cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
KARAKTERISTIK SARANG TARSIUS WALLACEI DI LEBANU, SIGI, SULAWESI TENGAH Alferi, Alferi; fahri, fahri; annawaty, annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.962 KB)

Abstract

Tarsius wallacei Merker et al., 2010 adalah primata endemik Sulawesi yang penyebarannya terbatas di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sarang T. wallacei di habitat alaminya di Lebanu, Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode observasi dengan variable utama berupa jenis pohon sarang, bentuk sarang, lingkaran pohon dan serta suhu dan kelembaban sarang, sedangkan variabel penunjang berupa vegetasi di sekitar sarang. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa sarang T. wallacei di Desa Lebanu adalah pohon Ficus spp dengan karakter pohon berongga, relatif gelap dan memiliki akar gantung yang banyak. Ketinggian sarang dari permukaan tanah bervariasi  antara 4 m sampai 7 m. Suhu sarang tarsius pada pagi hari berkisar antara 23,120C-24,120C dan pada malam hari berkisar antara 24,960C?25,160C sedangkan kelembaban berkisar antara 86%-90,2% pada pagi hari dan 80,8%-81% pada malam hari. Jenis tumbuhan di sekitar sarang tarsius di dominasi oleh Leea indica dari Famili Vitaceae.
KARAKTERISASI ENZIM AMILASE DARI KECAMBAH BIJI JAGUNG KETAN (ZEA MAYS CERATINA L.) Bahri, Syaiful; Mirzan, Moh.; Hasan, Moh.
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.276 KB)

Abstract

The research about characterization of the amylase enzyme from germination glutinous corn seed (Zea mays ceratina L.) was done. The aims of this research is to know the effect of germination time to the activity of the amylase enzyme and characteristics of the amylase enzyme from germination glutinous corn seed (Zea mays ceratina L.). The research was conducted through four phases that is germination stage, extraction, isolation, and characterization. The research device used was Completelly Randomized Design (CRD) and to be continued by BNJ test critical level 5%. Result showed that the germination time that produces the highest activity was 36 hours and the activity of enzyme was 0.0557 sec-1. Isolation of the amylase enzyme purified by salting out method used technical (NH4)2SO4 at concentration 55% with activity of 0.0394 sec-1. The optimum pH was 9, and the activity of enzyme was 0.0207 sec-1. Maximum substrate concentration with the activity 0.0476 sec-1 give at 12.5% (w/v), while the optimum temperature for activity 0.0229 sec-1 was 70 oC. From examination manner analysis for all of free variables results very real effect on the amylase enzyme activity, while the BNJ test critical level of 5% showed a real difference with the other treatments of every variable.
SINTESIS DAN FUNGSI POLIMER EUGENOL-SILIKON Rahim, Erwin Abdul
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.544 KB)

Abstract

Telah disintesis polimer eugenol-silikon [(Poli (1)] dengan menggunakan katalis Pt. Poli (1) disintesis dengan reaksi kondensasi dan diperoleleh polimer dengan jumlah yang banyak dan berwarna hijau. Hasil analisi 1H NMR menunjukkan bahwa untuk gugus metoksi mengalami splinting menjadi dua. Inilah yang menyebabkan polimer tersebut berwarna hijau. Polimerisasi dilakukan beberapa kali pengulangan dan diperoleh hasil yang berbeda, polimerisasi pertama menghasilkan polimer yang agak keras dan pengulangan hanya menghasilkan polimer yang lunak. Aplikasi dari polimer ini dapat digunakan sebagai krim kecantikan. Polimerisasi dengan katalis Ru generasi kedua menhasilkan senyawa dengan gugus metoksinya mengalami splitting.
POLA DISTRIBUSI DAN KERAPATAN PANDANUS SARASINORUM WARB., PANDAN ENDEMIK SULAWESI DI HUTAN PEGUNUNGAN SEKITAR DANAU KALIMPA’A TAMAN NASIONAL LORE LINDU Kambuno, Iring R. F.; Ramadanil, Ramadanil; Iqbal, Moh.
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1 (April 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.513 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ?Pola Distribusi dan Kerapatan Pandanus sarasinorum Warb., pandan endemik Sulawesi di hutan pegunungan sekitar danau Kalimpa?a Taman Nasional Lore Lindu? yang dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2018. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan kerapatan Pandanus sarasinorum Warb. di hutan pegunungan sekitar danau Kalimpa?a Taman Nasional Lore Lindu. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan 7 buah transek yang berukuran 50 x10 m beserta plot kecil 10 x10 m di dalamnya. Hasilnya menunjukan pola distribusi Pandanus sarasinorum Warb. adalah pola mengelompok. Kerapatan tertinggi untuk tingkat dewasa, terdapat pada transek kelima dengan nilai kerapatan 340 dan kerapatan relatif 25,37%, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada transek ketujuh dengan nilai kerapatan 100 dan kerapatan relatif 7,47%. Kerapatan tertinggi untuk tingkat anakan, terdapat pada transek keempat dengan nilai kerapatan 60 dan kerapatan relatif 37,5%, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada transek ketiga dengan nilai kerapatan 20 dan kerapatan relatif 12,5%.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN KULIT BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) VARIETAS CIBINONG, JINGGO DAN SEMANGKA Nurviani, Nurviani; Bahri, Syaiful; Sumarni, Ni Ketut
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.094 KB)

Abstract

Ekstraksi dan karakterisasi pektin kulit buah pepaya varietas Cibinong, Jinggo dan Semangka bertujuan untuk mengetahui potensi pektin dari beberapa varietas kulit buah pepaya yang mutunya terbaik. Ekstraksi pektin dilakukan dengan  variasi waktu  60, 90, dan 120 menit dengan pelarut asam sitrat 5%. Rendemen pektin tertinggi diperoleh pada waktu ekstraksi selama 120 menit dengan hasil 12,70% pada kulit pepaya Semangka, dan yang terendah pada waktu ekstraksi selama 60 menit dengan hasil 6,01% pada kulit buah pepaya Jinggo. Hasil yang diperoleh dari ketiga varietas kulit buah pepaya memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air pektin, kadar metoksil, kadar galakturonat, dan kadar abu.
KEANEKARAGAMAN JENIS GULMA DI AREA PERSAWAHAN DESA KARYA MUKTI KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA Mazidaturohmah, Mazidaturohmah; Suwastika, I Nengah; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.121 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul ? Keanekaragaman Jenis Gulma Di Area Persawahan Desa Karya Mukti Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala? dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis gulma yang ada di area persawahan, menggunakan metode petak ganda yang dengan subplot 2x2 m sebanyak 10 plot yang diletakan secara diagonal. Setiap jenis gulma di koleksi untuk pembuatan spesimen herbarium, identifikasi dilakukan di Laboratorium Biodiversity Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako, Analisis data yaitu menghitung keanekaragaman menggunakan rumus Shannon Whiener index H? = -? (ni/N) ln (ni/N). dan menentukan index nilai penting (INP) dari setiap jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lokasi penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan gulma dengan jumlah 1.385 individu, terdiri atas 7 famili. Jenis yang paling dominan adalah Monochoria vaginalis (Burm.F.) C. Persal dengan nilai INP 43,04%, sedangkan jenis yang memiliki nilai INP terendah yaitu pada jenis Eclipta alba (L.) Hassk dengan INP sebesar  1,75%.  indeks keanekaragaman jenis pada penelitian ini tergolong sedang yaitu 2,14
STUDI PENYEBARAN PENYAKIT FLU BURUNG MELALUI KAJIAN DINAMIS REVISI MODEL ENDEMIK SIRS DENGAN PEMBERIAN VAKSINASI UNGGAS Murwanti, Ica; Ratianingsih, Rina; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1 (March 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.863 KB)

Abstract

Program vaksinasi unggas yang dilakukan untuk menghambat penyebaran penyakit flu burung dapat dikaji melalui model matematika. Dalam penelitian ini penyebaran penyakit tersebut di amati melalui revisi model endemik SIRS dengan memperhatikan pemberian vaksinasi pada unggas. Hal ini dilakukan dengan merevisi kompartemen penyebaran penyakit tersebut yang selanjutnya digunakan untuk menentukan persamaan pembangun model yang  direpresentasikan dalam sistem persamaan diferensial. Sistem tersebut menggambarkan  interaksi antara kelompok manusia dan kelompok unggas. Analisa kestabilan sistem di kedua titik  kritisnya dilakukan dengan menentukan nilai eigen sistem yang diperoleh dari determinan matriks jacobi  linearisasi sistem di masing-masing titik kritis. Kestabilan sistem selanjutnya diamati dibidang (  yang dibagi oleh kurva parameter   . Kedua parameter tersebut secara berturut-turut menyatakan tingkat vaksinasi unggas dan tingkat kematian alami populasi unggas. Kestabilan di titik kritis kedua membutuhkan syarat  bahwa  tingkat kematian manusia karena flu burung ( ) harus lebih kecil dari  tingkat kelompok manusia yang telah sembuh dari flu burung terjangkit penyakit kembali ( . Hasil simulasi memperlihatkan bahwa penyebaran penyakit flu burung dapat diturunkan dengan program vaksinasi bila tingkat vaksinasi unggas lebih besar dari tingkat kematian alami unggas
POTENSI DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) SEBAGAI BAHAN AKTIF DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Suprianto, Suprianto; Ulum, M. Syahrul; Iqbal, Iqbal
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.942 KB)

Abstract

Penelitian tentang potensi daun biduri (Calotropis gigantea) sebagai bahan aktif Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) telah dilakukan. Daun biduri diekstrak dengan menggunakan metode meserasi dengan pelarut aseton 80%. Absorbansi hasil ektrak (larutan) kemudian diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, dan kadar klorofilnya dihitung dengan metode Arnon. Adapun konduktivitasnya dihitung dengan metode two point probe. Dengan menggunakan Microsoft Excel diperoleh absorbansi maksimum berada pada konsentrasi 0,15 g/ml yaitu sebesar 3,352 a.u. Hasil perhitungan menunjukkan kadar klorofil daun biduri sebesar 1,4621 mg/g. Data hasil perhitungan konduktivitas yang diolah dengan Microsoft Excel menunjukkan kenaikan konduktivitas larutan klorofil sebesar 0,0555 (?m)-1 pada setiap penambahan konsentrasi 1 gr/ml. Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa daun biduri memiliki potensi untuk dijadikan bahan aktif Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC)
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL PADA BUAH APEL (PYRUS MALUS.L)YANG DIPAJANGKAN DIPINGGIR JALANKOTA PALU MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRISERAPAN ATOM Winarna, Winarna; Sikanna, Rismawaty; Musafira, Musafira
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.748 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan timbal pada buah apel (Pyrus Malus L.)yang dipajangkan pada jl.Sisingamangaraja dan jl.Undata kota Palu menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam timbal pada buah apel. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap masing-masing tahap destruksi sampel dan tahap penentuan kadar logam timbal dalam sampel. Konsentrasi timbal ditentukan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom, hasil yang diperoleh menunjukkan kandungan timbal yang paling tinggi terdapat dijalan Sisingamangaraja dengan waktu pemaparan 12 hari, kandungan timbal yang diperoleh pada buah apel dengan kulit sebesar 0,178 ppm. Sedangkan dijalan undata untuk waktu pemaparan 12 hari, kandungan timbal yang diperoleh pada buah apel dengan kulit 0,174 ppm
GEODINAMIKA WILAYAH SIGI BERDASARKAN KAJIAN PALEOMAGNETIK MENGGUNAKANMETODE NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) Chalista, Igna Aquila; Sandra, Sandra; Maskur, Maskur
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.251 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai geodinamika wilayah sigi berdasarkan kajian paleomagnetik menggunakan metode natural remanent magnetization (NRM). Penelitian ini menggunakan sampel batuan beku dari Desa Blumpewa, Desa Jono dan Desa Toro. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kestabilan sampel batuan dan besar pergesaran site. Untuk uji kestabilan batuan, sampel batuan dari ketiga site memberlihatkan kestabilan yang baik. Untuk kajian paleomagnetik, diperoleh kutub paleomagnetik untuk Site Balumpewa mempunyai nilai lintang purba ( p) dan bujur purba ( p) adalah 119o 50? 28? BT dan 32o 19? 12??LU serta nilai rotasi sitenya N -57,68o W. Untuk Site Jono mempunyai nilai lintang purba ( p) dan bujur purba ( p) adalah 119o 50? 42? BT dan 24o 47? 24??LU serta nilai rotasi sitenya N -65,22o W. Untuk Site  Toro mempunyai nilai lintang purba ( p) dan bujur purba ( p) adalah 119o 47? 42? BT dan 12o 22? 12??LU serta nilai rotasi sitenya N -77,63o W.

Page 10 of 26 | Total Record : 254