cover
Contact Name
ANDIKA SETIAWAN
Contact Email
andika.setiawan@umj.ac.id
Phone
+6281283964089
Journal Mail Official
konstruksia@umj.ac.id
Editorial Address
Gedung Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konstruksia
ISSN : 20867352     EISSN : 2443308X     DOI : http://dx.doi.org/10.24853/jk.12.2.14-23
Core Subject : Engineering,
Lingkup Jurnal 1. Struktur 2. Keairan 3. Manajemen Proyek dan Konstruksi 4. Material 5. Transportasi 6. Geoteknik
Articles 432 Documents
Geometrik dan Jarak Pandang Henti pada Tikungan Bukit Siwuni Guci Suprapto Hadi; Muhammad Rizki Darmawan; Faturrahman Wibisana; Nurhalisa Nurhalisa; Taruni Margareth Haro
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.139-150

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menelaah serta menilai keadaan geometrik pada ruas jalan Bukit Siwuni, dilihat pada adanya tikungan Letter S yang ekstrem, ditinjau dari aspek jari-jari tikungan, gradien, maupun JPH (Jarak Pandang Henti) menggunakan standar yang tercantum dalam PDGJ (Pedoman Dasar Geometrik Jalan) 2021. Data survei lapangan, yang mencakup kelandaian, batas benang, koordinat horizontal (X, Y) dan ketinggian. Penelitian ini menggunakan pendekatan melalui perbandingan berdasarkan standar Bina Marga Pedoman Dasar Geometrik Jalan 2021 dengan hasil eksisting lokasi. Perhitungan menunjukkan bahwa jalan eksisting memiliki dua segmen berupa tikungan utama yaitu Tikungan 1 dengan R sebesar 36,93 dan Tikungan II  yang memiliki sebesar 77,10.  Analisis gradien menemukan nilai gradien eksisting tertinggi mencapai 17,11 dan terendah 4,11. salah satu nilai ini tidak memenuhi standar PDGJ 2021 yang menetapkan batas maksimal gradien 7. Kondisi dengan melihat gradien pada tikungan yang ekstrem menunjukkan bahwa segmen jalan ini tergolong memiliki tingkat risiko keselamatan yang rendah. Diperlukan rekomendasi desain geometrik ulang untuk mewujudkan kondisi jalan yang lebih aman bagi pemakainya. Kata kunci: Geometrik Jalan, Jarak pandang henti, Jari-jari tikungan, Gradien
Evaluasi dan Pemilihan Perkuatan Struktur Dome Baja Bangunan Auditorium Berdasarkan Analisis Kinerja Seismik Heri Khoeri; Dini Sofiana; Panji Nugroho
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.97-109

Abstract

Bangunan eksisting yang dirancang berdasarkan peraturan lama berpotensi tidak memenuhi tuntutan kinerja struktur akibat perkembangan peraturan gempa yang semakin konservatif serta degradasi material. Penelitian ini menyajikan evaluasi kinerja struktur dan pemilihan alternatif perkuatan pada bangunan auditorium rangka baja eksisting yang menggunakan sistem rangka pemikul momen dengan elemen melengkung dan non-prismatik. Evaluasi dilakukan melalui inspeksi lapangan dan pemodelan numerik tiga dimensi berbasis kinerja menggunakan ETABS dengan mempertimbangkan pembebanan gravitasi dan gempa berdasarkan peraturan terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan struktur bersifat lokal, ditandai dengan overstress pada balok baja lantai atap dengan nilai DCR (Demand Capacity Ratio) awal sebesar 1,2 serta permasalahan layanan pada pelat beton akibat lendutan berlebihan. Beberapa alternatif perkuatan dikembangkan dan dievaluasi menggunakan weighted decision matrix yang mempertimbangkan kinerja struktural, konstruktabilitas, dan keterbatasan pelaksanaan retrofit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perkuatan lokal balok baja merupakan solusi paling rasional. Verifikasi numerik pada balok berprofil WF 200×100×5,5×8 menunjukkan bahwa perkuatan menggunakan cover plate simetris mampu meningkatkan kapasitas lentur sebesar 25–30% dan menurunkan nilai DCR menjadi sekitar 0,91–0,94, sehingga memenuhi persyaratan kekuatan struktur. Kata kunci: asesmen, baja, konstruksibilitas, retrofit, struktur.
Komparasi Filler Batu Kapur Padang Panjang dan Indarung pada Campuran Aspal HRS-WC Ravianda Yudhistira; Oktaviani Oktaviani
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.19-32

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur penting yang mendukung mobilitas masyarakat sehingga kualitas perkerasan harus diperhatikan. Keterbatasan material filler mendorong pemanfaatan batu kapur sebagai alternatif sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan batu kapur giling asal Indarung dan Padang Panjang sebagai filler terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal HRS-WC (Hot Rolled Sheet–Wearing Course). Pengujian Marshall dilakukan pada variasi kadar filler 6-12% dan menunjukkan bahwa peningkatan kadar batu kapur Indarung cenderung meningkatkan stabilitas serta menurunkan flow campuran. Pada kadar 9%, batu kapur Indarung memenuhi seluruh persyaratan Marshall, yaitu VMA ≥ 18% dan VIM 3–6%, sedangkan batu kapur Padang Panjang menghasilkan stabilitas lebih tinggi namun tidak memenuhi persyaratan VMA. Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai signifikansi 0,02 pada parameter VIM, VMA, dan VFB, sehingga perbedaan batu kapur Indarung dan Padang Panjang berpengaruh signifikan terhadap karakteristik rongga dan struktur internal campuran aspal, sedangkan stabilitas, flow, dan Marshall Quotient tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan dan deformasi campuran HRS-WC. Kata kunci: batu kapur, Indarung, Padang Panjang, Filler, HRS-WC.
Kajian Karakteristik Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Raya Ngujang Kabupaten Tulungagung Danang Wijanarko; Vega Aditama; Reyneldis Laurensia Fernandez
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.56-68

Abstract

Kemacetan lalu lintas terjadi di jalan arteri utama akibat peningkatan volume lalu lintas di segmen jalan Ngujang di Kabupaten Tulungagung. Titik kemacetan tersebut menyebabkan kemacetan lebih lanjut, memaksa beberapa kendaraan untuk memperlambat laju. Kemacetan terjadi karena kurangnya modifikasi atau peningkatan infrastruktur transportasi, seperti jalan dengan lebar konstan, meskipun volume kendaraan terus meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan strategi yang mengatasi masalah ini melalui alternatif yang sesuai dengan konteks yang sedang diteliti. Studi ini memerlukan pengumpulan data volume dan kecepatan lalu lintas melalui penilaian lapangan kondisi saat ini yang dilakukan selama tiga hari: Senin, 16 Juni 2025; Rabu, 18 Juni 2025; dan Sabtu, 21 Juni 2025. Pendekatan penilaian ini menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015. Hasil survei menunjukkan volume lalu lintas rata-rata sebesar 2.339,19 skr/jam pada Senin, 16 Juni 2025; 2.267,18 skr/jam pada Rabu, 18 Juni 2025; dan 1.905,79 skr/jam pada Sabtu, 21 Juni 2025.  Kecepatan rata-rata adalah 39,9 km/jam, dan dengan tingkat saturasi (DJ) sebesar 0,8739, tingkat layanan diklasifikasikan sebagai E. Kata kunci: Karakteristik Lalu Lintas, Volume Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan (DJ), Tingkat Pelayanan Jalan (LOS).
Evaluasi Kinerja dan Keberlanjutan Operasional Bemo di Kota Kupang Patricia Sonia Amalo; Shinta Novriani; Andika Setiawan
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.117-129

Abstract

Angkutan bemo merupakan salah satu moda transportasi perkotaan yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di Kota Kupang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan bemo menghadapi tantangan berupa penurunan minat pengguna serta persaingan dengan transportasi berbasis aplikasi, yang berdampak pada tingkat keterisian armada dan keberlanjutan operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional serta menganalisis tingkat keberlanjutan operasional bemo di Kota Kupang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan untuk mengukur indikator kinerja operasional berdasarkan 10 kriteria yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, analisis load factor pada 17 trayek, serta penyebaran kuesioner kepada 129 responden guna mengidentifikasi kecenderungan pengembangan layanan bemo di Kota Kupang. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh trayek yang beroperasi memenuhi kategori kinerja “baik” berdasarkan indikator pelayanan. Nilai rata-rata load factor bervariasi antara 0,32 hingga 0,99. Beberapa trayek memiliki load factor di bawah 0,70 yang mengindikasikan efisiensi operasional rendah, sementara trayek lainnya menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi dan relatif optimal. Dari sisi pengguna, perluasan jaringan trayek (59,8%) serta penyediaan fasilitas teluk pemberhentian atau jalur khusus (52,6%) menjadi prioritas utama dalam meningkatkan minat penggunaan bemo. Secara keseluruhan, keberlanjutan operasional bemo dipengaruhi oleh keseimbangan antara kinerja layanan, efisiensi armada, dan daya tarik pelayanan terhadap pengguna. Oleh karena itu, diperlukan strategi penataan trayek dan peningkatan kualitas pelayanan guna menjaga keberlanjutan sistem angkutan bemo di masa mendatang. Kata kunci: bemo, kinerja angkutan umum, faktor muat, trayek, transportasi perkotaan
Pengaruh Penambahan Material HDPE Terhadap Karakteristik Fisik dan Mekanis Aspal Aditya Bayu Setyo Purnomo; Shinta Novriani
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.81-87

Abstract

Penggunaan plastik Polietilen Densitas Tinggi (HDPE) telah menarik perhatian yang cukup besar karena ketahanannya terhadap suhu tinggi, degradasi yang rendah, dan fleksibilitas yang tinggi. Selain potensinya untuk meningkatkan ketahanan aspal terhadap deformasi, pemanfaatan HDPE juga dapat berkontribusi untuk mengurangi volume limbah plastik, yang telah menjadi masalah lingkungan global yang signifikan. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah gradien material, spgr, gmm, dan uji kekuatan tekan Marshall. Pada campuran di mana 50% agregat kasar digantikan dengan HDPE, nilai yang diperoleh adalah VIM = 2,3, VMA = 22, dan VFB = 89,42. Pada komposisi ini, nilai VIM relatif rendah (2,3), sedangkan standar Bina Marga menetapkan kisaran 3–5. Ini menunjukkan bahwa rongga udara dalam campuran aspal relatif padat. Namun, parameter Marshall menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan nilai stabilitas 9,797, menunjukkan kekuatan tekan yang memadai. Oleh karena itu, penggunaan HDPE dalam campuran aspal pada tingkat substitusi ini masih dianggap layak. Pada campuran di mana 75% agregat kasar digantikan dengan HDPE, nilai yang diperoleh adalah VIM = 3,56, VMA = 22,98, dan VFB = 84,54. Meskipun nilai VIM meningkat menjadi 3,56, stabilitas Marshall menurun menjadi 8.492, menunjukkan bahwa Kata kunci: AC-WC, Plastik, MixQGensity, Optimum, Agregat.
Interoperabilitas Revit-ETABS pada Desain Struktur Atas Rumah Sakit Umum XYZ Faiza Muharma; Ari Syaiful Rahman Arifin; Risma Apdeni; Fajri Yusmar
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.33-44

Abstract

Penerapan BIM (Building Information Modeling) memberikan efisiensi tinggi dalam proyek konstruksi, namun proses interoperabilitas antara perangkat lunak pemodelan dan analisis struktur masih sering menghadapi hambatan kehilangan data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja interoperabilitas transfer model struktural dari Autodesk Revit ke CSI ETABS menggunakan skema OpenBIM berformat IFC (Industry Foundation Classes) pada struktur atas Rumah Sakit Umum XYZ. Evaluasi dilakukan melalui simulasi numerik untuk mengukur tingkat keberhasilan transfer berdasarkan kelengkapan elemen, akurasi data, efisiensi waktu, serta validitas luaran komputasi yang mencakup manual joint reaction, partisipasi massa ragam, dan simpangan antar lantai (story drift) sesuai SNI 1726:2019. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya degradasi data yang signifikan pada elemen frame, di mana ETABS hanya berhasil membaca 39% elemen kolom dan 44% elemen balok. Sebaliknya, metode ini menunjukkan keandalan mutlak pada elemen shell, dengan tingkat keberhasilan transfer pelat lantai dan dinding geser mencapai 100%. Dari segi durasi, proses komputasi transfer memakan waktu 216 detik. Lebih lanjut, kendala pembacaan definisi beban memicu warning log, sehingga menuntut pengguna melakukan pemetaan material dan pendefinisian beban ulang secara manual. Meskipun menuntut intervensi perbaikan manual, model komputasi akhir terbukti stabil dan seluruh parameter respons strukturnya sepenuhnya memenuhi ambang batas aman yang disyaratkan. Mengacu pada hasil tersebut, skema Revit-ETABS via IFC sangat direkomendasikan untuk proyek yang didominasi elemen luasan. Guna menekan beban kerja perbaikan manual pasca-transfer, manajemen BIM disarankan menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) pemodelan yang ketat guna memastikan kepresisian klasifikasi elemen dan konektivitas garis analitik di Revit sebelum model diekspor. Kata kunci: BIM (Building Information Modelling), Interoperabilitas, Struktur, Revit, ETABS.
Pengaruh Variasi Posisi Outrigger Truss Terhadap Perilaku Struktur Gedung Langsing pada KDS E Nella Faurianda Erza; Fajri Yusmar; Annisa Prita Melinda; Yose Fajar Pratama
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.69-80

Abstract

Pesatnya tren urbanisasi memicu peningkatan pembangunan gedung tinggi yang langsing, sehingga sangat rentan terhadap simpangan lateral akibat beban gempa ekstrem pada wilayah KDS (Kategori Desain Seismik) E. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem outrigger truss dalam meningkatkan kekakuan global serta menentukan posisi vertikal optimalnya pada gedung perkantoran 25 lantai (100 meter) dengan rasio kelangsingan 4,76. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respons spektrum menggunakan perangkat lunak ETABS, dengan membandingkan model kontrol tanpa outrigger terhadap tiga variasi posisi vertikal, yaitu: M1 (0,33H), M2 (0,50H), dan M3 (0,75H). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan outrigger secara signifikan meningkatkan kekakuan lateral, dimana model M2 memberikan optimasi tertinggi dengan reduksi periode fundamental sebesar 17,24%. Seluruh model memenuhi syarat batas layan simpangan antar-lantai (story drift) sesuai SNI 1726:2019, dengan reduksi simpangan atap maksimum sebesar 17,39% pada model M3. Namun, model M3 memicu lonjakan gaya aksial kolom (axial jump) yang destruktif hingga 356,47% akibat mekanisme transfer beban yang ekstrem. Kesimpulannya, model M2 ditetapkan sebagai konfigurasi paling optimum karena menyajikan keseimbangan antara peningkatan kekakuan global dan distribusi gaya dalam yang aman. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi perencana struktur dalam mengoptimalkan sistem penahan gaya lateral pada bangunan tinggi di zona risiko gempa tinggi. Kata kunci: Outrigger Truss, Gedung Langsing, Simpangan Lateral, KDS E, Posisi Optimum.
Kinerja Campuran Aspal dengan Pengisi Cangkang Kerang Hijau Aryan Risma Dewi; Shinta Novriani
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.88-96

Abstract

Cirebon merupakan wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan dan kuliner laut yang tinggi sehingga menghasilkan limbah cangkang kerang hijau dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau sebagai bahan pengisi pada campuran aspal AC-WC serta pengaruhnya terhadap karakteristik campuran aspal. Cangkang kerang yang dipanaskan pada suhu 400°C diketahui mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 90,3%, sehingga memiliki sifat yang mirip dengan bahan pengisi konvensional seperti kapur. Penelitian ini membahas pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal berupa pengisi dengan variasi kadar pengisi 0%, 3%, dan 6%.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada variasi pengisi 0%, nilai VIM 3,99%, VMA 15,53%, VFB 74,34%, dan stabilitas Marshall 402,6 kg; sedangkan pada kadar 3% diperoleh nilai VIM 4,71%, VMA 18,75%, VFB 74,93%, dan stabilitas Marshall 351,22 kg yang masih memenuhi standar dan menunjukkan kestabilan campuran yang baik. Pada variasi 6% diperoleh nilai VIM 5,06%, VMA 19,05%, VFB 73,45%, dan stabilitas Marshall 365,19 kg. Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian, limbah cangkang kerang hijau berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengisi alternatif yang ramah lingkungan pada campuran aspal Kata kunci: Filler, Aspal, SDGs
Evaluasi Kinerja Aspal Campuran Karet Ban Bekas terhadap Ketahanan Deformasi dan Stabilitas Marshall Asyfiq Hubayyu Hadi; Shinta Novriani
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.110-116

Abstract

Pemanfaatan limbah karet ban bekas sebagai filler dalam campuran aspal AC–WC bisa jadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas jalan sekaligus mengurangi limbah. Karet ban punya sifat elastis, jadi bisa mempengaruhi kekuatan dan ketahanan campuran terhadap deformasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penambahan karet ban bekas terhadap karakteristik Marshall, seperti stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient (MQ), dengan variasi kadar 0%, 4%, dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karet ban bekas memang berpengaruh terhadap kinerja campuran. Pada kadar 4%, didapat nilai stabilitas 521,4 kg, flow 5,36 mm, VIM 0,64%, VMA 22,02%, VFB 97,07%, dan MQ 97,68 kg/mm. Secara umum, variasi ini menunjukkan hasil paling baik, walaupun nilai VIM masih di bawah standar. Sedangkan pada kadar 8%, nilai stabilitas turun menjadi 338,4 kg dengan flow 5,92 mm, VIM 6,15%, VMA 26,34%, VFB 76,69%, dan MQ 57,18 kg/mm, yang menandakan campuran jadi lebih lembek dan kurang stabil. Dari hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa kadar karet ban bekas yang paling optimal ada di 4%, karena masih bisa menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kelenturan campuran aspal, sehingga lebih layak digunakan untuk perkerasan jalan. Kata kunci: Ban Bekas, Filler, Marshall

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026 Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025 Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024 Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023 Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 1 Tahun 2022 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 2 Tahun 2022 Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 1 Tahun 2021 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021 Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 1 Tahun 2020 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 2 Tahun 2020 Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 1 Tahun 2019 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 2 Tahun 2019 Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 1 Tahun 2018 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 2 Tahun 2018 Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 1 Tahun 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 2 Tahun 2017 Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 1 Tahun 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 7 No. 2 Tahun 2016 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2001) More Issue