cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PERAN FILANTROPI ISLAM DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANYUMAS Makhrus, Makhrus; Utami, Restu Frida
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mempelajari pola lembaga filantropi Islam dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui realisasi program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilaksanakan lembaga filantropi Islam di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dan disajikan secara diskriptif dimulai dengan memaparkan telah diungkapkan oleh responden baik secara langsung, lewat tulisan maupun pengamatan secara langsung. Proses analisis data ini dilakukan dengan cara memulai menelaah semua data yang terkumpul dari berbagai sumber yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan peran lembaga filantropi Islam dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banyumas dilakukan secara variatif. Pemberdayaan yang dilakukan meliputi dua bentuk yakni pemberdayaan terhadap pihak donatur (muzakki) dengan memberikan pelayanan optimal. Hal tersebut terlihat pada pengelolaan filantropi Islam pada BAZNAS dan LAZISMU Kabupaten dalam bentuk layanan jemput zakat, website, media jejaring sosial dan lainnya. Sedangkan penyaluran dana filantropi Islam salurkan dalam beragam bentuk program pemberdayaan masyarakat yang memungkinkan para mustahik untuk bisa mengakses dengan cara proses dan prosedur yang harus dipenuhi. Realisasi program lembaga filantropi Islam dalam melakukan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banyumas sebagaimana telah dipraktikkan oleh BAZNAS dan LAZISMU Kabupaten Banyumas direaliasasikan dalam bentuk pelatihan dan bantuan modal baik berupa hibah maupun dana bergulir. Selain itu, adapula kegiatan penyaluran dalam bentuk charity seperti, bantuan pendidikan, bantuan pelayanan kesehatan, bantuan sarana dan prasana ibadah dan lainnya. Bentuk program dalam pemberdayaan masyarakat secara porsi total penghimpunan dana filantropi Islam cenderung lebih kecil ketimbang dana yang salurkan dalam bentuk charity. Namun, meski demikian pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar meskipun ada kendala sumber daya manusia dalam beberapa proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh lembaga filantropi Islam dalam hal ini BAZNAS dan LAZISMU Kabupaten Banyumas.Kata kunci : Filantropi Islam, Pemberdayaan masyarakat
ANALISIS ELASTISITAS DALAM PENGUJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pramono, Hadi; Setyadi, Edy Joko
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris mengenai tingkat elastisitas dan pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai wajib pajak PBB dalam  dalam membayar pajak bumi dan bangunan. Responden dalam penelitian ini 103 Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2013 yang berada di Kota Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan analisis regresi berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang secara statistik mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak, yaitu variabel Pengetahuan Pajak, Kesadaran Wajib Pajak PBB, dan Persepsi Wajib Pajak tentang Sanksi Perpajakan. Sedangkan variabel Kesadaran Wajib Pajak tidak mempunyai pengaruh  terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Dari ketiga variabel tersebut jika diuji dengan menggunakan uji elastisitas menunjukkan hasil bahwa variabel Pengetahuan Perpajakan mempunyai pengaruh yang paling kuat terhadap variabel Kepatuhan Wajib Pajak. Kata Kunci:   Pengetahuan Pajak, Kesadaran Wajib Pajak,  Sanksi Perpajakan, Kepatuhan Wajib Pajak
KETERLIBATAN AYAH SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PENGASUHAN SEKSUALITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA DI PURWOKERTO Setyawati, Setyawati; Rahardjo, Pambudi
