaga administrasi dengan indikator: peserta didiknya rata-rata memiliki nilai prestasi yang amat baik, memiliki disiplin yang cukup tinggi, keluaran SMP Al-Azhar Palu 100 % dapat diterima di berbagai sekolah menengah atas, dan memiliki prestasi di tingkat nasional.
URGENSI KEPEMIMPINAN DALAM KITAB FI ZILAL AL-QUR’AN Ahmad Zabidi; Achmad Abubakar; Firdaus Firdaus; Kamaluddin Abu Nawas
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.6965

Abstract

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang urgen dalam tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Alquran berbicara tentang kepemimpinan diantaranya merujuk kepada kata khalifah. Kata khalifah di antaranya terdapat dalam QS al-Baqarah/2: 30 dan Sad/38: 26, kedua ayat tersebut menunjukkan tentang tujuan diciptakannya manusia dimuka bumi sebagai khalifah (pemimpin). Dalam konteks ini menunjukan eksistensi manusia sebagai wakil Allah di muka bumi sebagai khalifah atau pemimpin. Kata pemimpin dalam Alquran menggunakan istlah kata khalifah, maknanya menggantikan, meninggalkan, pengganti, atau pewaris. Secara terminologis, kata ini mengandung setidaknya dua makna ganda. Disatu pihak, khalifah diartikan sebagai kepala negara dalam pemerintah dan kerajaan Islam masa lalu, yang dalam konteks kerajaan pengertiannya sama dengan sultan. Urgensi kepemimpinan penting untuk dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, hal tersebut dikarenakan melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang senantiasa berbenturan dengan aturan atau norma dan hukum yang berlaku. Sehingga diperlukan suatu sikap toleransi dalam menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk persoalan memahami urgensi kepemimpinan.
TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL TERHADAP PEMBERIAN DISPENSASI NIKAH PADA PENGADILAN AGAMA MAROS Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi; Kurniati Kurniati; Nur Taufiq Sanusi
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 2 (2018): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i2.6786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam dan hukum nasional terhadap dispensasi nikah pada Pengadilan Agama Maros.  Jenis penelitian ini tergolong kualitatif lapangan (field research kualitatif) dan pendekatan penelitian yang digunakan; yuridis-empiris. Adapun sumber data penelitian ini adalah data primer yang diambil enam orang Hakim Pengadilan Agama Maros dan data skunder sebanyak tiga orang sebagai pendukung dalam penelitian ini, selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penulusuran referensi. Lalu, teknik pengolahan dan analisis data dilakukuan melalui empat tahap, yaitu; reduksi data, display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Perspektif hukum Islam, tidak adanya ketegasan nas dalam perkawinan di bawah umur, namun bukan berarti hukum Islam tidak mengatur lebih lanjut tentang batasan itu. Untuk menjembatani pernikahan di bawah umur ini yang terus berkembang, maka perlu sebuah usaha terus menerus dalam upaya menggali hukum Islam yang disebut dengan ijtihad. Sedangkan dalam hukum nasional mengatur umur ideal untuk menikah yakni 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Pernikahan di bawah umur, merupakan salah satu hak setiap orang dalam menentukan kehidupannya, namun perlu adanya pertimbangan-pertimbangan sebelum menentukan pilihan. Salah satu cara untuk menindak lanjuti pernikahan di bawah umur, Pengadilan Agama bukanlah satu-satunya alat dalam perkara ini karena peran yang lebih utama dalam memperhatikan dan menjaga adalah orang tua, keluarga, masyarakat dan beberapa badan hukum lainnya seperti: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPAI), dan sebagainya. Sehingga tujuan pernikahan untuk mewujudkan sakinah mawaddah warahmah tercapai dengan aman dan tentram.

Page 9 of 36 | Total Record : 357