cover
Contact Name
Samsul Kamal
Contact Email
samsulkamal@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285361389144
Journal Mail Official
jbiotik@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi Gedung B Lantai 1 Fakultas arbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Jl. Syeh Abdul Rauf Kopelma Darussalam, Kode pos 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan
ISSN : 23379812     EISSN : 25491768     DOI : http://dx.doi.org/10.22373/biotik
Core Subject : Science, Education,
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Articles 311 Documents
THE VALIDITY OF HOTS ASSESSMENT INSTRUMENT ON CELL SUBJECT FOR STUDENT IN GRADE XI Marlina Marlina; Rahmawati Rarussyamsu; Ristiono Ristiono; Elsa Yuniarti
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.6864

Abstract

Learning success is known through assessment. The 2013 Curriculum Assessment emphasizes assessments that train students to be able to Higher Order Thinking Skills (HOTS). HOTS capabilities according to Bloom's taxonomy include the ability to analyze, evaluate, and create. The results of observations note that students' HOTS ability is still lacking and the availability of HOTS assessment instruments for cell material used as guidelines is not yet available. One way to train students' HOTS is to develop an instrument of higher order thinking skills on cell material. This research is a 4D model development research, which is define, design, development, and dissemination. The research subjects consisted of 2 lecturers majoring in Biology FMIPA UNP. The object is assessment instrument HOTS on cell material. The results showed that the assessment instrument had an average value of 89.23% validity with valid criteria. The assessment instruments were developed based on aspects of material, construction, language, and higher order thinking skills. To be conclude, assessment instrument has valid and can be used to measure and train HOTS students, especially cell material.
KEDUDUKAN EVOLUSI SEBAGAI ILMU DALAM PANDANGAN MAHASISWA BIOLOGI Didi Nur Jamaludin; Andi Asyhari; Achmad Ali Fikri; Sulasfiana Alfi Raida; Nukhbatul Bidayati Haka
Biotik Vol 8, No 2 (2020): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v8i2.7409

Abstract

Keberadaan evolusi menjadi ilmu, seringkali  dipertanyakan bagi sebagian  masyarakat dan peserta didik. Hal ini muncul karena kajian evolusi dikaitkan dengan agama, bagi sebagian orang memposisikan evolusi dan agama adalah kajian yang saling bertentangan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan (action reseach) dengan memperhatikan fokus permasalahan pada kedudukan evolusi sebagai ilmu dalam pandangan mahasiswa biologi. Hasil penelitian  awal pembelajaran menunjukkan kedudukan evolusi sebagai ilmu sebesar 29,70% sisanya menganggap evolusi sebatas wawasan informasi dan cerita. Maka desain pembelajaran yang dilakukan pertama melalui fieldtrip ke situs pati ayam Kudus.   Kedua pembelajaran menggunakan sumber-sumber literatur mutakhir dengan fokus penjelasan evolusi dan ketiga mendialogkan secara  kritis berbagai persoalan-persoalan yang muncul termasuk beberapa problematika gagasan teori Darwin yang dianggap kontroversi. Hasil pandangan mahasiswa biologi setelah mengikuti pembelajaran  selama satu semester, menunjukkan 81,10% menganggap bahwa evolusi sebagai ilmu. Kajian evolusi sebagai ilmu pengetahuan telah dilakukan dengan berbagai pengamatan, metode ilmiah,  proses saintifik dan masih berlanjut hingga sekarang. Oleh karena itu perlu melihat kedudukan ilmu evolusi dalam kaitan ilmu biologi molekuler,  taksonomi, genetika, palaentologi dan ilmu agama.Kata kunci: mahasiswa biologi; evolusi; ilmu.
COLLEMBOLA DIVERSITY IN FORMER TRADITIONAL GOLD MINING IN SAMPOINIET DISTRICT, ACEH JAYA REGENCY Rizky Ahadi; Ernilasari Ernilasari; Cut Nadia Rahmi
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.9492

