cover
Contact Name
Ashif Az Zafi
Contact Email
qualityjournal@iainkudus.ac.id
Phone
+6285789104304
Journal Mail Official
qualityjournal@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana IAIN Kudus, Jl.Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus 59322, Jawa Tengah. Fax. 0291-432677
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
QUALITY
ISSN : 23550333     EISSN : 25028324     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/quality
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Peran Kepemimpinan Pelayan Pembelajaran Kepala Sekolah Berbasis Nilai-Nilai Moral Spiritual Effendi, Yulius Rustan; Romadhon, Romadhon
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.17330

Abstract

The Learning Servant Leadership Role of Principals Based on Moral-Spiritual Values. This research aims to provide an objective description of the role of the principal as a learning servant leader based on spiritual and moral values. The implementation of learning servant leadership in two junior high schools in Malang City, East Java is also examined. A case study approach was employed using qualitative methods to collect data through in-depth interviews, observations, and document analysis. A modified analytic analysis method was utilised to analyse the data and achieve research objectives. A modified analytic analysis method was utilised to analyse the data and achieve research objectives. Technical terms are explained when first used, and the language used is formal and value-neutral with clear, concise sentences and a logical flow of information. The validity of the data is measured using processes of credibility, transferability, dependability, and confirmability. According to the study's findings, the principal's objective is to enhance and empower the teaching potential of the educators for achieving restoration of learning. Self-awareness as an altruist, faithful (spiritual) and moral individual is the foundation of inspiration for the principal's role as a learning leader. This study suggests that the acquisition of servant leadership by principals has a subordinate effect on institutional or organizational outcomes while having a direct impact on investing in developing teachers' teaching potential for future learning recovery. Furthermore, the leadership of the principal's learning servant is highly appropriate for aiding teachers in their recovery and personal development. The approach prioritises the psychological well-being, emotional maturity, and ethical, moral, and religious wisdom of those being served, which is of great benefit to educators. Kepemimpinan pelayan pembelajaran kepala sekolah merupakan strategi peran kepemimpinan yang mengintegrasikan semangat pelayanan dengan nilai-nilai moral spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan pelayan pembelajaran kepala sekolah berbasis nilai-nilai moral spiritual. Kepemimpinan pelayan pembelajaran diterapkan oleh dua kepala Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang, Jawa Timur berbasis nilai-nilai moral spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi untuk mencapai tujuan penelitian. Analisis data menggunakan metode analisis analitik yang dimodifikasi. Pengukuran keabsahan data berdasarkan proses kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menjelaskan bahwa. tekad kepala sekolah adalah mengungkit dan memberdayakan potensi pengajaran guru untuk mencapai pemulihan pembelajaran. Sumber inspirasi peran kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berpusat pada kesadaran diri sebagai pribadi altruis, beriman (spiritual) dan bermoral. Penelitian ini merekomendasikan bahwa kepemimpinan pelayan pembelajaran kepala sekolah berpengaruh tidak langsung pada hasil organisasi/lembaga, tetapi berdampak langsung pada investasi pemberdayaan potensi pengajaran guru untuk mencapai pemulihan pembelajaran di masa depan. Selain itu, kepemimpinan pelayan pembelajaran kepala sekolah sangat cocok untuk pemulihan dan penyadaran pribadi guru karena terfokus pada kesejahteraan psikologis, kematangan emosional, dan kebijaksanaan etis, moral, religius dari individu yang dilayani.
Penanaman Nilai-Nilai Religius Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler Tahfidz di MA ATQIA Bondowoso Khofi, Mohammad Bilutfikal
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v12i1.23353

Abstract

Cultivation of Religious Values Through Extra-Curricular Activities of Tahfidz at MA ATQIA Bondowoso. This research aims to determine the instillation of religious values at MA ATQIA Bondowoso through tahfidz extracurricular activities. This research uses a qualitative research approach with descriptive research type. Data collection in this research used interview, observation and documentation methods. The results of this research conclude that the instillation of religious values in the tahfidz extracurricular at MA ATQIA Bondowoso, instills four religious values, namely: First, the value of worship which is instilled by getting students used to regularly reading the Koran and maintaining cleanliness by performing ablution. Second, the value of jihad which trains students to be disciplined and patient. Third, moral values that teach students to be polite to teachers, respect other people and help each other. Fourth, exemplary values that teach students to always straighten out their intentions only because of Allah, protect themselves from immoral acts and continue to pray so that students who take tahfidz are given the ease to memorize and can maintain their memorization.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penanaman nilai – nilai religius di MA ATQIA Bondowoso melalui kegiatan ektrakurikuler tahfidz. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai – nilai religius pada ektrakulikuler tahfidz di MA ATQIA Bondowoso, menanamkan empat nilai – nilai religius yakni : Pertama, nilai ibadah yang ditanamkan dengan membiasakan siswa rutin membaca Al-Qur’an dan menjaga kebersihan dengan berwudlu’. Kedua, nilai jihad yang melatih siswa untuk disiplin dan sabar. Ketiga, nilai akhlak yang mengajarkan siswa untuk sopan kepada guru, menghargai orang lain dan saling tolong menolong. Keempat, nilai keteladanan yang mengajarkan siswa untuk senantiasa meluruskan niat hanya karena allah, menjaga diri dari perbuatan maksiat dan terus berdoa’a agar para siswa yang mengikuti tahfidz diberikan kemudahan untuk menghafal dan bisa menjaga hafalannya.
Quality Assurance at Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Based on Ahlussunnah wal Jama'ah Values Rozaq, Abdul; Giyoto, Giyoto; Isnaniah, Siti
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality assurance in higher education is an important program that must be implemented by all higher education institutions. The quality assurance of Universitas Nahdlatul Ulama (Nahdlatul Ulama Islamic University/UNISNU) Jepara has characteristics that differ from other higher education institutions. This research aims to analyze the quality assurance of UNISNU Jepara. The method used in this research is qualitative analysis. The subjects and informants of this research are the rector, head of quality assurance institution, head of Aswaja study center, lecturers, and other technical staff. The research findings indicate that the characteristics of quality assurance at UNISNU Jepara include 7 additional standards, such as vision and mission standards, academic atmosphere standards, cooperation standards, information technology standards, graduate student standards, online learning standards, and governance standards based on the values of Ahlussunnah wal Jama'ah, producing 10 personality values that are implemented and internalized into academic community activities including university work programs, teaching and learning processes, and student activities, namely: moderate (tawassut), balanced (tawazun), tolerant (tasamuh), and just (i'tidal) values used as guidelines in all aspects of life to improve quality assurance and the quality of education provision.Penjaminan Mutu Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Berbasis Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama'ah. Penjaminan mutu di perguruan tinggi merupakan program penting yang harus dilaksanakan oleh semua institusi pendidikan tinggi. Penjaminan mutu Universitas Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara memiliki karakteristik yang berbeda dengan perguruan tinggi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjaminan mutu UNISNU Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Subjek dan informan penelitian ini adalah rektor, kepala lembaga penjaminan mutu, kepala pusat studi Aswaja, dosen, dan staf teknis lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penjaminan mutu di UNISNU Jepara meliputi 7 standar tambahan, yaitu standar visi dan misi, standar suasana akademik, standar kerja sama, standar teknologi informasi, standar mahasiswa pascasarjana, standar pembelajaran daring, dan standar tata kelola yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah, menghasilkan 10 nilai kepribadian yang diimplementasikan dan diinternalisasikan ke dalam kegiatan sivitas akademika meliputi program kerja perguruan tinggi, proses belajar mengajar, dan kegiatan kemahasiswaan, yaitu Nilai-nilai moderat (tawassut), seimbang (tawazun), toleran (tasamuh), dan adil (i'tidal) yang digunakan sebagai pedoman dalam semua aspek kehidupan untuk meningkatkan penjaminan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Tindak Lanjut Penilaian Kinerja Kepala Sekolah pada Komponen Kualitas Supervisi Pembelajaran Fauzi, M. Asif Nur; Sukamto, Sukamto; Sidabutar, Janpristiwandi; Iriantara, Yosal
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.21267

