Articles
479 Documents
PERENCANAAN DAN ESTIMASI TEKNIS REHABILITAS JALAN AMPERA 1 DISTRIK MERAUKE
Syanjayanta, Biatma
MUSTEK ANIM HA Vol 6 No 3 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v6i3.712
Untuk mewujudkan tujuan kehidupan bernegara yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera, Pemerintah Kabupaten Merauke telah meningkatkan Pembangunan Jalan Lingkungan melalui kegiatan Perencanaan Teknis Jalan Lingkungan (Perubahan 2016) yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah : Perencanaan dan Estimasi Teknis Pembangunan Jalan Ampera 1 di Kota Merauke yang bermutu dan berkualitas yang bisa laju perekonomian kota.Jenis penelitian ini deskriptif dengan metode kuantitatif dan survey serta pengamatan langsung di lapangan yang memberikan gambaran terhadap obyek yang direncanakan.Hasil Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan Ampera 1 sudah diimplementasikan ke lapangan dan sudah sesuai dengan gambar perencanaan, yaitu dengan mutu beton campuran 1semen : 2pasir : 3kerikil dengan ketebalan 12cm, lebar badan jalan 3,5 meter dengan panjang jalan keseluruhan 488,50 meter. Adapun pagu anggaran disesuaikan dengan HPS yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang melalui APBD Perubahan Kabupaten Merauke TA. 2016 yaitu sebesar Rp . 1.215.606.000,00 (Satu Miliar Dua Ratus Lima Belas Juta Enam Ratus Enam Ribu Rupiah)
ANALISA MASUKNYA PEMBANGKIT LISTIRK TENAGA MESIN GAS 20 MW KEDALAM SISTEM TEGANGAN MENENGAH DI KABUPATEN MERAUKE
Karim, Johan;
Ponadi, Acep;
Azizah, Andi
MUSTEK ANIM HA Vol 8 No 03 (2019): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v8i03.2923
Sistem distribusi tegangan menengah di kabupaten Merauke mengalami perubahan dengan masuknya PLTMG yang di operasikan bersama PLTD, lokasi yang berbeda dan supplai kebeban membutuhkan penelitian. Dengan mengunakan software PWS 13 ( power word simulator 13), maka Analisa Masuknya PLTMG 20 MW Kedalam Sistem Tegangan Menengah di Kabupaten Merauke Hasil simulasi yang didapat yaitu data beban Jam 7:00 wit total beban pelanggan 14 MW yang terdiri atas beban luar 6 MW dan beban dalam 8 MW. Untuk jam 13:00 dan 19:00 wit merupakan operasi beban puncak dengan daya pelanggan yang diterima adalah jam 13:00 beban pelanggan luar 8 MW dan beban dalam 9 MW, serta operasi jam 19:00 wit di peroleh beban luar 11 MW dan beban dalam 10 MW. PLTMG 20 MW dan PLTD 5 MW, slack bas pada PLTMG untuk beban luar 10 MW dan beban dalam 15 MW.
SISTEM PEMANAS AIR PEMANFAATAN TENAGA MATAHARI MENGGUNAKAN METODE CFD
Azis, Ismayati Sutina;
Larosa, Esta;
Achmad, Andi Muhammad Fiqri;
Yudha, Sabdha Purna;
Latief, Rifaldy Ramadhan
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5929
Energi matahari banyak dimanfaatkan sebagai energi terbarukan yang berlimpah dan berasal dari sumber daya alam dari proses yang berkelanjutan. Sistem pemanas air pemanfaatan tenaga matahari yang menggunakan metode CFD ini adalah system yang memanfaatkan sumber energi berasal dari tenaga matahari. Menggunakan pelat absorber sebagai penyerap panas. Penelitian dengan metode CFD yang dilakukan ini sebagai tindak lanjut unjuk kerja Sistem pemanas air pemanfaatan tenaga matahari dengan tambahan penggunaan material yaitu PCM (Phase Change Material). Contoh pemodelan dari absorber kolektor pemanas pemanas air pemanfaatan tenaga matahari dilakukan dengan memvariasikan absorber plat yang digunakan sebagai media penyimpanan PCM maupun dengan tanpa penyimpanan PCM. Pelat absorber sebagai penyerap energi matahari untuk penyimpanan energi pada PCM dimodelkan dengan pemberian tiga model ketebalan variasi dengan masing masing ketebalan PCM adalah 0,015 m, 0,01 m, dan 0,006 m. Data pengujian yang dilakukan secara eksperimental yang diambil pada penelitian sebagai nilai rujukan awal untuk penelitian ini, sedangkan untuk pemodelan dilakukan dengan metode software CFD (Computational Fluid Dynamics) FLUENT. Dari hasil penelitian dengan metode CFD terlihat efisiensi dari absorber pelat kolektor tertinggi yang terlihat pada penelitian ini adalah pada kolektor yang menggunakan PCM dengan variasi tebal PCM yaitu 0,015 m. Efisiensi yang didapatkan dirata-rata 67,49 %.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH BATANG PISANG MULTI FUNGSI