Abstract

Collembola functions as a bio-indicator of soil fertility, while maintaining the stability of nutrients and oxygen which are very beneficial for plants. However, the Collembola diversity in its habitat could be affected by mercury waste. This study aims to determine the diversity of Collembola species in the former mercury waste storage area of traditional gold mining in Ligan Village, Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency. This research was conducted in June-July 2019 in 6 (six) locations in the former mercury waste storage area in Ligan Village, Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency. The sampling was done by purposive sampling method using pitfall trap. Data were collected by comparing the morphological characteristics of Collembola by referring to Boror's (1996) identification book and analyzed with Diversity Index of Shannon Winner. There are 5 Collembola species found in the research location with Diversity Indek H '= 1.485323798 in the medium category. Mercury average levels found in the study site have exceeded the crisis concentration threshold with the value of 0.5111 mg/kg, which is assumed affecting the diversity of Collembola species in its habitat.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA BERDASARKAN 3 ZONA PENCAHAYAAN DI GUA SARONGGE TASIKMALAYA Nida Hidayaturrohmah; Diana Hernawati; Diki Muhamad Chaidir
Biotik Vol 8, No 2 (2020): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v8i2.7778

Abstract

Gua Sarongge merupakan salah satu gua yang berada di Tasikmalaya tepatnya di Kecamatan Kawalu. Gua merupakan habitat dari berbagai hewan salah satunya Arthropoda, namun tidak semua Arthropoda dapat hidup pada kondisi gua dengan tingkat pencahayaan yang berda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis Arthropoda pada tiap zona yang berbeda di Gua Sarongge Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengambilan data menggunakan 3 cara yaitu, Hand collecting, Pitfall trap dan Light trap. Teknik analisis data menggunakan 6 indeks ekologi diaintaranya indeks kepadatan, indeks dominansi, indeks keanekaragaman Shannon-Weiner, indeks kekayaan jenis dan indeks keseragaman.  Hasil penelitian menunjukan Arthropoda yang ditemukan pada zona terang 17 jenis, zona remang 15 jenis dan zona gelap 11 jenis. Indeks kepadatan paling tinggi berada pada zona terang sebesar 2,69 begitupun dengan Indeks dominansi dan indeks keanekaragamannya sebesar 0,19 dan 2,22. Untuk indeks kekayaan jenis paling tinggi berada pada zona remang sebesar 4,46 dan indeks kemerataan paling tinggi berada pada zona gelap sebesar 0.91. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor abiotik khususnya cahaya matahari dapat berpengaruh terhadap keberadaan dan keberagaman Arthropoda pada setiap zona.Kata Kunci: Gua Sarongge; Arthropoda; Indeks Ekologi
KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DARI AIR TERJUN BUKIT GATAN KECAMATAN STL ULU TERAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN Anis Lestari; Harmoko Harmoko; Ivoni Susanti
Biotik Vol 8, No 2 (2020): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v8i2.7379

Abstract

This study aims to determine the type of butterfly (Lepidoptera) in Bukit Gatan Waterfall, STL Ulu Terawas District, Musi Rawas Regency. Inventory is an activity carried out by data collection, observation, recording and compilation of data to be analyzed, both in the form of data and goods. Data collection techniques such as observation, interviews and documentation of butterfly types. Inventory data analysis techniques using qualitative descriptive techniques. Butterflies are divided into six families namely Nymphalidae, Hesperiidae, Papilionidae, Riodinidae, Lycaenidae and Pieridae families. The butterflies obtained were collected by direct capture carried out by cruising techniques and then identified based on the species and their respective families.
THE CHLOROPHYLL CONTENT IN VARIOUS GREEN VEGETABLES AS POTENTIAL FOOD SUPPLEMENT INGREDIENTS Mauizah Hasanah; Fatemah Rosma
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.8463

Abstract

Klorofil atau pigmen utama tumbuhan banyak dimanfaatkan manusia untuk membantu mengoptimalkan  fungsi metabolik, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (Inflamotorik) dan menyeimbangkan sistem hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil total dan karotenoid pada beberapa sayuran hijau sebagai alternatif bahan dasar food supplement. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium pendidikan biologi Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan metode observasi langsung yang mengukur nilai absorbansi klorofil dan karotenoid pada 5 jenis sayuran hijau, dengan teknik pengambilan sample purposive sampling. Sampel yang digunakan terlebih dahulu potong kecil dan ditimbang sebesar 0.03 mg kemudian diekstraksi dan dihitung nilai absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 663 dan 664, diukur dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan pengenceran 20%, 40%, 60%, 80% dan 100 %. Sampel yang telah dilakukan pengenceran di ukur kandungan klorofil a,b dan total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil paling tinggi terdapat pada sayuran sawi dan terendah terdapat pada daun papaya.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS BERBASIS PRAKTIKUM MELALUI REPRODUKSI VEGETATIF BUDIDAYA TANAMAN PADA SISWA SMA NEGERI 1 PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR. Nurdin Amin; Mulyadi Mulyadi; Samsul Kamal; Rizky Ahadi; Alfida Alfida; Arif Usman
Biotik Vol 8, No 2 (2020): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v8i2.8040

Abstract

Praktikum merupakan bagian dari Keterampilan Proses Sain (KPS). Melalui kegiatan praktikum diharapkan dapat memudahkan peserta siswa dalam  memahami konsep-konsep  sains dengan  cara  membuktikan  dan  menguji kebenarannya. Salah satu materi yang dipelajari adalah reproduksi vegetatif pada tanaman. SMA Negeri 1 Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berperan aktif dalam menerapkan kegiatan praktikum. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental yang dipilih adalah One Group Pret-est Post-test, dimana observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan setelah eksperimen. Penilaian dilakukan dengan intrumen tes dan lembar observasi. Hasil belajar siswa yang diukur melalui soal tes nilai pre-tes dari 24 siswa adalah 35,21 dengan kriteria “kurang”, nilai siswa atau post-tes  adalah 80,63 dengan kriteria “baik”. rata-rata nilai N-Gain Score 0,7 dengan kriteria “sedang”, nilai tersebut didapatkan dari pre-tes dan pos-test yang dilakukan kepada siswa setelah kegiatan praktikum. Sedangkan nilai persentase N-Gain Score (%) adalah 69,95 % dengan kriteria cukup efektif. Keterampilan Proses Sains yang sering muncul atau sering terlaksana oleh peserta siswa yaitu rata-rata sebesar 2,98 sehingga diperoleh persentasenya 74,5%.
IMPLEMENTATION OF DISCOVERY LEARNING MODEL TOWARD STUDENTS’ CURIOSITY STRENGTHENING ON ECOSYSTEM SUBJECT IN MTsN SABANG Nafisah Hanim; Rizky Ahadi; Khairun Nisa
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.7677

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penguatan karakter curiosity peserta didik dengan implementasi model discovery learningpada materi ekosistem telah dilaksanakan pada semester genap Tahun /2018 pada bulan April di MTsN Sabang. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methods. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII4yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi curiosity peserta didik berada pada kategori baik setelah implementasimodel discovery learning. Jadi dapat disimpulkan bahwa model discovery learningdapat menguatkan karakter curiosity peserta didik pada materi ekosistemdi MTsN Sabang.
ETHNOBOTANICAL SURVEY OF MEDICAL PLANT USED FOR THE TREATMENT OF HYPERTENSION IN SUBULUSSALAM SUB-DISTRICT ACEH, INDONESIA Hasanuddin Hasanuddin; Djufri Djufri; Kusyanti Kusyanti; Nazaruddin Nazaruddin
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.9279

Abstract

This research is intended to know the types of plants, parts, how to care and its use for hypertension disease drugs in the community in Rundeng of Subulussalam City. Data collection is done by interview and observation. Data analysis was done descriptively ie data in table form. The results of the study found 22 species of plants, consisting of 21 genus, 18 families as hypertension drugs used by the community in Rundeng of Subulussalam City. The use of plant parts that are used as hypertension drugs are all parts of plant organs, the leaves are the most widely used parts. The most dominant way to use it is by boiling it, in a blender and then drinking the water. The most dominant way to use plants for medicine is by drinking and eating as fresh vegetables.
KONDISI LINGKUNGAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Nur Ramadhan; Zain Hadifah; Nelly Marissa
Biotik Vol 8, No 2 (2020): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v8i2.8221

Abstract

Penyakit Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Factor lingkungan fisik menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan pada penderita TB. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kondisi lingkungan fisik pada penderita TB di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita TB paru yang terdata di Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM) dan rumah sakit di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tahun 2018. Sampel yang terjaring sebanyak 262 responden. Sebagian besar kondisi rumah penderita TB sudah sesuai standar dengan memiliki ruangan yang terpisah antara kamar tidur, dapur dan ruang keluarga, kondisi ruangan bersih, memiliki jendela dan ventilasi dan mempunyai pencahayaan alami yang cukup. Masyarakat perlu selalu diingatkan untuk selalu menjaga kondisi lingkungan rumah agar tetap sehat dengan mebuka jendela setiap pagi dan tidur terpisah dengan penderita TB.