cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 445 Documents
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran PAI Terhadap Kecenderungan Phubbing pada mahasiswa Program Studi PAI UIN Ar-Raniry Satriani, Safrijal
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1phnk638

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan mahasiswa telah memunculkan perilaku phubbing, yaitu kecenderungan mengabaikan interaksi sosial langsung selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendekatan pembelajaran dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kecenderungan phubbing di ruang kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif melalui penyebaran angket, wawancara dosen, dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif dan interaksi dua arah cenderung menurunkan frekuensi phubbing. Meski secara statistik tidak ditemukan hubungan yang signifikan, data kualitatif menunjukkan bahwa variasi metode pembelajaran, keteladanan dosen, serta penanaman nilai-nilai keislaman berperan dalam menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap etika belajar dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan pendekatan pembelajaran yang bukan hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan disiplin digital mahasiswa dalam konteks pendidikan Islam.  
KEBIJAKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Badruddin, Muchammad Fahri
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/smp4yn07

Abstract

Artikel ini membahas konsep multikultural dalam mendorong inklusivitas pada diversitas di lingkungan pendidikan dengan setting penelitian pendidikan agama islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menjelaskan bahwa melalui pendidikan multikultural, siswa diajarkan untuk melihat keberagaman sebagai sebuah kekuatan, bukan sebagai sumber konflik atau perpecahan. Mereka belajar untuk memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan pengalaman unik, yang dapat memperkaya perspektif dan kontribusinya kepada masyarakat. Sebagai pionir dalam memajukan pendidikan berbasis multikultural, pendidikan agama islam menekankan integrasi nilai-nilai seperti andragogi, perdamaian, inklusivisme, kearifan, toleransi, humanisme, dan kebebasan dalam proses pengajaran. Disisi lain perlu dipahami bersama khususnya bagi para tenaga pendidik, bahwa pendidikan bukan sekedar mengajarkan tema-tema lama yang kekinian, namun juga mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang berbudaya, beradab, dan peka. Melalui artikel ini, memberikan wawasan mengenai nilai-nilai dan implementasi pendidikan agama islam multikultural dalam mendorong inklusivitas dalam keberagaman di lingkungan sekolah.
Manajemen Kurikulum Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Di Madrasah Aliyah Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh Jombang Putri, Khafida Ayu Cahyani; Wafa, M Aliyul; Ya'la, Abu
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/vd270g19

Abstract

Pendidikan berkualitas dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan dan karakter sesuai nilai-nilai pancasila. Oleh karena itu, lulusan yang bermutu tidak terjadi begitu saja melainkan direncanakan secara sistematis dengan proses manajemen pendidikan yang terencana dan sesuai harapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Madrasah Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh Jombang dapat menggunakan Manajemen Kurikulum untuk meningkatkan kualitas lulusan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian lapangan (field research) menggunakan pendekatan kualitatif. proses pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, model interaktif digunakan untuk menganalisis data berupa: kondensasi, penyajian, verifikasi, dan kesimpulan. Selain itu, upaya untuk mengecek keabsahan dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa: 1) Perencanaan kurikulum terbentuk dari pandangan visi misi namun tetap menerapkan kurikulum nasional hingga menetapkan program unggulan; 2) Pelaksanaan kurikulum terdiri dari pelaksanaan oleh satuan pendidik, pelaksanaan oleh satuan pendidikan, hingga upaya untuk meningkatkan motivasi dan metode efektif dalam meningkatkan manajemen pendidikan; 3) Evaluasi kurikulum terdiri dari evaluasi secara langsung berupa pengawasan dan evaluasi secara tidak langsung berupa penilaian hingga evaluasi terhadap kriteria standar lulusan. Upaya untuk mencapai hasil yang berkualitas sebuah lembaga pendidikan harus mampu menerapkan manajemen dalam bidang kurikulum. Namun, kurikulum tidak hanya berdasarkan Standar Nasional, akan tetapi kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi lembaga.Keyword: Manajemen Kurikulum, Mutu Lulusan.
Permasalahan Implementasi Model PjBL dalam Kurikulum Merdeka pada Guru Madrasah di Provinsi Aceh Mashuri, Mashuri; Muhajir, Muhajir; Nirwana, Nirwana
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/v54wec96

Abstract

Model pembelajaran PjBL merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat penting dalam menghadapi keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21 dan model ini juga merupakan salah satu yang disarankan dalam kurikulum merdeka. Oleh karena itu guru diharapkan mampu menerapkannya dengan baik dalam proses pembelajaran. Namun realitanya masih ditemukan guru yang belum begitu terampil dalam melaksnakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan mendeskripsikan suatu fenomena apa adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan model PjBL dalam Kurikulum Merdeka pada guru madrasah secara umum tidak mengalami kendala, namun terdapat persoalan pada aspek ekternal guru, yaitu kemampuan intelektual siswa yang rendah, keterbatasan waktu, kurangnya motivasi belajar dan keterbatasan sarana pembelajaran seperti bahan/alat, dan motivasi guru senior rendah serta karena ketidakbiasaan menerapkan model pembelajaran baru.. Upaya mengatasi kendala pelaksanaan PjBL adalah dengan memberikan motivasi kepada siswa, menggunakan media pembelajaran yang menarik, menyumbang sesuai kemampuan masing-masing guru. Manajemen waktu yang baik pendampingan dan motivasi dari kepala sekolah serta guru lainnya untuk guru senior dalam penggunaan teknologi dan penerapan model pembelajaran baru dan penggunaan sumber daya alternatif secara kreatif untuk mengatasi keterbatasan sarana dan alat.Kata Kunci: Model PjBL,  Kurikulum Merdeka, Guru Madrasah
IMPLEMNETASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBINAAN IBADAH SHOLAT DI SMP UNISMUH MAKASSAR Mursalin, Mursalin; Miro, Abbas Baco; Pewangi, Mawardi; Malli, Rusli; Sumiati, Sumiati
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/hq80aq62

Abstract

The aim of this research is to describe 1) What the values ​​of Islamic education at Unismuh Middle School Makassar 2) How the values ​​of Islamic education implemented in prayer guidance at Unismuh Middle School Makassar. This research is a qualitative descriptive research. This research examines phenomena and events that occur in the lives of individuals and groups. Data collection instruments through observation and interviews. Data collection techniques consist of data reduction, data presentation, data collection and verification. The research results prove that: 1) Unismuh Makassar Middle School has a strong commitment to integrating the values ​​of Islamic education in every aspect of student life. Through various approaches and strategies, this school strives for students not only to understand, but also to apply religious and moral values ​​in everyday life. The role of teachers in this school is very important, as teachers, role models, mentors and companions in the process of forming student character. They play an active role in conveying Islamic teachings, guiding students in practicing these values, as well as providing moral and spiritual support to students in their journey to understand Islamic values. 2), Coaching is an action and activity that functions to maintain and develop the potential that exists in students so that they can behave better. One of the guidance that needs to be given to students is prayer. In this case, prayer is how students can understand the prayer service. As is done at Unismuh Makassar Middle School, this prayer service is not just a ritual obligation but as a means of educating Islamic values ​​which can be implemented through prayer guidance and educational values. Prayer starts from faith/morals, worship and discipline.
REKONSTRUKSI KURIKULUM BERBASIS PEMIKIRAN IBNU KHALDUN: ADAB, AKAL, DAN INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI RESPONS KRISIS KARAKTER DI ERA DIGITAL Tazkiyyah, Iffatut; Rachman Assegaf, Abd; Abdul Aziz, Faqih; Wahyu Wijaya, Adept; Robi' Rozaqiy, Rohmat
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/v2fw1670

Abstract

The sweeping tide of digital transformation has precipitated a significant character crisis, evidenced by phenomena such as cyberbullying, disinformation, erosion of empathy, and digital narcissism. Contemporary curricula often fail to address these challenges at a fundamental level, tending toward partial solutions that lack a robust philosophical foundation. This study seeks to bridge that gap by formulating a curriculum reconstruction model grounded in Ibn Khaldūn’s educational thought. Employing qualitative library research and a philosophical–conceptual analytic approach, the study examines three core pillars in Ibn Khaldūn’s framework: adab (ethical comportment), ʿaql (critical rationality), and social interaction (ʿasabiyyah/collective solidarity). The findings indicate that these pillars are highly pertinent to the digital context: adab provides a basis for digital ethics; ʿaql undergirds critical information literacy; and social interaction fosters positive digital communities. Building on this analysis, the study proposes an integrative curriculum reconstruction model encompassing principles, aims, content recommendations, instructional strategies, and a holistic evaluation system. The model contributes both theoretically and practically by offering a rigorous framework to cultivate a generation that is not only digitally proficient but also morally grounded, integrous, and socially responsible amid the complexities of digital civilization.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AZYUMARDI AZRA: TRADISI DAN MODERNISASI DI TENGAH TANTANGAN MILENIUM III Rihadi Putri, Dila Nur Afnie
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ggs0qz22

Abstract

Pemikiran Azyumardi Azra menawarkan pandangan progresif mengenai transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan milenium ketiga. Pendidikan Islam, menurut Azra, harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan ilmu pengetahuan modern untuk menciptakan generasi Muslim yang intelektual, berakhlak, dan kompetitif. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan pada pengembangan intelektual tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual berdasarkan ajaran Islam. Azra mengusulkan berbagai pendekatan, seperti modernisasi kurikulum, demokratisasi pendidikan, dan penguatan sistem yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kurikulum yang disarankan mencakup penekanan pada integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta penguasaan teknologi untuk menjawab tantangan global. Selain itu, Azra menyoroti pentingnya membangun pendidikan yang mendukung toleransi, dialog antarbudaya, dan penghormatan terhadap pluralisme. Di sisi lain, Azra mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pendidikan Islam, termasuk dikotomi pendidikan, stagnasi sistem pengajaran, dan kurangnya dukungan terhadap penelitian ilmiah. Tantangan ini memerlukan solusi strategi melalui inovasi sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan profesional. Pemikiran Azyumardi Azra memberikan kontribusi signifikan dalam merancang pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman. Dengan pendekatan ini, pendidikan Islam diharapkan mampu menjadi rahmatan lil 'alamin yang tidak hanya relevan secara lokal tetapi juga kompetitif di tingkat global.
THE USE OF SMART CLASS APPLICATIONS IN DIGITAL LEARNING IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION SUBJECTS Farhan, Achmad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/gpq0j282

Abstract

This research examines the use of the Smart Class application in digital learning in Islamic Religious Education (PAI) subjects at SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Using a qualitative approach and case study method, this research aims to understand how the app affects learning quality and student engagement. Data were obtained through interviews and observations of teachers and students, focusing on the effectiveness and constraints of using the app. The results show that the Smart Class app, which is equipped with features such as animations, E-books and practice questions, has a positive impact on students' learning motivation. Teachers can deliver material in a more interesting and interactive way, although there are some constraints in curriculum suitability. The app has the potential to improve student learning outcomes if implemented effectively with training support for teachers.
PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM SERTA RELEVANSI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Yulia, Yulia; Sirozi, Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/axdcz947

Abstract

Globalization has a significant impact on various fields such as economy, social, politics, culture and education. The beginning of globalization was marked by advances in information and communication technology. This has implications for various fields including education. Islamic education faces increasingly complex globalization challenges. In addition, globalization has a major impact on human thinking towards the outside world. Therefore, the principles of Islamic education must be discussed again, to face the challenges of globalization. The purpose of this study is to analyze the challenges of Islamic education in the era of globalization, and analyze the relevance of the principles of Islamic education in facing the challenges of globalization. The methodology used in this article is library research. Based on the results of my research, the challenges of Islamic education include three main problems, namely, the development of science and technology, the dichotomy of knowledge, and moral decline. While the principles that must be realized in facing global challenges such as, the principle of integration and proportional, the principle of human part of rububiyah, the principle of realizing the perfect human and the open principle. Based on this explanation, the author concludes that the basics in religious education are relevant in facing the challenges of globalization if realized properly and appropriately. 
PERAN SHOLAT DHUHA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI MTS PP. PERGIS GANDRA, SOPPENG Parawali, Syarif Larampang
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/3scweq88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran shalat dhuha dalam pembentukan karakter siswa di MTS PP. PERGIS Gandra, Soppeng. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha secara rutin mempunyai dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan religiusitas. Siswa yang konsisten melaksanakan shalat dhuha juga cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dan prestasi akademik yang lebih baik. Namun penelitian ini menemukan beberapa kendala, seperti terbatasnya waktu serta rendahnya kesadaran sebagian siswa tentang pentingnya ibadah ini. Untuk mengatasi tantangan tersebut, disarankan adanya peningkatan sosialisasi tentang manfaat shalat dhuha, integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam kurikulum pendidikan karakter, serta pelaksanaan kegiatan kreatif untuk meningkatkan minat siswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan karakter pendidikan di sekolah Islam, serta mempromosikan praktik ibadah sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.