cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1: Juli 2024" : 10 Documents clear
EKSPLORASI INDIKATOR DAN PENGUKURAN INDEKS KOTA KOMPAK TERHADAP MANFAAT EKONOMI DI PROVINSI DKI JAKARTA Mahargita, Refina; Izdihar, Rakan Pramoe
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.1-12

Abstract

Sekitar 1,25 juta penduduk wilayah Bodetabek melakukan kegiatan utama di Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut menyebabkan provinsi DKI Jakarta memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga provinsi tersebut harus mampu mengelola pertumbuhan dan mempertahankan kekompakan. Dengan kepadatan penduduk, kondisi urbanisasi dan berbagai tantangan efisiensi lahan perkotaan menjadikan kelima Kota administrasi DKI Jakarta sebagai subjek yang menarik untuk penelitian indeks kekompakan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji indeks kekompakan kota berdasarkan keluaran (outcome) ekonomi terhadap manfaat ekonomi perkotaan dalam mencegah perluasan kota. Metode perhitungan yang digunakan adalah Urban Compactness Index yang mengacu pada 3 variabel utama yaitu: (i) population density, (ii) land development density, dan (iii) road density. Kemudian menghitung indeks entropi di tiap wilayah administrasi dan membandingkannya dengan PDRB per kapita yang dihasilkan tiap wilayah administrasi. Didapatkan Jakarta Pusat memiliki nilai indeks entropi yang lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta Utara, namun memiliki PDRB yang lebih tinggi.
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA UNGARAN Atsamari, Abdul Aziz; Pigawati, Bitta
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.13-22

Abstract

Kota Ungaran merupakan zona urban fringe dari Kota Metropolitan Semarang. Perpindahan penduduk perkotaan menuju daerah pinggiran pada umumnya bertujuan mencari tempat tinggal dengan harga yang lebih murah. Setiap tahun terjadi pertambahan penduduk dan kawasan terbangun di Kota Ungaran. Terdapatnya Gerbang pintu   Jalan Tol Semarang–Solo di Kota Ungaran merupakan faktor mendorong berkembangnya aktivitas baru yang mengakibatkan perubahan penggunaan lahan. Hal ini merupakan salah satu penyebab perkembangan fisik Kota Ungaran.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap perkembangan Kota Ungaran. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial dan memanfaatkan data penginderaan jauh. Hasil penelitian menunjukan Kota Ungaran dapat dibedakan menjadi 4 sub wilayah berdasarkan karakteristik perkembangannya. Berdasarkan indikator lahan permukiman dan perdagangan jasa, perkembangan kota terkonsentrasi di bagian tengah bertahap meluas ke arah selatan dan timur. Sementara berdasarkan indikator lahan industri, perkembangan Kota Ungaran meluas ke selatan.
THE POTENTIAL OF LAND VALUE CAPTURE FOR A TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT INITIATIVE IN PEKALONGAN CITY CENTER Pradoto, Wisnu; Rahdriawan, Mardwi; Safrul, Muhammad; Ramli, Nurul Anam
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.23-34

Abstract

Investment is a trigger for increasing the economic potential of a region. Land value is an indicator that not only reflects it, but also shows its development prospects. Government applies variety instruments of land use to improve the attractiveness of an area, especially for commercial activities. This study aims to formulate the Land Value Capture model as an innovation for financing the infrastructure development as well as for generating public revenues. Pekalongan City Center, which is located around the railway station, is an economic magnet that contains several advantages for Transit Oriented Development application. This research examines the determinant variables through Multiple Linear Regression. The model shows the significance of each influencing factor to raise land value. The study finds LVC tools that possibly applied. Discussion regarding the lack of financial capacity on government side while developable land is predominated owned by public institution vis-à-vis the needs for involving private investors to optimize the economic potential for new development is interested to understand about the differences between theoretical and practical point of view.
THE DYNAMICS OF LAND COVER CHANGE AND LEVEL OF SUSTAINABILITY DEVELOPMENT IN DEPOK CITY Rosandi, Vely Brian; Pravitasari, Andrea Emma; Rachendra, Andra Septina
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.35-49

Abstract

The massive development of Depok City has had an impact on improving the economic level but has also caused a decline in environmental sustainability and quality. This research aims to determine trends in land cover change and predictions for the future as well as the level of sustainability of development in Depok City. Land cover change trends in Depok City were carried out using the overlay method in ArcGIS software using land cover data for 2000, 2009, and 2019. Land cover changes were predicted until 2039 using the Land Change Modeler (LCM) analysis method with a business-as-usual scenario (BAU). Meanwhile, sustainability status is analyzed using the Rapfish Multidimensional Scaling (MDS) method using data/attributes from economic, social, and environmental dimensions. The research results show that changes in land cover in Depok City from 2000 - 2019 were dominated by agriculture to residential areas. Some open land is expected to experience a significant decline by 2039, while residential areas will continue to increase. The results of the MDS Rapfish analysis show that sub-districts in Depok City have different sustainability statuses, both in economic, social, and environmental dimensions.
INVESTIGASI POLA SEBARAN SPASIAL DAN TINGKAT KERAWANAN KRIMINALITAS SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH PANDEMI COVID-19 DI KOTA BALIKPAPAN Pratomo, Rahmat Aris; Tufail, Dwiana Novianti; Islamiah, Zumrotul; Firdaus, Muhammad Anas
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.50-61