Abstract

Follow-up Assessment of Principal Performance on the Quality Component of Learning Supervision. This research is driven by findings concerning the inadequate appraisal of school principals in supervising learning, which is urgent in attaining quality learning. This is attributed to teacher professionalism, affecting the quality of graduates' learning experience. The study aimed to investigate the follow-up procedures of school principals in enhancing the standard of learning supervision encompassing administrative documentation and teacher professionalism. The descriptive research with a qualitative methodology was employed to conduct the study. The data sources consisted of observations, interviews, and document analysis. After analysing the collected data through reduction, presentation, and drawing conclusions, some of the research findings revealed obstacles related to PKKS, occurring due to virtual supervision. These technical obstacles have an impact on holistic constraints. Follow-up actions included action planning, building communication, and setting new standards.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan terkait rendahnya penilaian kinerja kepala sekolah dalam komponen supervisi pembelajaran yang sebenarnya memiliki tingkat urgensi yang harus diperhatikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. Hal ini karena kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh profesionalisme guru dan mempengaruhi kualitas lulusan dalam hal pengalaman belajarnya. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendalami kegiatan tindak lanjut kepala sekolah dalam peningkatan mutu supervisi pembelajaran yang dilakukan, baik dalam pendokumentasian administrasi maupun dalam aspek profesionalisme guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sesuai dengan pengumpulan data yang dilakukan, data dianalisis melalui reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Beberapa hasil penelitian yang dipaparkan yaitu kendala yang terjadi terkait temuan PKKS karena pengawasan dilakukan secara virtual sehingga menimbulkan kendala teknis yang berdampak pada kendala holistik. Kegiatan tindak lanjut yang dilakukan adalah melalui perencanaan tindakan, membangun komunikasi, dan menetapkan standar baru.
Pengembangan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran PAI dengan Penerapan Evaluasi Diagnostik Hidayah, Ihda Faizatul
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v12i1.20646

Abstract

Development of Learner Learning Outcomes in Islamic Education Learning by Implementing Diagnostic Evaluation. The purpose of this study was to determine the development of student learning outcomes in Islamic religious education learning with diagnostic evaluation at Walisongo Vocational High School Rembang.The lack of motivation for students' learning enthusiasm is a problem that deserves to be found a solution so that in learning students obtain learning outcomes as expected and can apply the knowledge gained to be applied in everyday life as it should.This type of research uses a descriptive qualitative approach with in-depth interview data collection techniques, participant observation, and documentation.The results showed that the development of the application of diagnostic evaluation was carried out by going through the first process of identifying students with learning difficulties, secondly localizing their learning difficulties, thirdly determining the factors causing their learning difficulties, fourthly estimating alternative assistance, fifthly determining possible ways to overcome them, and sixthly carrying out follow-up.Student learning outcomes have increased, seen from daily scores, midterm assessments, and final semester exams.Some of the obstacles encountered in PAI learning with the implementation of diagnostic evaluation include: facilities and infrastructure that are still not optimally adequate, the lack of interest, motivation, and learning readiness of students, awareness and attention of parents in supervising learning, innovative educators in delivering lessons and stillminimally interactive.The solution is to complete facilities and infrastructure, provide training to educators, complete literacy facilities, manage activities and time, and implement learning management.Implementation of diagnostic evaluation can provide changes to student learning outcomes. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengembangan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama islam dengan evaluasi diagnostik di SMK Walisongo Rembang. Minimnya motivasi semangat belajar peserta didik menjadi persoalan yang patut untuk ditemukan solusinya supaya dalam belajar peserta didik memperoleh hasil belajar sesuai harapan dan bisa menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana mestinya. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan penerapan evaluasi diagnostik dilakukan dengan melalui proses pertama melaksankan pengidentifikasian kepada peserta didik terhadap kesulitan belajranya, kedua melokalisasikan kesulitan belajarnya, ketiga menentukan faktor penyebab kesulitan belajarnya, keempat memperkirakan alternatif bantuan, kelima menetapkan kemungkinan cara mengatasinya, dan keenam melakukan tindak lanjut. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan, dilihat dari nilai harian, penilaian tengah semester, dan ujian akhir semester. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pembelajaran PAI dengan penerapan evaluasi diagnostic di antaranya: sarana dan prasarana yang masih belum memadai secara maksimal, minimnya minat, motivasi, dan kesiapan belajar peserta didik, kesadaran dan perhatian orang tua dalam mengawasi belajar, inovatif pendidik dalam menyampaikan pelajaran dan masih minim interaktif. Solusi yang dilakukan adalah melengkapi sarana dan prasarana, memberikan pelatihan kepada pendidik, melengkapi fasilitas literasi, pengelolaan kegiatan dan waktu, serta melaksanakan manajemen pembelajaran. Implementasi evaluasi diagnostik dapat memberikan perubahan terhadap hasil belajar peserta didik. 
Manajemen Kepemimpinan Rasulullah Saw. dalam Menciptakan Manajemen PAUD Berkualitas Komalasari, Neni
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.15659

Abstract

The Leadership Management of the Rasulullah Pbuh. in Create Quality Early Childhood Education (ECE) Management. A quality Early Childhood Education (ECE) institution is characterised by a leadership and management team that excels in decision-making and communication. To achieve this, the institution must adhere to several management principles, including optimal planning, organisation, leadership, and supervision. By doing so, ECE institutions can effectively manage commitment, work unity, professionalism, and leadership, resulting in high-quality learning and a healthy, robust environment. Effective ECE leadership and management requires democratic, rather than authoritarian, leaders and managers. Rasulullah Pbuh. is an exemplary leader who demonstrated innovative educational practices while also incorporating spiritual values. This research utilises a qualitative method with a case study approach. The study concluded that ECE institutions with democratic leaders and managers who embody the Islamic values of honesty, trustworthiness, intelligence, and open-mindedness are more likely to have quality management. The teachings of the Prophet Pbuh. prioritize deliberation in decision making.Ciri lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas yaitu memiliki manajemen pimpinan dan manajemen pengelolaan yang bisa mengarahkan dan berkomunikasi dengan baik dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah prinsip pengelolaan meliputi perencanaan, pengorganisasiaan, kepemimpinan dan pengawasan secara optimal. Dengan optimalitas tersebut bisa menjadikan lembaga PAUD mampu mengelola komitmen, kesatuan kerja, profesionalisme dan kepemimpinan, sehingga menghasilkan pembelajaran yang berkualitas serta terciptanya lingkungan yang sehat dan kuat. Semua itu tidak lepas dari adanya peran pimpinan dan pengelola yang demokratis, tidak otoriter dan absolut. Rasulullah Saw. sebagai tipikal pemimpin yang mampu menciptakan manajemen kepemimpinan PAUD yang berkualitas. memiliki jiwa sebagai pendidik yang inovatif bukan hanya sekedar menerapkan nilai-nilai kerohanian saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denagn pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa lembaga PAUD berkualitas dengan manajemen pemimpin dan pengelola yang demokratis. dalam perspektif Islam sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. yaitu jujur, amanah, dapat dipercaya, cerdas, dan berpikiran terbuka mampu menciptakan pengelolaan manajemen lembaga PAUD berkualitas. Ajaran manajemen pengelolaan Rasulullah Saw. yaitu mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan. 
Menyelaraskan Keyakinan dan Pembelajaran; Menggali Dinamika Internalisasi Islam dalam Dikotomi Pendidikan Purnawanto, Ahmad Teguh; Anif, Sofyan; Prayitno, Harun Joko; Muhibbin, Ahmad
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aligning Beliefs and Learning; Exploring the Dynamics of Islamic Internalisation in Educational Dichotomy. Islamic education offers mercy for all nature that is able to guide the lives of all nature. Islamic education faces challenges in the global era that confronts the competence of modern life. Changes in the pattern and form of Islamic education must be able to answer the needs of the times. Islamic education must strive to never stop the process of building and educating the nation's children across generations. This research aims to investigate the relationship between belief and learning in the context of the dynamics of Islamic internalisation in the dichotomy of education. Education is often regarded as a platform for transmitting religious values, including Islam, to the younger generation. The research method involves a qualitative study with a literature review phenomenological approach to understand the relationship between the dichotomy of science and Islamic education in Indonesian human character education. Thematic analysis was conducted to identify major themes and patterns in the literature. The results provide an in-depth understanding of how beliefs are influenced by learning experiences, as well as the extent to which formal and informal experiences play a role in the internalisation of Islamic values. Islamic education should be implemented through an interdisciplinary educational approach that integrates Islamic concepts and values with other disciplines. The practical implications of this research can be used to develop more effective learning methods in responding to learners' spiritual and moral needs, while considering the dynamics of Islamic internalisation in the two dimensions of education.Pendidikan Islam menawarkan rahmat bagi seluruh alam yang mampu menjadi penuntun kehidupan seluruh alam. Pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam era global yang menghadapkan pada kompetensi kehidupan modern. Perubahan pola dan bentuk pendidikan Islam harus mampu menjawab kebutuhan jaman. Pendidikan Islam harus diusahakan untuk tidak pernah berhenti berproses dalam membangun dan mencerdaskan anak bangsa lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara keyakinan dan pembelajaran dalam konteks dinamika internalisasi Islam dalam dikotomi pendidikan. Pendidikan seringkali dianggap sebagai wadah untuk mentransmisikan nilai-nilai agama, termasuk Islam, kepada generasi muda. Metode penelitian ini melibatkan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi literature review untuk memahami hubungan antara dikotomi ilmu dan pendidikan Islam dalam pendidikan karakter manusia Indonesia. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi tema utama dan pola dalam literatur. Hasil penelitian memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana keyakinan dipengaruhi oleh pengalaman pembelajaran, serta sejauh mana pengalaman formal dan informal berperan dalam internalisasi nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam sebaiknya dilaksanakan melalui pendekatan pendidikan interdisipliner yakni pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan konsep dan nilai-nilai agama Islam dengan disiplin ilmu lainnya. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam merespons kebutuhan spiritual dan moral peserta didik, sambil mempertimbangkan dinamika internalisasi Islam dalam dua dimensi pendidikan.
Evaluasi Program Tahfidz Excellent di Pondok Pesantren Al-Irsyad Bulaan Kamba Ikhsan, Ilian; Hayati, Zuqriva; Zakir, Supratman; M, Iswantir; Sesmiarni, Zulfani
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.22029

Abstract

Evaluation of the Excellent Tahfidz Programme at Pondok Pesantren Al-Irsyad Bulaan Kamba in Improving Santri's Memorisation. This study aims to assess the effects of context, input, process and product resulting from the implementation of the Excellent Tahfidz programme. The description of these effects is important for the determination of the programme's compatibility with the needs of Islamic boarding schools within the community. This research uses the CIPP approach to evaluation research. The findings of this study reveal that: 1) The tahfidz excellent programme is in line with the needs of the students, parents, the vision and mission of the institution and the educational goals. 2) Tahfidz excellent is implemented four times a week. 3) The learning process of the tahfidz programme is expertly conducted by the teachers. 4) The equipment and infrastructure supported the memorisation process. This is evidenced by the fact that 88% of the students have been successful in the memorisation of 2 juz in the odd semester. In addition, 85% of the students were optimistic about the achievement of the memorisation target within one year. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Context, Input, Proses, dan Product dari pelaksanaan program Tahfidz Excellent di Pondok Pesantren Al-Irsyad Bulaan Kamba. Hal ini menarik untuk diuraikan agar dapat melihat sejauh mana kesesuaian antara program (tahfidz excellent) dengan kebutuhan pesantren di masyarakat. Tulisan ini termasuk kedalam jenis penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan CIPP (Context, Input, Process dan Product) dari Stufflebeam & Shinkfield. Adapun instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Program tahfidz excellent ini sudah sesuai dengan kebutuhan santri, orang tua, visi dan misi, serta tujuan lembaga pendidikan, 2) Pelaksanaan tahfidz excellent ini dilakukan empat kali dalam seminggu, 3) Guru sudah melaksanakan proses pembelajaran program Tahfidz dengan sangat baik, 4) Sarana dan prasarana sudah membantu dalam proses menghafal, 5) Program tahfidz Excellent sudah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari sebanyak 88% santri telah dapat mencapai target hafalan sebanyak 2 juz pada semester ganjil. Selain itu sebanyak 85% santri dengan optimis mampu menyelesaikan target hafalan dalam waktu satu tahun.
Urgensi Pendidikan Keluarga dalam Membangun Moral Bangsa di Era Disrupsi Rahayu, Rofita; Mukhtar, Tatang
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v12i1.20719

Abstract

The Urgency of Family Education in Building National Morals in the Era of Disruption. This study aims to explore the scope of family education which is the main thing in the moral formation of the nation's children in the era of disruption. In this technological age, the nature of family education has faded, so that family education that should be used as education first and foremost has shifted to an education that is not too important. Moral education for children can change the child's behaviour, so that when the child grows up, he can be more responsible and respect fellow humans and able to face the world. Therefore, researchers made a study that will discuss the urgency of family education in building the nation's morals in an era of disruption. This research uses a research method, namely qualitative research with literature studies (library research).  The results of the study found that education in the family became the basis of an education and for further education. The role of parents is a factor that cannot be separated from family education. Parents have a role in their family education, namely nurturing children, guiding, forming good morals, and setting a good example for their children.Studi ini bertujuan untuk mendalami ruang lingkup pendidikan keluarga yang merupakan hal utama dalam pembentukan moral anak bangsa di era disrupsi. Pada zaman teknologi ini hakikat pendidikan keluarga telah memudar, sehingga pendidikan keluarga yang semestinya dijadikan pendidikan pertama dan utama telah bergeser menjadi sebuah pendidikan yang tidak terlalu penting. Pendidikan moral bagi anak dapat mengubah perilaku anak tersebut, sehingga ketika anak sudah dewasa bisa lebih bertanggung jawab dan menghargai sesama manusia dan mampu menghadapi dunia. Sebab itu, peneliti membuat sebuah penelitian yang akan membahas urgensi pendidikan keluarga dalam membangun moral bangsa di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan studi literatur (library research). Hasil penelitian menemukan simpulan bahwa pendidikan dalam keluarga menjadi dasar dari sebuah pendidikan dan untuk pendidikan selanjutnya. Peran orang tua menjadi faktor yang tidak terlepas dari pendidikan keluarga. Orang tua memiliki peran dalam pendidikan keluarganya yaitu mengasuh anak, membimbing, membentuk moral yang baik, serta memberi teladan baik bagi anaknya.  
Difusi Sistem E-SPMI di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus; Analisis Model Rogers Rahmawati, Rukhaini Fitri; Muchsin, Muchsin; Faishol, Muhammad; Shofwani, Siti Aniqoh
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.23576

Abstract

Diffusion of E-SPMI System at State Islamic Institute (IAIN) of Kudus; Analysis of Rogers Model. This article discusses the diffusion process of the E-SPMI system at IAIN Kudus. The E-SPMI system was put in place with the aim of improving the quality assurance system, especially in the implementation of the PPEPP cycle. The purpose of this study is to find out how the diffusion process of the E-SPMI system and what factors influence it. The results show that the diffusion process goes through several stages, starting from the knowledge stage, which encourages institutions to develop E-SPMI because of the need for innovation and efficiency in quality assurance. Furthermore, the persuasion stage involves socializing the concept and advantages of E-SPMI to related parties and stakeholders. The great advantages and efficient costs of E-SPMI encourage a collective decision to adopt it. Implementation begins with E-SPMI data filled by study programs and supervised by LPM. Although the results of implementation could not yet be measured during the confirmation phase, leadership support and positive user perceptions point to a bright future. Factors that influence the technology diffusion process in higher education environments. Factors such as perspective, data complexity, and data integration in the SMURT system affect the diffusion process of E-SPMI.Artikel ini membahas proses difusi sistem E-SPMI di IAIN Kudus. Sistem E-SPMI diberlakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu khususnya dalam pelaksanaan siklus PPEPP. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses difusi sistem E-SPMI dan faktor apa sea yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses difusi melewati beberapa tahap, dimulai dari tahap pengetahuan, yang mendorong institusi untuk mengembangkan E-SPMI karena kebutuhan akan inovasi dan efisiensi dalam penjaminan kualitas. Selanjutnya, tahap persuasi melibatkan sosialisasi konsep dan keunggulan E-SPMI kepada pihak terkait dan pemangku kepentingan. Keunggulan besar dan biaya efisien E-SPMI mendorong keputusan kolektif untuk mengadopsinya. Implementasi dimulai dengan pengisian data E-SPMI oleh program studi dan diawasi oleh LPM. Meskipun hasil implementasi belum dapat diukur selama fase konfirmasi, dukungan pimpinan dan persepsi positif pengguna menunjukkan masa depan yang cerah. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi teknologi di lingkungan pendidikan tinggi. Faktor-faktor seperti perspektif, kompleksitas data, dan integrasi data dalam sistem SMURT mempengaruhi proses difusi E-SPMI.