cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Pengaruh Amilase Pada Tepung Singkong Terhadap Rasio Konversi Energi dan Protein Pada Ayam Broiler Puspita, Poppy Satya; Nahrowi, Nahrowi; Hermana, Widya; Pramujo, Muhammad
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2023.024.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan amilase pada tepung singkong terhadap rasio konversi energi dan protein pada ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 270 ekor sexed Day Old Chick broiler Lohmann. Metode penelitian adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan penelitian adalah P0: Pakan basal + 0% Tepung Singkong (kontrol), P1: Pakan basal + 50% Tepung Singkong, dan P2: Pakan basal + 50% Tepung Singkong + 0.05% Amilase (bb-1). Variabel penelitian meliputi konsumsi energi (Kkal), konsumsi protein (g). rasio konversi energi, dan rasio konversi protein. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan peningkatan sangat signifikan (P <0,01) terhadap konsumsi energi, rasio konversi energi, konsumsi protein, dan rasio konversi protein. Kesimpulan penelitian ini adalah ransum yang menggunakan 50% tepung singkong dengan dan atau tanpa suplementasi amilase untuk menggantikan jagung dalam ransum meningkatkan nilai rasio konversi energi dan rasio protein pada ayam broiler.
Identifikasi Keragaman Gen Myostatin (MSTN|BsrI) Pada Ayam Kampung Dengan Metode PCR-RFLP Shidiq, Fajrin; Yulianto, Yulianto; Gunawan, Asep; Sumantri, Cece
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2023.024.01.8

Abstract

Myostatin (MSTN) atau Growth and Differentiation Factor 8 (GDF8) adalah anggota dari superfamili Transforming Growth Factor (TGF)-β yang bertindak sebagai pengatur negatif pertumbuhan otot rangka. Mutasi pada ekson 2, di mana basa timin pada gen myostatin berubah menjadi basa guanin, mengubah asam amino leusin menjadi arginin, yang mempengaruhi berat badan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman gen myostatin pada 132 ekor ayam kampung yang terdiri dari ayam kampung Ciawi dan kampung Sukabumi. Sebagai perbandingan keragaman pada populasi besar digunakan ayam broiler, nunukan dan petelur. Keragaman gen diidentifikasi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction - Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) menggunakan enzim restriksi BsrI. Produk amplifikasi sepanjang 247 pb, genotipe yang ditemukan pada keragaman gen MSTN|BsrI adalah GG, GT dan TT. Hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi genotipe GT dan TT lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe GG. Pada semua populasi frekuensi alel T lebih besar dari frekuensi alel G yaitu 0.72 dan 0.28. Gen MSTN|BsrI pada populasi ayam kampung Ciawi dan ayam broiler berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg. Populasi ayam kampung Ciawi dan Sukabumi menunjukkan skor heterozigositas (Ho) lebih tinggi dari skor heterozigositas yang diharapkan (He), sedangkan ayam pedaging menunjukkan skor heterozigositas (Ho) sama dengan skor heterozigositas yang diharapkan (He). Gen MSTN|BsrI pada populasi Kampung Ciawi, Kampung Sukabumi dan ayam broiler bersifat polimorfik
Pengaruh Penambahan Spirulina platensis Terhadap Penampilan Produksi dan Kualitas Telur Puyuh Tistiana, Heli; Fitriana, Fitriana; Utami, Lutfiah Puti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2023.024.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Spirulina platensis terhadap performans dan kualitas telur puyuh. Materi yang digunakan adalah 200 ekor puyuh petelur, spirulina bentuk tepung dan pakan puyuh komersil. Metode penelitian menggunakan percobaan lapang dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian menggunakan pakan kontrol (P0), P1 (pakan +0,05% spirulina), P2 (pakan + 0,1% spirulina) dan P3 (pakan+0,15% spirulina). Penelitian dilakukan selama 6 minggu, yakni saat puyuh umur 16 hingga 22 minggu. Hasil penelitian menunjukkan penambahan spirulina tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, Berat telur, HDP, egg mass, FCR dan IOFC. Konsumsi pakan tertinggi pada P0 (28,90 g/ekor/hari) dan terendah pada P1 (27,99 g/ekor/hari). Berat telur terendah pada P0 (12,36 g) dan tertinggi pada P2 (12,69 g). Hen day production tertinggi pada P3 (88,54%) dan terendah pada P0 (82,32%). Nilai FCR terbaik pada P2 (2,54) dan tertinggi pada P0 (2,86). Nilai IOFC terbaik pada P2 (Rp 14.315,70) dan terendah pada P0 (Rp. 12.155,92). Penambahan spirulina dalam pakan puyuh memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap indeks kuning dan skor warna kuning telur, namun tidak berpengaruh (P>0,05) pada indeks putih telur dan haugh unit. Nilai indeks putih telur berkisar antara 0,10 hingga 0,12. Sedangkan haugh unit terendah pada P2 (87,14) dan tertinggi pada P3 (89,10). Indeks kuning telur tertinggi pada P3 (0,51) dan berbeda nyata dengan P0, P1 dan P2. Skor warna kuning telur tertinggi pada P3 (5,05) dan terendah pada P1 (4,3). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa, penambahan spirulina mampu memperbaiki performan dan meningkatkan kualitas internal telur puyuh. Penambahan spirulina hingga level 0,15% dalam pakan mampu meningkatkan indeks kuning dan skor warna kuning telur, serta mampu memberikan nilai IOFC tertinggi.
Penanganan Kasus Metritis Pada Sapi Perah di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang Kuswandari, Serlly; Pratiwi, Herlina
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2023.024.01.9

Abstract

Kejadian metritis kemungkinan besar terjadi pada saat inseminasi buatan atau penanganan kelahiran yang kurang higienis, sehingga banyak bakteri yang masuk ke uterus, hal in dapat memberikan efek negatif terhadap performa reproduksi serta mempengaruhi fertilitas pada sapi perah. Pengobatan dan penanganan yang tepat pada sapi perah dapat memberikan dampak positif karena kondisi uterus sapi cepat membaik, sehingga reproduksi dapat normal kembali. Studi kasus dilakukan pada sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) milik peternak dibawah naungan Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang. Gejala klinis keluarnya discharge berwarna kemerahan, konsistensi kental, dan berbau tidak sedap. Pemeriksaan yang dilakukan untuk penentuan diagnosa yaitu dengan inspeksi discharge yang keluar dari vulva dan palpasi perektal untuk meraba saluran reproduksi terutama uterus. Penanganan yang dilakukan berupa pemberian antibiotik Neo-kotrimok® secara intrauterine sebanyak 4 butir yang dicampurkan air sebanyak 20 mL dan Sulpidon® secara intramuskular sebanyak 15 mL. Pada hari ke-7 didapatkan discharge yang dikeluarkan mulai berkuran volumenya dan berwarna keputihan. Pengulangan pemberian antibiotik dilakukan menggunakan Neo-kotrimok® secara intrauterine sebanyak 4 butir yang dicampurkan air sebanyak 20 mL. Kesimpulan yang dapat diambil dari kasus ini adalah diagnose metritis dapat dilakukan dengan pemeriksaan gejala klinis, penentuan jenis cairan yang keluar dari vulva dan palpasi rektal. Penetuan diagnosa dilanjutkan dengan pemberian terapi antibiotik secara intrauteri dan antiinflamasi secara intramuscular.
Pengaruh Bangsa Terhadap Parameter Performa Reproduksi Sapi Betina di Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Prastyaningrum, Anggita Dewi; Lisnanti, Ertika Fitri; Rudiono, Didik
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2023.024.01.5

Abstract

Performa reproduksi merupakan hal penting dalam produktivitas ternak sapi potong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bangsa terhadap parameter performa reproduksi sapi betina di Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bringin, Dampit, Dero, Gandong, Kenongorejo, Krompol, Legowetan, Mojo, Sumberbening, dan Desa Suruh. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 November 2021 sampai 01 Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, wawancara, dan observasi kepada peternak. Analisa dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tidak sama. Parameter yang diamati meliputi lama estrus, siklus estrus, jarak estrus, perkawinan, dan non return rate. Hasil penelitian berdasarkan tabel analisa sidik ragam, menunjukkan bahwa perbedaan bangsa sapi potong tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap siklus estrus 1 dan 2, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama estrus dan jarak estrus ke IB. Uji HSD menunjukkan bahwa lama estrus pada P1 berbeda nyata dengan lainnya, dan pada jarak estrus ke IB pada P2 berbeda nyata dengan lainnya. Rata-rata siklus estrus pada P1, P2, P3, dan P4 adalah 29,25; 32,00; 44,00; 27,13 hari. Rata-rata lama estrus pada P1, P2, P3, dan P4 adalah 13,15; 16,12; 16,29; 16,08 jam. Rata-rata jarak estrus ke IB pada P1, P2, P3, dan P4 adalah 3,93; 2,74; 4,66; 4,77 jam. Data deskriptif menunjukkan bahwa prosentase NRR pada P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut yaitu 88,57%; 91,03%; 91,43%; 89,33%, dan prosentase IB ulang pada P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut yaitu 11,43%; 8,97%; 8,57%; 10,67%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bangsa hanya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter performa reproduksi sapi betina pada variabel lama estrus dan jarak estrus ke IB.
Pengaruh Pemberian Probiotik Sari Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana) Terhadap Performa Produksi Itik Hibrida Lestari, Retno Budi; Heraini, Dela; Permadi, Edy; Bakriyanto, Bakriyanto
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik dari limbah kulit buah pisang terhadap peforma produksi itik hibrida dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik pada setiap perlakuannya. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu P0 (control), P1 (probiotik 5 ml), P2 (probiotik 10 ml), P3 (probiotik 15 ml), P4 (probiotik 20 ml) dengan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Itik hibrida yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 100 ekor dimana setiap ulangan terdiri dari 4 ekor itik hibrida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian probiotik sari kulit pisang dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap pertambahan bobot badan (P<0,01) dengan nilai rataan PBB berkisar antara 1.312,75 - 1.732,75 gram/ekor, Memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap IOFC (P<0,01) dengan nilai rataan Rp. 36.593,91 – Rp. 54062,96/ekor, dan memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai Feed Convertion Ratio (FCR) yang berkisar antara 3,11 – 3.64 serta berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dengan nilai rataan 4.965,25  g/ekor sampai 5.465,75  g/ekor. kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pemberian probiotik sari kulit buah pisang mampu memberikan pengaruh nyata terhadap performa itik hibrida dengan konsentrasi 20 ml memberikan performa produksi terbaik.
Pengaruh Penggunaan Berbagai Model Feeder Terhadap Performa Produksi Parent Stock Ayam Pedaging Lohmann Nursita, Ita Wahju; Budianto, Nadhoveza
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.5

Abstract

Salah satu faktor yang ditargetkan dalam pemeliharaan parent stock adalah keseragaman bobot badan. Keseragaman salah satunya dipengaruhi oleh konsumsi pakan pada sistem pemeliharaan koloni. Konsumsi pakan sangat bergantung pada model feeder yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model feeder yang berbeda terhadap performa produksi broiler parent stock. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap sub-sampling dengan 3 perlakuan (pan feeder, chain feeder, dan covinc feeder) dan 4 ulangan dengan 7 kali pengamatan. Data dianalisis secara statistik dengan analysis of variance. Apabila terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model feeder yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap hen day production. Rata-rata hen day production adalah 58,2 ± 1,45%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi telur tetas dan berat telur. Nilai rata-rata produksi telur tetas sebesar 99,2 ± 0,3% dan rata-rata berat telur sebesar 58,8 ± 0,85 gram. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah menggunakan pan feeder.
Phenotype and Genotype Expression with the GDF9 Gene in the Sapudi and Garut Sheeps Hairoh, Nikhmatul; Mudawamah, Mudawamah; Sumartono, Sumartono
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.3

Abstract

This study aims to determine the expression of phenotypes and genotypes in Sapudi and Garut sheep, as well as differences between GDF9 exon 1 gene expression and phenotypic traits in Sapudi and Garut sheep. The research method used is a quantitative descriptive method. The material used was 48 rams kept at UPT Breeding Cattle and Forages in Jember and Seribu Pulau Children's Farm, Kangploso Farm, Malang. As for the observation of GDF9 gene expression by qPCR analysis using GDF9 gene primers with a sample of 8 tails. Data analysis used unpaired t-test analysis and continued with the BNT test. Observation of phenotypic traits included body length (PB), chest circumference (LD), and body height (TB). The genotype observed was GDF9 gene expression. The results showed very significant differences in the phenotypic characteristics of the Sapudi and Garut sheep (P<0.01). Based on the study, there were differences in the expression of the phenotypic traits of Sapudi and Garut sheep on body length (Sapudi 63.21a ± 3.39; Garut 77.71b ± 5.66) cm, chest circumference (Sapudi 76.15a ± 3.81; Garut 83, 00b ± 8.75) cm and height (Sapudi 64.96a ± 3.97; Garut 73.50b ± 5.60) cm. There was a very significant difference (P<0.01) in genotypic traits from the qPCR results of the GDF9 gene between sheep breeds, namely Sapudi sheep 31.66 ± 5.61 and Garut sheep 23.70 ± 2.40.
Pengaruh Penambahan Variasi Kombinasi Tepung Maggot (Hermetia illucens) Pada Campuran Pakan Terhadap Kadar Glukosa dan Asam Urat Ayam Petelur Putra, Aditya Wirawantoro; Fauziah, Farisa Amanda; Widyaputri, Tiara; Widigdyo, Anang; Purnomo, Panji
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.1

Abstract

Ayam petelur merupakan salah satu ternak unggas yang dapat menghasilkan produk hewani berupa telur dan daging sehingga biasa disebut dwiguna. Ayam petelur dalam pemberian pakan dapat menggunakan pakan alternatif berupa Maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu jenis insekta yang memiliki kadar protein tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tambahan variasi kombinasi tepung maggot 0%, 25%, 50%, 75% terhadap kadar glukosa dan asam urat darah ayam petelur. Penelitian telah mendapatkan Keterangan Laik Etik No. 010-KEP-UB-2023. Pengambilan sampel darah penelitian dilakukan pada ayam Isa brown fase layer berumur 22 minggu. Pemeriksaan kimia darah dilakukan untuk melihat kadar glukosa dan asam urat darah menggunakan alat Sinocare Safe® AQ UA. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan metode one-way ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbandingan antar kelompok perlakuan. Hasil kadar glukosa darah ayam petelur fase layer yang diberi tambahan variasi kombinasi tepung maggot tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai (P>0,05). Pemberian perlakuan pakan pada semua kelompok tidak memberikan pengaruh terhadap kadar glukosa. Hasil kadar glukosa yang didapatkan pada penelitian berada dalam kisaran 188,60-199,80 mg/dL. Hasil kadar asam urat pada ayam petelur fase layer yang diberi tambahan variasi kombinasi tepung maggot 25% dan 50% tidak berbeda nyata dengan pemberian 100% tepung ikan. Kelompok pemberian pakan 50% tepung maggot dan 75% tepung maggot dapat meningkatkan kadar asam urat sama dengan kelompok kontrol negatif yang diberi pakan komersial. Hasil kadar asam urat yang didapatkan pada penelitian berada dalam kisaran 3,90-7,16 mg/dL. Rekomendasi persentase tepung maggot yang dapat digunakan untuk tambahan pakan ayam petelur fase layer adalah 25%.
Pemberian Ransum yang Ditambah Acidifier Dengan Inulin dan Enzim Papain Terhadap Perlemakan Daging dan Bobot Karkas Kalkun Jantan Fase Grower Krismiyanto, Lilik Krismiyanto,; Yunianto, Vitus Dwi; Mangisah, Istna; Crismawati, Rizky
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.2

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan acidifier dengan inulin dan enzim papain pada ransum terhadap kecernaan lemak kasar, massa lemak daging, bobot relatif lemak abdominal dan bobot karkas kalkun jantan fase grower. Ternak percobaan yang digunakan adalah kalkun jantan fase grower umur 13 minggu sebanyak 80 ekor dengan bobot badan ratarata 1.605,05±85,16 g. Bahan perlakuan yang digunakan yaitu acidifier (asam laktat, asam propionat dan asam formiat), inulin bersumber dari ekstrak akar sawi pahit dan enzim papain sintetik. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum kontrol/RK ; T1 = RK + acidifier 1% ; T2 = RK + acidifier 1% + inulin 1,2% ; T3 = RK + acidifier 1% + enzim papain 0,15% ; T4 = RK + acidifier 1% + inulin 1,2% + enzim papain 0,15%. Parameter yang diukur yaitu kecernaan lemak kasar, massa lemak daging, bobot relatif lemak abdominal dan bobot karkas. Data dianalisis menggunakan analysis of variance pada taraf 5%, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji ganda Duncan pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan acidifier dengan inulin dan enzim papain pada ransum berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan lemak kasar, massa lemak daging, bobot relatif lemak abdominal dan bobot karkas kalkun jantan fase grower. Simpulan penelitian adalah penambahan acidifier 1% dengan inulin 1,2% dan enzim papain 0,15% pada ransum mampu menurunkan kecernaan lemak kasar, massa lemak daging dan bobot relatif lemak abdominal serta meningkatkan bobot karkas kalkun jantan fase grower.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue