cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
LAPORAN PERTAMA UDANG AIR TAWAR MACROBRACHIUM SCABRICULUM (HELLER, 1862) DARI BATUSUYA, DONGGALA, SULAWESI, INDONESIA Dwiyanto, Diky; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.885 KB)

Abstract

Udang air tawar spesies Macrobrachium scabriculum (Heller, 1862) untuk pertama kalinya dilaporkan dari Sulawesi, Indonesia. Spesies ini dideskripsi pertama kali berdasarkan spesimen yang ditemukan di Sri Lanka. Penyebarannya di Indonesia, sebelumnya dilaporkan dari Sumatera dan Kalimantan. Dalam artikel ini, deskripsi dan ilustrasi M. scabriculum didasarkan pada spesimen yang dikoleksi pada Mei 2016 dan November 2017 di Sungai Batusuya, Donggala, Sulawesi Tengah. Dalam laporan ini juga disajikan sistematika, karakter morfologi, habitat dan distribusi dari udang jenis ini.
STANDARISASI EKSTRAK ETIL ASETAT KAYU SANREGO (LUNASIA AMARA BLANCO) Anam, Syariful; Yusran, Muhammad; Trisakti, Alfred; Ibrahim, Nurlina; Khumaidi, Ahmad; Ramdanil, Ramdanil; Zubair, Muhammad Sulaiman
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.581 KB)

Abstract

Lunasia amara Blanco is a popular medicinal plant which is known as aphrodisiac in South Sulawesi Province. Biological activity as antibacterial, anticancer dan antituberculosis were also scientifically reported. This study is to ascertain the safety and quality of the plant extract by standardization procedures mentioned in literature, including specific and non-specific parameters. The result showed that ethyl acetate wood extract of L. amara Blanco, which is brown viscous extract, astringent to the taste and characteristic odor, contain water-soluble extractive matters of 23,95 ± 2,192 %, ethanol-soluble extractive matters of 67,05 ± 3,61 %, water content of 5,33 ± 0,407 %,  total ash content of 0,65 ± 0,199 %, acid-insoluble ash content of 0,58 ±0,225 %, density of 0,7734 ± 0,0016 (5%) and 0,7957 ± 0,0021 (10%), total contaminant number of bacteria and fungus of each < 1 x 104 colony/g, and Pb concentration of 10,59 ± 0,239 mg/kg. Ethyl acetate wood extract of L. amara Blanco has been qualified as standardized extract. Therefore, this study can be a reference for identification and control quality of the extract as a herb-medicine material
ESTIMASI GRADIEN TEMPERATUR MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET PADA DAERAH PANASBUMI DI DESA SAPOO KECAMATAN KULAWI Nurarafah, Nurarafah; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.044 KB)

Abstract

Penelitian menggunakan analisis spektrum pada data geomagnet telah dilakukan di Lapangan Panasbumi Sapoo, Kabupaten Sigi. Penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh estimasi gradien temperatur Curie pada daerah panasbumi tersebut. Tahapan pengukuran anomali magnetik meliputi; akuisisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF dan koreksi variasi harian, dan kemudian membuat peta kontur anomali. Berdasarkan peta kontur anomali medan magnet hasil interpretasi kualitatif, diperoleh nilai anomali magnet tinggi sebesar (340 n), dan anomali magnet rendah sebesar( 20 nT).  Teknik yang digunakan adalah teknik analisis spektrum untuk memperoleh kedalaman dan untuk mengetahui gradien temperatur dan aliran panasbumi di daerah penelitian. Nilai rata-rata kedalaman yang diperoleh yaitu untuk kedalaman atas, kedalaman tengah, dan kedalaman basal adalah berturut-turut1.267 m, 2.161 m, dan 3.054,5 m. Nilai gradien temperatur masing-masing lintasan yaitu lintasan A, lintasan B, lintasan C, lintasan D adalah berturut-turut 0,19748042 , 0,21577381 , 18709677 dan 0,16604638
KOMUNITAS FITOPLANKTON DAN KANDUNGAN PESTISIDA DI DANAU DIBAWAH KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT Hajjir, Siti; Nurdin, Jabang; Dharma, Abdi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang komunitas fitoplankton dan kandungan pestisida di Danau Dibawah telah dilakukan dari bulan April sampai September 2014 dengan tujuan untuk melihat komposisi, struktur komunitas fitoplankton dan kandungan pestisida di Danau Dibawah, Kabupaten Solok Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei pada 5 stasiun pengamatan yang ditetapkan secara porpusive sampling. Sampel plankton dikoleksi menggunakan plankton net berdasarkan ke dalaman perairan kemudian ditarik secara vertikal. Dari hasil penelitian ditemukan 83 jenis terdiri dari lima kelas yaitu Bacillariophyceae (52 jenis), Chlorophyceae (22 jenis), Cyanophyceae (5 jenis), Dinophyceae (3 jenis), dan Euglenophyceae (1 jenis). Kepadatan total seluruh stasiun berkisar dari 898,89 ind./l sampai dengan 2584,93 ind./l dengan kepadatan tertinggi di aliran keluar danau (Stasiun-I) dan terendah di lokasi lahan pertanian (Stasiun III)  meskipun tidak ada residu pestisida yang terdeteksi dalam air. Penelitian ini memperoleh sembilan  jenis fitoplankton yang memiliki kepadatan relatif diatas lima persen (KR >5%) yaitu jenis Aulacoseira granulata, Aulacoseira italica, Epithemia sorex, dan Epithemia sp (Bacillariophyceae) dan Ankistrodesmus falcatus, Desmidium aptogonum, dan Hyalotheca dissiliens (Chlorophyceae),  Anabaena spiroides, dan Chroococcus sp. (Cyanophyceae). Struktur komunitas fitoplankton, Danau Dibawah menunjukkan bahwa kondisi air danau mengalami pencemaran ringan dengan nilai kemerataan yang tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi danau tidak stabil.
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) UNTUK PRODUKSI BIOETANOL MENGGUNAKAN SEL RAGI AMOBIL SECARA BERULANG Indriany, Dewi; Mappiratu, Mappiratu; Nurhaeni, Nurhaeni
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.376 KB)

Abstract

Study about the Utilization of corn cob waste (Zea mays) for Bioethanol production using immobilized yeast cells repeated used has been done. The aim of this research was to find both the ratio of sulfuric acid to corn cob wheat and the hydrolysis time in order to get the high sugars content, and to know the activity of the immobilized yeast cell for alkohol content during repeated use. It was done by apply  5 levels of surfuric acid (50%) ratio to corn cob wheat and 5 levels of hydrolysis. It was 1 : 1 (A), 2 : 1 (B), 3 : 1 (C), 4 : 1 (D), and 5 : 1 (E) based on v/b and 0,5; 1;  1,5;  2; and 2,5 hours respectively. The result showed that the best ratio of sulfuric acid to corn cob wheat was 5 : 1 (v/b), it produced the sugars content for about 41,63%. While the best hydrolysis time was 1,5 hours and it gaved 43,75% of sugars content. The sugar Fermentation was done in 48 hours. The activity of immobilized yeast cell using sulfuric acid hydrolysis product getting decreased in repeated used, and there was no alcohol producted at the fourth time of immobilized yeast cell used.
QUIVER DARI ALJABAR LINTASAN TERHUBUNG Kurniawan, Vika Yugi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.099 KB)

Abstract

Graf berarah dapat dipandang sebagai pasangan 4-tupel yang terdiri dari dua himpunan serta dua pemetaan dan disebut sebagai quiver . Untuk sebarang quiver  dan lapangan , dapat didefinisikan suatu -aljabar yang disebut dengan aljabar lintasan  yang memiliki basis berupa himpunan semua lintasan yang ada pada quiver . Pada makalah ini, dipelajari sifat-sifat dari suatu aljabar lintasan atas lapangan . Selanjutnya sifat-sifat tersebut digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara aljabar lintasan terhubung dengan quivernya. Diakhir pembahasan ditunjukan bahwa suatu aljabar lintasan  dari suatu quiver  merupakan aljabar terhubung jika dan hanya jika  merupakan quiver terhubung
INDUKSI REGENERASI PHALAENOPSIS AMABILIS (L.) BL PADA BERBAGAI DOSIS ZAT PENGATUR TUMBUH Utami, Edy Setiti Wida; Hariyanto, Sucipto
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh 2iP, NAA dan kombinasinya untuk regenerasi anggrek P. amabilis. Potongan ruas dan buku-buku tangkai bunga dikultur dalam media New Phalaenopsis (NP) diberi zat pengatur tumbuh 2iP dan NAA dengan konsentrasi 0.0:0.0; 0.0:2.5; 0.5:2.0; 1.0:1.5; 1.5:1.0; 2.0:0.5 dan 2.5:0.0 mg L-1. Setiap 4 minggu, ruas dan buku-buku disubkultur pada media yang sama selama 12 minggu. Pengamatan terhadap waktu inisiasi kalus dilakukan setiap hari, waktu inisiasi tunas dan akar dilakukan setiap seminggu sekali. Penghitungan jumlah tunas dan akar dilakukan pada minggu ke 12 setelah inokulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa regenerasi tunas dari ruas tangkai bunga P. amabilis terbentuk secara tidak langsung melalui fase kalus. Regenerasi tunas dan akar dari buku-buku terbentuk tanpa melalui fase kalus. Perlakuan kombinasi zat pengatur tumbuh (2iP dan NAA) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap regenerasi daripada perlakuan zat pengatur tumbuh tunggal atau tanpa zat pengatur tumbuh. Buku-buku menghasilkan regenerasi tunas yang lebih tinggi daripada ruas.
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA PERAIRAN DAN TANAMAN KANGKUNG AIR (IPOMOEA AQUATICA FORSK.) DI DANAU JEMPANG, PENYINGGAHAN, KUTAI BARAT Fahlevi, Muhammad Reza; Sudrajat, Sudrajat; Susanto, Dwi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.162 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam Pb pada perairan dan Tanaman Kangkung di Danau Jempang, Kutai Barat, Kalimanatan Timur. Penelitian dilakukan dari bulan Juli 2017 sampai bulan Februari 2018. Analisis kadar logam berat Pb menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisa menunjukkan kadar Pb pada saat air pasang di statiun 1 yaitu 0,070 mg/L dan di statiun 2 sebesar 0,056 mg/L, pada saat air surut di statiun 1 sebesar 0,049 mg/L dan di statiun 2 sebesar 0,049 mg/L. Kadar logam berat Pb pada tanaman Kangkung, didapatkan hasil rata-rata pada saat air  pasang di statiun 1 yaitu 0,0029 mg/kg (Berat Basah)  dan di statiun 2 sebesar 0,0022 mg/kg. Pada saat air surut di statiun 1 adalah 0,0022 mg/kg dan di statiun 2 adalah 0,0017 mg/kg. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kadar logam berat Pb dalam Kangkung di perairan Penyinggahan masih dalam batas aman apabila di konsumsi oleh masyarakat sesuai dengan peraturan BPOM yaitu di bawah 0,5 mg/kg
FORMULASI KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BAWANG HUTAN (ELEUTHERINE PALMIFOLIA L. MERR) Sharon, Nela; Anam, Syariful; Yuliet, Yuliet
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.185 KB)

Abstract

Eleutherine palmifolia L. Merr having antioxidant activity, its because of contain flavonoid, fenolat and tanin. These compounds have effect in  preventing of free radical which cause premature aging. Research on ethanol extract of E. palmifolia L. Merr which formulated into antioxidant cream have been done by applying variation of TEA emulgator and stearic acid. That variation  were F1 (2% : 6%), F2 (3% : 12%) and F3 (4% : 18%). Determination of antioxidant activity  was done based on DPPH methode, and the Value is 98,210%. Furthermore, evaluation on  physical characteristics was done based on organoleptic test, homogenity, pH, viscosity and stability of cream preparation. Observation was done during 21 days. Obtained data were then analyze by student-t test in comparing of the value between fresh and 21 days after storage. the pH of cream F1, F2 and F3 were not showed significant decrease, while DPPH reduce percent of F1, F2 and F3 were showed significant decrease.  In contrast, viscosity of cream F3 was significant decrease. Antioxydant activity extract based on DPPH reduce percent value of F1, F2, F3 at the first day were 96,822%, 97,123% and 96,896%, respectively. Whereas that value  at 21nd days after storage  were 89,036%, 89,726% and 90,564%, respectively.  Our result showed that E. palmifolia L. Merr ethanol extract  can be formulated as a cream preparations. F2 physical properties was  fullfill standart quality, which it was used TEA emulgator and stearic acid proportion of 3% : 12%.  
ANALISIS SENSITIVITAS MODEL EPIDEMI SEIR Hurint, Roberta U; Ndii, Meksianis Z.; Lobo, Maria
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.799 KB)

Abstract

Analisis sensitivitas dari model epidemi Susceptible, Exposed, Infectious dan Recovered (SEIR) dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan nilai parameter terhadap nilai basic reproduction number dan titik tetap endemik khususnya kelas exposed and infectious. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju transmisi penyakit dan laju kesembuhan merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap basic reproduction number. Sementara itu, laju perpindahandari kelas exposed ke infectious merupakan parameter yang sangat berpengaruh pada jumlah individu exposed. Laju kesembuhan merupakan parameter yang berpengaruh terhadap populasi dari kelas infectious. Hasil ini mengimplikasikan bahwa untuk mengurangi epidemi suatu penyakit maka perlu intervensi kesehatan yang dapat mempercepat kesembuhan individu terinfeksi (infectious inviduals).