cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN BERORIENTASI PENYADARAN HUKUM UNTUK PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR (CHILD MARRIAGE) PADA MASYARAKAT SUB KULTUR MADURA DI DAERAH TAPAL KUDA Hanafi, Yusuf
PALASTREN Vol 4, No 2 (2011): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research tried to develop educational module orientated in law recognition to avoid the practice of child marriage under age, especially in Madura Sub-Culture Community in Horseshoe Area. This development was done in steps of process, these are: (1) recognizing the condition and social profile of Madura sub-culture community in horseshoe area and their tendency in practical marriage of child under age as source of need analysis; (2) arranging prototype strategy and educational module orintated in law recognition to avoid child marriage under age in Madura sub-culture community in horseshoe area; (3) testing the effectiveness of educational module orientated in law recognition to avoid child marriage under age in Madura sub-culture community in horseshoe area. So the product resulted is tested both in validity and reliability. Key words: avoiding child marriage under age, Madura Sub-Culture Community, Horseshoe Area.
WARNA BARU WACANA PEREMPUAN DALAM LITERATUR PESANTREN Fadholi, Khamid
PALASTREN Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Palastren (Januari - Juni)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab kuning peka kesetaraan gender, itulah kesan pertama yang muncul di benak peresensi saat membaca buku ini. Buku yang disusun oleh Faqihuddin Abdul Kodir ini disajikan dalam bahasa arab, bukan bahasa Indonesia. Buku ini diterbitkan oleh ISIF bekerja sama dengan Fahmina- institute, organisasi yang konsen dan intens mendiskusikan isu-isu kesetaraan gender di Indonesia. Setelah sekian lama melakukan pembinaan dan diskusi kesetaraan gender di ruang publik, ISIF dan Fahmina mulai menggarap lahan kosong kaum tradisionalis dan pesantren. Penyusunan buku ini merupakan bentuk keseriusan ISIF dan Fahmina dalam mengkaji dan mengajak masyarakat untuk memahami perang penting kesetaraan gender. Fahmina dan ISIF, sebagaimana diakui oleh para anggotanya, muncul dari kalangan Islam tradisionalis Indonesia.
KISAH PARA PEREMPUAN BERBAGI SURGA Rohimi, Primi
PALASTREN Vol 4, No 1 (2011): Jurnal Palastren (Januari - Juni)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesan universal Islam yang senantiasa kontesktual adalah visinya sebagai rahmatan lil‘alamin. Islam tidak membedakan pengikutnya dengan pertimbangan jenis kelamin, usia, maupun status sosial ekonomi. Semua muslim berhak berlomba-lomba dalam kebaikan dan takwa serta meraih ‘piala’ surga, tanpa terkecuali terbuka juga bagi perempuan. Buku The Power of Women ini, secara gamblang memberikan uraian jejak historis sejumlah tokoh-tokoh perempuan dalam Islam yang belum banyak diungkap. Karena itu melalui buku ini, pembaca diajak untuk menyimak kiprah para perempuan baik dalam ruang publik maupun domestik yang tentu bisa menjadi uswah bahwa surga Allah S.W.T. juga terbuka luas bagi para perempuan teladan tersebut.
POLITIK UANG DI MATA PEREMPUAN: Studi Kasus pada Pemilu Tahun 2009 Dewi, Siti Malaiha
PALASTREN Vol 3, No 2 (2010): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thing which always appear and accompany the democratic party of this nation is the existence of money politics. Despite the various monitoring organizations shared, supervisory agency deployed, and the rules regarding the prohibition of money politics has been made, but in fact money politics still exist and could not be eliminated. This paper tries to reveal the of women’s views about the existence of money politics and factors - factors that influence their political views personal narratively. Based on data obtained from female informants above, then the women’s attitudes and purports toward money politics can be divided into three groups. First, rejecting money politics; second, accepting money politics and making money as a determinant factor of political choice; third, accepting money politics but not affecting their political choices. Keywords: money politics, women.
POTRET PERJUANGAN ORGANISASI PEREMPUAN INDONESIA Kharis, Muhammad
PALASTREN Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman kolonial, para pejuang perempuan di Nusantara banyak dilakukan secara perorangan, tetapi saat ini perjuangan perempuan banyak dilakukan secara kolektif dengan membentuk suatu organisasi. Perjuangan perempuan dalam bentuk organisasi ini dilakukan secara kolektif dengan tujuan pemberdayaan perempuan Indonesia. Buku Peta Gerakan Perempuan Pasca-Orde Baru karya Lies Marcoes-Natsir dkk dengan apik memotret perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan isu–isu kontemporer tentang perempuan di Indonesia. Lima organisasi dipilih para peneliti mewakili organisasi perempuan di Indonesia. Kelima organisasi tersebut adalah Aisyiyah, Fatayat Nahdlatul Ulama (FNU), Bidang Kewanitaan Partai Keadilan Sejahtera (BK PKS), Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI), dan Fahmina-Institute. Empat yang pertama merupakan organisasi masyarakat sosial dengan basis massa yang jelas, sementara urutan ke lima, yakni Fahmina merupakan lembaga yang berbasis pesantren yang konsen terhadap isu-isu perempuan terkini.
HERMENEUTIKA AL-QUR’AN YANG BERKEADILAN JENDER : Sebuah Window Shopping Atas Pemikiran Amina Wadud Muhsin *, Ulya
PALASTREN Vol 3, No 1 (2010): Jurnal Palastren (Januari - Juni)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a civilization religion. He is as blessing for all natural content particularly to human being, both men and women. In history, however, women are considered to be second best human being after men so that in reality blessing is not in favour of them. There is internal issue in the relationship between women and men in context of gender, causing the women oftentimes experience injustice or unfair treatment. One of the causes of injustice against women is distortion in understanding al-Qur’an verses, especially those corresponding to relationship between men and women. Nasaruddin Umar states the distortion of understanding is caused by unaccommodated interpreting methodologies. In fact, interpreting method trend of tahlili or tajzi’i, ijmali and muqoron, tend to result gender bias interpretation. Reconstructing method in reading al-Qur’an becomes vital requirement in this time in order to fight injustice of such gender relationship. Interpretation method based on gender justice is expostulated. Moreover, hermeneutics becomes specific choice especially to all feminist interpreters to break through the practices of gender injustice due to inaccurate understanding of Islamic teaching which actually emphasizes on egalitarian principle. Keywords : Hermeneutics, gender justice, Amina Wadud Muhsin
KEPEMIMPINAN DAN SPIRITUALITAS RATU KALINYAMAT Amali, Zakki
PALASTREN Vol 4, No 2 (2011): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosok perempuan dalam kepemimpinan acapkali dipinggirkan dalam kancah perpolitikan. Di tingkat lokal, perempuan sulit berposisi sebagai ketua organisasi yang di dalamnya ada laki-laki. Biasanya laki-lakilah yang dipilih menjadi pemimpin. Meskipun demikian, membaca dalam novel Ratu Kalinyamat karya Mudtadho Hadi ini menimbulkan kesan tentang kepemimpinan seorang perempuan pesisir yang tangguh, cerdas, dan laik diteladani. Ratu Kalinyamat (1549-1579 M) bernama asli Retna Kencana adalah putri Sultan Trenggono, Sultan Demak pada tahun 1521- 1546 M. Lahir sebagai putri membuatnya mengemban tugas pemerintahan di Kadipaten Jepara. Ia mempunyai kemampuan berlebih dalam memimpin. Para rampok yang dikisahkan dalam novel ini segan berulah di wilayah kekuasaan Ratu Kalinyamat. Sebab sikap Kalinyamat yang tegas memberlakukan hukuman terhadap perusuh. Dalam novel ini Ratu Kalinyamat diceritakan hidup di tengah kemelut konflik Kesultanan Demak. Ia menjadi korban dari perebutan kekuasaan di antara saudaranya sendiri. Suaminya Pangeran Hadhirin menjadi korban balas dendam Haryo Penangsang.
WOMEN’S STRUGGLE ON POLITICAL RIGHTS IN INDONESIA: Social and Religious Studies on the Failure of Women’s 30 percent Quota in the Indonesian Parliament Maula, Bani Syarif
PALASTREN Vol 3, No 1 (2010): Jurnal Palastren (Januari - Juni)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak perempuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik atas dasar kesetaraannya dengan laki-laki tertulis dalam dan dijamin oleh konvensi internasional. Untuk membuat peluang perempuan lebih besar dalam kontestasi politik, perempuan memerlukan ketentuan khusus untuk memungkinkan mereka bisa terpilih atau ditunjuk dalam posisi pengambilan keputusan tingkat tinggi, yaitu dengan cara mempromosikan ide bahwa 30 persen dari keanggotaan badan legislatif diperlukan sebagai upaya yang akan memungkinkan suatu perubahan penting dalam suatu kebijakan. Oleh karena itu, kuota gender dalam pemilu digunakan sebagai langkah khusus untuk meningkatkan keterwakilan perempuan. Dalam konteks Indonesia, jumlah partisipasi perempuan Indonesia dalam kehidupan politik telah menjadi perhatian yang cukup lama dalam sebuah masyarakat demokratis ini. Meskipun persentase perempuan pemegang jabatan pada umumnya meningkat sejak pertengahan abad ke-20, perempuan tetap kurang terwakili karena berbagai faktor, bisa karena politik, sosial ekonomi, dan budaya. Perempuan anggota parlemen juga bukanlah sebuah pengecualian. Rendahnya representasi (keterwakilan) perempuan di lembaga legislatif di tingkat nasional telah menjadi perhatian serius perempuan Indonesia. Setelah menjalani perjuangan yang panjang, akhirnya mereka berhasil menghasilkan sebuah ketentuan tentang kuota 30 persen bagi perempuan dimasukkan dalam UU Pemilihan Umum (UU No 12/2003), meskipun belum menjadi suatu kerarusan (non compulsory quota). Hasilnya, pada pemilu tahun 2004 (untuk periode 2004-2009 parlemen) perempuan hanya memperoleh 11 persen kursi di parlemen nasional, sedangkan pada pemilu 2009 (untuk periode 2009-2014) perempuan hanya menerima 18 persen saja. Persepsi yang berkelanjutan tentang adanya dikotomi antara lingkup kehidupan keluarga dan masyarakat (publik) telah menyulitkan perempuan untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan politik. Makalah ini melihat bahwa hambatan terbesar untuk keterpilihan perempuan ada dalam sistem masyarakat Indonesia yang patriarki, ditambah lagi karena adanya faktor tradisi budaya dan interpretasi agama yang bias gender. Partisipasi perempuan dalam kehidupan politik seraca terus-menerus didasarkan pada peran tradisional mereka dan peran biologisnya sebagai istri dan ibu, yang dianggap oleh banyak orang Indonesia sebagai satu-satunya peran penting bagi perempuan. Selain itu, kebijakan negara tentang perubahan pada sistem pemilu dari semi-terbuka (semi-open list) menjadi sistem terbuka (full open-list system of proportional representation) menjadi tantangan besar lainnya bagi perempuan untuk mendapatkan akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam mengekspresikan hak-hak politiknya di Indonesia. Keywords: women’s political rights, women’s quota, electoral system
ORIENTASI POLITIK GURU PEREMPUAN DI GRESIK DALAM PEMILU LEGISLATIF 2009 Muarifah, Siti
PALASTREN Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Palastren (Januari - Juni)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women teachers also have a big role in the General Election in Indonesia but the rate of women representation in politics is still low. This research tries to analyze political orientation of women teachers that includes cognitive, affective and evaluative obtained. The conclusion obtained is that the political orientation of women teachers is vary depending on the activity in the community. Women teachers who are active in political organizations have very strong orientation while the orientation of teachers who have non- political activity is not strong. The goal of action-oriented women teachers through a tool of political and organizational activities is both active and passive participation. Keywords : political orientation, women teacher, general election.
ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINIS KISAH PEREMPUAN DALAM ALQURAN Nasir, Amin
PALASTREN Vol 4, No 2 (2011): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stories in the Qur‘an is not just a fairytale story for sheer, but it contains lessons, demands, instructions for humans.. The Qur‘an specifically discuss the types of women according to their deeds. The Qur’an refers to an ideal woman and a bad women, This research analyzed four women stories: Asiyah, Moses mother, the Queen Saba’ and Mrs Nuh dan Mrs Lut. Qur‘an confirms the view of women as a person who fully responsible for her choice, either commendable action or tyranny activity. Women are recognized as an independent person who does not rely on the male figure. A womangetting a reward for what she has does, good and bad. Keywords: Literary Criticism, The Story Of Women In The Qur‘an

Page 6 of 47 | Total Record : 466