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi yang berkaitan dengan keterlibatan ayah serta faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengasuhan seksualitas sebagai upaya pencegahan perilaku seks pra nikah remaja di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus.Subjek utama penelitian ini adalah ayah dan remaja khususnya remaja usia 11-20 tahun.  Sebagai subjek pendukung adalah guru sekolah yang berjenis kelamin laki-laki .Penentuan subjek penelitian dilakukan secara purposive.Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas jenis data primer dan data sekunder.Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari subjek utama dan subjek pendukung beserta hasil observasinya.Data sekunder adalah data yang berupa arsip, dokumen atau data statistik yang berkaitan dengan topik penelitian ini.Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan FGD (Diskusi Kelompok Terarah).Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Purwokerto yakni ayah remaja SLTP dan SLTA di Purwokerto.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan model analisis interaktif dari Milles dan Huberman, yang komponennya terdiri atas reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan proses pengumpulan data berbentuk siklus.  Hasil penelitian ini yaitu keterlibatan ayah secara langsung dan tidak langsung dalam pencegahan perilaku seks pranikah remaja di Purwokerto. Keterlibatan ayah secara langsung dalam bentuk dialog, memberikan aturan, nasihat dan penanaman nilai moral dalam keluarga. Keterlibatan ayah secaratidak langsung yaitu hubungan yang baik di dalam keluarga serta relasi harmonis antara ayah dan ibu. Pengasuhan seksualitas yang dilakukan oleh ayah masih belum optimal mencakup keseluruhan aktivitas dan interaksi yang memberikan arahan atau bimbingan pada remaja sesuai dengan identitas jenis kelaminnya. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengasuhan seksualitas oleh ayah pada remaja. pengetahuan tentang seksualitas yang dimiliki oleh ayah, waktu, kesempatan dan cara komunikasi. Ayah yang masih “sungkan” berbicara seksualitas karena masih menganggapnya tabu.Kata kunci: keterlibatan ayah, pengasuhan, seksualitas remaja
IbM KEWIRAUSAHAAN BAGI PANTI ASUHAN AL FITROH UNTUK MENCIPTAKAN ENTREPRENEUR YANG MANDIRI Pancawardani, Nurul Latifah; Indriyatni, Lies
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tlogomulyo, Pedurungan Kota Semarang terletak di daerah timur dari Kota Semarang. Panti Asuhan Al Fitroh di Tlogomulyo, Pedurungan Kota Semarang merupakan asrama Putra. Anak asuh di Panti Asuhan Al Fitroh terdapat anak-anak perempuan dan anak laki-laki. Anak asuh di Panti Asuhan Al Fitroh terdiri kurang lebih 50 orang, 25 anak diantaranya laki-laki. Dari jumlah anak asuh tersebut mulai dari SD sampai mahasiswa semua tinggal di asrama Tlogomulyo, Pedurungan Kota Semarang. Panti Asuhan Nor Fathoni Afifah mempunyai anak asuh sebanyak 25 orang anak asuh laki-laki. Dari semua anak asuh putra tersebut merupakan potensi besar untuk dikembangkan menjadi wirausaha, agar mereka menjadi anak asuh yang kreatif dan mandiri nantinya setelah mereka tidak tinggal di asrama lagi. Namun karena kendala keterbatasan sumber daya dan ketrampilan di sana, anak asuh belum terbekali dengan kewirausahaan. Persoalan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama pelaksanaan program IbM : (1) Kewirausahaan bagi anak asuh. (2) Testimoni dari pengusaha sebagai motivator, (3) Pelatihan ketrampilan sablon, (4) Pemasaran hasil produksi, (5) Modal kerja, (6) Pengemasan hasil produk sablon yang menarik pembeli. Melihat potensi yang begitu besar, tetapi belum termanfaatkan secara maksimal, kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : (1) Memberi penyuluhan, pelatihan dan pembinaan kepada anak asuh mengenai pentingnya mempunyai jiwa kewirausahaan, (2) Memfasilitasi mendatangkan pengusaha sablon sebagai motivator, (3) Melakukan pelatihan sablon sebagai bekal ketrampilan, (4) Melakukan pelatihan pemasaran offline dan online, (5) pembuatan proposal pengajuan bantuan modal, (6) Melakukan pelatihan pengelolaan keuangan dan pengemasan hasil kerajinan yang menarik konsumen.Kata Kunci:  Kewirausahaan, Anak Panti Asuhan, Pelatihan sablon, Pelatihan manajemen usaha, Pemasaran lewat internet
IMPLEMENTASI EMERGENCY RESPONSE SYSTEM PADA INDUSTRI INFORMAL DI KABUPATEN SRAGEN Setyawan, Haris; Sjarifah, Ipop
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dan rawan terhadap kejadian bencana, baik bencana alam, non alam maupun bencana social. Kejadian bencana dapat menimbulkan keadaan darurat yang harus segera dilakukan pencegahan dan penanggulangan kedalam kondisi yang aman dan selamat. Industri Batik di Kabupaten Sragen khususnya desa Pilang terletak di daerah aliran sungai Bengawan Solo yang rawan terjadi keadaan darurat dan bencana berupa banjir, kebakaran dan kecelakaan kerja akibat proses produksi batik. Sejak tahun 2007, di lokasi tersebut sering  terjadi rangkaian bencana banjir pada musim penghujan yang sulit ditanggulangi dan perlu mendapatkan penanganan segera khususnya implementasi emergency respon saat terjadi keadaan darurat banjir maupun keadaan darurat yang lain. Metode yang digunakan adalah dengan pemilihan skala prioritas bencana dan keadaan darurat di 3 industri batik desa pilang dengan menggunakan matriks VCA dan melakukan pemecahan masalah dari setiap prioritas masalah menggunakan hirarki pengendalian risiko. Prioritas masalah di 3 industri batik tersebut adalah keadaan darurat banjir, kebakaran dan kecelakaan kerja. Hasil dari pengabdian pada masyarakat ini berupa penerapan model HIRADC dan sistem tanggap darurat berupa simulasi keadaan darurat kebakaran dan banjir, pembuatan rute evakuasi dan titik kumpul, sosialisasi flowchart menghadapi keadaan darurat banjir, kecelakaan dan kebakaran. Kata Kunci: Keadaan darurat, Emergency respons system, Industry informal
KARAKTERSITIK RETAIL MODERN DI DESA DUKUHWALUH, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH Utami, Restu Frida; Cahyani, Putri Dwi
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik  retail modern dan untuk mengidentifikasi persaingan antara retail modern yang berada di Desa Dukuhwaluh.Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif  yang dapat memberikan pandangan umum mengenai karakteristik bisnisdan untuk mengidentifikasi persaingan antara bisnis retail modern. Variabel-variabel yang dijadikan indikator untuk menggambarkan sosial-ekonomi pemilik bisnis ritel modern adalah nama pemilik atau pengelola, usia pemilik atau pengelola, jenis kelamin pemilik atau pengelola, tingkat pendidikan pemilik atau pengelola, tahun mulai beroperasi dan sumber modal. Sedangkan variabel-variabel yang menjadi indikator untuk menggambarkan karakteristik ritel modern adalah status badan usaha, kepemilikan ritel, luas lantai usaha, luas lahan parkir, jumlah item barang yang dijual, lini produk,layanan, fasilitas untuk konsumen, jumlah tenaga kerja, jumlah suppliet dan jenis supplier. Retail Modern Di Desa Dukuhwaluh memperlihatkan bahwa format ritel saat ini mengalami beberapa perubahan. Kecenderungan terhadap keanekaragaman barang dagangan semakin meningkat. Persaingan antara Corporate chain store dengan independent store terjadi tidak langsung karena keduannya memiliki kelas yang berbeda ditinjau  dari modal, jenis supplier, margin kotor, strategi promosi, sumber daya manusia, penampilan toko, lini produk, layanan konsumen, fasilitas. Retail modern yang berada di Desa Dukuhwaluh bervariasi dalam hal luas lantai usaha, luas lahan parkir, jumlah tenaga kerja, jumlah supplier, jumlah item barang yang dijual dan rata-rata penjualan perhari namun retail modern memiliki kemiripan dalam hal lini produk, layanan, fasilitas untuk konsumen, jenis supplier, margin kotor, strategi promosi dan penampilan toko. Yang membedakan mereka adalah kedalaman dalam lini produk dan produk dengan private label. Kata Kunci; Persaingan, Retail Modern, Corporta Chain Store, Indepndent Store,
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK KETRAMPILAN BERBICARA (SPEAKING) BERDASARKAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Wahyukti, Titi; Pujiyatno, Ambar
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa Inggris khususnya ketrampilan berbicara (speaking) berdasarkan lingkungan kepariwisataan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri untuk mendukung tuntutan kurikuler yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan dunia kerja sebagai tujuan sekolah kejuruan. Penelitian pengembangan pendidikan atau educational research and development (Borg and Gall, 1983) pada tahun kedua program hibah bersaing ini melibatkan guru-guru bahasa Inggris di tiga sekolah menengah kejuruan (SMK) di Purwokerto untuk mengetahui pendapatnya tentang pentingnya modul pembelajaran speaking yang sesuai dengan lingkungan atau bidang kejuruan siswa; dan mencobakan penggunaan materi speaking di SMK Negri 3 Purwokerto pada siswa kelas X program studi Kepariwisataan dalam sebuah learning action berupa lesson Study. Pengembangan modul pembelajaran bahasa Inggris yang difokuskan pada ketrampilan berbicara ini ditujukan untuk melengkapi buku paket dari Kemendiknas agar pemerolehan ketrampilan berbicara (speaking) bahasa Inggris yang sesuai dengan bidang kepariwisataan dapat memenuhi kompetensi life skill siswa di dunia kerja. Tehnik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Pelaksanaan penggunaan Bahan ajar speaking melalui Lesson Study yang berkolaborasi dengan guru-guru bahasa Inggris di SMKN 3 Purwokerto dan diterapkankan di kelas X Kepariwisataan. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa para guru bahasa Inggris di sekolah menengah kejuruan masih memerlukan modul suplemen yang sesuai dengan bidang studi siswa sebagai pelengkap materi yang ada pada buku paket kurikulum 2013 yang dianjurkan oleh kemendiknas. Hasil penggunaan materi speaking kepada siswa kelas X Kepariwisataan di SMKN 3 Purwokerto melalui LS menunjukkan bahwa siswa aktif dan responsive mengikuti pelajaran dengan mempelajari kosakata yang berkaitan dengan bidang perhotelan dan pariwisata serta mempraktekkan ketrampian berbicara (speaking) dalam berbagai situasi. Dari hasil wawancara dengan siswa, mereka merasa antusias dan termotivasi untuk mempelajari bahasa Inggris yang berkaitan dengan jurusannya dan senang mempraktekkan berbicara dengan teman di kelas. Kata Kunci : Materi ajar berbicara (speaking); Kepariwisatan; Penerapan Lesson Study.  
EROSI NOL UNTUK KEBERLANJUTAN BUKIT KARST DI GUNUNGKIDUL Anshori, Arif
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karst merupakan sumberdaya alam tidak terbarukan, dengan karakteristik relief dan drainase khas yang sangat rentan terhadap perubahan fisik. Karst mempunyai banyak nilai penting bagi ekosistem dan kehidupan. Penyebab utama kerusakan karst di Gunungkidul adalah perubahan ekosistem akibat perubahan kegiatan manusia dari semula bertani, berburu dan mengambil kayu beralih ke pertambangan, juga oleh proses erosi tanah. Di daerah karst Gunungkidul, lapisan tanah sangat tipis, seringkali disebut sebagai “batu bertanah”, rentan terhadap proses erosi. Degradasi tanah karena erosi akan menyebabkan penurunan daya dukung bagi kegiatan pertanian, kerusakan karst dan lingkungan. Erosi tanah pada bukit karst harus dikendalikan, tidak melebihi ambang batas. Suatu kedalaman tanah tertentu harus dipelihara sebagai tempat berjangkarnya akar tanaman dan sebagai tempat menyimpan air serta unsur hara, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Ambang batas erosi nol atau tanpa erosi sesuai untuk tanah pada bukit karst Gunungkidul. Ambang batas erosi nol didasarkan pada lapisan tanah tipis, menumpang batuan karbonat yang tidak berfungsi sebagai bahan induk tanah, lereng curam dan aktivitas pertanian yang tinggi. Ambang batas erosi nol akan menjaga ekosistem karst tetap tertutup tanah dan vegetasi, lebih jauh menjaga keberlanjutan fungsi hidrologis dan ekosistem karst.Kata kunci: erosi nol, karst, Gunungkidul
