cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 253 Documents
IDENTIFIKASI JENIS DAN KEPADATAN TERIPANG DI DESA MONANO PANTAI, KABUPATEN GORONTALO UTARA Abdul Hafidz Olii; Safitri Rizky Amelia Purwindani; Nuralim Pasisingi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.18652

Abstract

Karakteristik ekosistem Pantai Monano didominasi oleh pecahan karang mati dan padang lamun, yang merupakan habitat ideal bagi sumber daya teripang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, tingkat kepadatan, indeks keanekaragaman, dan indeks keseragaman teripang di perairan Desa Monano Pantai, Kabupaten Gorontalo Utara. Pengumpulan sampel dilakukan pada bulan Februari-Maret 2021 di perairan Desa Monano Pantai dengan membagi lokasi penelitian menjadi 4 stasiun pengamatan. Sampel dikumpulkan saat air laut surut menggunakan kuadran berukuran 5x5 m dengan Metode Transek Garis pada masing-masing stasiun. Setiap individu yang didapat didokumentasikan untuk identifikasi. Data selanjutnya dianalisis komposisi, tingkat kepadatan, indeks keanekaragaman, dan indeks keseragamannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang di Desa Monano Pantai Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara terdiri atas 11 spesies dan 6 genus yakni Actinopyga leconora, A. mauritiana, A. miliaris, Bohadscabia marmorata, B. similis, Holothuria coluber, H. hilla, H. scabra, Pearsonothuria graeffei, Stichopus horrens, dan Synapta maculata. Kepadatan tertinggi ditemukan pada spesies S. maculata dengan total kepadatan 2,72 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian berkisar antara 1,61–2,88 yang menunjukkan keanekaragaman spesies rendah hingga sedang. Sementara indeks keseragaman (e) berkisar antara 0,47–0,83 yang menunjukkan bahwa secara umum lokasi pengamatan berada dalam kondisi yang stabil dan tidak ada spesies teripang yang mendominasi ditemukan di Desa Monano Pantai.  
DETERMINASI KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN di SMART FISHERIES VILLAGE PANEMBANGAN Ilma Azizah Arviani; Khothoh Syuraikhanah; Purnama Sukardi; Muslih Muslih; Dewi Wisudyanti Budi Hastuti; Nuning Vita Hidayati
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.19615

Abstract

Banyumas is one of the areas with the largest aquaculture center. One of the cultivation techniques applied is the cultivation of the Minapadi system. Panembangan, Banyumas which has been designated as a Smart Fisheries Village (SFV) is one of the developing areas for this system, with tilapia as a commodity. However, in developing it, several efforts are needed to maintain the physico-chemical quality of water as fish habitat. Therefore, it is necessary to analyze the physico-chemical quality of the water and the pollution status of the waters in the cultivation area. This study aims to determine the conformity between the quality standards and the condition of the physico-chemical parameters of water and its pollution status at the Panembangan SFV. Sampling was carried out at 10 predetermined points and carried out in September and October, 2022 with the parameters analyzed namely temperature, Dissolved Oxygen (DO), pH, nitrate, phosphate, heavy metals Cadmium (Cd), Chromium (Cr) and Lead (Pb). Data were analyzed using the Pollution Index (IP) method. Based on the analysis results, Mina Padi is included in the criteria for good waters in September and slightly polluted in October. Thus, further efforts are needed to maintain and reduce the status of water pollution in the Mina Padi Panembangan area so that the fish that are cultivated can grow optimally.
Analisis kandungan protein opak singkong dengan formulasi konsentrat protein ikan mujair dalam upaya pencegahan stunting istyqamah Muslimin; Rasdi Rasdi; Hardianty Askar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27937

Abstract

Stunting sangat umum terjadi di Indonesia, perlu dilakukan pencegahan stunting dengan makanan kaya protein dan makanan bersumber energi misalnya hasil konsetrat protein dari ikan mujair dan singkong. Kedua jeni sumber pangan tersebut sama-sama mempunyai nutrisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu kandungan gizi makro yakni protein pada opak singkong dengan formulasi tepung konsentrat protein ikan mujair. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama penentuan formulasi opak singkong dengan tambahan tepung konsentrat protein ikan mujair dan tahap kedua analisis kandungan gizi pada opak singkong yang diperkaya konsentrat protein ikan mujair. Analisis kadar air memperoleh nilai A(6,43%), B(5,86%), C(7,18%), D(6,95%), E(5,67%), kadar abu memperoleh nilai A(6,43), B(5,86) C(7,18), D(6,95), E(5,67), kandungan gizi lemak memperoleh nilai A(29,17%), B(24,58%), C(23,89%), D(22,18%), dan E(17,99%) dan Hasil analisis kandungan gizi protein opak singkong dengan formulasi konsentrat protein ikan mujair yang diperoleh A(3,09 %), B(5,18%), C(6,77 %), D(8,86 %), dan E(10,02%). Semakin tinggi variasi persentasi penambahan tepung konsentrat protein ikan mujair semakin tinggi kandungan gizi protein opak singkong yang dihasilkan.
Sus Kering Yang Diperkaya Kalsium Tepung Tulang Ikan Bandeng dan Serat Bubur Rumput Laut Euchuema cottonii Imra Imra; GUSRIANI GUSRIANI; MOHAMMAD AKHMADI; RENI TRI CAHYANI
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.20060

Abstract

Tarakan memiliki sumberdaya perikanan budidaya yang potensial berupa ikan bandeng dan rumput laut. Kandungan kalsium dari tepung tulang ikan bandeng dan kandungan serat dari bubur rumput laut jenis E Cottonii dapat dijadikan peluang untuk menciptakan inovasi produk pangan yang disukai sekaligus memiliki nilai gizi yang tinggi. Sus kering merupakan salah satu produk pangan kekinian yang cukup diminati semua kalangan. Sus kering dapat diperkaya dengan kalsium dari tepung tulang ikan bandeng dan serat dari bubur rumput laut jenis E. cottonii untuk meningkatkan nilai gizinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan inovasi produk bergizi tinggi yang siap diproduksi dan dipasarkan. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama adalah penepungan tulang ikan bandeng, pembuatan bubur rumput laut E. cottonii, dan pembuatan produk sus kering. Tahap kedua meliputi uji penerimaan dan nilai gizi. Uji kandungan gizi didapatkan nilai protein 12,57%, lemak total 16%, mineral total 1,4%, karbohidrat 60,33% dan air 9,7%. Uji penerimaan menunjukkan variable aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan memperlihatkan nilai tertinggi adalah suka dan untuk warna nilai tertinggi adalah netral. Penambahan tepung tulang ikan bandeng dan bubur rumput laut dapat meningkatkan kandungan gizi dan produk dapat diterima.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS KELAPA TERFERMENTASI RAGI ROTI DALAM PAKAN BUATAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Tania Agustin; Mad Rudi; Himawan Prasetiyo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.21009

Abstract

Ampas kelapa merupakan limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan pakan ikan untuk mengatasi biaya produksi karena harganya ekonomis dan mudah didapatkan. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui komposisi formulasi pakan buatan dengan bahan ampas kelapa yang telah difermentasi dengan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) untuk pakan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Percobaan secara RAL 4 perlakuan dan ulangan yaitu dengan formulasi ampas kelapa 0% (P0), 60% (P1), 70% (P2), 80% (P3). Hasil penelitian menunjukkan P0 mengalami pertumbuhan yang paling tinggi. Namun, P1 mengalami pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan FCR yang paling baik diantara perlakuan lain. Formulasi pakan buatan dengan ampas kelapa 60% memberikan pertumbuhan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus), nilai laju pertumbuhan spesifik pada perlakuan P1 yaitu 1,69%, pertumbuhan panjang mutlak 1,90 cm, SR 100% dan FCR 1,5. Oleh karena itu, ampas kelapa dapat digunakan dalam pakan buatan. Coconut dregs is a household waste that can be used as an alternative ingredient in the manufacture of fish feed to overcome production costs because it is economical and easy to obtain. The aim of the research was to determine the composition of the feed formulation made from fermented coconut dregs with baker's yeast (Saccharomyces cerevisiae) for sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) feed. RAL experiment with 4 treatments and repetitions, namely with the formulation of coconut dregs 0% (P0), 60% (P1), 70% (P2), 80% (P3). The results showed that P0 had the highest growth rate. However, P1 exhibited the best growth, survival rate, and feed conversion ratio (FCR) among the treatments. The formulation of artificial feed with 60% coconut dregs provided growth for sangkuriang catfish (Clarias gariepinus), with a specific growth rate of 1.69%, an absolute growth length of 1.90 cm, a survival rate of 100%, and an FCR of 1.5. Therefore, coconut dregs can be used in artificial feed production.
Preference Level and Iron Content of Analog Rice Combination of Seaweed Flour (Sargassum sp.) and Commercial Beneng Taro Flour Aditia Mursyid Muhede; Sakinah Haryati; Rifki Prayoga Aditia
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.22350

Abstract

It is hoped that making analog rice from a combination of seaweed flour (Sargassum sp.) and commercial beneng taro can become an alternative food to overcome the problem of anemia in Indonesia. The aim of this research is to determine the best combination treatment for making analog rice based on the iron content and hedonic test. The experimental design used a completely randomized design with four combination treatments of seaweed flour (Sargassum sp.) and commercial taro beneng, namely: A (0%:100%), B (5%:95%), C (10%:90 %), and D (15%:85%). The results of the research showed that treatment C was the best treatment with the product hedonic level being preferred and had iron content of 4.13 mg/100 grams.
Potensi Antibakteri Ekstrak Spons Laut Koleksi Perairan Grand Watu Dodol Banyuwangi Dian Sari Maisaroh; Nor Sa'adah; Yahya Abdillah Al Hanif
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.22352

Abstract

This study aims to the antibacterial activity of sea sponge extract from the waters of Grand Watu Dodol Banyuwangi against the pathogenic bacteria Staphylococcus aureus, Vibrio parahaemolyticus, Escherichia coli and Escherichia coli MDR (Multi Drug Resistant). This study uses an experimental laboratory method. The samples found were 3 sponges and macerated using methanol solvent with 3 repetitions. The results of the sponge extract paste were tested by disc diffusion method against pathogenic bacteria S. aureus, V. parahaemolyticus, E. coli and E. coli MDR. Antibacterial test using a concentration of 10 mg/ml with 2 repetitions. The extraction results obtained from the four samples only 3 that can produce bioactive compound extracts. Antibacterial activity against pathogenic bacteria S. aureus produced the largest inhibition zone obtained by GWD B with an average of 8.89 mm. Pathogen E.coli, the largest inhibition zone obtained by GWD B with an average of 8.90 mm. Pathogen V. parahaemolyticus the largest inhibition zone obtained by GWD A produced an inhibition zone with an average of 7.30 mm. Pathogen E.coli MDR produced the largest inhibition zone obtained by GWD A with the largest average inhibition zone of 7.26 mm.
STRUKTUR DAN UKURAN LAYAK TANGKAP UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis) DI PERAIRAN MENDAHARA ILIR Dea Tri Ananda; Depison Depison; Lisna Lisna; Nelwida Nelwida; Muhammad Hariski
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.16980

Abstract

Mendahara Ilir area is one of the areas in East Tanjung Jabung which has a high enough potential for shrimp, one of which has high economic value is Jerbung Shrimp. It is feared that the increasing activity of catching Jerbung shrimp will lead to overfishing. One of the important things in catching fish is paying attention to the size structure of the caught shrimp. The size of shrimp suitable for capture is a reference in the management of capture fisheries for the sustainability of shrimp resources in the future. This study aims to determine the structure and size suitable for catching Jerbung shrimp using Sondong fishing gear in Mendahara Ilir waters. This study used the Simple Random Sampling method, that is, the number of samples taken was 10% of the total catch of Jerbung prawns. The results showed that Jerbung prawns caught using Sondong fishing gear were in the range of 100-156 mm. The coefficient value of the correlation between length and weight of Jerbung prawns is 2.3 which indicates that the growth pattern of Jerbung prawns is negative allometric. The percentage of suitable size for catching is 78% and not suitable for catching is 22%. The conclusion of this study is that the percentage of Jerbung shrimp size suitable for catching is greater than not suitable for catching but in this study it has not been included in the good criteria.
Analisis Derivatif Aspek Ekonomi dan Sosial Nilai Tambah Smart Fisheries Village Panembangan, Banyumas, Jawa Tengah Ade Rusman; Yusuf Enril Fathurrohman; Hengky Widhiandono
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.23764

Abstract

Smart Fisheries Village (SFV) atau kampung perikanan pintar merupakan program KKP RI yang kegiatan utamanya adalah usaha tani minapadi yang mempertimbangkan kearifan lokal yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan lahan dalam budidaya ikan dan penanaman padi, meningkatkan ketersediaan pangan dan protein hewani, meningkatkan gizi dan kesejahteraan keluarga. SFV diharapkan dapat mengubah wajah kampung perikanan menjadi lebih berdaya saing karena kegiatan ekonomi di dalamnya menjadi lebih beragam, seperti adanya spot wisata hingga produksi produk UMKM. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan pada sistem minapadi khususnya di daerah Jawa Tengah yaitu ikan Nila (Oreochromis niloticus), Nilem (Osteochilus vittatus), Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis turunan aspek ekonomi dan sosial nilai tambah minapadi di SFV Desa Panembangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya minapadi yang dilakukan terdiri dari beberapa proses, yaitu pemilihan lokasi, persiapan lahan dan wadah, pemilihan benih padi dan ikan, persemaian benih padi, penanaman padi, penebaran benih ikan, pemupukan, penyiangan gulma, manjemen kualitas air, pemeliharaan ikan, pengendalian hama dan penyakit serta pemanenan. Hasil turunan nilai tambah sistem minapadi adalah benih ikan sisa yang diolah menjadi kripik ikan dan pakan ikan hias serta obyek wisata yang potensial. Minapadi dapat meminimalisir risiko hilangnya sumber pendapatan petani dan pembudidaya ikan.
Efektivitas pakan moist berbasis singkong dan keong pada budidaya lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) Novita MZ; Neneng Nurbaeti; Saepul Miptah; Damar Maulana Yahya; Gilang Ramadhan
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.22280

Abstract

The  feed plays a critical role in the success of freshwater lobster cultivation, but it often presents challenges due to its relatively high cost, accounting for up to 60% of production expenses. To address this issue, farmers in Sukabumi have devised various alternative feeds by harnessing different protein sources to reduce the expenditure on commercial pellets. One such innovation is a moist feed composed of a blend of pellets, cassava, and snails in a ratio of 1:1:1.4. However, there hasn't been prior testing of its nutritional content. Consequently, this study aims to evaluate the nutritional composition of this moist feed and assess its impact on the growth of freshwater lobsters as well as water quality. For this research, a total of 300 lobsters, ranging in size from 7 to 10 grams, were reared in fiberglass tanks. The lobsters were fed twice daily. The proximate analysis of the cassava and snail-based moist feed revealed protein content (20.52%), fat (2.61%), carbohydrates (12.87%), moisture content (50.64%), and ash content (13.36%). The lobsters exhibited a growth rate of 0.3% per day, and the water quality remained favorable, with parameters such as temperature (23-25°C), pH (6.5-7), dissolved oxygen (5-7 mg/L), nitrate (1.907 mg/L), nitrite (0.141 mg/L), ammonia (0.442 mg/L), phosphate (0.032 mg/L), and alkalinity (237.4 mg CaCO3/L) within acceptable ranges. These findings suggest that the moist feed provided by farmers lacks sufficient protein content to fully meet the nutritional requirements of lobsters, resulting in slower growth. On the other hand, water quality remains conducive for successful lobster farming.