cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
OPTIMASI RASIO PENSTABIL PADA KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SUP KRIM INSTAN Kenneth Olvan Susanto; Rike Tri Kumala Dewi; Stephanie Tiara Suparto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.01.7

Abstract

Diet yang bergizi dan mudah penyajiannya dibutuhkan bagi para lansia untuk meningkatkan kenyamanan konsumsi. Sup krim instan tinggi kalsium dapat dijadikan salah satu alternatif diet mereka. Namun, produk sup krim instan yang tersedia masih membutuhkan pemanasan menggunakan kompor. Penambahan penstabil seperti Na-CMC dan maltodekstrin diperlukan untuk memberikan karakteristik sup krim instan yang dapat disajikan hanya dengan melarutkannya pada air panas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh rasio Na-CMC dan maltodextrin terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori sup krim instan. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap satu faktorial dengan variasi rasio antara Na-CMC : maltodekstrin (R1 0%:20%, R2 5%:15%, R3 10%:10%, R4 15%:5%, R5 20%:0%) yang dilakukan secara triplikat. Parameter yang diukur adalah parameter fisik (viskositas, daya rehidrasi, kapasitas dan stabilitas buih, indeks penyerapan air, dan solubilitas protein), parameter kimia (uji proksimat), dan parameter sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel R4 (Na-CMC 15% : maltodekstrin 5%) dan R5 (Na-CMC 20% : maltodekstrin 0%), berdasarkan parameter viskositas dan daya rehidrasi, dipilih untuk dilakukan uji sensori menggunakan metode hedonik serta uji proksimat dengan Standard Nasional Indonesia (SNI) sebagai acuan standar. Hasil uji sensori dan proksimat menyatakan bahwa  variasi rasio Na-CMC dan maltodekstrin hanya berpengaruh pada aroma, tekstur,  kelarutan, dan kekentalan. Sementara itu, semua sampel telah memenuhi standar SNI. Penambahan Na-CMC lebih direkomendasikan daripada maltodekstrin, namun rentang konsentrasinya perlu dikaji ulang untuk meningkatkan kesukaan konsumen. Signifikansi penelitian ini adalah Na-CMC dapat digunakan dalam formula sup krim instan agar penyajiannya tanpa pemanasan di  kompor. 
OPTIMASI FORMULASI SORBET DARI TEPUNG PISANG (Musa paradisiaca L.) KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA Widya Dwi Rukmi; Riga Ramadani Triangga Putra; Eka Shinta Wulandari
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.01.8

Abstract

Sorbet merupakan produk penutup atau dessert yang berbahan utama buah yang dihancurkan atau puree dengan karakteristik mirip seperti es krim. Bahan utama dari penelitian ini adalah menggunakan tepung pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi tepung pisang dan gula yang tepat pada pembuatan sorbet tepung pisang dan pengaruhnya terhadap nilai proksimat dan sifat fisiknya. Penelitian ini menggunakan tepung pisang (Musa paradisiaca L.) yang dihaluskan dengan ukuran 80 mesh yang selanjutnya dilakukan gelatinisasi. Penelitian ini menggunakan Response Surface Method Optimal (Custom) I-Optimal menggunakan perangkat lunak Design Expert 13. Terdapat dua faktor konsentrasi dalam penelitian ini yaitu konsentrasi tepung pisang dan konsentrasi gula dengan 3 respon yaitu overrun, viskositas, dan daya leleh. Hasil optimasi formulasi sorbet tepung pisang yang disarankan oleh Design Expert 13 yaitu dengan konsentrasi tepung pisang 9,31% dan gula 17,203%. Hasil prediksi RSM pada respon overrun adalah 3,592%; viskositas 2493,486 cP; dan daya leleh 29,704 menit. Berdasarkan hasil pengujian verifikasi aktual diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan nyata antara prediksi dengan nilai aktual (p-value >0,05). Selanjutnya didapatkan nilai kadar air 79,74%; kadar abu 0,214%; kadar lemak 2,292%; kadar serat kasar 2,348%; kadar protein 1,734%; dan kadar karbohidrat 16,131%.
OPTIMASI RASIO BAHAN–PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale) DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) Mulyadi, Arie Febrianto; Putri Amelia Damayanti; Sukardi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.4

Abstract

Tanaman jahe merah (Zingiber officinale), termasuk dalam famili Zingiberaceae, mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan, seperti flavonoid, zingiberen, dan polyphenol. Selain itu, tanaman ini juga mengandung komponen volatile (minyak atsiri) sekitar 2,58–3,50% dan non-volatile (oleoresin) sekitar 5,8–6,3%, di mana semakin tinggi kadar oleoresin maka rasa pedas pada jahe semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu ekstraksi dan perbandingan rasio bahan-pelarut yang optimal terhadap variabel respon rendemen, total fenol, dan aktivitas antioksidan pada ekstrak jahe merah dengan metode MAE. Penelitian ini menggunakan rancangan dua faktor, yaitu waktu ekstraksi (4, 8, dan 12 menit) dan rasio bahan-pelarut (1:15, 1:20, dan 1:25 g/mL). Metode respon permukaan (Response Surface Methodology/ RSM) digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel serta menemukan kondisi optimum. Kondisi optimum yang terpilih adalah rasio bahan-pelarut 1:25 dan lama waktu ekstraksi 4,25 menit. Hasil verifikasi pada kondisi tersebut diperoleh rendemen 24,47%, total fenol 60,74 mg GAE/g, dan aktivitas antioksidan 36,56 ppm. Model yang didapatkan sudah dapat diterima dan mampu memprediksi secara efektif respon optimal dari parameter yang diteliti.
PENGERINGAN CABAI RAWIT MERAH MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE TEROWONGAN HOHENHEIM ACEH Khathir, Rita; Yusmanizar; Rahmawati, Marai; Ansari, Fadlan
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.2

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengeringan cabai rawit merah dengan perlakuan blansir uap pra pengeringan. Sebanyak 500 g cabai rawit merah dikeringkan dalam alat pengering terowongan Hohenheim Aceh solar kolektor paralel dengan perlakuan pra pengeringan blansir dengan 2 taraf yaitu tanpa blansir dan dengan blansir uap, dengan 3 kali ulangan. Parameter penelitian meliputi iradiasi matahari, suhu, kelembaban, laju pengeringan, efisiensi pengeringan, kadar air, rendemen, kandungan vitamin C, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengeringan membutuhkan waktu selama 3 hari. Kondisi cuaca cerah dengan rata-rata iradiasi matahari 238,71—539,38 W/m2. Hal ini mendukung suhu rata-rata udara ruang pengering sebesar 42,4—44,6 °C dan kelembaban udara ruang pengering sebesar 26,5—29,9 %. Laju pengeringan cabai rawit blansir uap (13,37 %bk/jam) lebih besar dari laju pengeringan cabai rawit tanpa perlakuan blansir (10,93 %bk/jam). Adapun efisiensi total pengeringan cabai rawit merah dengan perlakuan blansir uap adalah 12,74 % dan efisiensi total pengeringan cabai rawit merah tanpa perlakuan blansir uap adalah 11,24 %. Uji-t 2 sampel independen menunjukkan bahwa perlakuan blansir uap memberikan perbedaan nyata terhadap kadar air dan vitamin C cabai rawit merah kering, namun tidak menyebabkan perbedaan nyata  terhadap rendemen dan warna. Namun demikian nilai ΔE cabai rawit merah kering yang diberi perlakuan blansir uap lebih rendah menunjukkan warna yang lebih cerah dan lebih mendekati warna cabai rawit merah segar.
THE QUALITY OF COOKIES WITH THE SUBSTITUTION OF TEMPEH PEANUT FLOUR AND CILEMBU CULTIVAR SWEET POTATO FLOUR Oktaviani, Yustina Wanda Dwi; Swasti, Yuliana Reni; Pranata, Franciscus Sinung
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.1

Abstract

A cookie is a biscuit made from wheat flour as its main ingredient. Cookies have a crunchy and less dense texture. Wheat flour can be substituted with peanut tempeh flour and Cilembu cultivar sweet potato flour to increase the nutritional value. This study aims to determine the effect of substituting peanut tempeh flour and Cilembu cultivar sweet potato flour on the nutritional quality of the cookie. Four treatments were employed in this study. The ratio of wheat flour, peanut tempeh flour, and Cilembu cultivar sweet potato flour is the basis of the treatment. The treatments are K (100:0:0), A (60:35:5), B (60:25:15), and C (60:15:25). The results of this study prove that the substitution increases the nutritional quality. The cookie with treatment A has the best nutritional quality. It has water content 3.61% - 4.22%, ash content 0.93% - 1.43%, protein content of 8.15% - 14.11%, fat content of 21.17% - 32.70 %, carbohydrate content 48.33 % - 66.13 %, insoluble fiber content 1.23 %-2.73 %, soluble fiber content 4.90-8.44 %, white-orange color, texture 20.76-43.89 N, total plate count 1 x 101 CFU/g - 3 x 102 CFU/g, and the negative content of yeasts and molds. The cookies with treatment A  meet the requirements of  Indonesian National Standard (INS) 2973:2018 and INS 01-2973-2011. Cookies with treatment A is the best product based on chemical, physical, microbiological, and organoleptic values.
EFFECT OF NUTRIENT SUPPLEMENTATION ON BIOLOGICAL PRETREATMENT Paenibacillus sp. FOR DELIGNIFICATION OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCHES Eka Nur Shabrina; Randy Aprilia Alfarizki; Nur Hidayat; Nimas Mayang Sabrina Sunyoto; Sri Suhartini; Irnia Nurika
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.3