Jufri, Jufri;
Assagaf, Iman Pradana A.;
Lousagatra, Arya Dhimas;
Nurhidayat, Nurhidayat
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5932
Perkembangan di sektor peternakan di Indonesia telah berkembang pesat; namun, terdapat tantangan dalam hal ketersediaan lahan dan pakan yang terbatas. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai alternatif pakan ternak menjadi solusi yang tepat. Penggunaan batang pisang sebagai limbah pertanian untuk pakan ternak belum dioptimalkan sepenuhnya. Salah satu masalah yang muncul adalah metode pencacahan batang pisang yang masih dilakukan secara manual atau menggunakan tenaga manusia, sehingga kurang efektif dan efisien. Selain itu, setelah dicacah, batang pisang harus dicampur dengan berbagai unsur lain, sehingga diperlukan mesin pencacah yang bersifat multifungsi. Tujuan penelitian ini adalah merancangbangun mesin pencacah batang pisang multifungsi untuk memudahkan peternak sapi mencacah batang pisang dan mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak alternatif. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan merancang-bangun mesin pencacah batang pisang multifungsi dan melakukan pengujian kapasitas pada tiga variasi kecepatan mesin serta tiga variasi kemiringan sudut mata pisau. Pengujian juga mencakup kapasitas penghancuran tongkol jagung serta tongkol jagung beserta bijinya dengan menggunakan sistem hammer. Mesin ini menggunakan motor penggerak bensin 5,5 HP dengan putaran maksimum 3600 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut corong input sebesar 45˚ memberikan hasil cacahan yang lebih baik, sehingga corong input dengan sudut tersebut dianggap sebagai paten. Proses pengujian melibatkan variasi sudut kemiringan mata pisau pencacah sebesar 0˚, 20˚, dan 40˚. Kapasitas pencacahan mesin pada rpm 840 adalah 850 kg/jam, pada rpm 988 adalah 1345 kg/jam, dan pada rpm 1088 adalah 1471 kg/jam.
PENGARUH PENCAMPURAN MINYAK PIROLISIS SAMPAH PLASTIK DENGAN BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP PERFORMA ENGINE SEPEDA MOTOR 125CC
Hidayat, Taufiq;
Nusantara, Ardhi Fathoni Syam Putra;
Bahri, Mokh Hairul
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5958
Saat ini penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia masih sangat tinggi, khususnya bahan bakar benzena yang setiap tahunnya megalami peningkatan untuk di konsumsi dikarenakan populasi manusia yang semakin meningkat dan perkembangan teknologi yang semakin berkembang. Untuk mengatasi penggunaan bahan bakar fosil yaitu dengan cara mendaur ulang sampah plastik jenis Polypropylene (PP) dan Polyethylene Terephthalate (PET) menjadi bahan alternatif dengan proses pirolisis karena plastik memiliki nilai kalor yang cukup tinggi yang setara dengan bensin dan solar. Tujuan dalam penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja engine sepeda motor standar pabrikan dengan mencampurkan bahan bakar pertalite dan minyak pirolisis sampah plastik jenis Polypropylene (PP) dan Polyethylene Terephthalate (PET) terhadap performa engine sepeda motor 125 cc yang di uji menggunakan Dynotest. Dalam pengambilan data dilakukan dengan beberapa variasi bahan bakar yaitu, pertalite dan minyak pirolisis pada beberapa kecepatan putaran mesin. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, didapatkan kesimpulan bahwa performa engine meningkat seiring dengan penambahan bahan bakar minyak pirolisis jenis (PP dan PET) yang dimana penggunaan bahan bakar pertalite 80% + 20% minyak pirolisis mendapatkan nilai torsi tertinggi 13,10 NM sedangkan untuk daya tertinggi dengan nilai 11,0 HP dengan bahan bakar pertalite 70% + 30% minyak pirolisis dan untuk daya terendah dengan nilai 10,9 HP dengan bahan bakar pertalite 80% + 20% minyak pirolisis.
UJI EKSPERIMENTAL PENDINGIN TERMOELEKTRIK TENAGA SURYA DENGAN SIRKULASI AIR PADA HEATSINK SISI PANAS
Sugiartha, Nyoman;
Riadi, I Made Hoki;
Widiantara, Ida Bagus Gde;
Sugina, I Made;
Tri Putra, Dewa Gede Agus
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5959
Energi surya sebagai sumber daya terbarukan semakin menjadi fokus dalam upaya menuju sistem energi yang berkelanjutan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memberikan solusi yang populer untuk menghasilkan listrik dari sinar matahari. Pendingin termoelektrik dan PLTS terintegrasi adalah pendekatan inovatif dalam memanfaatkan energi surya untuk aplikasi pendinginan yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini perangkat sistem pendingin termoelektrik tenaga surya sudah dibuat dan diuji eksperimental dengan tujuan untuk menentukan performansi sistem pendingin. Sistem pendingin termoelektrik menggunakan satu buah modul termoelektrik TEC-12706, heatsink aluminium bersirip dengan kipas pada sisi dingin dan water block heatsink pada sisi panas dengan sirkulasi air. Kotak pendingin memiliki kapasitas 10 L. Sistem PLTS terdiri dari satu buah panel surya 120 Wp dan satu buah baterai 12 V/24 Ah. Tes performansi dilakukan di tempat terbuka untuk menentukan kapasitas pendinginan, konsumsi daya listrik dan COP sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pendingin termoelektrik mampu menghasilkan kapasitas pendinginan 7.26 W, konsumsi daya listrik rata-rata 49.4 W dan COP 0.147 dengan penurunan temperatur air dari 27.6 ºC sampai 19.3 ºC.
RANCANG BANGUN MESIN ROLL BENDING SEBAGAI ALAT BANTU PEMBENTUKAN HELICAL RIBBON MIXER
Bandaso, Zuingli Santo;
Madjid, Merla;
Paulus, Bambang;
Jayadi, Wahyu
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5973
Helical ribbon adalah salah satu jenis pengaduk yang berfungsi untuk mencampur atau mengaduk suatu bahan dengan bahan lainnya. Proses pembuatan helical ribbon mixer sebelumnya masih menggunakan cara manual dengan penggunaan material yang tidak ekonomis karena menyisakan banyak material yang terbuang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat bantu berupa mesin roll bending dalam membentuk bilah pengaduk yang akan memudahkan proses pembentukan bilah dan mengefisienkan material yang di gunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yaitu membuat alat dan menguji langsung pada objek. Pada hasil perancangan alat diperoleh daya pengerolan sebesar 0,81 HP dengan putaran roller penahan sebesar 23,67 rpm. Terdapat 1 roller penekan dan 2 roller penahan yang masing-masing digerakkan oleh poros berdameter 32 mm dengan jarak antar roller penahan sebesar 20 cm. Mesin bending roller di rancang untuk menghasilkan diameter maksimal bilah pengaduk sebesar 660 mm dengan dimensi maksimal pelat yang dapat di bending yakni lebar 25 mm dengan ketebalan 2 mm. kinerja optimal dari mesin dari hasil pengujian pada putaran ulir penekan sebesar ½ putan setiap siklus penekanan.
KAJIAN POLA ALIRAN JARINGAN DRAINASE UNTUK PENGEMBANGAN SUSTAINABLE URBAN DRAINAGE SYSTEM (SUDS) DI KOTA MERAUKE
Sari, Siti Nur Indah;
Kakerissa, Yance;
Pamuttu, Dina Limbong
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5997
Kota Merauke merupakan daerah rawa dengan topografi yang relatif rendah dan terletak dalam bentangan kawasan pantai dengan ketinggian 0-15 meter dari permukaan laut (Mdpl) dan kemiringan lereng hanya 0-8%. Data dari Badan Pusat Statistik Merauke menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk pada Tahun 2020 – 2021 sebesar 0,33%, meningkat dari laju pertumbuhan penduduk selama 2010 – 2020 yaitu sebesar 0,01%. Seiring dengan pertambahan penduduk, kualitas sistem jaringan drainase juga perlu ditingkatkan untuk menghindarkan kota dari masalah banjir. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik aliran dan kapasitas saluran eksisting drainase. Metode yang digunakan adalah survei, kuantitatif, dan deskriptif. Hasil survei berupa data geometri saluran yang akan digunakan dalam analisis hidrolika. Metode kuantitatif dimulai dengan melakukan analisis hidrologi dan didapat nilai Q25 sebesar 0,17 m3/detik. Analisis hidrolika dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 6.4.1. Analisa hidrolika dilakukan dengan dua kondisi, yaitu kondisi saluran eksisting dan kondisi normalisasi. Data yang diinput dalam program HEC-RAS pada kedua kondisi sama kecuali data geometri. Hasil analisis pada dua kondisi tersebut adalah pada kondisi saluran eksisting mengalami luapan pada setiap ruas saluran. Sedangkan setelah normalisasi tidak terjadi luapan. Berdasarkan hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa untuk menerapkan sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan perlu dilakukan perbaikan drainase baik dengan normalisasi, pembangunan sistem polder, kolam retensi atau pintu air otomatis di saluran bagian hilir yang dipengaruhi oleh pasang surut.
MESIN PENGERING GABAH BERBASIS SOLAR CELL
suwarjono, suwarjono;
Waremra, Richard Samuel;
Rizal, Abdul
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v13i01.6117
Sitem pengeringan gabah merupakan sebuah proses yanga dilakukan untuk menurunkan kadar air gabah hingga pada kondisi tertentu, yang akan membuat gabah tersebut dapat bertahan lebih lama dalam penyimpanan karena berkurangnya kandungan kadar air. Sistem pengering gabah yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbasis Hibrid antara Solar Cell dan Listrik PLN. Agar pengering ini dapat bekerja pada malam hari, maka pengering gabah ini akan otomatis menggunakan sumber listrik PLN yang terdapat pada rumah. Sedangkan untuk pengeringan gabah di siang hari menggunakan sumber tenaga sinar matahari melalui Solar Cell. Sistem pengering ini merupakan salah satu energi terbarukan dan ramah lingkungan, dimana system pengeringan tidak menggunakan kayu bakar yang pada umumnya bayak di gunakan. Pengering ini dilengkapi dengan sistem monitoring suhu dan pengontrolan tegangan. Hasil monitoring suhu dan sensor tegangan untuk mengontrol panas. Pengering ini mampu mengeringkan gabah hingga mencapai kadar air 14,90% dari kadar air awal 48,46%. Proses pengeringan tersebut berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Suhu rata-rata yang dihasilkan sistem pengering ini selama proses pengeringan adalah 35-40 °C.
ANALISA KUALITAS JARINGAN 4G LTE DENGAN METODE DRIVE TEST PADA DAERAH URBAN DAN SUB URBAN
Andika, Adik Putra
MUSTEK ANIM HA Vol 11 No 03 (2022): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mustek.v11i03.6222
Penelitian ini melakukan pengamatan kualitas jaringan menggunakan metode drive test dengan pengukuran menggunakan aplikasi yang sesuai dengan 4G LTE yaitu G-Net Track Pro. Pengukuran yang dilakukan adalah dengan metode drive test untuk mengukur kualitas sinyal 4G LTE menggunakan software G-Net Track Pro. Rute drive test pada penelitian ini daerah di Kabupaten Merauke, untuk urban di jalan Seringgu dan untuk sub urban di jalan Semangga. Proses pengambilan data dilakukan dengan metode drive test dan kemudian data akan terekam pada software G-Net Track Pro. Berdasarkan data hasil pengukuran parameter RSRP untuk jaringan 4G LTE Telkomsel pada kedua daerah tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa untuk parameter RSRP daerah urban rata – rata nilainya adalah -74.89 dBm dengan kategori excellent. Sedangkan untuk parameter RSRP pada daerah sub urban rata – rata nilainya adalah -81.69 dBm dengan kategori good.