cover
Contact Name
Arifa Chan
Contact Email
uppublikasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
uppublikasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 23561297     EISSN : 25287222     DOI : -
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar (JTIDP) published by Indonesian Center for Estate Crops Research and Development is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from area of agricultural science on industrial and beverage crops.
Arjuna Subject : -
Articles 407 Documents
Ekspresi Fenotipik Klon Kopi Robusta “Sidodadi” pada Tiga Ketinggian Tempat Enny Randriani; Dani Dani; Handi Supriadi; Syafaruddin Syafaruddin
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 3 (2016): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v3n3.2016.p151-158

Abstract

Kopi Robusta “Sidodadi” merupakan salah satu klon kopi Robusta hasil seleksi petani yang paling banyak dikembangkan di wilayah Bengkulu. Klon tersebut tersebar pada berbagai ketinggian tempat sehingga diduga terdapat keragaman ekspresi fenotipik sebagai akibat pengaruh perbedaan lingkungan tumbuh. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap ekspresi fenotipik kopi Robusta “Sidodadi”. Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi dengan ketinggian tempat berbeda di Provinsi Bengkulu: (1) 600 m dpl (Desa Sukarami, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Curup), (2) 900 m dpl (Desa Airsempiang, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kapahiang), dan (3) 1.200 m dpl (Desa Airles, Kecamatan Muara Kemumuh, Kabupaten Kapahiang), mulai Januari 2014 sampai Oktober 2015 dengan metode survei. Sebanyak 5 pohon ditentukan secara acak pada setiap unit percobaan dan masing-masing diulang 5 kali. Karakter fenotipik yang diamati meliputi morfologi vegetatif dan komponen hasil, kandungan kafein biji, dan mutu citarasa seduhan. Data morfologi vegetatif dan komponen hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji beda dua rata-rata t-Student pada taraf 5%. Sampel biji kopi yang digunakan sebanyak 500 g dengan kadar air 10%–10,9% yang diambil pada tiga ketinggian tempat. Hasil penelitian menunjukkan ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil kopi Robusta “Sidodadi”. Pada ketinggian 1.200 m dpl menghasilkan pertumbuhan vegetatif, generatif, dan komponen hasil kopi lebih baik, namun kandungan kafein lebih rendah, dibandingkan dengan ketinggian 600 dan 900 m dpl. Mutu citarasa terbaik dengan nilai skor 85,25 dihasilkan pada ketinggian 900 m dpl dengan karakter citarasa high body, long aftertaste, serta aroma dark chocolate dan caramelly.
Potensi Metabolit Sekunder Trichoderma spp. untuk Mengendalikan Penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) pada Bibit Kakao Rita Harni; Widi Amaria; Syafaruddin Syafaruddin; Anis Herliyati Mahsunah
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v4n2.2017.p57-66

Abstract

Trichoderma spp. is a beneficial microbe that produces bioactive molecules (secondary metabolites) containing antibiotics, enzymes, hormones, as well as toxins, which play an important role in plant diseases biocontrol. The research aimed to determine the potential of secondary metabolite Trichoderma spp. to control vascular streak dieback disease in cacao seedlings. The research was conducted in Plant Protection Laboratory of Indonesian Industrial and Beverage Crops Research Institute (IIBCRI) and farmers' garden in Balubus village, Lima Puluh Kota, West Sumatera, from April to August 2016. The research used a complete randomized design of 7 treatments using 5 replications, each treatment with 5 plants. The treatment was a secondary metabolite of T. virens LP1, T. hamatum LP2, T. amazonicum LP3, T. atroviride JB2, and T. viride PRD, control (no secondary metabolite), and chemical fungicide as comparison. The 3 months old cacao seedlings were treated with secondary metabolite of Trichoderma spp. by spraying the metabolite suspension throughout the leaf surface. The secondary metabolite applied once a week for 6 times. C. theobromae inoculation was conducted naturally by placing cacao seedlings under a cacao tree infected with VSD. Observations were incubation period, VSD intensity, and growth of cacao seedlings. The results showed that secondary metabolites potentially utilized for controlling VSD in cacao seedlings. The most potential secondary metabolites are T. amazonicum LP3 and T. virens LP1 with respective disease suppression up to 81.8% and 63.2% or higher than and equivalent chemical fungicide (63.6%), and can increase plants height, number of leaves, and girth diameter.
Keefektifan Bakteri Endofit untuk Mengendalikan Nematoda Parasit Meloidogyne Incognita pada Tanaman Lada Abdul Munif; Rita Harni
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 2, No 3 (2011): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of biological agents for controlling plant diseases was increased along with the hazards of pesticide use and awareness on the environmental friendly farming. The objective of this study was to determine the effect of endophytic bacteria on yellow diseases on pepper caused by plant parasitic nematodes Meloidogyne incognita. Endophytic bacteria that used in this study were isolated from roots of black pepper plants and some of selected endophytic bacteria collection from  Department of Plant Protection, IPB and Research Institute for Spice and Industrial Crops. The results showed that some endophytic bacteria are able to promote the growth of pepper seedlings and also reduce the root gall caused by Meloidogyne spp and juveniles of nematodes in the soil up to 90% and increase the  growth of pepper plants.
Mutu Fisik Biji dan Citarasa Kopi Arabika Hasil Fermentasi Mikrob Probiotik Asal Pencernaan Luwak Juniaty Towaha; Rubiyo Rubiyo
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v3n2.2016.p61-70

Abstract

Kopi luwak dihasilkan dari proses pencernaan biji kopi oleh mikrob yang berlangsung intensif dalam organ intestinum tenue (usus halus) dan caecum (usus buntu) luwak. Oleh karena itu, proses fermentasi biji kopi menggunakan mikrob probiotik yang diisolasi dari organ pencernaan hewan luwak diharapkan dapat menghasilkan produk kopi dengan citarasa dan aroma khas mirip kopi luwak. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh periode fermentasi terhadap mutu fisik biji dan profil citarasa kopi Arabika probiotik. Penelitian dilaksanakan di Desa Belanga dan Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, laboratorium BPTP Bali, laboratorium PPKKI Jember, dan laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor, mulai bulan Juni sampai Desember 2013. Fermentasi dilakukan dalam 2 tahap: (1) menggunakan mikrob probiotik yang diisolasi dari intestum tenue luwak dan (2) menggunakan mikrob probiotik yang diisolasi dari caecum luwak. Perlakuan disusun sebagai berikut: P1 = fermentasi tahap I dan II, masing-masing selama 4 hari, P2 = fermentasi tahap I dan II, masing-masing selama 5 hari, P3 = fermentasi tahap I dan II, masing-masing selama 6 hari, P4 = fermentasi tahap I dan II, masing-masing selama 7 hari, dan sebagai pembanding P5 = biji kopi luwak asli dari pembudidaya luwak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kopi Arabika probiotik mempunyai mutu fisik yang cukup baik dan sesuai dengan spesifikasi SNI 01-2907-2008. Mutu citarasa terbaik diperoleh pada 2 tahap fermentasi masing-masing selama 6 dan 7 hari dengan total skor 81,44 dan 80,91 sehingga dapat digolongkan sebagai kopi spesialti. Mutu tersebut lebih baik dibandingkan dengan kopi asli dari pembudidaya luwak.
Pengaruh Pupuk Majemuk NPK dan Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jarak Pagar IP3-P Kurnia Dewi Sasmita; Dibyo Pranowo
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 2, No 3 (2011): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatropha curcas was one of raw alternative material to produce bio fuel. Production of Jatropha require fertilizers in order to optimalize input usage. This research to determine dose of NPK (15:15:15) and fosfat fertilizers for growth and production of Jatropha curcas L provenan IP3-P. The research was conducted at Jatropa curcas main garden, Pakuwon, Sukabumi in March to December 2009. The design environment used Random Block Design (RBD)  arranged in factorial and repeated 3 replications. The first factor was dose of NPK fertilizers i.e : 0, 60, 120, 240, 360 g/tree/year, and comparator dose 40 g urea/tree/year, 110 g SP-36/tree/year, 30 g KCl/tree/year. Second factor was dose of P fertilizers i. e. : 0, 10, 17, 24 g P/tree/year. The result showed that 360 g NPK fertilizers/tree/years application significantly increases vegetative growth on number of branch and diameters of stem. The best dose of fosfat fertilizer for vegetative growth was 17 g/tree/year. Combination of NPK fertilizers with dose 240 g/tree/year and 17 g P fertilizer/tree/year increases significantly wight of fresh fruit and wight of dry fruit at 6 month of tree age.
Cover depan, Halaman Jurnal & Editor, Mitra Bebestari, Pengantar Redaksi, Halaman Abstrak, Daftar Isi JTIDP Vol 4 No 3 Board Editor
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover depan, Halaman Jurnal & Editor, Mitra Bebestari, Pengantar Redaksi, Halaman Abstrak, Daftar Isi JTIDP Vol 4 No 2 Board Editor
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman dan Kekerabatan Genetik Koleksi Plasma Nutfah Teh Berdasarkan Karakter Morfologi Daun dan Komponen Hasil Vitria Puspitasari Rahadi; Heri Syahrian Khomaeni; Liberty Chaidir; Budi Martono
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v3n2.2016.p103-108

Abstract

Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) merupakan tanaman menyerbuk silang dan memiliki sifat self incompatible. Upaya perakitan varietas unggul melalui persilangan buatan memerlukan informasi tingkat kekerabatan antar klon sebagai acuan dalam memilih tetua. Tujuan penelitian adalah mengetahui keragaman dan tingkat kekerabatan 49 aksesi koleksi plasma nutfah teh berdasarkan karakter morfologi daun dan komponen hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan di KP Pasir Sarongge, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai bulan April sampai November 2015. Karakter morfologi meliputi panjang dan lebar daun, luas daun, sudut daun, jumlah tulang daun, dan panjang ruas antara daun ke–1 dengan ke–2. Komponen hasil meliputi jumlah peko, bobot peko (p+3), jumlah pucuk burung, bobot pucuk burung (b+1), dan hasil. Data hasil pengamatan digunakan untuk analisis deskriptif dan unweighted pair group method with arithmetic average (UPGMA) dengan matriks kesamaan menggunakan software XL-STAT versi 2009 hingga menghasilkan dendrogram antar aksesi plasma nutfah teh. Hasil penelitian menunjukkan 49 klon koleksi plasma nutfah teh yang dievaluasi memiliki keragaman pada karakter hasil, luas daun, jumlah pucuk burung, dan jumlah peko dengan nilai koefisien keragaman 27,77%–51,83%. Hasil dendrogram terbagi ke dalam 4 kelompok. Kelompok I, 34 klon dengan karakteristik morfologi mendekati tipe sinensis, berdaun kecil, dan produktivitas rendah. Kelompok II terdiri dari 12 klon dengan karakteristik morfologi daun dan produktivitas tinggi mendekati tipe assamica. Kelompok III dan IV, masing-masing 1 klon bertipe assamica dengan ciri memiliki daun lebar. Tingkat kekerabatan paling jauh adalah antara kelompok I dengan II (55,59%), sedangkan paling dekat antara kelompok III dan IV (5,76%).
Pengaruh Pupuk Organik dan Arang Hayati terhadap Kualitas Media Pembibitan dan Pertumbuhan Bibit Kakao Kurnia Dewi Sasmita; Iswandi Anas; Syaiful Anwar; Sudirman Yahya; Gunawan Djajakirana
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v4n2.2017.p107-120

Abstract

Pemanfaatan tanah masam Ultisol untuk media pembibitan kakao dihadapkan pada kendala rendahnya tingkat kesuburan. Oleh karena itu, perlu penambahan amelioran agar kualitas kimia, fisika, dan biologi tanah menjadi lebih baik. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh pupuk organik kulit buah kakao dan arang hayati terhadap sifat kimia dan biologi tanah media pembibitan dan dampaknya terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanah dan Laboratorium Kesuburan Tanah, Institut Pertanian Bogor dan Kebun Percobaan Pakuwon, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi, mulai Juni 2014 sampai Februari 2015. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL) dengan susunan perlakuan faktorial tiga faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik (tanpa pupuk organik dan dengan pupuk organik 10%). Faktor kedua adalah jenis arang hayati (sekam padi dan kayu sengon). Faktor ketiga adalah dosis arang hayati (0%, 1%, 2%, 4%, dan 6% dari bobot media pembibitan). Pengamatan dilakukan terhadap sifat kimia dan biologi media pembibitan, serta pertumbuhan bibit kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik atau arang kayu sengon nyata meningkatkan C-organik dan nisbah C/N. Peningkatan dosis arang hayati atau pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pH, N total, dan respirasi mikrob, sedangkan tanpa pupuk organik dapat meningkatkan populasi jamur, tetapi tidak dapat meningkatkan bobot kering bibit. Kombinasi arang hayati dan pupuk organik memperbesar diameter batang dan bobot kering tajuk bibit kakao.
Analisis Agroekologi dan Kebutuhan Irigasi Suplemen Untuk Tanaman Kakao di Provinsi Lampung Bariot Hafif
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v4n1.2017.p1-12

Abstract

One of the factors that affect the productivity of cacao plants is water availability. Water deficit will negatively affect the development of cacao flowers and beans. Water stress is reported as one of the causes of low productivity on plantation crops in Lampung Province. The study was aimed to analyze the characteristics of agroecology and supplemental irrigation required for growth and production of cacao in Lampung. The research was carried out in the District of Pesawaran, Tanggamus, East Lampung, and South Lampung, Lampung Province, from 2012 to 2015. The study was conducted with the survey method and literature study for the collection of the primary and secondary data, related to the characteristics of the land agroecology. Geographically, the main cacao growing areas in this region is divided into two regions, western region consist of Pesawaran and Tanggamus District and east region comprise of East Lampung and South Lampung District. Based on agroecological zones, the planting of cacao in both regions is in accordance with the recommendations of land use. However, land suitability analysis showed that some of the agroecological characteristics of land becomes a limiting factor for the growth and production of cacao, including soil pH < 5.5, low cations exchange capacity (CEC) (< 16 cmol(+)/kg), air humidity > 75%, and in some areas there is an erosion hazard. Another obstacle is the water deficit that occurs during 140 days within 1 year of cacao growth cycle that occurred in July until mid-November. There are two factors that can be applied  to increase cacao productivity in Lampung province, i.e. (1)  an improvement of cacao cultivation technology that can address the characteristics of agroecology as a limiting factor of growth, and (2) an application of a supplemental irrigation technology to avoid cacao from water stress. The requirement of supplemental irrigation is 340.5 mm in western region and 209.7 mm in eastern region of Lampung.

Filter by Year

2011 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 3 (2016): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 3 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 4, No 3 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 4, No 2 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 4, No 2 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 4, No 1 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 4, No 1 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 3, No 3 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 3, No 3 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 3, No 2 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 3, No 2 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 3, No 1 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 3, No 1 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 2, No 3 (2011): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Vol 2, No 2 (2011): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri Vol 2, No 2 (2011): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri More Issue