HUBUNGAN KADAR DEBU KAYU DAN KAPASITAS FUNGSI PARU DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI BAGIAN PRODUKSI CV. VALASINDO SENTRA USAHA GONDANG REJO KARANGANYAR Atmojo, Tutug Bolet; Sadakir, Sadakir
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di sektor industri mebel, pajanan kadar debu 80% melalui sistem pernafasan (per inhalasi) sehingga akan memberikan dampak terhadap fungsi paru, yang di prediksi berakibat menurunnya waktu reaksi seseorang sebagai indikator untuk munculnya kelelahan Kerja, Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kadar Debu Kayu dan Kapasitas Fungsi Paru dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di Bagian Produksi CV Valasindo Sentra Usaha Gondang Rejo Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah pekerja di Bagian Produksi CV Valasindo Sentra Usaha Gondang Rejo Karanganyar Sejumlah 125 orang, jumlah sampel sebesar 33 dengan Teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket karakteristik responden, kuesioner, spirometer, Reaction Timer, High Volume Sampler. Teknik analisis data yang digunakan adalah  Uji Regresi Linier Berganda. :Pada penelitian ini menunjukkan Ada hubungan Kadar Debu dan Kapasitas Fungsi Paru dengan Kelelahan Kerja (p = 0,000) Pada Pekerja di Bagian Produksi di  CV Valasindo Sentra Usaha Gondang Rejo Karanganyar.  Ada Hubungan Kadar Debu dengan Kapasitas Fungsi Paru dan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di Bagian Produksi di  CV Valasindo Sentra Usaha Gondang Rejo KaranganyarKata Kunci : Kadar Debu Kayu, Kapasitas Fungsi Paru, Kelelahan Kerja
PELUANG APLIKASI MEKANISASI PENGANGKUTAN TBS KELAPA SAWIT PADA BLOK KEBUN PETANI Suswatiningsih, Tri Endar; Puruhito, Dimas Deworo
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan sistem industri yang mempunyai tingkat keterlibatan rakyat cukup tinggi. Keterbatasan sumber daya modal, akses, manajemen, dan pengetahuan, mengakibatkan kinerja perkebunan rakyat pada umumnya lebih rendah daripada perkebunan swasta. Salah satu kegiatan penting yang mempengaruhi produktivitas adalah panen dan angkut TBS, dimana salah satu tahapannya adalah pengangkutan TBS dari blok kebun ke tempat pemungutan hasil (TPH).Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa teknis dan ekonomis, penggunaan traktor tangan sebagai alat angkut TBS di perkebunan kelapa sawit milik rakyat. Parameter yang diteliti adalah kapasitas kerja, biaya operasional, kuantitas TBS yang diangkut, dan pendapatan petani.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran data primer, didukung dengan beberapa data sekunder.Sampel diambil secara acak dari sistem pengangkutan kebun milik petani dan kebun milik perusahaan swasta sebagai acuan. Hasil penelitian akan memberikan rekomendasi aplikasi mekanisasi angkutan di blok kebun petani, termasuk prasyarat dan langkah-langkah efisiensinya. Kelayakan ekonomis investasi traktor dihitung menggunakan NPV dan IRR.Hasil peneletian diperoleh bahwa penggunaan traktor tangan yang digandeng dengan gerobag (trailer) secara teknis maupun ekonomis layak diaplikasikan di kebun kelapa sawit milik petani. Secara teknis dari jumlah TBS, waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengangkut lebih efisien dibandingkan penggunaan angkong seperti yang saat ini dilakukan petani. Secara ekonomis investasi traktor tangan dan trailer dan akan kembali dalam jangka waktu 1  tahun dengan nilai NPV sebesar Rp 20.744.828 dan IRR 77% pada tingkat bunga 12 %. Kata kunci: analisa teknis dan ekonomi, sistem angkutan, TBS kelapa sawit.