cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Efek Penggunaan Pembelajaran Inkuiri yang Berulang pada Proses Berpikir Widoretno, Sri -
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Inkuiri adalah model pembelajaran yang mengakomodasi research pada topik pelajaran, sedangkan researchdimulai dengan permasalahan atau pertanyaan yang diselesaikan lebih lanjut melalui proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek penggunaan model pembelajaran inkuiri yang telah digunakan secara berturut-turut, terhadap proses berpikir yang diukur dengan menghitung jumlah dan mengidentifikasi kualitas pertanyaan peserta didik di SMA. Metode penelitian menggunakan diskriptif kualitatif dengan memban-dingkan jumlah dan kualitas pertanyan di awal dan dia akhir setelah 3 kali berturutan menggunakan serangkaian aktivitas model pembelajaran inkuiri. Sampel menggunakan kelas X di SMA N 3 Surakarta. Hasil penelitian menunjukan, kuantitas pertanyaan yang bertambah belum dapat dipastikan sebagai proses berpikir yang lebih baik, karena merupakan bentuk partisipasi peserta didik yang lebih merata. Kualitas pertanyaan yang mengalami peningkatan pada fase orientasi dan pemecahan masalah, menunjukan sistematik proses pembelajaran inkuiri di semua fase belum berkaitan secara menyeluruh.  
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE TAI DENGAN BERBANTUAN LKS MGMP TERMODIFIKASI DAN LKS BERBASIS MASALAH DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI TERMOKIMIA KELAS XI SMA NEGERI 1 POLOKARTO Utami, Aprillia Setyo; -, Ashadi -; Mulyani, Sri -
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui perbedaan pembelajaran metode TAI dengan berbantuan LKS MGMP termodifikasi dan LKS berbasis masalah dengan kemampuan awal dan berfikir kritis terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, populasinya terdiri siswa kelas XI IPA SMAN 1 Polokarto tahun pelajaran 2013/2014. Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu Kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 1 diberikan pembelajaran metode TAI dengan berbantuan LKS berbasis masalah, sedangkan XI IPA 3 diberikan pembelajaran metode TAI dengan berbantuan LKS MGMP termodifikasi. Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif, kemampuan awal dan kemampuan berpikir kritis, dan observasi untuk prestasi belajar psikomotor serta angket untuk prestasi belajar afektif. Teknik analisis data menggunakan analisis non parametrik kruskal wallis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) ada  perbedaan prestasi belajar siswa pada pembelajaran metode TAI dengan berbantuan LKS MGMP termodifikasi dan LKS berbasis masalah baik ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. (2) Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah pada kompetensi termokimia baik ranah kognitif, afektif dan  psikomotor. (3) Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah pada kompetensi termokimia baik ranah kognitif, afektif dan psikomotor. (4) Ada interaksi antara pembelajaran metode TAI berbantuan LKS MGMP termodifikasi dan LKS berbasis masalah dengan kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif dan psikomotor, sedangkan untuk ranah afektif tidak ada interaksi. (5) Adanya interaksi antara pembelajaran metode TAI berbantuan LKS MGMP termodifikasi dan LKS berbasis masalah dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan kemampuan berpikir kritis rendah terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif dan psikomotor, sedangkan untuk ranah afektif tidak ada interaksi. (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan kemampuan berpikir kritis rendah terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. (7) Tidak ada interaksi antara pembelajaran metode TAI  berbantuan LKS MGMP termodifikasi dan LKS berbasis masalah dengan kemampuan awal dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif dan afektif, sedangkan untuk ranah psikomotor tidak ada interaksi.  
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR DI INDONESIA Suhaemi, Tjipta -; -, Napis -; -, Sudirman -
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penggunaan energi di Indonesia meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Untuk mendukung program energi yang cukup besar dan mengingat sumber daya migas yang terbatas serta memperhatikan kondisi sumber energi Indonesia yang ada dewasa ini, salah satu opsi yang ditawarkan adalah memilih pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Tentunya diperlukan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan PLTN tersebut. Untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN, telah dilakukan suatu penelitian awal tentang kelayakan pembangunan ditinjau dari sisi sosial masyarakat di Wilayah Bangka Belitung. Bangka Belitung termasuk salah satu pilihan lokasi pembangunan PLTN. Penelitian  ini menggunakan metode survey deskriptif dengan mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat Bangka Belitung masih menolak kehadiran PLTN. Dapat pula dianalisis bahwa penolakan tersebut terkait  dengan faktor pendidikan dan faktor kurangnya media sosialisasi. Untuk itu untuk menyukseskan rencana pembangunan PLTN di Indonesia diperlukan sosialisasi terhadap masyarakat baik melalui jalur pendidikan formal dan informal serta  melalui media tentang manfaat dan resiko  dari pembangunan dan penggunaan PLTN.
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI Nugroho, Purwo Adi; Sunarno, Widha -; -, Sugiyarto -
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk: 1) Mengetahui karakteristik produk Modul Biologi Berbasis Guided Inquiry untuk memberdayakan keterampilan proses sains siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali, 2) Mengetahui kelayakan produk Modul Biologi Berbasis Guided Inquiry untuk memberdayakan keterampilan proses sains siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali, dan 3) Mengetahui efektivitas produk Modul Biologi Berbasis Guided Inquiry untuk memberdayakan keterampilan proses sains siswa kelas X pada materi pencemaran lingkungan SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali. Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang termodifikasi dari Gall, Borg and Gall (2003) melalui tahapan-tahapan: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal, revisi produk I, uji coba lapangan terbatas, revisi produksi II, uji lapangan operasional, revisi produk akhir, diseminasi dan implementasi produk. Hasil penelitian, yaitu: 1) Modul Biologi Berbasis Guided Inquiry dikembangkan menggunakan model Gall, Borg and Gall termodifikasi melalui 10 tahap dan prosedur pengembangan modul biologi, yaitu integrasi antara basis guided inquiry yang mewarnai modul dengan keterampilan proses sains. Sintaks guided inquiry dapat menguatkan keterampilan proses sains yang dirancang pada matrik sebagai dasar dan warna modul yang dikembangkan, 2) Kelayakan Modul Biologi Berbasis Guided Inquiry setelah dilakukannya uji coba produk awal, uji coba lapangan terbatas, dan uji lapangan operasional didapatkan rata-rata sebesar 3,58 dengan persentase sebesar 89,5% dikategorikan ˝Baik˝, dan 3) Efektivitas Modul Biologi Berbasis Guided Inquiry didapatkan nilai N-gain dari keterampilan proses sains siswa sebesar 0,62 yang dikategorikan ˝Sedang˝, dan hasil belajar kognitif siswa yaitu sebesar 0,71 dikategorikan ˝Tinggi˝ dengan hasil signifikansi sebesar p=0,000.  
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR REAKSI REDOKS MELALUI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) MEDIA FUN THINKERS Widyaningsih, Sri Yani
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pembelajaran model Teams Games Tournaments (TGT) melalui media Fun Thinkers pada Penelitian Tindakan Kelas ini, bertujuan: meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar kimia. Penelitian dilaksanakan pada semester 2, bulan Januari s/d April tahun pelajaran 2013/2014. Subyek penelitian adalah kelas X-9 sejumlah 31 siswa, materi reaksi redoks, Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung. Penelitian dilaksanakan secara siklis yaitu dibagi menjadi dua siklus yang berlangsung secara berkesinambungan. Setiap siklus terdiri atas empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Terdapat dua data yang dianalisis, yaitu: 1). data kualitatif:  observasi setiap siklus, wawancara langsung, dan wawancara tertulis, 2). data kuantitatif, berupa: nilai prestasi kognitif pada setiap siklus. Analisis data kuantitatif akhir siklus diperoleh: 1) siklus I: nilai rata-rata 61,935, ketuntasan belajar 19,36%, atau 6 siswa telah mencapai ketuntasan, 2). siklus II: nilai rata-rata 67,06, ketuntasan belajar sebesar 48,39%, atau 15 siswa telah mencapai ketuntasan. Analisis data kualitatif terjadi peningkatan aktivitas belajar siklus I dan siklus II. Diperoleh kesimpulan bahwa Model Teams Games Tournaments (TGT) melalui media Fun Thinkers: 1). model pembelajaran inovatif, mampu meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar kognitif 2). pembelajaran yang menyenangkan bagi sebagian besar siswa kelas X-9, 3). cocok diterapkan pada reaksi redoks, siswa Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung.  
PENGEMBANGAN APLIKASI KAMUS ISTILAH FISIKA BERBASIS VISUAL BASIC SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI PESERTA DIDIK SMA/MA Kurniawati, Desy -; -, Winarti -; Risdianto, Norma Sidik
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk (1) mengembangkanaplikasi kamus istilah fisika berbasis visual basic sebagai sumber belajar mandiri peserta didik SMA/MA, (2) mengetahui kualitas aplikasi kamus istilah fisika berbasis visual basic, dan (3) mengetahui respon peserta didik terhadap aplikasi kamus istilah fisika  berbasis visual basic. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model prosedural. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada prosedur penelitian pengembangan oleh Tim Puslitjaknov dengan langkah pengembangan yaitu analisis produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. Teknik pengumpulan data berupa non tes dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi, lembar penilaian, dan lembar respon. Teknik analisis data dilakukan dengan mengubah data kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) telah berhasil dikembangkan aplikasi kamus istilah fisika berbasis visual basic sebagai sumber belajar mandiri peserta didik SMA/MA kelas X, (2) berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan guru fisika aplikasi kamus istilah fisika memiliki kualitas sangat baik (SB). Skor rata-rata menurut ahli media adalah 3,50; ahli materi adalah 3,50; dan guru fisika adalah 3,56 (3) respon peserta didik terhadap aplikasi kamus istilah fisika adalah setuju,  pada uji coba lapangan skala kecil diperoleh skor rata-rata 3,02; sedangkan pada uji coba lapangan skala besar diperoleh skor rata-rata 3,16. PENGEMBANGAN APLIKASI KAMUS ISTILAH FISIKA BERBASIS VISUAL BASIC SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI PESERTA DIDIK SMA/MA
KAJIAN TEORITIS MODEL PRODUCTIVE: SUATU MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROYEK YANG DIKEMBANGKAN MELALUI KEGIATAN KOMUNIKATIF Fadly, Wirawan -; Mubarak, Fatha Aulal
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Laporan studi ini difokuskan untuk mengkaji secara teoritis karakteristik model pembelajaran Productive. Model pembelajaran yang dikembangkan ini (model productive) disesuaikan dengan pembelajaran abad 21 dan kurikulum 2013 dimana setiap tahapan pembelajarannya menekankan pada kegiatan berbasis proyek yang dirancang dengan memperhatikan unsur sains dan keterampilan berkomunikasi. Unsur sains ini didasarkan pada pengklasifikasian yang dikembangkan Popper yang menyatakan bahwa dalam mengajarkan sains perlu memperhatikan unsur utama yang meliputi struktur kognitif, kognisi, proses dan struktur konseptual serta unsur pendukung yaitu interaksi sosial. Sedangkan keterampilan berkomunikasi dijadikan sebagai dasar untuk melatihkan siswa agar mampu berfikir reflektif serta mampu mengkomunikasikan hasil kerjanya kepada masyarakat. Adapun keterampilan berkomunikasi yang dijadikan acuan dalam mengembangkan setiap tahapan model adalah meliputi pencarian informasi, membaca ilmiah, menulis ilmiah, observasi, presentasi informasi dan representasi pengetahuan. Model yang dikembangkan terdiri dari enam kegiatan utama yang meliputi: 1) essential problem, 2) investigate, 3) design plan project, 4) reflection, 5) inform, dan 6) project fair. Secara teoritis, model ini menekankan interaksi sosial antar siswa, memfasilitasi terjadinya transfer pengetahuan, serta memberikan ruang dalam berkreasi.  
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING DISERTAI MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII-E SMP NEGERI 16 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Kusumawati, Ratna Dewi; Indrowati, Meti -; -, Maridi -
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar biologi siswa kelas VII-E SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011 melalui penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing disertai media video.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian mengacu pada model spiral dimana penelitian dilakukan dalam beberapa siklus untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-E SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa, tempat dan peristiwa berlangsungnya pembelajaran dan dokumentasi atau arsip. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket dan wawancara. Pemeriksaan validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi metode dan teknik analisis yang digunakan adalah deskripsif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase keaktifan belajar biologi siswa pada masing-masing aspek yang terdiri atas visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, drawing activities, motor activities, mental activities, emotional activities.  Rata-rata persentase setiap aspek keaktifan belajar biologi siswa pra siklus sebesar 47,5% sedangkan dilihat dari setiap indikator rata-rata persentase sebesar 56,38%. Setelah diberikan tindakan pada siklus I rata-rata persentase tiap aspek sebesar 69,01% dan rata rata setiap indikator sebesar 69,96%, seluruh aspek keaktifan belajar biologi siswa mengalami perbaikan, kenaikan persentase terdapat pada aspek oral activities. Refleksi pada siklus I menunjukkan beberapa siswa masih bekerja secara individual daripada berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan kelompoknya sehingga diskusi tidak berjalan dengan baik, sehingga diperlukan revisi tindakan pada siklus II. Rata-rata persentase aspek keaktifan belajar biologi siswa pada siklus II sebesar 82,11% sedangkan dilihat dari capaian rata rata indikator sebesar 82,81%, seluruh aspek mengalami perbaikan sesuai target. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan strategi Active Knowledge Sharing disertai media video dapat meningkatkan keaktifan belajar biologi siswa kelas VII-E SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.  
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC PADA MATERI FLUIDA STATIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Puspitasari, Yulia Dewi; -, Suparmi -; Aminah, Nonoh Siti
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan modul fisika berbasis scientific, mengetahui kelayakan modul fisika berbasis scientific, dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis scientific pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan merupakan Research and Development (R&D). Pengumpulan data menggunakan soal tes dan lembar observasi. Pengembangan modul dilaksanakan mengacu pada model ADDIE dengan tahapan Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation yang dikemukakan oleh Russel dan Molenda. Pengembangan modul dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian direvisi dan diimplementasikan di kelas X-MIA 4 SMA Negeri 6 surakarta. Keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis dengan uji parametrik dengan uji t test menggunakan software IBM SPSS Statistic 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis scientific pada materi fluida statis mengalami peningkatan. Dari lima aspek keterampilan berpikir kritis, aspek memberi penjelasan sederhana (elementary clarification) mengalami peningkatan yang tinggi diikuti membangun keterampilan dasar (basic support), menyimpulkan (interference), memberikan penjelasan lebih lanjut (advanced clarification), dan mengatur strategi & taktik (strategy & tactics).  
Implementasi Green Learning Method (GeLem) dalam Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Potensi Lokal di Wana Wisata Grape, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun Ardhi, Muh Waskito; Yuhanna, Wachidatul Linda; Prabowo, Sigit Ari
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pembelajaran sains sesuai hakikatnya harus meliputi proses, produk, dan sikap ilmiah. Pembelajaran mata kuliah Pendidikan Biologi di FPMIPA IKIP PGRI MADIUN memerlukan sumber/media, metode belajar yang relevan sesuai karakteristik bidang ilmu biologi. Pembuatan bahan ajar kontekstual menitikberatkan pada pengalaman mahasiswa dengan cara mengeksplorasi lingkungan riil. Wana wisata Grape memiliki tingkat biodiversitas tinggi sehingga relevan jika digunakan sebagai sumber belajar dan bahan pembuatan bahan ajar perkuliahan berbasis potensi lokal.  Penerapan green learning method merupakan sarana dari upaya untuk mengeksplorasi potensi SDA di wana wisata Grape melalui pengalaman langsung dan menumbuhkan kesadaran serta peduli terhadap lingkungan. Penerapan Green Learning Method (GeLeM) dapat dilakukan di wana wisata Grape dengan menggunakan potensi alam yang ada. Penerapan tersebut dilakukan dengan cara eksplorasi potensi alam yang relevan sebagai bahan ajar, reduksi, pembahasan dan penyusunan bahan ajar  bidang botani dan mikrobiologi berbasis potensi alam. Wana wisata Grape Madiun dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mahasiswa dengan menggunakan Green Learning Method (GeLeM) dengan menggunakan potensi lokalnya yang berbasis natural resourches. Hasil eksplorasi menunjukkan terdapat 24  tanaman tingkat tinggi sebagai bahan ajar botani dan 3 isolat kapang uji tanah di area Wana Wisata Grape.  

Page 6 of 15 | Total Record : 147