Abstract

Oil palm empty fruit bunches (OPEFB) are an abundant byproduct of the palm oil industry, rich in lignocellulosic components, but remain underutilized due to their recalcitrant structure. Paenibacillus sp., known for lignin-degrading bacteria, was tested for its ability to degrade lignin in OPEFB by adding sucrose and ammonium nitrate as carbon and nitrogen sources. Experimental treatments included various combinations of sucrose (2.5% and 5%) and ammonium nitrate (0.1% and 0.2%) added to OPEFB substrates. Compared to the untreated control (13.92% lignin degradation), the treated sample with 5% sucrose + 0.2% ammonium nitrate resulted in the highest lignin degradation, reaching 53.85% (p < 0.05). Biomass weight loss (21%) and TRS (12.41 mg/g) in the treated sample were also considerably higher than in the control, indicating enhanced depolymerization activity. These results demonstrate that optimal carbon and nitrogen supplementation promotes bacterial growth and significantly enhances the breakdown of lignocellulosic structures in OPEFB.
PENGARUH PENAMBAHAN PASIR SILIKA PADA REAKTOR FLUIDIZED BED TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMBENTUKAN KRISTAL STRUVITE Maulana MS, Viqy; Hendrix Yulis Setyawan; Mohd Zulkhairi Bin Mohd Yusoff
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.8

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh limbah cair yang mengandung fosfat dan amonium, yang dapat mencemari perairan. Kristalisasi struvite dalam reaktor lapisan terfluidisasi (fluidized bed reactor) merupakan solusi karena dapat mengurangi polutan dan menghasilkan pupuk, namun masih perlu peningkatan efisiensi dan produktivitas. Struvite sendiri merupakan pupuk pelepas lambat yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan pasir silika terhadap efisiensi dan produktivitas pembentukan struvite. Ukuran partikel pasir silika distandarisasi menggunakan ball mill yang dioperasikan selama 30 menit dengan kecepatan 80 rpm, diikuti dengan pengayakan melalui saringan berukuran 50 mesh. Na₂HPO₄ digunakan sebagai sumber fosfat, NH₄Cl sebagai sumber amonium, dan MgCl₂ sebagai sumber magnesium. NaOH atau HCl digunakan sebagai larutan asam-basa. Terdapat dua faktor yang diteliti, yaitu penambahan pasir silika dan kecepatan aliran fluida. Analisis yang dilakukan meliputi produktivitas dan efisiensi pembentukan kristal struvite. Perlakuan terbaik menggunakan metode metode multiple attribute Zeleny. Kecepatan maksimum dan minimum aliran fluida dengan penambahan pasir silika adalah 0,0034 m/s (0,4 L/menit) dan 0,0102 m/s (1,2 L/menit). Produktivitas dan efisiensi tertinggi masing-masing sebesar 44,87 g/L dan 88,15%. Perlakuan terbaik yaitu kombinasi penambahan pasir silika dengan kecepatan aliran 0,0034 m/s (0,4 L/menit). Penambahan pasir silika dan penggunaan kecepatan minimum dalam proses pembentukan kristal struvite dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kristal struvite. Kecepatan aliran menentukan transportasi ion ke permukaan kristal, di mana kecepatan maksimum dapat menyebabkan inti kristal yang baru terbentuk pecah.
APLIKASI BIOCHAR AMPAS TEBU TERAKTIVASI KOH UNTUK ADSORPSI KROMIUM DAN FITOTOKSISITASNYA TERHADAP KACANG HIJAU (Vigna radiata) Shafa Salsabila Aji; Nimas Mayang Sabrina Sunyoto; Mohd Zulkhairi Mohd Yusoff; Hendrix Yulis Setyawan; Ika Atsari Dewi; Sakunda Anggarini; Hariana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.6

Abstract

Pencemaran kromium heksavalen (Cr(VI)) dalam air limbah industri dengan konsentrasi yang tinggi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Diperlukan pengolahan lebih lanjut untuk menurunkan konsentrasi logam berat tersebut sebelum dibuang ke lingkungan, salah satunya melalui proses adsorpsi. Penelitian ini mengkaji kemampuan karbon aktif berbasis limbah ampas tebu sebagai adsorben dalam menurunkan konsentrasi kromium serta efek fitotoksisitas terhadap perkecambahan kacang hijau. Faktor yang digunakan dalam penelitian adalah massa adsorben (0,5g; 2,5g; 4,5g) dan waktu kontak (30 menit, 90 menit, 150 menit). Karbon aktif dibuat dengan proses karbonasi 600oC selama 1 jam dan diaktivasi menggunakan KOH 1M selama 24 jam. Proses adsorpsi dilakukan secara batch menggunakan larutan kromium sintetik K2Cr2O7 dengan konsentrasi awal 370 mg/l sebanyak 100 ml. Hasil uji AAS menunjukkan penurunan maksimal konsentrasi akhir kromium menjadi 80,31mg/l dengan efisiensi removal sebesar 78,29%. Kapasitas adsorpsi optimal didapatkan pada massa adsorben 0,5 gram yaitu sebesar 57,65 mg/g. Analisis isoterm menunjukkan model Freundlich paling sesuai menggambarkan mekanisme adsorpsi. Efek fitotoksisitas menunjukkan hubungan berbanding terbalik dengan nilai AAS, dimana perlakuan dengan nilai AAS terendah menghasilkan perkecambahan terbaik. Didapatkan panjang akar dan tunas tertinggi masing-masing sebesar 5,47 mm dan 15,99 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa karbon aktif dari limbah ampas tebu yang diaktivasi KOH memiliki potensi besar sebagai material adsorben dalam proses pengolahan air limbah. Dengan efisiensi adsorpsi yang cukup tinggi, karbon aktif ini layak dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi ramah lingkungan untuk menurunkan kandungan kromium dalam air limbah industri.
ANALYSIS OF OHMIC HEATER EFFICIENCY IN THE PRODUCTION OF LIQUID PALM SUGAR BASED ON FREQUENCY AND POWER Rucitra Widyasari; Bambang Dwi Argo; Anang Lastriyanto; Susinggih Wijana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.5

Abstract

Arenga sap is traditionally evaporated to produce liquid palm sugar. This process takes a time-consuming, energy-intensive, and results in varying quality. As an alternative technology, ohmic heating is expected to improve product quality by analyzing frequency and power variations to control temperature, current strength, and the quality of liquid sugar from arenga sap, compared to conventional methods. The study shows that increasing the frequency and power speeds up the evaporation process, which improves efficiency during ohmic heating. Efficiency is measured in three phases: the temperature increase phase, the temperature stability phase, and the temperature decrease phase. At a frequency of 250 Hz and 120 W, the highest efficiency recorded is 68.06%, with an average of 24.33%. This high efficiency also indicates that the quality of the liquid sugar produced from the arenga palm sap is improved, due to less damage to its functional properties.
EFFECT OF HYDROCOLLOID TYPE AND GINGER EXTRACT ON THE PROPERTIES OF RED BEETROOT JELLY CANDY (Beta Vulgaris L.). Fitriah, Arsinah Habibah; Gading, Inges Manggar; Tri Dewanti Widyaningsih; Wulan, Siti Narsito; Sujuti, Hidayat
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2025.026.02.7

Abstract

Jelly candy is a type of soft candy made with the addition of hydrocolloids. Currently, jelly candies are widely made with ingredients that can enhance their nutritional and functional value. Red beet, a material rich in bioactive compounds, can be used as a raw material for making jelly candy. Processing red beet into jelly candy may increase its acceptance due to reduced off-flavors. This study aimed to determine the effect of different types of hydrocolloids and the addition of ginger extract on the physicochemical and organoleptic properties of red beet jelly candy. The research method used was a nested design with three replications. The red beet jelly candy was made with different types of hydrocolloid (agar and carrageenan) and different concentrations of ginger extract (0%, 1%, and 2%). The results showed that the difference in the type of hydrocolloid significantly affected the ash content, nitrate and nitrite content, total phenol, and total betalain content of the product. While the addition of ginger extract nested in the type of hydrocolloid had a significant effect on the a* value, antioxidant activity, total phenol, and total betalain content of the product. The best treatment was determined using the Zeleny method. Data processing results showed that the best treatment obtained was agar jelly candy with the addition of 0% ginger extract, with an antioxidant activity value of 530.15 ppm.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue