cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Synergisticity of Family, School, and Community Education In Strengthening Religious Moderation Daheri, Mirzon; Rohimin, Rohimin; Amin, Alfauzan; Iqbal, Moch; Warsah, Idi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.36028

Abstract

AbstractThis research aims to analyze how the synergy between family, school, and community education can strengthen the understanding and practice of religious moderation and the supporting factors, forms, and effects of this synergy. The research was conducted at Sindang Jati, Rejang Lebong, Bengkulu using qualitative methods and a phenomenological approach. The data collection technique used snowball sampling for interviews, accompanied by observation and documentation. The data were analyzed with a phenomenological model through epoch and ideation. The research results show that close collaboration between education received in the family, at school, and in society can significantly improve understanding and practice of religious moderation. These findings confirm that the synergy between these three components provides a large positive impact, in line with the social theory proposed by Parson and Brofenbrenner. Factors such as shared goals, effective communication (associative interaction), parental involvement, school commitment, and community trust and roles are essential in strengthening this synergy. In line with Murphy's law, the synergy of the three educational centers minimizes opportunities for immoderate attitudes and actions to grow.AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana sinergisitas antara pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menguatkan pemahaman dan praktik moderasi beragama, faktor-faktor pendukung, bentuk dan pengaruh sinergisitas tersebut. Penelitian dilakukan di Sindang Jati, Rejang Lebong, Bengkulu dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan snowball sampling untuk wawancara, disertai observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model fenomenologi melalui epoche dan ideation. Hasilnya menunjukkan sinergisitas antara pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat membantu meningkatkan pemahaman dan praktik moderasi beragama selaras dengan teori sosial Parson dan Brofenbrenner. Faktor-faktor seperti kesamaan tujuan, komunikasi yang efektif (interaksi asosiatif), keterlibatan orang tua, komitmen sekolah, dan kepercayaan serta peran masyarakat, merupakan hal yang penting dalam memperkuat sinergi ini. Selaras dengan hukum Murphy bahwa sinergisitas tiga pusat pendidikan meminimalisir peluang sikap dan tindakan yang tidak moderat untuk tumbuh. How to Cite: Daheri, M., Rohimin, Amin, A., Iqbal, M., Warsah, I. (2023). Synergisticity of Family, School, and Community Education In Strengthening Religious Moderation. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 103-122. doi:10.15408/tjems.v10i1. 36028.
Brain and Critical Thinking in Education: A Bibliometric Review and Wordcloud Analysis Afridha Sesrita; Asep Supena; Mohamad Syarif Sumatri; Gumgum Gumelar; Firmanul Catur Wibowo
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40506

Abstract

AbstractThis article uses data from the Scopus database for bibliometric review and wordcloud analysis visualization of publications related to Brain and Critical Thinking in Education (BCTE). The study highlights the importance of the brain in the learning process and critical thinking, as well as identifying research trends, key topics, and geographic distribution of authors over the decade 2013-2023. With a focus on English-language publications, the study reveals that "critical thinking" is the most frequently cited topic, with the United States as the most significant contributor. This analysis also suggests the need for further research that integrates brain-based learning with critical thinking to improve students' critical thinking and 21st-century skills in education. Understanding how the brain works will enable educators to design a comprehensive learning plan, including teaching materials, implementation, media, models, strategies, approaches, and appropriate methods, to achieve learning goals.AbstrakArtikel ini menggunakan data dari database Scopus untuk review bibliometrik dan visualisasi analisis wordcloud dari publikasi terkait Brain and Critical Thinking in Education (BCTE). Studi tersebut menyoroti pentingnya otak dalam proses pembelajaran dan berpikir kritis, serta mengidentifikasi tren penelitian, topik utama, dan distribusi geografis penulis selama dekade 2013-2023. Dengan fokus pada publikasi berbahasa Inggris, penelitian ini mengungkapkan bahwa “berpikir kritis” adalah topik yang paling sering dikutip, dengan Amerika Serikat sebagai kontributor paling signifikan. Analisis ini juga menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis otak dengan berpikir kritis untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa dan keterampilan abad 21 dalam bidang pendidikan. Memahami cara kerja otak akan memungkinkan pendidik merancang rencana pembelajaran yang komprehensif, meliputi bahan ajar, pelaksanaan, media, model, strategi, pendekatan, dan metode yang tepat, untuk mencapai tujuan pembelajaran.  How to Cite: Sesrita, A., Supena, A., Sumantri, M. S., Gumelar, G., & Wibowo, F. C. (2024). Brain and Critical Thinking in Education: A Bibliometric Review and Wordcloud Analysis. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 65-80. doi:10.15408/tjems.v11i1.40506.
Integrating Science and Islam: Development of Teaching Materials for Environmental Chemistry Courses Muslim, Buchori; Nahadi, Nahadi; Anwar, Sjaeful; Munawaroh, Heli Siti Halimatul; Nuraeni, Neng Sri
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.32210

Abstract

AbstractThe teaching materials on chemistry integrated into Islam are not yet available at the university level. Teaching materials can be used in learning activities. This study aims to develop integrated Islamic chemistry teaching materials for environmental chemistry courses. This research uses the Four Steps Material Teaching Development method (4STMD). 4STMD consists of four stages, namely the selection stage, structuring stage, characterisation stage, and reduction stage. At the stage of selection and structuring, the results of integration between environmental chemistry subjects and the Qur’an, Hadith, Fiqih, and Aqeedah Morals are obtained. At the characterisation stage, the concepts tested have easy characteristics, with an overall score of 86.9%. Based on the characterisation test results, the reduction phase in this research was not carried out because all concepts have easy characteristics. The completed teaching materials are then tested for feasibility by experts based on material aspects, presentation, language, and graphics. Based on the results of the feasibility test of the teaching materials, the average score is 95%. This shows that the teaching materials are considered worthy with a ‘very good’ predicate.AbstrakBahan ajar kimia terintegrasi keislaman belum tersedia di tingkat Universitas. Bahan ajar dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar kimia terintegrasi keislaman pada Mata Kuliah Kimia Lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD). 4STMD terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap seleksi, tahap strukturisasi, tahap karakterisasi, dan tahap reduksi. Pada tahap seleksi dan strukturisasi, didapatkan hasil integrasi antara mata kuliah kimia lingkungan dengan Al Qur’an, Hadits, Fikih, dan Akidah Akhlak. Pada tahap karakterisasi, keseluruhan konsep yang diujikan memiliki karakteristik mudah, dengan nilai keseluruhan rata-rata sebesar 86,9%. Berdasarkan hasil uji karakterisasi, tahap reduksi pada penelitian ini tidak dilakukan karena seluruh konsep memiliki karakteristik mudah. Bahan ajar yang telah selesai disusun selanjutnya di uji kelayakannya oleh ahli berdasarkan aspek materi, penyajian, bahasa, dan grafika. Berdasarkan hasil uji kelayakan bahan ajar, didapatkan nilai rata-rata sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar dinyatakan layak dengan predikat sangat baik.How to Cite: Muslim, B., Nahadi, Anwar, S., Munawaroh,  H.S.H., & Nuraeni, N.S (2023). Integrating Science and Islam : Development of Teaching Materials for Environmental Chemistry Courses. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 207-218. doi:10.15408/tjems.v10i2.32210.
Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies Afif, Nur; Aziz, Abd; Mukhtarom, Asrori; Mubin, Fatkhul; Lubis, Muhammad Riyadi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40392

Abstract

AbstractThe aim of this research is to examine the application of Islamic values in online learning and compare the principles of online learning from the perspectives of Western Education Theory and Islamic Education Philosophy. This qualitative research employs a literature review methodology. The findings indicate that integrating Islamic values into online learning is essential without compromising these values. The research contrasts practical online learning principles as viewed by Western educational theories and classical Islamic scholarship. A significant difference identified is that Islamic education incorporates worship values, whereas Western educational philosophy focuses solely on the humanitarian process without the worship aspect.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring dan membandingkan prinsip-prinsip pembelajaran daring dari perspektif Teori Pendidikan Barat dan Filosofi Pendidikan Islam. Penelitian kualitatif ini menggunakan metodologi tinjauan literatur. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring adalah penting tanpa mengkompromikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini membandingkan prinsip-prinsip praktis pembelajaran daring menurut teori pendidikan Barat dan karya-karya cendekiawan Islam klasik. Perbedaan signifikan yang teridentifikasi adalah bahwa pendidikan Islam mengandung nilai ibadah, sedangkan filosofi pendidikan Barat hanya berfokus pada proses kemanusiaan tanpa aspek ibadah.  How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mukhtarom, A., Mubin, F., & Lubis, M.R. (2024). Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 27-36. doi:10.15408/tjems.v11i1.40392.
Self-Regulated Learning in Distance Education to Foster Twenty-First-Century Skills Ni Wayan Surya Mahayanti; Ni Komang Arie Suwastini; Gede Rasben Dantes; Putu Dinia Suryandani; Zhu Minxia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37797

Abstract

AbstractThis research aimed to fill the existing research gap by examining the relationship between SRL and the 21st Century skills in distance education, highlighting the significance of understanding how these competencies intersect to enhance remote learning outcomes. The research design of this study is a systematic literature review adopting George’s (2008) model. The data were collected through assigning codes, developing themes, comparing and conducting close scrutiny of the codes and themes using 48 articles as secondary data sources. After the data were collected, qualitative analysis was done. The findings of this article have mainly addressed the positive light of twenty-first-century learning. The 21st Century skills fall into three categories: learning, literacy, and life skills. Students’ SRL directly affects their self-efficacy towards distance learning, while other factors, such as readiness and motivation, are also very contributive. The component of self-regulation concerns students ' active learning and taking a reflective role in their cognition, behaviour, emotions, and motivation of academic functioning to fulfill the requirement of twenty-first-century skills. Distance education potentially provides an environment that helps students manage their way of thinking in a way aligned with the 21st Century's needs. Furthermore, within Islamic studies, this research contributes to an emerging discourse on how SRL strategies can be tailored to cultivate critical Islamic perspectives and knowledge acquisition in online educational settings.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian yang ada dengan menguji hubungan antara SRL dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pendidikan jarak jauh, menyoroti pentingnya memahami bagaimana kompetensi-kompetensi ini berpotongan untuk meningkatkan hasil pembelajaran jarak jauh. Desain penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis yang mengadopsi model George (2008) dan data dikumpulkan melalui pemberian kode, pengembangan tema, perbandingan, dan melakukan pemeriksaan teliti terhadap kode dan tema menggunakan 48 artikel sebagai sumber data sekunder. Setelah data terkumpul, analisis kualitatif dilakukan. Temuan artikel ini sebagian besar mengarah pada pandangan positif tentang pembelajaran abad ke-21. Keterampilan abad ke-21 terbagi menjadi tiga kategori yaitu keterampilan belajar, keterampilan literasi, dan keterampilan kehidupan. SRL mahasiswa secara langsung memengaruhi efikasi diri mereka terhadap pembelajaran jarak jauh, sementara faktor-faktor lain seperti kesiapan dan motivasi mahasiswa juga sangat berkontribusi. Komponen pengaturan diri yang berpusat pada mahasiswa untuk melakukan pembelajaran aktif dan mengambil peran reflektif dalam kognisi, perilaku, emosi, dan motivasi fungsional akademik untuk memenuhi persyaratan keterampilan abad ke-21. Pendidikan jarak jauh berpotensi memberikan lingkungan yang membantu mahasiswa untuk mengelola cara berpikir mereka sesuai dengan kebutuhan abad ke-21. Selain itu, dalam bidang studi Islam, penelitian ini berkontribusi pada wacana yang muncul tentang bagaimana strategi SRL dapat disesuaikan untuk membudayakan pandangan Islam kritis dan pemerolehan pengetahuan dalam pengaturan pendidikan online.How to Cite: Mahayanti, N.W. S., Suwastini, N.K.A., Dantes, G.R., Suryandani, P.D., & Minxia, Z. (2023). Self-Regulated Learning in Distance Education to Foster Twenty-First-Century Skills. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 1-26. doi:10.15408/tjems.v10i2.37797.
University Students' Awareness and Preparedness for Natural Disasters: A Study on Preventing Landslides, Earthquakes, and Volcanic Eruptions in Indonesia Yoshinori, Fujikawa; Tuswadi, Tuswadi; Takehiro, Hayashi; Tetsuo, Isozaki; Subekti, Niken
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40444

Abstract

AbstractThis study seeks to understand the disaster-prevention consciousness focused on landslide, earthquake, and volcanic eruption among 22 students pursuing a major in Geography in the Social Science Faculty, Semarang State University (UNNES), Indonesia. It analyzed the students’ consciousness through short comments toward questions “What can we do?”, which focused on preventing, defending, reducing, and mitigating the impacts of the three kinds of natural disasters. The average number of the description was 5.7, and the median was 5. More than half of the students mentioned points related to “before disaster and usual life,” “after disaster and restoration,” “hardware/structural,” and “software/non-structural.” All the answers described ideas with reasons. But only four students described ideas based on educational viewpoints, indicating students’ lack of scientific viewpoints in elaborating their ideas about disaster prevention. This finding calls for improving students’ consciousness regarding disaster prevention through education.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami kesadaran pencegahan bencana yang difokuskan pada tanah longsor, gempa bumi, dan letusan gunung berapi di antara 22 mahasiswa yang mengambil jurusan Geografi di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Indonesia. Kesadaran mahasiswa dianalisis melalui komentar singkat terhadap pertanyaan "Apa yang bisa kita lakukan?", yang difokuskan pada pencegahan, pertahanan, pengurangan, dan mitigasi dampak dari tiga jenis bencana alam tersebut. Rata-rata jumlah deskripsi adalah 5,7, dan median adalah 5. Lebih dari setengah mahasiswa menyebutkan poin-poin yang terkait dengan "sebelum bencana dan kehidupan biasa," "setelah bencana dan pemulihan," "perangkat keras/struktural," dan "perangkat lunak/non-struktural." Semua jawaban menggambarkan ide-ide dengan alasan yang mendasarinya. Namun, hanya empat mahasiswa yang menguraikan ide-ide berdasarkan sudut pandang pendidikan, yang menunjukkan kurangnya sudut pandang ilmiah dalam mengelaborasi ide-ide mereka tentang pencegahan bencana. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran mahasiswa mengenai pencegahan bencana melalui pendidikan.  How to Cite: Yoshinori, F, Tuswadi, Takehiro, H, Tetsuo, I., Subekti, N. (2024). "University Students' Awareness and Preparedness for Natural Disasters: A Study on Preventing Landslides, Earthquakes, and Volcanic Eruptions in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 81-92. doi:10.15408/tjems.v11i1.40444.
Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs Hesti Kusumaningrum; Rubiyanah Rubiyanah; Indah Fadhilla
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37771

Abstract

AbstractThis study aims to analyze how a training model strengthens the competence of religious counselors in spreading the value of religious moderation. This research uses a qualitative approach of case study type by collecting data through in-depth interviews, observations, and literature studies. The research participants consisted of Religious Counselors working in various regions in Indonesia who participated in the education and training program for religious moderation activists conducted by the Indonesian Ministry of Religious Affairs training center. The results showed that Religious Counselors need to increase their understanding of the principles of religious moderation, practical communication skills, and conflict-handling strategies. In addition, the training model can strengthen the competencies of religious counselors in disseminating the value of religious moderation and conducting their duties as religious counselors. This training model uses an andragogy learning approach with group discussions, case studies, simulations, and team-based training methods. The training materials such as interfaith dialogue, the concept of religious moderation, religious diversity, religious tolerance, and conflict management can strengthen the understanding of Religious Counselors about pluralism and religious moderation, communication skills, and building interfaith cooperation. After attending this training, the counselors became more confident in carrying out their duties and more prepared to deal with religion-driven social conflicts in the community. Furthermore, they can develop digital media learning on religious moderation through social media.AbstrakMakalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model pelatihan untuk memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Partisipan penelitian terdiri dari Penyuluh Agama yang bekerja di berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti program pendidikan dan pelatihan untuk aktivis moderasi agama yang diselenggarakan oleh pusat pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh Agama perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip moderasi agama, keterampilan komunikasi efektif, dan strategi penanganan konflik. Selain itu, model pelatihan dapat memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama dalam menjalankan tugas mereka sebagai Penyuluh Agama. Model pelatihan ini menggunakan pendekatan pembelajaran andragogi dengan metode diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan pelatihan berbasis tim. Materi pelatihan seperti dialog lintas agama, konsep moderasi agama, keragaman agama, toleransi beragama, dan manajemen konflik mampu memperkuat pemahaman Penyuluh Agama tentang pluralisme dan moderasi agama, keterampilan komunikasi, dan membangun kerjasama lintas agama. Setelah mengikuti pelatihan ini, Penyuluh menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas mereka, lebih siap dalam menghadapi konflik sosial keagamaan di masyarakat. Selain itu, mereka dapat mengembangkan pembelajaran media digital dengan tema moderasi agama melalui media sosial.How to Cite: Kusumaningrum, H., Rubiyanah., Fadhilla, I. (2023). Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 219-236. doi:10.15408/tjems.v10i2.37771. 
Development of Mathematics Learning Strategy Modules to Enhance Motivation and Higher-Order Thinking Skills for Students at UIN Syahada Padangsidimpuan Rangkuti, Ahmad Nizar
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.39358

Abstract

AbstractThis study aimed to develop a mathematics learning strategy module to enhance students' motivation and higher-order thinking skills using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) framework within the Research and Development (R&D) paradigm. Conducted during the even semester of the 2022/2023 academic year, it involved fourth-semester students in the Mathematics Education Program at UIN Syahada Padangsidimpuan. Quantitative and qualitative data were collected through interviews, observations, questionnaires, tests, and expert validation. Instruments included a module validation sheet, a learning motivation questionnaire, and a higher-order thinking skills test. Data were analyzed using the Paired Samples Test. Results showed the module was well-implemented, with validation scores of 87.86% and 86.01%, categorized as "good." The module effectively improved students' motivation and higher-order thinking skills, with pretest and posttest scores of 52.38 and 79.19 (motivation) and 72.81 and 79.75 (higher-order thinking skills), both with significant improvements (sig. 0.000 < 0.05). This research recommends further implementation and development of the module using the ADDIE framework for enhancing mathematics learning strategies.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul strategi pembelajaran matematika guna meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa menggunakan kerangka ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dalam paradigma Penelitian dan Pengembangan (R&D). Penelitian dilakukan pada semester genap tahun akademik 2022/2023 dengan melibatkan mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Matematika di UIN Syahada Padangsidimpuan. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, tes, dan validasi ahli. Instrumen yang digunakan termasuk lembar validasi modul, kuesioner motivasi belajar, dan tes keterampilan berpikir tingkat tinggi. Data dianalisis menggunakan Uji Sampel Berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diimplementasikan dengan baik, dengan skor validasi 87,86% dan 86,01% dalam kategori "baik". Modul ini efektif meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dengan skor pretest dan posttest masing-masing 52,38 dan 79,19 (motivasi) serta 72,81 dan 79,75 (keterampilan berpikir tingkat tinggi), keduanya menunjukkan peningkatan signifikan (sig. 0.000 < 0.05). Penelitian ini merekomendasikan implementasi lebih lanjut dan pengembangan modul menggunakan kerangka ADDIE untuk meningkatkan strategi pembelajaran matematika.  How to Cite: Rangkuti, A.N. (2024). Development of Mathematics Learning Strategy Modules to Enhance Motivation and Higher-Order Thinking Skills for Students at UIN Syahada Padangsidimpuan. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 13-26. doi:10.15408/tjems.v11i1.39358.
Model of Internalization Religious Character Values to Strengthen Moral Student Eko Nursalim; Zurqoni Zurqoni; Khojir Khojir
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37575

Abstract

AbstractThis study aimed to investigate the implementation of religious character values among students and to identify internalisation models that can enhance students’ morale. Employing qualitative methods, the study adopted a phenomenological approach to comprehensively understand the process of internalising religious character values in an educational setting. This study was conducted across two senior high schools and one vocational high school in East Kalimantan Province. Moreover, data were gathered through extensive interviews, observations, and documentation, then analysed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed various efforts to instil students' religious character values, such as instilling theoretical knowledge about spiritual values, organising religious activities, fostering a religious culture in schools, integrating religious values in various disciplines, and maintaining continuous supervision. The model utilised for internalising religious character values was the structural-organic-reflective-integrative model. This model offers a comprehensive approach to enhancing students' moral development by embedding religious principles into every aspect of education. While this study has contributed to the discussion, some limitations and suggestions for future research were provided.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi nilai-nilai karakter religius di kalangan siswa dan mengidentifikasi model internalisasi yang dapat meningkatkan moral siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini mengadopsi pendekatan fenomenologis untuk memahami secara komprehensif proses internalisasi nilai-nilai karakter religius dalam konteks pendidikan. Penelitian ini dilakukan di dua sekolah menengah atas dan satu sekolah menengah kejuruan di Provinsi Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan berbagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter religius siswa, seperti memberikan pengetahuan teoritis tentang nilai-nilai spiritual, mengorganisir kegiatan keagamaan, membina budaya keagamaan di sekolah, mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai disiplin, dan menjaga pengawasan yang berkelanjutan. Selanjutnya, model internalisasi nilai-nilai karakter religius yang diterapkan adalah model struktural-organik-reflektif-integratif. Model ini menawarkan pendekatan komprehensif untuk meningkatkan perkembangan moral siswa dengan menyelipkan prinsip-prinsip keagamaan ke dalam setiap aspek pendidikan. Meskipun studi ini telah memberikan kontribusi pada diskusi di topik terkait, beberapa keterbatasan dan saran untuk penelitian di masa mendatang telah disampaikan dalam artikel ini.How to Cite: Nursalim, E., Zurqoni, Khojir. (2023). Model of Internalization Religious Character Values to Strengthen Moral Student. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 163-182. doi:10.15408/tjems.v10i2.37575. 
Integration of the Pancasila Student Profile Strengthening Project with Design Thinking in the Merdeka Curriculum: Stimulating Students' Creative Thinking Skills Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas; Arita Marini; Linda Zakiah; Yinghuei Chen
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.38392

Abstract

AbstractIn the context of the 21st-century society, creative thinking skills stand out as pivotal competencies. Nevertheless, many countries, Indonesia included, grapple with a crisis in nurturing these skills among students. This research addresses this challenge by integrating the Pancasila Student Profile Strengthening Project with Design Thinking (DT) methodologies. Fifty-four fifth-grade students from a Madrasah Ibtidaiyah in Pacitan, East Java, Indonesia, participated in this study, which employed a mixed-methods approach combining qualitative and quantitative techniques. Qualitative data were gathered through interviews and observations, while quantitative data were collected through tests assessing creative thinking skills, specifically Fluency, Flexibility, Originality, and Elaboration. Guided by the five stages of DT—Empathise, Define, Ideate, Prototype, and Test—the integration of P5 with DT facilitated the development of students' original ideas and the creation of problem-solving products tailored to meet community needs. The findings underscore the significant efficacy of this integrated approach in enhancing students' creative thinking skills, particularly evident in marked improvements in originality and elaboration. This study contributes valuable insights for elevating critical thinking abilities among elementary school and Madrasah Ibtidaiyah students through DT methodologies.AbstrakDalam konteks masyarakat abad ke-21, keterampilan berpikir kreatif menonjol sebagai kompetensi yang sangat penting. Namun, banyak negara, termasuk Indonesia, menghadapi krisis dalam mengembangkan keterampilan ini di kalangan siswa. Penelitian ini mengatasi tantangan tersebut dengan mengintegrasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan metodologi Design Thinking (DT). Penelitian ini melibatkan lima puluh empat siswa kelas lima dari Madrasah Ibtidaiyah di Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, dengan menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan teknik kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui tes yang menilai keterampilan berpikir kreatif, khususnya Kelancaran, Fleksibilitas, Orisinalitas, dan Elaborasi. Dipandu oleh lima tahap DT—Empati, Definisi, Ideasi, Prototipe, dan Uji—integrasi P5 dengan DT memfasilitasi pengembangan ide orisinal siswa dan penciptaan produk pemecahan masalah yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Temuan ini menegaskan efektivitas signifikan dari pendekatan terintegrasi ini dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, terutama terlihat dalam peningkatan yang signifikan dalam orisinalitas dan elaborasi. Studi ini memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah melalui metodologi DT.  

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue