cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
PENDIDIKAN SASTRA SENSITIF GENDER: ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN SASTRA BERPERSPEKTIF GENDER UNTUK JENJANG SEKOLAH DASAR Rini Dwi Susanti
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.971

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang paling strategis menanamkan perspektif gender dalam pendidi-kan. Penanaman nilai-nilai wacana gender harus dimu-lai sejak dini, terutama sejak sekolah dasar. Pemilihan bahan ajar yang sesuai dan proses belajar yang tidak diskriminatif merupakan faktor penentu dalam keber-hasilan penanaman wacana gender. Guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran dan memilih sumber belajar mengajar. Penanaman nilai-nilai kesetaraan gender pada siswa sejak apresiasi awal sastra melalui karya sastra dalam mata pelajaran bahasa dapat dilakukan dengan; (1) Memilih contoh dalam karya sas-tra sebagai bahan ajar. (2) Menyajikan contoh kutipan karya sastra dalam bentuk gambar seperti anak-anak ataupun foto-foto. (3) Memilih buku teks yang berisi karya-karya sastra yang mengutip kesetaraan gender School as an educational institutionis has strategic position in internalizing the gender perspective in education including the values of gender discourse that must be started earlier, especially since the basic education level. The selection of appropriate teaching materials and learning process that is not discriminatory is a determinant factor in the success of the internalizing of gender discourse. Teachers are required to be creative and innovative in designing a learning and teaching resources. Internalizing the values of gender equality in the students since the early appreciation of literature through the works of literature in the language subjects can be done with; (1) Choosing an example in the case of works of literature as teaching materials. (2) Presenting examples of the quote in the paper literature such as children and photographers. (3) Selection of a text book that contains the works of literature that quote intensive gender.
PEMIMPIN AKADEMIK ATAU MANAJERIAL? Aspirasi, Harapan dan Tantangan Perempuan untuk Menjadi Pemimpin di Lembaga Pendidikan Tinggi Islam Siti Nur Hidayah; Erni Munastiwi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.5628

Abstract

The disparity of women leadership in higher education has been the concern of scholars for decades. However, the problem still exists until today. In the context of Islamic higher education in Indonesia, similar problem also continues to occur, yet the aspiration of young women lecturers has not been examined. This research aims to investigate the aspiration, hope, and challenges of young women lecturers at Islamic University in Banda Aceh, Indonesia on leadership positions. Employing in-depth interviews with 12 women lecturers in junior and mid leadership career this study found that: first,  women lecturers are less represented both in academic and managerial leaderships; second, all participants aspire more for academic leadership than the managerial one. However they would accept leadership position if they are given trust (amanah) or are appointed for that position; third,  the university uses a direct appointment model in the managerial positions, thus limiting highly motivated women or even men to apply for leadership career; and fourth, women academics have to deal with triple challenges in leadership careers: related to balancing between career and family as well as organizational culture and policies.
MANAJEMEN KELUARGA PEREMPUAN SINGLE PERENT : TELAAH GENDER KEHIDUPAN KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA Miftahurrohmah Miftahurrohmah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.937

Abstract

Pada keluarga yang  pra sejahtera di pedesaan ditemukan banyaknya perempuan yang menjadi kepala keluarga sementara ketika ditinggal suaminya kerja merantau. Artikel ini memotret wawasan gender dan manajemen keluarga yang dilakukan para perempuan tersebut.Kesimpulannya wawasan gender para perempuan pedesaan ini sangat rendah meskipun dalam beberapahal mereka secara tidak sadar telah melaksanakan prinsip adil gender seperti perlakuan adil dan seimbang dalam menugaskan anak membantu pekerjaan rumah tangga.  Manajemen keluarga dalam pengelolaan keuangan dilakukan oleh responden dengan memilah milah kebutuhan dengan mementingkan pemenuhan kebutuhan papan, sandang dan pangan walaupun dalam kesederhanaan.  Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pendidikan keagamaan dilakukan dengan aktif mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggal.Kata kunci: Manajemen Keluarga, TKI, Telaah Gender.
Srikandi Lintas Iman: Upaya Melawan Intoleransi Beragama di Yogyakarta Zahrotus Sa'idah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.7532

Abstract

Intolerance has always become serious problem recently, it happens both nationally and internationally.  In Indonesia, some intolerance actions have been found in big cities, including Yogyakarta. The existence of Srikandi Lintas Iman (SRILI) which consists of some active women attempts to fight against intolerance movements in Yogyakarta. This community emerged in Yogyakarta and has been supported by various popular organizations in Yogyakarta’s region, such as Nasyiatul Aisyiyyah, Fatayat NU, and Wanita Katolik Indonesia. Generally, this community stands as a specific organization for various interfaith women who had experienced social conflict. This research tries to focus on how SRILI can fight against religious intolerance in Yogyakarta and how effective is it to deal with this issue.This research uses qualitative approach combined with communication and sociological studies as its perspective. Hopefully, by using both sciences, social phenomenon in Indonesia, particularly ones that relate to how SRILI can deal with those intolerance issues in Yogyakarta can be resolved. The result of this observation as well as questions hopefully can answer on how far SRILI’s contribution as well as effectiveness on dealing with intolerance in Yogyakarta.
PERAN GANDA PEREMPUAN DI LINGKUNGAN PARIWISATA BANDUNGAN, JAWA TENGAH Mila Karmila
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.981

Abstract

Masalah peran ganda perempuan tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga terjadi diindustri pariwisata yang saat ini merupakan andalan bagi pendapatan asing setelah sektor minyak dan gas. Selain tu, sektor pariwisata selama ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesempatan kerjabagi perempuan. Fokus penelitian ini adalah: (1) Bentuk peran (produktif) perempuan di bidang pariwisata di kawasan Pariwisata Bandungan, Jawa Tengah. (2) Peranapa yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan menunjukkan kebutuhan untuk memberdayakan bidang perempuan di sektor yang terkait dengan pariwisata.Pemberdayaan ini juga akan memberikan efek dalam meningkatkan kualitas kegiatan pariwisata di daerah yang bersangkutan. Menyadari heterogenitas perempuandan keragaman kegiatan pariwisata, penentuan langkah langkah untuk pemberdayaan perempuan di bidangpariwisata harus menarik dan beragam terutama yang diperlukan selama pelaksanaan.kata kunci: Peran perempuan, pariwisata, pemberdayaan. The problem of multiple roles of women not only occurin the field of economy and social but also occur in thetourism industry which  now is a mainstay for foreignincome after oil and gas sector. In addition, the tourismsector during this period, does not show significantresults to increase employment opportunities for women. The focus of this research are: (1) The shape of the role(productive) women in the field of tourism in the areaof Tourism Bandungan, Central Java. (2) What role canimprove the income of a family. The findings indicatethe need of women empowerment in the sectors relatedto tourism. This empowerment will also give effect inimproving the quality of tourism activities in the areasconcerned. Recognizing heterogenity of women and thediversity of tourism activities, determination of the stepsto empowerment of women in the field of tourism shouldcharming and diverse that is especially needed duringimplementation.Keywords: Multiple Roles Of Women, Tourism, Empowerment.
Analisis Faktor Ketidakberhasilan Calon Bupati Perempuan Pada Pilkada Kabupaten Kudus-Kota Santri Tahun 2018 Dewi, Tevana Sari; Dewi, Siti Malaiha
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i2.13927

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor ketidakberhasilan calon bupati perempuan pada Pilkada Kabupaten Kudus yang merupakan kota santri pada Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ketidakberhasilan calon bupati perempuan ada dua: Pertama, faktor internal, meliputi: kurangnya waktu untuk sosialisasi diri sebagai calon pemimpin perempuan, dan faktor primordialisme karena bukan asli orang Kudus; Kedua, faktor eksternal meliputi: adanya money politic, dan terbentuknya jaringan botoh. Maka, pertama, pendidikan politik bagi masyarakat secara masif harus dilaksanakan oleh lembaga penyelenggara maupun pengawas pemilu serta perguruan tinggi dan NGO sehingga primordialisme dan pandangan yang bias gender dari masyarakat tentang calon bupati perempuan terkikis. Kedua, penegakan regulasi tentang larangan money politic oleh lembaga pengawas pemilu mesti diperkuat bersama-sama dengan pengawasan partisipatif oleh masyarakat.
RETHINKING HAK-HAK PEREMPUAN DALAM PERNIKAHAN: TELAAH ATAS PEMIKIRAN TAFSIR WAHBAH AL-ZUHAILI Lilik Umi Kaltsum
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.992

Abstract

Praktek kekerasan dan pelecehan banyak dilakukan priaterhadap wanita dalam pernikahan akan menjauhkanrumah tangga dari tujuan utama pernikahan. Situasi iniberlangsung terus-menerus dengan dalih agama. Beberapaayat dari Al-Qur’an diposisikan sebagai legalitas tindakanarogansi dan superior. Tulisan ini berfokus pada ayat ayat yang mengurangi hak-hak perempuan dalam perkawinan,dihubungkan dengan gambaran yang lengkap darihak perempuan dalam perkawinan, diharapkanmeminimalkan terjadinya kekerasan di tangga rumahdan dapat menghidupkan kembali semangat Alquranuntuk kemerdekaan perempuan dan pembebasanperbudakan yang tidak manusiawi. Penafsiran alZuhailiterhadapayat-ayat tersebut terbagi menjadi dua bagian antara penafsiran yang masih ditemukan adanya bias gender dan beberapa penafsiran yang agak ramah terhadap perempuan seperti penghargaannya atas peran reproduktif perempuan.Kata kunci: Hak-Hak Perempuan, unggul, Pemimpin keluarga
Transformasi Sosial-Ekonomi dan Manajemen Pendidikan Eks-Pekerja Migran Perempuan (PMP) di Sendang Kabupaten Tulungagung Chusnul Chotimah; Nur Isroatul Khusna
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7137

Abstract

Penghasilan rendah dan minimnya lapangan kerja menyebabkan para perempuan di Sendang Kabupaten Tulungagung nekat untuk jadi Pekerja Migran Perempuan (PMP) ke luar negeri. Fenomena demikian sudah terjadi sekian lama dan seolah menjadi bagian dari dinamika kehidupan. Impactnya adalah terjadi transformasi sosial-ekonomi dan pendidikan para eks-PMP pasca kepulangannya dari luar negeri. Dengan menggunakan mix methods, artikel ini menggambarkan perubahan taraf kehidupan para mantan PMP dari sisi social, ekonomi dan manajemen pendidikan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah sekitar 138 orang dengan sampel 100 responden. Analisis tabulasi tunggal dan persentase digunakan peneliti untuk mendapatkan gambaran umum masing-masing variabel. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa transformasi social-ekonomi terjadi ditandai dengan pergeseran jenis pekerjaan PMP dari agraris menjadi non-agraris. Dari pekerjaan buruh tani 13% pasca menjadi PMP berubah menjadi petani dengan lahan sendiri 15% dan 85% lainnya pekerjaan non agraris. Transformasi sosial terlihat dari life style yang berubah sebagai akibat dari meningkatnya penghasilan dari 54% tidak berpenghasilan turun menjadi 17% setelah menjadi PMP. Life style terjadi juga karena infiltrasi nilai dan tujuan hidup yang tidak lagi homogen menjadikan kesadaran kolektif melemah dan terjadiya kelonggaran norma sosial. Adapun transformasi pendidikan ditandai dengan tumbuhnya kesadaran pengelolaan pendidikan dengan menyisihkan anggaran sebesar 20% dari remitensi untuk tabungan pendidikan.
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN : KRITISISME ATAS UU NO. 23 TAHUN 2004 TENTANG KDRT Anita Rahmawati
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.999

Abstract

Baru-baru ini, kasus kekerasan dalam rumah tangga(KDRT) meningkat. Jumlah kasus yang terungkap tidak sebanyak kasus yang sebenarnya terjadi, karena kasus inimasih dianggap sebagai urusan rumah tangga yang tidaklayak untuk diketahui oleh publik. Budaya patriarkimenjadi salah satu kendala bagi korban, sebagian besar dari mereka adalah perempuan, melaporkan kekerasan yang mereka alami ke polisi untuk mendapatkanperlindungan hukum tidak membantu penyelesaianmasalah yang dialami perempuan ini. Selain itu, aparathukum dianggap tidak peka terhadap gender dalampenanganan kekerasan kasus di rumah. Undang-UndangNomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasandalam Rumah Tangga diharapkan mampu meningkatanperlindungan hukum bagi perempuan dan anak-anaksebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Makalah ini disajikan kekerasan terkait gender dalam UU Nomor 23 Tahun 2004kata kunci: Kekerasan berbasis gender, kekerasan domestik, UU No 23 Tahun 2004 The violence case in household is increasing recently.The number of cases caught is not as many as the oneactually occurs, because the case is still considered as thehousehold affair that does not deserve to be known bypublic. Patriarchy culture becomes one of obstacles forthe victim, most of them are women, to report violencethey experience to the police due to a great number of lawdo not help the women remaining, and the law apparatusnot sensitive to the gender in handling violence case inhouse-hold. Prevailing Undang-Undang Number 23 Year2004 about Violence Abolition in Household is expectedto present the increase of law protection for the womenand the children as the victims of violence in household.This paper presented the gender-related violence in UU Number 23 Year 2004 perspective.Keywords: Gender-related Violence; Domestic Violence; UU No. 23 tahun 2004
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MELALUI FILANTROPI KAUM PEREMPUAN; Potensi Kedermawanan untuk Pemberdayaan Perempuan Indonesia Abdurrohman Kasdi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3184

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang potensi filantropi kaum perempuan untuk membangun kemandirian dan pemberdayaan perempuan Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara, yakni menggali way of life pelaku filantropi kaum perempuan dengan metode doing fieldwork. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedermawanan perempuan Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Kedermawanan ini melibatkan banyak aspek sebagai resource dalam pengejawantahan kegiatan filantropi kaum perempuan. Dengan mengerahkan semua potensi yang ada, para pelaku filantropi perempuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa perhatian terhadap orang-orang yang kekurangan dan membutuhkan bantuan sangat penting. Kaum perempuan dengan beragam potensi yang dimilikinya bisa digerakkan untuk menjadi donatur, volunteer, campaigner, atau bahkan fundraiser bagi lembaga-lembaga sosial di masyarakat. Aktivitas filantropi untuk kemandirian perempuan sangat berpotensi dengan menggerakkan potensi kaum perempuan sendiri sebagai donatur dan pendukung program tersebut. Bahkan filantropi kaum perempuan menjadi kontribusi yang signifikan baik secara ekonomi maupun sosial, yang menunjukkan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial.