cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
PEREMPUAN SAMIN DALAM TANTANGAN POLITIK LOKAL DI KUDUS JAWA TENGAH Rosyid, Moh
PALASTREN Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencakup bagaimana kehidupan politik perempuan Samin. Tulisan ini mencoba untuk menjawab apa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melaksanakan kepercayaan tradisional dalam kehidupan politik mereka. peneliti menggunakan beberapa model alternatif untuk melakukan penelitian ini, seperti ethnomethodology, etnografi, membumi, dan fenomenologi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami kegiatan sosial perempuan Samin di Kudus dalam hal pemilihan umum.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wanita Saminsangat aktif dalam kehidupan politik mereka. Keaktifanmereka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: daridiri mereka sendiri, dari suami mereka dan dari para pemimpin Samin.kata kunci: Tindakan Politik, Perempuan Samin, Pemilu. This research covers how is the political life of Saminwomen. It tries to answer what are factors which influence them to implement the traditional beliefs in theirpolitical life. The researcher uses some alternative modelsto undertake this research, such as ethnomethodology,ethnography, grounded, and phenomenology. The data are analyzed by using qualitative approach to understandthe social activities of Samin women in Kudus in terms ofgeneral election. It is found that Samin women are veryactive in their political life. Their activeness are influencedby some factors such as: from theirselves, from their husbands and from the Samin leaders.Keywords: Political act, Samin’s women, Election.
HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS Rahmatullah, Lutfi
PALASTREN Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan pada studi Ma’ani al hadis.Rumusan masalah dalam penelitian ini mengkaji entang: 1. bagaimana makna hadits menstruasi 2.Bagaimana relevansi hadits tentang masalah kesetaraan gender dan menstruasi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik-kritis dengan pendekatan historis-hermeneutis. Temuan dari penelitianini adalah: 1. Menstruasi adalah siklus biologisalami yang diberikan oleh Allah kepada perempuan.Sebagaimana tercantum dalam  kitab al-Bukhari nomor hadits 285 Kitab al-Haid, 2. Nabi menghapus pandangan tabu dan mitos seputar wanita yang sedang menstruasi.3. Meskipun agama melarang untuk melaksanakan beberapa ibadah khusus untuk wanita yang sedang menstruasi, tetapi larangan itu tidak mengindikasikan bahwa perempuan itu dalam keadaan “kotor”.kata kunci: Haid, Hadis, Seksualitas, Perempuan. This research is directed at the study of ma’any al hadits.The formulation of the problem in this study are: 1.how is the meaning of the traditions of menstruation(periods)? 2. how is the relevance of the traditions aboutthe equality gender problem of women’s menstruation.This research uses descriptive-analytic-critical method,and gender sensitive historical-hermeneutical approach.The research fids: 1. Menstruation is a natural biologicalgiven by God to women. As contained in the history ofal-Bukhari hadith number 285 Kitab al-Haid, 2. TheProphet removed barriers taboos and myths surroundingwomen menstruation. 3.  Although religion forbids tocarry out some specific worship for menstruating women,but the banning was not intended to show that women are dirty.Keywords: Haid, Hadist, Seksuality, Women.
ETOS KERJA DAN KUASA PEREMPUAN DALAM KELUARGA : STUDI KASUS KELUARGA NELAYAN, DI BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Farihah, Irzum
PALASTREN Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terkait pedagang perempuan yang bekerjadalam sirkulasi  ikan yang berhubungan dengan etos kerja. Penelitian ini berfokus pada peran etos dalam pekerjaan mereka yang berjalan di sektor perdagangan dan apakah etos yang mereka bangun dapat membuat posisi tawar dalam pembuatan keputusan dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan di pasar ikan yang terletak di Desa Brondong, Lamongan. Responden 8 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam, dilanjutkan analisis reduksi  data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos perempuanpedagang  ikan yang memiliki rasa yang sulit dipahami mengapa mereka harus bekerja sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dalam keluarga. Di tingkat akses dan kontrol, perempuan telah membuat kemajuan,meskipun posisi pria yang cenderung superior. Bagi orang-orang yang sama, mereka telah saling tergantungdan didukung peran mereka di antara suami dan istri.Kata kunci: Etos kerja, Kuasa, Perempuan Nelayan.
RUU PERADILAN AGAMA PADA LEGISLASI NASIONAL 2010 DALAM TELAAH GENDER Masudi, Masudi
PALASTREN Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan yang dapat menimpa kaum perempuandalam praktik poligami atau model perkawinan lainnya,seperti sirri (sembunyi-sembunyi), mut’ah (kontrak), danperkawinan tanpa wali hakim yang tidak berhak harusditangani dengan penanganan yang terarah. Artikelini mencoba untuk melihat bagaimana Usulan RUU Peradilan Agama dalam Legislasi Nasional 2010 yang menjadi sandaran hukum dalam penentuan sanksi pidana bagi para pelaku poligami, nikah siri, kawin kontrak,dan wali hakim yang tidak sah di mata hukum. Satu halyang menarik bahwa pro kontra yang muncul akibatRUU ini merupakan satu hal yang mutlak. Namun perluditekankan bahwa kearifan dan kebijaksanaan setiapelemen bangsa Indonesia merupakan penentu eksistensiIslam yang “membumi” sebagai perwujudan semangat “rahmatan lil’alamin”.Kata Kunci: Kesetaraan, RUU Peradilan Agama, perkawinan Islam proposed equality for both men and women not only in terms of their public relation but also domesticone, i.e. marital relationship. Unfair treatment that facedby women in the practice of polygamy or other marital models, such as sirri marriage, mut’ah contract, andmarriage without a legal guardian should be solved bydirectional handling system. This article tries to see howthe Proposed Religion Justice Bill, which became theNational Legislation and the laws in the determinationof criminal sanctions for the actors of polygamy,unregistered marriage, mut’ah contract, and alsomarriage without a legal guardian in the eyes of the law.One interesting thing that the pros and cons that arise asa result of this bill is an absolute must. However, it shouldbe emphasized that the wisdom and discretion of eachelement of the Indonesian people is what determines theexistence of Islam that is “grounded” as the embodimentof the spirit of “rahmatan lil’alamin”.Key words: equality, Proposed Religion Justice Bill,marriage.
BIDADARI DALAM KONSTRUKSI TAFSIR AL QUR’AN : ANALISIS GENDER ATAS PEMIKIRAN AMINA WADUD MUHSIN DALAM PENAFSIRAN AL QUR’AN Saidah, Nor
PALASTREN Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penafsiran visi penting al-Qur’an tentang temanpendamping dalam surga telah mengalami biaspatriarkhi. Amina Wadud mencoba membaca ulang ayatayatini dengan pendekatan hermeneutik berkeadilangender. Menggunakan metode deskriptif, artikel inimeyimpulkan Amina membedakan dua kata yang sering disalahpahami dan dianggap identik yaitu kata hur ddanazwaj. Gambaran mengenai teman di surga bagi kaumberiman dimunculkan dalam tiga tingkatan. Pertama, sebutan hu>r al-‘ayu>n yang berarti pasangan untuk lakilakiberiman (bidadari). Kata ini mencerminkan tingkatberpikir Makkah Jahiliyyah. Kedua, istilah zawj yangmenggambarkan periode Madinah yang bermaknapasangan yang diidamkan baik untuk laki-laki maupunperempuan. Dan ketiga, al-Qur’an menyebutkan sesuatuyang melebihi kedua peringkat sebelumnya yaitu kedekatan di sisi Allah swt swt.Kata kunci : Amina Wadud, Bidadari, Tafsir Feminis.
MODEL PARTISIPASI GURU PEREMPUAN DALAM BERPOLITIK : STUDI KASUS DALAM PEMILU LEGISLATIF 2009 DI KABUATEN GRESIK Muarifah, Siti
PALASTREN Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru perempuan  memiliki peran besar dalam PemilihanUmum di Indonesia tetapi tingkat keterwakilanperempuan dalam politik masih sangat rendah. Penelitianini mencoba untuk menganalisis orientasi politikdari guru perempuan yang meliputi aspek kognitif,afektif dan evaluatif. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menyimpulkan orientasi politik dari guru wanita bervariasi tergantung pada aktivitas merekadi masyarakat. Guru perempuan yang aktif dalamorganisasi politik memiliki orientasi yang sangat kuat.Sementara guru yang memiliki aktivitas non-politik, memiliki orientasi yang lebih rendah.kata kunci: Orientasi politik, guru perempuan, pemilihan umum Women teachers also have a big role in the GeneralElection in Indonesia but the level of women representation in politics is still very low. This researchtries to analyze political orientation of women  teachersthat includes cognitive, affective and evaluative aspects.Through the qualitative method, the research conclusionis that the political orientation of women teachers variesdepend on their  activity in the community. Womenteachers who  active in political organizations has very strong orientation. While teachers who have non-political activity, have the lower orientation.Keywords : political orientation, women teacher, general election.
PENDIDIKAN SASTRA SENSITIF GENDER: ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN SASTRA BERPERSPEKTIF GENDER UNTUK JENJANG SEKOLAH DASAR Susanti, Rini Dwi
PALASTREN Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang paling strategis menanamkan perspektif gender dalam pendidi-kan. Penanaman nilai-nilai wacana gender harus dimu-lai sejak dini, terutama sejak sekolah dasar. Pemilihan bahan ajar yang sesuai dan proses belajar yang tidak diskriminatif merupakan faktor penentu dalam keber-hasilan penanaman wacana gender. Guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran dan memilih sumber belajar mengajar. Penanaman nilai-nilai kesetaraan gender pada siswa sejak apresiasi awal sastra melalui karya sastra dalam mata pelajaran bahasa dapat dilakukan dengan; (1) Memilih contoh dalam karya sas-tra sebagai bahan ajar. (2) Menyajikan contoh kutipan karya sastra dalam bentuk gambar seperti anak-anak ataupun foto-foto. (3) Memilih buku teks yang berisi karya-karya sastra yang mengutip kesetaraan gender School as an educational institutionis has strategic position in internalizing the gender perspective in education including the values of gender discourse that must be started earlier, especially since the basic education level. The selection of appropriate teaching materials and learning process that is not discriminatory is a determinant factor in the success of the internalizing of gender discourse. Teachers are required to be creative and innovative in designing a learning and teaching resources. Internalizing the values of gender equality in the students since the early appreciation of literature through the works of literature in the language subjects can be done with; (1) Choosing an example in the case of works of literature as teaching materials. (2) Presenting examples of the quote in the paper literature such as children and photographers. (3) Selection of a text book that contains the works of literature that quote intensive gender.
POLITIK ETIS KEPAHLAWANAN RA KARTINI: MENGUAK SPIRITUALISME KARTINI YANG DIGELAPKAN Said, Nur
PALASTREN Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tiga isu utama terkait kepahlawanan RA Kartini di Indonesia: (1) Apa saja pertimbangan politikpemerintah dalam menetapkan Kartini sebagai pahlawanannasional?; (2) Bagaimana arkeologi pemikiran Kartiniterbentuk sehingga dikenal sebagai tokoh emansipasiwanita di Indonesia?, (3) Mengapa spiritualisme Kartinicenderung tersembunyi?, Makalah ini ditulis berdasarkanpenelitian perpustakaan dengan pendekatan filosofis.Kesimpulan dari artikel ini adalah: (1) Penentuan Kartinisebagai pahlawan tak lepas dari kepentingan politik. (2)Telah terjadi intervensi dari orientalis yang mengesankanKartini sebagai seorang sekuler dan penganut feminis Barat.(3) Kartini adalah seorang Muslim yang kritis bahkan diatidak ragu-ragu untuk memberikan gugatan dan kritik tajamdari fenomena keagamaan yang kurang mendidik, termasukdalam pembelajaran dari Al-Qur’an. Hal ini telah benar benar mencapai tingkat tertinggi kesadaran Kartini sebagai “hambaAllah” yang anti-feodalisme dan kolonialisme.kata kunci: Kepahlawanan Kartini, Spiritualisme, kolonialisme, politik etis This article discusses three focus issues: (1) What kindsof political interest in deciding behind the heroism ofKartini?; (2) What is the archaeological thought of  Kartinidespite his heroic figure?, (3) Why does the spiritualismof Kartini inclined hidden behind the frenzied heroismKartini that tends to make it as an object of ethical politics of dutch colonialism? This paper was writtenbased on library research with philosophical approaches.Conclusions of this article are: (1) the determinationof Kartini as an hero could not be separated from thepolitical intrigues. (2) Due to the intervention of theOrientalist writer has impressed Kartini be secular andWestern feminist adherents. (3) Kartini is a Muslimcritical even she did not hesitate to give the lawsuit andsharp criticism of the religious phenomenon which doesnot educate, including the learning of the Qur’an. It hasactually reached the highest degree of Kartini’s awareness as a servant of God that anti-feudalism and colonialism.Keywords: Heroism of Kartini, Spiritualism, Colonnialism, Ethics Political
MANAJEMEN KELUARGA PEREMPUAN SINGLE PERENT : TELAAH GENDER KEHIDUPAN KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA Miftahurrohmah, Miftahurrohmah
PALASTREN Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada keluarga yang  pra sejahtera di pedesaan ditemukan banyaknya perempuan yang menjadi kepala keluarga sementara ketika ditinggal suaminya kerja merantau. Artikel ini memotret wawasan gender dan manajemen keluarga yang dilakukan para perempuan tersebut.Kesimpulannya wawasan gender para perempuan pedesaan ini sangat rendah meskipun dalam beberapahal mereka secara tidak sadar telah melaksanakan prinsip adil gender seperti perlakuan adil dan seimbang dalam menugaskan anak membantu pekerjaan rumah tangga.  Manajemen keluarga dalam pengelolaan keuangan dilakukan oleh responden dengan memilah milah kebutuhan dengan mementingkan pemenuhan kebutuhan papan, sandang dan pangan walaupun dalam kesederhanaan.  Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pendidikan keagamaan dilakukan dengan aktif mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggal.Kata kunci: Manajemen Keluarga, TKI, Telaah Gender.
PERAN GANDA PEREMPUAN DI LINGKUNGAN PARIWISATA BANDUNGAN, JAWA TENGAH Karmila, Mila
PALASTREN Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah peran ganda perempuan tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga terjadi diindustri pariwisata yang saat ini merupakan andalan bagi pendapatan asing setelah sektor minyak dan gas. Selain tu, sektor pariwisata selama ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesempatan kerjabagi perempuan. Fokus penelitian ini adalah: (1) Bentuk peran (produktif) perempuan di bidang pariwisata di kawasan Pariwisata Bandungan, Jawa Tengah. (2) Peranapa yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan menunjukkan kebutuhan untuk memberdayakan bidang perempuan di sektor yang terkait dengan pariwisata.Pemberdayaan ini juga akan memberikan efek dalam meningkatkan kualitas kegiatan pariwisata di daerah yang bersangkutan. Menyadari heterogenitas perempuandan keragaman kegiatan pariwisata, penentuan langkah langkah untuk pemberdayaan perempuan di bidangpariwisata harus menarik dan beragam terutama yang diperlukan selama pelaksanaan.kata kunci: Peran perempuan, pariwisata, pemberdayaan. The problem of multiple roles of women not only occurin the field of economy and social but also occur in thetourism industry which  now is a mainstay for foreignincome after oil and gas sector. In addition, the tourismsector during this period, does not show significantresults to increase employment opportunities for women. The focus of this research are: (1) The shape of the role(productive) women in the field of tourism in the areaof Tourism Bandungan, Central Java. (2) What role canimprove the income of a family. The findings indicatethe need of women empowerment in the sectors relatedto tourism. This empowerment will also give effect inimproving the quality of tourism activities in the areasconcerned. Recognizing heterogenity of women and thediversity of tourism activities, determination of the stepsto empowerment of women in the field of tourism shouldcharming and diverse that is especially needed duringimplementation.Keywords: Multiple Roles Of Women, Tourism, Empowerment.

Page 8 of 47 | Total Record : 466