cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI TANAH DI HUTAN SEKITAR DANAU KALIMPA’A, KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH Lambui, Orryani; Jannah, Magfirahtul
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.125 KB)

Abstract

Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah memiliki produktivitas serasah yang tinggi, sehingga sangat bergantung pada keberadaan mikroorganisme tanah untuk mendekomposisinya menjadi unsur hara yang dimanfaatkan oleh tumbuhan. Kondisi hutan primer yang masih alami dapat mendukung pertumbuhan dan keanekaragaman mikroorganisme tanah terutama bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis bakteri tanah di hutan sekitar Danau Kalimpa?a kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2016 di Laboratorium Bioteknologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tadulako. Bakteri diisolasi dari sampel tanah rizosfir yang diambil secara random di beberapa area kecil, menggunakan metode enrichment dan spread plate untuk memperoleh isolat. Isolat dimurnikan dengan metode streak plate kemudian diindentifikasi berdasarkan uji mikrobiologis dan uji biokimiawi. Dari sampel tanah hutan di sekitar Danau Kalimpa?a Kawasan Taman Nasional Lore Lindu berhasil diisolasi 5 bakteri isolat terpilih dengan kode isolat DKL 1, DKL 2, DKL 3, DKL 4 dan DKL 5. Berdasarkan hasil identifikasi secara fenotipik, isolat terpilih merupakan anggota kelompok bakteri Gram negatif dengan bentuk sel coccus dan bacil, ada yang bersifat motil dan non motil, serta mampu menggunakan karbohidrat sebagai sumber energinya melalui proses fermentasi
KAJIAN EKSTRAK ETANOL BUNGA TANAMAN JOHAR (CASSIA SIAMEA L.) SEBAGAI BIOINDIKATOR ASAM BASA Kurniawati, Kurniawati; Mappiratu, Mappiratu; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian ekstrak etanol bunga tanaman johar (Cassia siamea L) sebagai bioindikator asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui: (1) kelompok senyawa yang terdapat dalam ekstrak etanol bunga johar, (2) trayek pH dan titrasi asam basa yang cocok untuk bioindikator ekstrak bunga johar, (3) spektrum serapan dan gugus fungsi serta  jenis eluen yang baik digunakan dalam pemisahkan zat berwarna ekstrak etanol bunga johar menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pencapaian tujuan dilakukan melalui ekstraksi bunga johar secara maserasi dengan tiga jenis pengekstrak (eksan, etil asetat dan etanol), dilanjutkan dengan identifikasi kelompok senyawa dalam ekstrak, penentuan trayek pH menggunakan buffer fosfat pH 1 ? 12, titrasi asam basa (asam kuat-basa kuat, asam lemah basa kuat dan asam kuat basa lemah), mengambil spektrum UV-VIS dan FTIR serta melakukan analisis dengan KLT. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak etanol hanya mengandung kelompok senyawa flavonoid. Ekstrak bunga johar dalam larutan asam berwarna kuning dan dalam larutan basa berwarna orange dengan trayek pH antara 5 dan 9. Titrasi asam basa yang sesuai untuk indikator ekstrak bunga johar hanya titrasi asam kuat dengan basa kuat dan asam lemah dengan basa kuat, sebab volume titran yang digunakan relatif sama dengan indikator pembanding fenolthalein. Serapan maksimum ekstrak etanol bunga johar 393 nm dan memiliki gugus fungsi berciri flavonoid, yakni gugus hidroksi bebas dan terikat ikatan hydrogen serta gugu C ? O ? C yang terkonyugasi dengan benzene. Kedua data tersebut memberikan indikasi flavonoid yang ada kemungkinan flavonol dan auron atau salah satu auron atau flavonol. Eluen yang baik digunakan dalam pemisahan komponen menggunakan KLT preparatif adalah eluen campuran kloroform/asam asetat/etanol  30 : 15 : 2 (v/v/v) yang memberikan indikasi minimal ada empat jenis senyawa dalam ekstrak, dua diantaranya berwarna kuning, sedangkan dua lainnya tidak berwarna
UDANG AIR TAWAR MACROBRACHIUM LATIDACTYLUS (DECAPODA, CARIDEA, PALAEMONIDAE) DARI SUNGAI GILILANA, MOROWALI UTARA, SULAWESI, INDONESIA Laewa, Nurliana H.; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.376 KB)

Abstract

Macrobrachium latidactylus merupakan salah satu spesies udang air tawar dari famili Palaemonidae yang penyebarannya di Indonesia terbatas di bagian timur Indonesia, yaitu pulau-pulau Sunda kecil, Papua, Sulawesi dan Maluku. Spesies ini pertama kali dideskripsi menggunakan spesimen dari Sulawesi pada tahun 1891. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kembali M. latidactylus berdasarkan spesimen yang dikoleksi dari Sungai Gililana, Morowali Utara, Sulawesi, Indonesia. Koleksi sampel menggunakan metode purposive sampling dan penangkapan spesimen menggunakan hand net, kemudian sampel disimpan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia. Dalam tulisan ini M. latidactylus dibuat diagnose kembali dan dilengkapi dengan ilustrasi menggunakan line drawing.
FITOAKUMULASI MERKURI OLEH AKAR TANAMAN BAYAM DURI (AMARANTUS SPINOSUS LINN) PADA TANAH TERCEMAR Sopyan, Sopyan; Sikanna, Rismawaty; Sumarni, Ni Ketut
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1 (March 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.205 KB)

Abstract

The studies entitled Fitoakumulasi Mercury By Root Crops Spinach Thorns ( Amarantus spinosus Linn ) In Contaminated Soil has been done with the purpose of remediation time know effect on the ability of plant roots to absorb mercury thorn spinach and determine the maximum concentration of mercury that accumulates in the roots of spinach plants thorns in the remediation time . The method used in this study is defined as phytoremediation technology recovery , cleanup , removal or reduction of contaminants in soil or water by using the help of plants . Time remediation consists of 4 stages 7 , 14 , 21 and 42 days . While planting media concentration is 25 ppm , 50 ppm , 75 ppm and 100 ppm . The maximum concentration of adsorbed on the roots of spinach plants thorns is 0 , the dry weight of roots harvested at a institusen empire with a concentration of 100 ppm , the remediation time is day 14 ( P2 ) . And the ability of the roots to absorb mercury remediation significantly different with respect to time .
HABITUASI KELOMPOK BERCAMPUR MACACA TONKEANA-HECKI: PELUANG DAN TANTANGAN Damayanti, Wanda; Fitriana, Fitriana; Gunawan, M Syarif Indra; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2 (August 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.142 KB)

Abstract

Habituasi Kelompok Bercampur Macaca tonkeana-hecki telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli 2016 di Cagar Alam Pangi Binangga, Sulawesi Tengah, Indonesia. Menurut informasi penduduk lokal, terdapat dua kelompok yang sering terlihat yaitu kelompok Salubay yang lokasinya berada di tempat pembuangan buah-buahan dan sayuran busuk oleh para penjual buah yang merupakan warga lokal setempat dan kelompok Gunung Batu yang berada di sekitar tebing, jurang dan dekat dengan sungai. Kelompok Salubay cukup sulit ditemukan, dan belum ada individu yang dapat di dekati, dari kelompok ini dan jalur home range mereka belum diketahui. Kelompok Gunung Batu merupakan kelompok yang lebih sering ditemukan selama proses habituasi dan kami dapat mendekati seluruh anggota kelompok selama habituasi dilakukan. Pada sensus pertama (Januari-Februari 2016) ditemukan 29 individu, sedangkan pada sensus kedua (Maret-Juli 2016) dijumpai 23 individu. Tantangan yang dihadapi selama proses habituasi yang meliputi: lokasi penelitian yang berada di daerah yang curam dan terjal, konflik dengan masyarakat lokal dan lokasi home range Macaca yang berada dekat dengan jalan poros dijelaskan dengan rinci dalam artikel ini
PENGARUH KONSENTRASI THIDIAZURON (TDZ) DAN ARANG AKTIF PADA SUB KULTUR TUNAS PISANG KEPOK HIJAU (MUSA PARADISIACA L.) Sari, Detty Intan; Suwirmen, Suwirmen; Nasir, Nasril
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.008 KB)

Abstract

Penelitian mengenai  ?Pengaruh Beberapa Konsentrasi Thidiazuron (TDZ) dan Arang Aktif pada Sub Kultur Tunas Pisang Kepok Hijau (Musa paradisiaca L.)? telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2014 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Thidiazuron, arang aktif dan kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan sub kultur tunas pisang kepok secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah pemberian TDZ terdiri dari tiga taraf (0,00; 0,04; 0,09 mg/l) dan faktor kedua adalah pemberian arang aktif yang terdiri dari empat taraf (0,00; 1,00; 2,00; 3,00 g/l) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan beberapa konsentrasi TDZ berpengaruh secara signifikan pada jumlah tunas, tidak pada persentase hidup eksplan, tinggi tunas, jumlah akar dan panjang akar. Penambahan beberapa konsentrasi arang aktif memberikan pengaruh yang signifikan pada jumlah dan panjang akar,tidak pada persentase jumlah eksplan, jumlah tunas dan tinggi tunas. Adapun interaksi antara beberapa konsentrasi TDZ dan arang aktif berpengaruh pada parameter panjang akar dengan kombinasi terbaik adalah pada perlakuan 0,04 mg/l TDZ dan 1,00 g/l arang aktif yaitu 6,03 cm
IDENTIFIKASITERIPANG JENIS PEARSONOTHURIA GRAEFFEI (SEMPER, 1868) DAN BOHADSCHIA ARGUS (JAEGER, 1833) DARI DESA TANDAIGI, PARIGI MOUTONG, SULAWESI TENGAH Sese, Moh. Reza; Wirawati, Ismiliana
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.587 KB)

Abstract

Teripang jenis Pearsonothuria graeffei (Semper, 1868) dan Bohadschia argus Jaeger, 1833 merupakan jenis yang sering ditemukan di perairan Indonesia, akan tetapi belum pernah  ada laporan secara taksonomi bahwa kedua jenis ini terdapat di perairan Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi Pearsonothuria graeffei (Semper, 1868) dan Bohadschia argus Jaeger, 1833 berdasarkan tipe dan komposisi spikula dan menambah laporan keberadaan kedua jenis teripang tersebut. Pengambilan sampel teripang  menggunakan metode purposive sampling di sekitar lokasi penelitian  dan dilakukan pada saat air menjelang surut. Spikula diekstraksi dari bagian dorsal, ventral, podian tentakel. Potongan Spikula sebesar 0,5 cm2 direndam menggunakan larutan ?domestic bleaching? selama 5 ? 10 menit kemudian spikula di cuci dengan  aquades dan di letakan di cover glass dengan menambakan gliceryn, serta  di amati di bawah mikroskop. Tipe spikula Pearsonothuria graeffei dan Bohadschia argus terdiri dari tipe mawar, batang, meja dan pelat berlubang.
MENGKAJI MODEL PENGENDALIAN POPULASI AEDES AEGYPTI DENGAN STERILE INSECT TEHNIQUE (SIT) DAN KOMBINASINYA DENGAN INSEKTISIDA Wati, I; Ratianingsih, R; Jaya, Agus Indra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Number 1 (March 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.486 KB)

Abstract

Dengue fever is one of disease which can be transmited by Aedes aegypti. However the prevention on this disease is become global concern. One approche that can be done is by controlling of mosquito population. Related to that issue, this study was done by an application of potryagyn maximum principle in optimal control theory, based on Sterile Insect Technique (SIT). It can be done biologically by introduction of male sterile mosquito (mutan which can be produce by mutagen such as gamma radiation) into the population. It expected that the number of sterile mosquitos will increase by the time. Our result showed that the population of juvenile, immature male and female mosquitos,  fertile male and female, and also sterile male mosquito on the population will grow and reach the stagnan condition after 50 days. Those data indicate that the number of sterile male will increase without any reduction of the population itself. If this method be combained with insecticide chemical method, the population of mosquitos can be reduced/eliminated efectively.
IDENTIFIKASI BENDA-BENDA MEGALIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI SITUS POKEKEA KECAMATAN LORE TENGAH KABUPATEN POSO Yusuf, Magfira; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2 (August 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.667 KB)

Abstract

Penelitian tentang identifikasi benda-benda megalit dengan menggunakan metode geomagnet telah dilakukan di Situs Megalit Pokekea, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi benda-benda megalit yang terpendam di bawah permukaan. Tahapan pengukuran anomali magnetik meliputi; akuisisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF, koreksi variasi harian, kemudian membuat peta kontur anomali menggunakan software Surfer 10 dan membuat pemodelan 2D dengan menggunakan software Mag2dc. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat benda megalit yang diidentifikasi sebagai batuan granit dengan nilai suseptibilitas 0,00 SI - 0,05 SI pada kedalaman antara 85 m sampai 114 m, dan biotit dengan nilai suseptibilitas 0,0015 SI - 0,0029 SI pada kedalaman 110 m. Batuan granit terdapat pada lintasan a-a?, c-c? dan d-d?,  dan mineral biotit terdapat pada lintasan c-c?
PENGARUH KAPUR DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM DAN PRODUKSI JAMUR KUPING HITAM (AURICULARIA POLYTHRICA (MONT.) SACC.) Pramita, Intan; Periadnadi, Periadnadi; Nurmiati, Nurmiati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.749 KB)

Abstract

Penelitian tentang ?Pengaruh Kapur dan Dolomit Terhadap Pertumbuhan Miselium dan Produksi Jamur Kuping Hitam (Auricularia polythrica (Mont.)Sacc)? telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Oktober 2014 di Laboratorium Mikrobiologi/Mikologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur dan dolomit terhadap pertumbuhan miselium dan produksi jamur kuping hitam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dalam dua tahap penelitian, masing-masing terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 0%, 1%, 2% dan 3% kapur dan dolomit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan kapur 3% dan dolomit 2% terbaik terhadap pertumbuhan miselium (0,51 cm/hari dan 0,42 cm/hari) dan hasil produksi (35,93 g dan 38,17 g).