Abstract

Adanya pandemi COVID-19 diketahui berimplikasi terhadap keberlanjutan perkotaan. Salah satunya adalah tindak kriminalitas. Adanya kebijakan pembatasan kegiatan berpotensi menyebabkan pergeseran perilaku masyarakat termasuk dalam tindak kriminal.  Akan tetapi, dampak tersebut dapat bervariasi tergantung kepada kondisi masyarakat dan karakteristik kawasan perkotaan itu sendiri. Sejauh ini, belum banyak yang mengaitkan antara fenomena kriminalitas terutama sebaran spasial dan tingkat kerawanannya dengan COVID-19, khususnya pada setiap periode COVID-19 yaitu pada masa sebelum, saat dan setelah COVID-19, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran kriminalitas serta tingkat kerawanan kriminalitas di Kota Balikpapan pada periode sebelum, saat dan setelah COVID-19. Pola kriminalitas ditentukan menggunakan Average Nearest Neighborhood (ANN), serta tingkat kerawanan kriminalitas ditentukan menggunakan K-Means Clustering. Berdasarkan hasil analisis, kriminalitas di Kota Balikpapan pada semua periode menunjukkan pola yang mengelompok (Clustered). Kemudian kriminalitas pada periode sebelum dan setelah COVID-19 menunjukkan tingkat kerawanan yang sama, yaitu kerawanan tinggi di Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Selatan, kerawanan sedang di Kecamatan Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara, kerawanan rendah di Kecamatan Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. Sedangkan periode saat COVID-19, Kecamatan Balikpapan Barat menunjukkan kerawanan sedang, dimana berbeda dengan kedua periode lainnya yang menunjukkan kerawanan rendah.
ENHANCING URBAN MICRO-MOBILITY: ENVIRONMENTAL IMPACT OF INTEGRATED BIKE SHARING AT COMMUTER RAIL STATIONS IN YOGYAKARTA URBANIZED AREA Dewayanto, Damar Pratita; Marshall, Derin
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.74-85

Abstract

Climate change, particularly CO2 emissions from the transportation sector, poses a significant global challenge. Promoting micro-mobility services, especially bike sharing programs, is crucial in addressing this issue. This study examines the environmental benefits of integrating bike sharing programs with public transportation by estimating the potential CO2 emission reductions through the avoided motorized trips approach. Data were collected via a commuter line passenger survey in the Yogyakarta Urbanized Area, resulting in 157 valid responses. The estimation considered specific data inputs: trip distance, emission factor, energy factor of transportation mode, and the number of people traveling by mode. Two scenarios related to bike sharing demand and commuter line ridership were employed. The findings reveal that bike sharing demand ranges from 16.03% to 48.08%. In terms of CO2 emissions reduction, the study indicates that avoided motorized trips through bike sharing as an egress mode can potentially reduce cumulative CO2 emissions by up to 567,158.35 tons CO2e by 2030. This reduction corresponds to 0.487% and 160.113% of the national and provincial reduction targets, respectively. These findings provide insightful information to promote sustainable transportation provision.
PEMODELAN KEPUASAN PELANGGAN PADA LAYANAN BRT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOBILITAS BERKELANJUTAN: STUDI KASUS BANDA ACEH, INDONESIA Yanis, Muhammad; Saleh, Sofyan M; Achmad, Ashfa; Sari, Laina H
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.86-95

Abstract

Penelitian ini meneliti kepuasan pengguna terhadap layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Koetaradja di Banda Aceh, serta kontribusinya terhadap mobilitas perkotaan berkelanjutan. Meskipun BRT diperkenalkan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, tingkat penggunaan dan kepuasan pengguna layanan ini masih rendah. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini mengumpulkan data dari 500 responden pengguna Trans Koetaradja untuk mengidentifikasi pengaruh atribut kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, baik aspek pengelolaan maupun teknis terbukti berdampak positif terhadap persepsi kualitas layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pengguna dapat dicapai dengan fokus pada pemeliharaan fasilitas, peningkatan kondisi kendaraan, dan manajemen waktu serta rute yang lebih baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, guna mendorong penggunaan transportasi umum sebagai solusi mobilitas berkelanjutan di Banda Aceh.
TINGKAT ASET PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA TERDAMPAK BANJIR ROB DI BANDENGAN, PEKALONGAN Risna, Anandharu; Esariti, Landung; Rahdriawan, Mardwi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.96-108

Abstract

Bandengan adalah salah satu kelurahan di pesisir Kota Pekalongan yang rawan banjir rob akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Dalam menghadapi rob, rumah tangga terdampak dapat mengupayakan seluruh aset penghidupan yaitu modal manusia, modal alam, modal finansial, modal sosial, dan modal fisik untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kondisi aset penghidupan rumah tangga terdampak rob di Bandengan, Kota Pekalongan. Riset ini penting untuk melihat bagaimana rumah tangga di Bandengan mengelola dan memanfaatkan lima aset penghidupan dalam menghadapi resiko banjir rob. Populasi adalah rumah tangga terdampak banjir rob sebanyak 100 sampel melalui survei kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan modal alam berada pada kategori rendah sebanyak 92% dikarenakan kurangnya lahan produktif. Modal manusia berada pada kategori sedang sebanyak 66%, dikarenakan jenjang pendidikan yang masih sebatas lulusan SD. Modal sosial berada pada kategori rendah dengan persentase 48%, dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat dalam komunitas sosial seperti karang taruna, PKK, arisan RT/RW, serta kurangnya akses informasi peringatan dini. Adapun kondisi modal finansial berada pada kategori rendah sebanyak 72%, dikarenakan pendapatan keluarga yang mayoritas kurang dari Rp2.500.000,00. Penilaian modal fisik kategori tinggi sebesar 64% mengindikasikan mayoritas rumah tangga telah melakukan renovasi tempat tinggal melalui pengurugan, peninggian pintu, peninggian jendela. Dapat disimpulkan bahwa modal penghidupan di Kelurahan Bandengan didominasi oleh modal fisik dan modal manusia. Penelitian menjadi masukan pemerintah untuk merancang manajemen resiko bencana rob berdasarkan potensi lokal masyarakat sebagai people centered seperti penguatan peringatan dini, edukasi pelatihan kerja, membentuk komunitas arisan penanganan bencana rob, dan membentuk komunitas peduli lingkungan tingkat kelurahan. 
PERFORMANCES OF CREATIVE HUBS IN INDONESIA: LESSONS FROM SEMARANG’S EXPERIENCE Tyas, Wido Prananing; Surahman, Idha Apriliani
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.109-122

Abstract

This study evaluates the performance of Creative Hub Semarang (CHS) in fulfilling its dual objectives as a collaborative space for creative economy actors and a tourism destination. Utilizing a mixed-methods approach, the research combines quantitative surveys with visitors to capture perceptions and satisfaction and qualitative in-depth interviews with government and creative actors. Results reveal that CHS’s strategic location in Kota Lama presents an opportunity to bridge the creative economy with tourism. About its role as a creative hub, while CHS has provided essential infrastructure and networking opportunities, its operational model and fragmented management hinder its ability to foster active collaboration and innovation. Challenges include limited trust between government entities and creative actors, bureaucratic constraints, and restrictive regulations. To strengthen CHS’s role, a more integrated and collaborative management approach is needed, alongside clearer communication of its objectives.
IMPLIKASI PENETAPAN PUSAT PERTUMBUHAN TERHADAP PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG (STUDI KASUS: KOTA BENGKULU) Mustika, Winda; Suhartini, Ninik
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.64-73

Abstract

Pemusatan kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh adanya pengembangan pusat pertumbuhan wilayah merupakan suatu bentuk eksternalitas positif yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan kota, namun dibalik itu semua hal ini juga menimbulkan eksternalitas negatif yang dapat dilihat dengan munculnya sektor informal akibat dari ketidaksempurnaan praktek pembangunan yang lahir dari tingginya tingkat urbanisasi dari luar daerah ke pusat pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implikasi dari penetapan pusat pertumbuhan terhadap perubahan pemanfaatan ruang dengan studi kasus di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif menggunakan aplikasi Google Earth Engine (GEE) untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan di Kota Bengkulu pada tahun 2013 dan 2023.  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, luas tutupan lahan vegetasi berkurang sebesar 1.127,9 Ha (19,43%), sedangkan tutupan lahan untuk lahan terbangun, badan air, dan sawah mengalami peningkatan masing-masing sebesar 885 Ha (27,17%); 233,1 Ha (2,94%); 78,7 Ha (16,04%), serta lahan kosong berkurang sebesar 68,9 Ha (38,26%).  Hal ini mengindikasikan bahwa terjadinya perubahan penggunaan lahan vegetasi akibat adanya perluasan pembangunan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penetapan pusat pertumbuhan memiliki implikasi terhadap perubahan penggunaan lahan dan pemanfaatan ruang yang disebabkan oleh adanya interaksi dan dinamika antara aktivitas manusia dan lingkungan alam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10