cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) BERDASARKAN VARIASI KELAS LAYANAN (SERVICE CLASSES) PADA WIMAX 802.16D Muhamad Naufal; Wahyu Adi Priyono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPTV merupakan layanan televisi digital yang menggunakan metode arsitektur dan jaringan Internet Protocol melalui infrastruktur jaringan packet switched. WiMAX adalah teknologi telekomunikasi yang bertujuan untuk menyediakan akses data nirkabel jarak jauh. Kemampuan WiMAX menyalurkan data hingga kecepatan 100 Mbps dan cangkupan yang cukup luas hingga radius 50 Km. Lapisan MAC pada WiMAX membuat teknologi ini memiliki fleksibilitas dalam pengaturan QoS (Quality of Service) berupa kelas layanan atau service class, Standar WiMAX IEEE802.16d  memiliki empat kategori untuk QoS kelas layanan yang disediakan: (1) Unsolicited Grant Service (UGS), (2) Real-Time Service Polling (rtPS), (3) Non-Real Time Service Polling (nrtPS), dan (4) Best Effort (BE). Analisis performansi IPTV pada WiMAX ini dilakukan dengan melihat perubahan pada parameter QoS yang akan dianalisis yaitu delay, throughput, dan packet loss. Sehingga berdasarkan hasil pengukuran yang sudah didapatkan maka delay yang paling besar diberikan saat BE sedangkan delay yang paling kecil diberikan oleh UGS. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran yang sudah didapatkan maka packet loss yang paling besar diberikan saat BE sedangkan packet loss yang paling kecil diperoleh oleh UGS. Throughput yang paling besar diberikan saat rtPS, sedangkan throughput yang paling kecil diberikan oleh BE. Sehingga untuk layanan IPTV, UGS memiliki parameter terbaik.   Kata Kunci - WiMAX, IPTV, UGS, BE, rtPS, nrtPS, Delay, Packet Loss, Throughput
RESISTANSI PEMBUMIAN ELEKTRODA KERANGKA BALOK DENGAN MEMANFAATKAN ARANG SEKAM PADI Retno Puji Lestari; Moch. Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menguraikan penelitian tentang resistansi pembumian elektroda kerangka balok dengan memanfaatkan arang sekam padi. Penelitian bertujuan mendapatkan pengaruh ketinggian media, posisi elektroda dan penambahan kadar air. Pengukuran resistivitas tanah menggunakan metode empat titik, sedangkan resistansi pembumian menggunakan metode tiga titik. Objek uji dalam penelitian berupa elektroda berbentuk kerangka balok dengan 2 dimensi yang berbeda. Media untuk memperkecil nilai resistansi pembumian menggunakan arang sekam padi kondisi kering dan kondisi basah dengan kadar air 13,33 % dan 33,33 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai resistivitas sebesar 492,5 Ωm untuk tanah, 147,4 Ωm untuk arang kering Ωm, 23,4 Ωm untuk arang kadar air 13,33 % dan 18,3 Ωm dengan kadar air 33,33 %. Nilai resistansi pembumian menggunakan elektroda kubus pada kedalaman 110 cm dengan media sisipan 20 cm menghasilkan 288 Ω untuk tanah, 161 Ω untuk arang kering, 41 Ω untuk arang kadar air 16,66 % dan 12 Ω untuk arang kadar air 33,33 %. Semakin tinggi media arang sekam padi maka nilai resistansi pembumian semakin kecil. Nilai resistansi pembumian menggunakan elektroda balok  dengan  posisi secara horizontal menghasilkan 303 Ω untuk tanah, 171 Ω untuk arang kering, 48 Ω untuk arang kadar air 16,66 % dan 19 Ω untuk arang kadar air 33,33 %. Sedangkan nilai resistansi pembumian untuk posisi secara vertikal menghasilkan 351 Ω untuk tanah, 275 Ω untuk arang kering, 87 Ω untuk arang kadar air 16,66 % dan 38 Ω untuk kadar air 33,33 %. Posisi secara horizontal menggunakan elektroda balok dengan penambahan arang sekam padi dapat menurunkan nilai resistansi pembumian sebesar 13,67 % terhadap posisi secara vertikal. Dengan kadar air 16,66 % menurunkan nilai resistansi pembumian sebesar 74,53 % (dari 161 Ω menjadi 41 Ω) dan kadar air 33,33 % menurunkan nilai resistansi pembumian sebesar 92,54 % (dari 161 Ω menjadi 12 Ω). Semakin besar dimensi volume yang dibentuk oleh elektroda maka nilai resistansi pembumian semakin kecil. Kata kunci: sistem pembumian, elektroda, kerangka balok, arang sekam padi
PERBAIKAN RESISTANSI PENTANAHAN JENIS ELEKTRODA PLAT DENGAN MEMANFAATKAN ARANG SEKAM PADI Wiwin Wahyuni; Moch. Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang resistansi pentanahan elektroda plat dengan memanfaatkan arang sekam padi. Elektroda yang digunakan adalah elektroda pelat yang terdiri dari 2ukuran yang berbeda yang terbuat dari aluminium. Penelitian yang dilakukan meliputi penambahan ketinggian media tanah dan media arang sekam padi, ukuran elektroda pelat, posisi elektroda pelat, dan tingkat kadar air dalam arang sekam padi terhadap nilai resistansi pentanahan. Semakin banyak penambahan media arang, maka nilai resistansi pentanahannya semakin kecil. Juga semakin luas permukaan elektroda maka resistansi pentanahan juga semakin kecil. Dan semakin banyak kadar air yang ditambahkan pada arang sekam padi  maka nilai resistansi pentanahannya semakin kecil. Dalam penelitian ini didapatkan nilai resistansi pentanahan terkecil berada pada elektroda B dengan ukuran 50x75cm pada kadar air 80% pada kedalaman 100cm yaitu 30 ohm. Kata kunci: arang sekam padi, elektroda plat,resistansi pentanahan
ANALISIS PENGARUH HARMONISA PADA VARIABLE SPEED DRIVE TERHADAP HASIL PENUNJUKAN KWH METER 3 FASA Bintang Mufti Z. E.; n/a Soeprapto; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pemanfaatan energi listrik secara efisien bukan hanya dengan cara menghemat pemakaiannya, tetapi juga mempertimbangkan kualitas daya (power quality) yang digunakan untuk menghasilkan kinerja yang maksimal pada peralatan listrik termasuk alat ukur listrik. Harmonisa sebagai salah satu penyebab menurunnya power quality pada sistem tenaga listrik timbul akibat dari penggunaan beban nonlinier. Harmonisa yang ditimbulkan oleh beban nonlinier seperti variable speed drive dapat berpengaruh terhadap hasil penunjukkan kWh meter 3 fasa. Variable speed drive dapat mengatur kondisi operasi dari motor induksi 3 fasa dengan merubah variabel tegangan dan frekuensi pada motor atau bisa disebut kendali V/f konstan. Pengaturan kendali V/f konstan dapat mempengaruhi nilai %THD (Total Harmonic Distortion). Dalam penelitian ini digunakan 5 kondisi kendali V/f konstan 380/50, 304/40, 228/30, 152/20, dan 100/13,16 dimana perbandingan antara tegangan dan frekuensinya tetap dijaga konstan sebesar 7,6. Semakin besar variabel kendali V/f konstan, maka nilai %THDi akan semakin besar, perubahan variabel pada kendali V/f konstan tidak berpengaruh terhadap nilai dari %THDv. Ketika motor induksi 3 fasa diberi beban mekanik, kenaikan torsi beban juga akan mempengaruhi nilai %THDi. Pada kondisi kendali V/f yang sama semakin tinggi torsi beban, maka nilai %THDi akan semakin besar dan perubahan torsi beban juga tidak berpengaruh terhadap nilai %THDv. Nilai %THD sangat memepengaruhi bentuk dari gelombang tegangan maupun arus, semakin besar nilai %THD maka distorsi pada gelombang akan semakin besar dan menyebabkan gelombang tidak lagi berbentuk sinusoidal. Kata kunci : harmonisa, power quality, kWh meter 3 fasa, variable speed drive.
RANCANG BANGUN SMALL PART FILLING PLANT DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAFCET BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) Triandini, Gadis; Rahmadwati, n/a; Rusli, Mochammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka meningkatkan produktivitasnya. Faktor utama yang menghambat tingkat produktivitas adalah peralatan yang sederhana dan manual, maka untuk itulah diperlukan adanya otomatisasi dalam UMKM tersebut. Untuk mengaplikasikan otomatisasi tersebut diperlukan sebuah pengendali logika yang pengaturannya sudah ditetapkan. Dengan menggunakan metode grafcet, PLC OMRON tipe CP1L-L sebagai kontroler, relai sebagai saklar pemutus otomatis, solenoid valve, motor DC dan limit switch KW1-103, dibuatlah suatu prototipe pengisian makanan secara otomatis. Pengertian metode grafcet sendiri adalah metode yang dikembangkan untuk menspesifikasikan runtun kendali industri secara diagram. Kata kunci: PLC, metode grafcet, pengisian otomatis.
Sistem Pengendali Kecepatan Motor DC pada Konveyor Barang Menggunakan Kontroler PI Berbasis Arduino Uno Ray Selvy Firmansyah P.; n/a Purwanto; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Konveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Konveyor banyak dipakai di industri untuk transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan. Konveyor tersusun dari berbagai macam komponen salah satunya motor direct current (DC), yang mana berfungsi sebagai penggerak pada konveyor. Oleh sebab itu, motor DC harus dijaga agar dapat mempertahankan kecepatan putar pada konveyor saat terjadi gangguan berupa perubahan berat beban material dengan tetap mempertahankan keluaran sistem sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Hal ini sangat penting dilakukan agar konveyor dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga tidak menggagu kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah melakukan pengendalian kecepatan motor DC pada konveyor. Untuk mengendalikan kecepatan motor DC pada konveyor dibutuhkan suatu kontroler yang tepat dan sesuai dengan plant sistem. Kontroler Proporsional Integral (PI) adalah kontrol aksi yang memiliki respon cepat, sehingga sesuai untuk mengontrol kecepatan motor DC. Diantara metode yang biasa digunakan untuk mencari parameter PI, metode root locus dianggap lebih tepat untuk mencari parameter PI pada plant motor DC yang mempunyai kecepatan respon yang cepat oleh karena itu pada skripsi ini digunakan metode root locus untuk mendapatkan nilai parameternya dan didapat nilai parameter = 1.6326 dan = 5. Dari parameter tersebut diimplementasikan pada motor DC untuk dibandingkan antara hasil respon sistem menggunakan aplikasi simulink Matlab dengan hasil respon sistem implementasi pada motor DC.   Kata Kunci : konveyor, motor DC, kontrol kecepatan, kontroler PI, root locus.
PENGONTROLAN KADAR KEASAMAN (pH) DAN ALIRAN AIR PADA SISTEM HIDROPONIK STROBERI MENGGUNAKAN KONTROLER PID Suraduita Mupasanta; Goegoes Dwi Nusantoro; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pengendalian kadar keasaman pada stroberi hidroponik diperlukan karena air hidroponik sebagian besar bersifat basa, sedangkan keasaman hidroponik stroberi idealnya 5.8 – 6.5. Pengendalian kecepatan aliran air pada sistem hidroponik stroberi juga diperlukan agar oksigen dapat terdifusi dalam air dan  memudahkan tanaman menyerap nutrisi. Idealnya kecepatan aliran air dijaga sebesar 0.5 - 1 l/menit. Proses perancangan  kontroler PID menggunakan metode root locus didapatkan bahwa semua akar berada di sebelah kiri bidang s, sehingga respon yang didapat dari semua pole stabil. Hasil perhitungan parameter PID dengan pole s= -6.77 didapatkan nilai parameter PID terbaik yaitu Kp = 3,5168, Ki= 5 dan Kd=0.2597. Dari hasil pengujian pH menggunakan kontroler PID didapatkan settling time 351 s, peak time 299 s, rise time 195 s, delay time 130 s, Maximum Overshoot 14.83%, error steady state 1%,  dan recovery time 117 s. Sedangkan pengujian aliran air menggunakan kontroler on off didapatkan settling time 13 s dan recovery time 26 s. Kata Kunci: pH, aliran air, hidroponik, stroberi, PID, on off.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Arus Dan Tegangan Solar Cell Berbasis Komunikasi LoRa SX1278 Reynald Darmawan; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa, sehingga sinar matahari secara optimal dapat diterima hampir di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun. Hal ini perlu dimanfaatkan dengan penggunaan solar cell yang dapat mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik secara langsung. Pada perancangan ini, dirancang sebuah sistem yang mampu me-monitoring arus dan tegangan berbasis solar cell berbasis komunikasi LoRa SX1278. Pengukuran kinerja solar cell menggunakan Sensor Arus ACS712-5A, sensor tegangan dan LoRa SX1278 sebagai media monitoring khususnya arus dan tegangan kerja solar cell menggunakan Arduino Uno. LoRa SX1278 merupakan salah satu jenis komunikasi wireless berbasis radio frekuensi yang pemanfatannya belum banyak digunakan di Indonesia. LoRa SX1278 memiliki 2 node, yaitu node transmitter dan node receiver. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dibangun mampu membaca keluaran sensor arus linier dengan error sebesar 5,5644%, sensor tegangan arduino linier dengan error sebesar 1,583%. Pada pengujian LoRa SX1278 dapat dilakukan pengiriman data 0-300 m. Berdasarkan hasil pengujian keseluruhan, didapatkan rata-rata arus sebesar 0,17 A, rata-rata tegangan sebesar 16,91 V, rata-rata daya sebesar 2,875 W. Data yang dikirim oleh LoRa SX1278 bagian transmitter berhasil terkirim dan diterima oleh LoRa SX1278 bagian receiver. Kata Kunci: Sinar Matahari, Sel Surya, Monitoring, Arduino, Radio Frekuensi, LoRa SX1278, Node Transmitter, Node Receiver ABSTRACT Indonesia is a country that located on the equator, so sunlight is optimally acceptable in almost all parts of Indonesia throughout the year. This needs to be use with solar cell which can change sunlight into electric power directly. On this design, the system is capable of monitoring current and voltage based solar cell based communication LoRa SX1278. Measurement of solar cell performance using ACS712-5A Current Sensor, voltage sensor and LoRa SX1278 as monitoring media especially current and working voltage of solar cell using Arduino Uno. LoRa SX1278 is one type of wireless communication based on frequency radio which utilization has not been widely used in Indonesia. LoRa SX1278 has 2 nodes, namely transmitter node and receiver node. The test results show that the built tool is able to read linear current sensor output with error of 5.5644%, linear arduino voltage sensor with error of 1,583%. In testing LoRa SX1278 can be done data transmission 0-300 m. Based on the results of the overall test, the average current obtained by 0.17 A, the average voltage of 16.91 V, the average power of 2.875 W. Data sent by the transmitter of LoRa SX1278 successfully sent and received by the receiver of LoRa SX1278. Keywords: Sunlight, Solar Cell, Monitoring, Arduino, Radio Frequency, LoRa SX1278, Node Transmitter, Node Receiver
ANALISIS MANUVER JARINGAN SEBAGAI PERBAIKAN JATUH TEGANGAN TERHADAP SISTEM 70kV DI MALANG SELATAN Rosyid, Muhammad; Shidiq, Mahfudz; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Energi listrik sekarang merupakan unsur yang sangat penting dalam menjalankan suatu aktivitas. Kebutuhan listrik di Indonesia meningkat seiring dengan perkembangan populasi penduduk yang meningkat. Normalnya Gardu Induk Kebonagung mempunyai tegangan nominal 150 kV, tetapi sekarang hanya mendapat suplai sekitar 130kV – 140kV. Sehingga menyebabkan gardu induk yang berada di bawah subsistem Gardu Induk Kebonagung yang terdiri dari Gardu Induk Turen, Gardu Induk Sengguruh, Gardu Induk Gampingan dan Gardu Induk Karangkates mendapat tegangan sekitar 58kV – 61kV yang normalnya itu 70 kV. Jatuh tegangan tersebut melebihi yang ditetapkan oleh PT. PLN (PERSERO), yaitu +5% hingga -10%. Perbaikan jatuh tegangan bisa dengan cara manuver jaringan yaitu dengan cara menambah jalur transmisi lagi dan penghitungannya dengan menggunakan metode Newton Raphson. Untuk manuver jaringan paling optimal adalah dengan penambahan dan perubahan jalur transmisi GI Kebonagung – GI Karangkates, GI Kebonagung – GI Gampingan ( GI Senguruh = 65,68kV, GI Turen = 64,08kV, GI Gampingan = 65,01, GI Karangkates = 65,38kV). Dengan hasil itu sudah memenuhi toleransi yang ditentukan oleh PT. PLN(PERSERO). Kata Kunci: tegangan, jatuh tegangan, Gardu Induk, jalur transmisi. ABSTRACT Electrical energy is now a very important element in running an activity. Electricity demand in Indonesia increases with the increasing population. Normally the Kebonagung Main Stage has a nominal voltage of 150 kV, but now only gets a supply around 130kV - 140kV. So causing substations under the subsystem of Substation of Kebonagung Substation consisting of Substation of Turen, Substation Sengguruh, Substation of Gampingan and Substation Karangkates only get voltage around  58kV - 61kV which normally it 70 kV. The voltage drop exceeds that specified by PT. PLN (PERSERO), ie + 5% to -10%. Improvement of voltage drop can be by way of network maneuvers that is by adding more transmission lines and calculations using Newton Raphson method. For the most optimal network maneuver is the addition and change of GI Kebonagung - GI Karangkates transmission line, GI Kebonagung – GI Gampingan (GI Sengguruh = 65.68kV, GI Turen = 64.08kV, GI Gampingan = 65.01, GI Karangkates = 65.34kV ). With that result already meets the tolerance specified by PT. PLN (PERSERO). Keyword: voltage, drop voltage, substation,transmission line
RANCANG BANGUN ALAT PENYELEKSI CABAI BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER(PLC) CP1L Edo Dwi Respati; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian skripsi ini tentang prototipe alat penyortir cabai yang berbasis PLC Omron Tipe CP1L. Sistem memerlukan beberapa sensor agar dapat bekerja yaitu, sensor ultrasonik HC-SR04 yang digunakan untuk mengukur panjang cabai, dan sensor warna TCS-3200 untuk memilah cabai berdasarkan warnanya agar dapat meningkatkan produktifitas industri cabai skala usaha kecil dan menengah. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa alat dapat menyortir panjang cabai dengan waktu +/- 0,3 detik, dan warna cabai dengan waktu +/- 1 detik. Tingkat keberhasilan alat adalah sebesar 83,33%.Terdapat 7 buah cabai yang tidak terbaca dari total 42 buah cabai oleh sensor warna saat percobaan.Hal ini disebabkan oleh gangguan cahaya dari luar yang menyebabkancabai memiliki nilai RGB yang kurang jelas dan tidak dapat dideteksi warnanya oleh sensor. Namun secara keseluruhan alat penyortir cabai dapat bekerja dengan baik sesuai dengan perencanaan awal pembuatan alat. Kata Kunci:PLC, cabai merah, cabai hijau, penyortir cabai, sensor warna TCS3200, sensor ultrasonik HC-SR04.   ABSTRACT This thesis research about prototype of chili sorter based on Omron Type CPLC PLC’s. The system requires several sensors to work i.e., ultrasonic sensors HC-SR04 used to measure the length of chilli, and color sensor TCS-3200 to sort the chili by color in order to increase the productivity of small and medium scale chili industry. The results of the test show that the tool can sort the length of chili with time +/- 0.3 seconds, and the color of chili with time +/- 1 second. The success rate of the tool is 83.33%. There are 7 unreadable chilis from a total of 42 chilis by color sensors during the experiment. This is due to outside light disturbance which causes the block to have a less clear RGB value and can not be detected by the color sensors. But overall the chili sorter can work well according to the initial planning of the tool making. Keywords:”PLC, red chili, green chili, chilli sorter, TCS3200 color sensor, ultrasonic sensor HC-SR04.”

Page 56 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue