cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025)" : 26 Documents clear
PEMISAHAN ION Ca2+, Mg2+, SO42- DARI BITTERN DENGAN NANOFILTRASI UNTUK PRODUKSI GARAM KONSUMSI Berliana, Putri Dwi; Sari, Amelia Puspita; Kurniati, Ely
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31624

Abstract

Produksi garam menghasilkan bittern sebagai produk samping yang masih mengandung mineral berharga, termasuk natrium klorida (NaCl). Kadar NaCl dalam bittern dari PT Garam Dua Musim Lamongan mencapai 456.620 ppm, sehingga masih layak untuk diolah kembali. Namun, keberadaan pengotor seperti ion kalsium (Ca²⁺), magnesium (Mg²⁺), dan sulfat (SO₄²⁻) membatasi pemanfaatannya secara langsung. Kurangnya pemanfaatan bittern menyebabkan potensi mineral yang terkandung di dalamnya belum termanfaatkan secara optimal. Jika bittern dibuang langsung kembali ke laut tanpa melalui proses pengolahan, hal ini berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti hipersalinitas, terganggunya keseimbangan ekosistem laut, serta perubahan komposisi ionik air laut yang dapat berdampak negatif terhadap biota akuatik. Oleh karena itu, pengelolaan bittern menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak ekologis serta mendukung pemanfaatannya sebagai sumber senyawa bernilai tambah. Dalam upaya mengurangi limbah cair serta meningkatkan nilai ekonomi bittern, pemurnian menggunakan nanofiltrasi dapat diterapkan. Membran nanofiltrasi mampu memisahkan bittern dari padatan terlarut, bakteri, virus, serta ion-ion multivalen seperti Ca²⁺, Mg²⁺, dan SO₄²⁻. Penelitian ini mengolah bittern menggunakan membran nanofiltrasi berukuran pori 0,001 μm untuk meningkatkan kemurnian garam. Metode ini dilakukan dengan menggunakan dua kondisi operasi yang divariasikan, yaitu tekanan nanofiltrasi 4, 5, 6, 7, dan 8 atm, dan waktu kontak 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil menunjukkan bahwa pada tekanan 8 atm dan waktu operasi 120 menit, persentase rejeksi ion mencapai 71,77% dengan fraksi massa garam sebesar 84,35%. Nilai ini masih di bawah standar mutu SNI 4435:2017 kualitas K3 sebesar 85%, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik.
OPTIMASI KONSENTRASI POLIETILEN GLIKOL UNTUK KUAT TARIK, ELONGASI, DAN BIODEGRADASI DALAM TANAH PADA EDIBLE FILM SELULOSA ASETAT Rahmayetty, Rahmayetty; Ramadani, Putri Dwi; Astari, Raisa; Nuryoto, Nuryoto; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Yulvianti, Meri; Hendra, Hendra
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.33264

Abstract

Plastik konvensional yang digunakan sebagai kemasan makanan menimbulkan permasalahan serius karena ketahanannya terhadap panas yang rendah, serta potensi migrasi monomer ke dalam bahan yang dikemas. Permasalahan ini mendorong pencarian alternatif pengganti plastik dari sumber terbarukan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Salah satu polimer alam yang menjanjikan untuk produksi bioplastik adalah selulosa asetat, yang dikenal ramah lingkungan, tidak beracun, bersifat antimikroba, dan biokompatibel. Untuk meningkatkan kekuatan mekanik edible film berbahan selulosa asetat, digunakan polietilen glikol (PEG) sebagai plasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi PEG yang optimal dalam menghasilkan edible film dengan kekuatan terbaik dari segi kuat tarik, elongasi, dan biodegradasi tanah. Metode yang digunakan yaitu melarutkan 3 gram selulosa asetat ke dalam 30 mL aseton hingga larut sempurna, kemudian menambahkan PEG dengan variasi konsentrasi (1–5% v/v) dan diaduk hingga homogen. Larutan kemudian dicetak dalam cawan petri dan dikeringkan pada suhu ruang selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan kuat tarik tertinggi (22,29 MPa, ketebalan 0,13 mm) diperoleh pada penambahan PEG 2%. Nilai elongasi tertinggi (66,8%, ketebalan 0,19 mm) dan tingkat biodegradasi terbaik dengan kehilangan berat 36% pada hari ke-14 diperoleh pada PEG 5%. Konsentrasi PEG optimal berada pada 2% dengan nilai tensile strength paling mendekati standar minimal SNI.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY UNTUK MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR MENGGUNAKAN METODE FOTO-FENTON Rinilam, Arrum; Fatimura, Muhrinsyah; Masriatini, Rully; Fitriyanti, Reno
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31271

Abstract

Air limbah laundry perlu ditangani secara serius karena mengandung senyawa organik kompleks seperti detergen dan pewarna yang sulit terurai secara alami dan berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu metode untuk mengolah limbah tersebut adalah foto-Fenton yang dipilih karena memiliki waktu reaksi yang singkat, menggunakan reagen yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan, serta prosesnya sederhana dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode foto-Fenton dalam menurunkan kandungan polutan pada air limbah laundry. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengujian terhadap beberapa parameter pencemar, yaitu TSS (total suspended solids), COD (chemical oxygen demand), BOD (biochemical oxygen demand), minyak dan lemak, serta surfaktan anionik. Hasil terbaik diperoleh pada rasio FeSO4:H2O2 1:20, dengan penurunan TSS sebesar 74,58%, COD sebesar 66,88%, BOD sebesar 72,41%, minyak dan lemak sebesar 93,64%, serta surfaktan anionik sebesar 76,69%. Air hasil pengolahan limbah laundry telah memenuhi baku mutu untuk TSS, COD, BOD, minyak dan lemak, serta surfaktan anionik sesuai Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 8 Tahun 2012.
OPTIMIZATION OF REMAZOL RED DYE REMOVAL PERFORMANCE USING AEROBIC GRANULAR SLUDGE IN A SEQUENCING BATCH REACTOR Sanjaya, Andri; Achmad, Feerzet; Robianto, Bagus; Ihsan, Ahyatul; Nugroho, Andreas Dwi; Alfares, Nelson; Damayanti, Damayanti; Fahni, Yunita; Deviany, Deviany; Saputri, Desi Riana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.28880

Abstract

Textile wastewater pollution, mainly containing azo dyes such as Remazol Red, presents an environmental challenge in developing countries, including Indonesia. Although various wastewater treatment methods have been extensively studied, biological treatment efficiency at high dye concentrations remains challenging. In this context, aerobic granular sludge (AGS) technology in sequencing batch reactors (SBR) offers a potential solution. However, the existing knowledge gap lies in optimizing operating conditions for optimal dye degradation. This study demonstrates the use of response surface methodology (RSM) with a Box-Behnken design (BBD) to model the effects of independent variables such as aeration time, dye concentration, and COD on decolorization efficiency. Experimental results show that increasing aeration time and COD concentration significantly improve dye degradation, with an optimal decolorization value of 77% achieved at a COD concentration of 1000 mg/L and an aeration time of 24 hours. These findings imply that AGS-SBR technology can be further optimized for effective textile wastewater treatment on various industrial scales. 
A REVIEW OF DEEP EUTECTIC SOLVENTS IN GREEN EXTRACTION OF CHITOSAN: COMPOSITION, EFFICIENCY, AND RECYCLABILITY Kanani, Nufus; Wardalia, Wardalia; Kustiningsih, Indar; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Rusdi, Rusdi; Hartono, Rudi; Heriyanto, Heri
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32299

Abstract

Chitosan, a biopolymer derived from chitin-rich biomass such as crustacean shells, has garnered attention for its biodegradability, biocompatibility, and wide-ranging applications. However, conventional chemical extraction methods relying on strong acids and bases pose significant environmental and safety concerns, often leading to molecular degradation and low product quality. This study explores the use of deep eutectic solvents (DESs) as a green alternative for chitosan extraction. DESs, formed from combinations of hydrogen bond donors and acceptors, offer tunable properties, lower toxicity, and recyclability. The article highlights the structural advantages, extraction efficiency, and environmental benefits of DESs over conventional methods. It also examines the integration of process intensification technologies, such as microwave and ultrasound-assisted extraction, to enhance yield and reduce energy consumption. The findings underscore DESs’ potential to produce high-purity chitosan while supporting sustainability goals and industrial scalability, offering a viable pathway toward eco-friendly biopolymer processing.
KERTAS ANTI RAYAP BERBAHAN LIMBAH KULIT KACANG TANAH DAN BULU AYAM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRSAK Nurmalitasari, Aldila Laksmi; Angelina, Maya; Redjeki, Sri
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32347

Abstract

Kertas dengan bahan baku selulosa kerap kali dijadikan santapan oleh rayap, dalam mencegah hal tersebut tercipta sebuah inovasi berupa kertas anti rayap. Daun sirsak memiliki kandungan senyawa acetogenin 49% yang berfungsi sebagai racun perut untuk membunuh rayap. Tujuan penelitian ini adalah membuat kertas anti rayap dari kulit kacang tanah dan bulu ayam dengan penambahan ekstrak daun sirsak sesuai dengan standar SNI 01.7207-2006, meliputi parameter penurunan berat kertas, lethal time, dan mortalitas rayap. Pembuatan kertas anti rayap dilakukan dengan penambahan ekstrak daun sirsak konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 % dengan waktu pengamatan terhadap kematian rayap selama 1 hingga 5 hari. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun sirsak pada kertas efektif meningkatkan ketahanan terhadap rayap sesuai standar SNI. Konsentrasi 8% menunjukkan hasil terbaik, dengan mortalitas rayap 100% dalam empat hari dan LT₅₀ tercapai dalam tiga hari pada konsentrasi 6%, 8%, dan 10%. Analisis RSM menunjukkan titik optimum pada konsentrasi 8% dan waktu 5 hari, dengan mortalitas 95,22% dan penurunan berat kertas 0,23%. Ekstrak daun sirsak terbukti efektif sebagai bahan anti rayap dalam pembuatan kertas dengan konsentrasi optimal 8%.
EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA (L.) NIELSEN) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL DENGAN METODE SOXHLETASI Renaldi, Miftachul Ichwan; Dwiyanto, Hendri Ari; Siswati, Nana Dyah; Susilowati, Susilowati; Triana, Nurul Widji
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31304

Abstract

Saponin merupakan senyawa bioaktif yang memiliki berbagai manfaat dalam industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Daun sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) diketahui mengandung saponin dengan kadar yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal ekstraksi saponin menggunakan metode soxhletasi dengan pelarut etanol. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi etanol (70, 75, 80, 85, dan 90%) serta waktu ekstraksi (2, 3, 4, 5, dan 6 jam). Analisis kadar saponin dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-vis, sedangkan optimasi dilakukan menggunakan response surface methodology (RSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi etanol 80% dan waktu ekstraksi 4 jam, menghasilkan kadar saponin sebesar 4,63%. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi yang diterapkan menghasilkan kesesuaian yang baik antara data eksperimen dan perhitungan sehingga dapat diandalkan untuk menentukan kadar saponin secara efektif. Dengan demikian, ekstraksi soxhletasi dengan etanol 80% selama 4 jam dapat digunakan sebagai metode yang efektif untuk memperoleh saponin dari daun sengon.
MICROWAVE-ASSISTED HYDRODISTILLATION EXTRACTION OF CRUDE OIL FROM ARUMANIS MANGO KERNEL (Mangifera indica L.) Rahmiyati, Lutfia; Saputri, Desi Riana; Alhanif, Misbahudin; Shifa, Naufal Brain; Akbar, Daffa Ahsanul; Auriyani, Wika Atro; Damayanti, Damayanti; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Safitra, Edwin Rizki; Adiwibowo, Muhammad Triyogo; Wicaksono, Rihardian Maulana
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32306

Abstract

Arumanis mango seeds (Mangifera indica L.) are generally underutilized and still considered agricultural waste. Mango seeds offer various benefits, including antioxidant properties, cholesterol-lowering effects, and natural antibiotic activity. This study aims to determine the yield of mango kernel extract, evaluate the influence of solvent type and extraction time on extraction efficiency, and identify the chemical composition of the extract. The extraction process was carried out using the microwave-assisted hydrodistillation (MAHD) at 375 watts, employing three types of solvents: ethanol, ethyl acetate, and n-hexane, with extraction times of 30, 60, and 90 minutes. The chemical composition of the extracts was analyzed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis. The results showed that the highest yield was obtained using ethanol at an extraction time of 30 minutes, yielding 40.342%. Based on GC-MS analysis, in the n-hexane at a 90-minute extraction time, the most abundant fatty acid detected was butyric acid, with a retention time of 14.06 minutes and a peak area of 9.852%. Meanwhile, the most dominant compound was hydroxymethyl furfuraldehyde (HMF), which appeared at a retention time of 22.09 minutes with a peak area of 12.437%.
INFLUENCE OF SOLVENT POLARITY ON ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION OF RUBBER SEED OIL: YIELD, CHEMICAL COMPOSITION, AND PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS Imalia, Calaelma Logys; Saputri, Desi Riana; Damayanti, Damayanti; Auriyani, Wika Atro; Alhanif, Misbahudin; Fahni, Yunita; Sanjaya, Andri; Achmad, Feerzet; Deviany, Deviany; Sufra, Rifqi; Safitra, Edwin Rizki; Sanjaya, Bagus Gelorawan; Sari, Dewi Kurnia
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31756

Abstract

Rubber seeds contain fatty acids that can be used as industrial mixtures and processed into biodiesel, soap production, and animal feed. So far, the utilization of rubber seeds has not been optimal, so rubber seeds can be processed into oil using an ultrasound-assisted extraction (UAE). The study aimed to determine the characteristics of oil from rubber seed extract, such as color, odor, and chemical compound content. In addition, the study seeks to assess the effect of solvent type (n-hexane, ethyl acetate, and ethanol), extraction time (30, 45, and 60 minutes), and ratio of material :solvent (1:5, 1:6, and 1:7 w/v) on the yield (%) of oil extract from rubber seeds. The results showed that oil from rubber seed extract obtained with n-hexane exhibited a yellow color and had a rubber seed aroma, ethyl acetate solvent produced a cloudy yellow color and had an ethyl acetate aroma, and ethanol solvent produced a brownish yellow color and had a rubber seed aroma. The most significant oil extraction result from rubber seeds is ethanol solvent with a time of 45 and 60 minutes, and a ratio of material to solvent of 1:7 w/v. The rubber seed oil content was tested using GC-MS taken from the three best samples of each type of solvent (n-hexane, ethyl acetate, and ethanol) at an extraction time of 45 minutes and a ratio of material to solvent of 1:7 w/v. The oil compound content in rubber seed extract was 90.64% using hexane, 35.95% using ethyl acetate, and 25.19% using ethanol as solvents. The oil compounds extracted using n-hexane solvent consisted of 9-octadecanoic acid, methyl ester at 63.917%, those using ethyl acetate solvent were acetic acid, butyl ester at 30.67%, and those using ethanol solvent were n-hexadecanoic acid at 9.15%.
ENHANCING THE QUALITY OF BIO OIL FROM RICE STRAW WITH A COMBINATION OF CO-PYROLYSIS WITH PLASTIC AND CO-CATALYST Fe/Al2O3 Sirait, Esterly Septiana; Anwar, Rangga Febry; Perwitasari, Dyah Suci; Puspitawati, Ika Nawang
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32019

Abstract

This study investigates the enhancement of bio-oil quality derived from rice straw through co-pyrolysis with plastic waste (polypropylene and low-density polyethylene) and utilizing a Fe/Al₂O₃ co-catalyst. The pyrolysis process was conducted at 500°C for 20 minutes, with variations in plastic ratios and catalyst concentrations (0–20%). The results indicated that both the yield and calorific value of the bio-oil significantly increased with higher LDPE content and catalyst addition, achieving an optimum yield of 30.56% and a calorific value of 41.308 MJ/kg at a 0:50 PP:LDPE ratio with 20% catalyst. Viscosity and density values were also optimized, falling within ASTM standards with 2.511 cSt and 0.856 g/cm3. Gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis confirmed the dominant presence of gasoline-range hydrocarbons and the absence of corrosive acetic acid. In contrast, ultimate analysis showed high carbon and hydrogen content, suggesting improved fuel quality. These findings indicate that combining co-pyrolysis with the Fe/Al₂O₃ catalyst and integrating plastic waste offers a promising method for producing high-quality, renewable bio-oil from rice straw.

Page 2 of 3 | Total Record : 26