cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2026): April" : 10 Documents clear
Pembuatan Bioetanol Fuel Grade Ethanol (FGE) dari Singkong dengan Proses Dehidrasi Melalui Penyerapan Menggunkan Zeolit Sintesis Imam Prasetyo; Towijaya
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.14694

Abstract

Bioethanol is an alcohol produced from plants using microorganisms through a fermentation process. Bioethanol itself is an attractive alternative energy source to develop because it is reported in Indonesia and is renewable. Currently, ethanol is widely used. In addition to being used as a fuel mixture, ethanol is also used in the industrial world as a solvent and as a raw material for other chemical industries, such as the production of ethyl acetate. Therefore, bioethanol may be a potential alternative fuel, and much research is being conducted to develop this fuel. This research aims to produce bioethanol fuel grade (FGE) from cassava raw materials through fermentation, distillation, and dehydration using zeolite synthesis. Cassava raw materials were chosen because of their high starch content and abundant availability in Indonesia. The research process included material preparation, fermentation with yeast, distillation at 78°C, and purification through dehydration. The results showed that the ethanol content of the distillate reached 92–95%, and after the dehydration process increased to 99.8%, meeting Fuel Grade Ethanol (FGE) standards. The use of synthetic zeolite has proven to be efficient, environmentally friendly, and regenerable. These results support efforts to develop sustainable renewable energy and reduce dependence on fossil fuels.
ANALISIS PERFORMA SISTEM AIR CONDITIONING PADA KABIN EXCAVATOR PC 200-8M0 KOMATSU: Rekomendasi Perawatan Komponen AC Pada Unit Excavator tanaka, imam ridwan; Yuliansyah, Fisal; Wawan Mariki, I Wayan; Puspa Ningrum, Ainun Chandra; Nugroho, Agung
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.14847

Abstract

Sistem air conditioning (AC) pada kabin excavator berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan fokus operator selama bekerja, terutama saat unit beroperasi pada suhu lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem AC pada kabin Excavator Komatsu PC 200-8M0 di PT Tata Buana Karya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengamati pengaruh tiga variasi tekanan refrigeran, yaitu 20/150 psi, 25/175 psi, dan 30/200 psi terhadap suhu kabin dan efisiensi pendinginan. Data diambil selama 30 menit dengan pencatatan setiap 2 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan refrigeran berpengaruh langsung terhadap performa pendinginan. Tekanan 30/200 psi menghasilkan penurunan suhu tertinggi hingga 18,4°C dengan efisiensi sebesar 62,8%, sementara tekanan 25/175 psi dan 20/150 psi masing-masing menghasilkan efisiensi sebesar 52,2% dan 45,2%. Namun, kenyamanan optimal justru diperoleh pada tekanan 20/150 psi karena mampu menjaga suhu kabin tetap stabil pada kisaran 16°C. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi paling optimal secara teknis tidak selalu sama dengan kondisi paling sesuai untuk kenyamanan operator, sehingga pengaturan tekanan refrigeran perlu mempertimbangkan keseimbangan antara performa pendinginan maksimum dan kestabilan suhu kabin.
PENGARUH CACAT LAS TERHADAP PENGUJIAN TANGKI KAPAL BARGE DI PT JHONLIN MARINE TRANS Suci, Indah Melati; Sukarno; Fandu Ahmad, Daway
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cacat las terhadap hasil pengujian tangki kapal barge di PT Jhonlin Marine Trans melalui identifikasi jenis cacat, analisis penyebab secara ilmiah, serta evaluasi terhadap standar keberterimaan. Pengujian dilakukan menggunakan metode Non-Destructive Testing (NDT) berupa radiografi pada 29 titik sambungan las di area void tank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 dari 29 sambungan (20,68%) mengalami cacat, terdiri dari slag line (10,35%), porosity (6,89%), dan slag inclusion (3,44%), dengan slag line sebagai cacat dominan berdasarkan analisis Pareto. Secara metalurgi, slag line terjadi akibat heat input dan kecepatan pengelasan yang tidak optimal sehingga menyebabkan incomplete fusion dan terjebaknya terak antar lapisan. Porosity disebabkan oleh terperangkapnya gas selama proses solidifikasi akibat kelembapan lingkungan dan kontaminasi elektroda, sedangkan slag inclusion dipicu oleh pembersihan antar lapisan yang tidak sempurna. Faktor proses dan lingkungan menjadi penyebab utama, sementara faktor manusia berperan sebagai pendukung. Perbandingan hasil menunjukkan bahwa tangki tanpa cacat memenuhi kriteria keberterimaan, sedangkan tangki bercacat berpotensi mengalami kebocoran sehingga memerlukan perbaikan sebelum dinyatakan layak operasi.
PENINGKATAN KINERJA TERMAL ALAT PENGERING JAGUNG BERBASIS KOLEKTOR SURYA DENGAN MODIFIKASI GEOMETRI PELAT ABSORBER BERGELOMBANG Usman; Mahmuddin; Amar, Ishak; Lilih Wijayanto, Hendi; Alfian, Muhammad
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15437

Abstract

Modifikasi geometri pelat absorber merupakan salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan perpindahan panas pada kolektor surya, namun kajian eksperimental yang membandingkan secara langsung pengaruh bentuk gelombang segi empat dan setengah lingkaran terhadap kinerja sistem pengering jagung masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh geometri pelat absorber bergelombang segi empat dan setengah lingkaran terhadap kinerja termal kolektor dan performa pengeringan jagung menggunakan metode eksperimental langsung (direct experimental method) di bawah kondisi radiasi matahari alami. Pengujian dilakukan terhadap 6 kg jagung dengan kadar air awal 25,5% (basis basah) selama 360 menit, dengan interval pengamatan setiap 45 menit. Parameter yang dianalisis meliputi penurunan kadar air, kecepatan udara, laju aliran massa udara (ṁa), energi panas berguna (QU), dan efisiensi termal kolektor (ηth). Efisiensi termal tertinggi dicapai pada interval pengeringan menit ke-225, yaitu sebesar 39,8% untuk pelat segi empat dan 32% untuk pelat setengah lingkaran. Hasil menunjukkan bahwa pelat absorber segi empat memberikan kinerja lebih baik dibandingkan setengah lingkaran: kadar air akhir yang dicapai sebesar 9,2% berbanding 10,8%; kecepatan udara maksimum masing-masing 0,9 m/s dan 0,8 m/s. Peningkatan performa ini dipengaruhi oleh luas permukaan efektif yang lebih besar serta turbulensi aliran yang lebih tinggi pada geometri segi empat, sehingga optimasi geometri absorber terbukti meningkatkan efektivitas sistem pengering surya.
Bahasa Inggris: Bahasa Inggris Safi'i, Muhamad; Irfan, Akhmad; Muhammad, Rouf; Suheri, Suheri; Effendi, Yafid
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15451

Abstract

Cavitation is a major issue in centrifugal pumps because it impacts their performance and efficiency. Experimental research was conducted to investigate the effect of the number of impeller blades and mass flow rate on the cavitation phenomenon in centrifugal pumps, as well as to characterize them. The Ebara brand centrifugal pump type 65x50 FSS4JA used in the TCU installation of the Casting Machine has a number of blades of 4 and 6 with a fixed inclination angle of 60° as the object of research. The fluid mass flow rate varies with values ​​of 1.67 kg/s, 3.33 kg/s, 5.67 kg/s, and 7.33 kg/s. The research findings show that the highest cavitation occurs in the centrifugal pump with 4 blades, with an NPSH value reaching 2.02 at a mass flow rate of 5.67 kg/s, while the lowest value is found in the pump with 6 blades with an NPSH of 1.88 at a mass flow rate of 7.33 kg/s. A 6-blade centrifugal pump operating at a mass flow rate of 7.33 kg/s demonstrated the best results in this study and is feasible for field application. Keywords: Impeller, Cavitation, Pump, Centrifugal.
Analisis Overall Equipment Effectiveness dalam Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin Flow Mixer di PT ASI Wilarso; Bayu Hamengku Rizkiansyah; Asep Dharmanto; Asep Saepudin; Mujiarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15469

Abstract

Improving machine productivity and effectiveness is a crucial factor in maintaining the competitiveness of manufacturing companies. One approach to improving equipment performance is Total Productive Maintenance (TPM), with Overall Equipment Effectiveness (OEE) as the primary indicator. This study aims to analyze the effectiveness of the Flow Mixer machine at PT ASI's Mold Shop Department based on its OEE value, which comprises availability, performance, and quality. It also identifies the dominant factors causing low machine effectiveness using the Six Big Losses approach and a fishbone diagram. The research data were obtained from production data, planned and unplanned downtime, the number of defective products, and machine operating time during September–November 2025. The calculation results show that the Flow Mixer machine's OEE values ​​were 66% (September), 68% (October), and 68% (November), respectively, which are still below the world-class OEE standard of 85%. The main factors influencing the low OEE are breakdowns and process defect loss. Improvement proposals are based on the eight pillars of TPM, which focus on improving machine maintenance, operator skills, and standardizing work procedures. Implementation of the proposed improvements in December resulted in an increase in the OEE value to 72%. The results of this study demonstrate that consistent TPM implementation can improve the effectiveness of the Flow Mixer machine and the productivity of the production process.
Rancang Bangun Dies Pierching untuk Proses Pelubangan Cover Armrest Plastik Kursi di PT. XYZ Giardyan Komara; Asep Dharmanto; Wilarso; Hilman Sholih; Asep Saepudin; Dan Mugisidi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15471

Abstract

Proses pelubangan pada cover amrest plastik di PT. XYZ saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan gerinda tangan sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan kualitas serta rendahnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat dies plecing untuk meningkatkan presisi dan efisiensi proses pelubangan. Material cover armrest menggunakan plastik ABS dengan ketebalan 3 mm dan nilai shear strength sebesar 67 MPa. Perancangan dies dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodesk Fusion 360, kemudian diproduksi menggunakan mesin CNC milling dan diuji mesin press berkapasitas 15 Ton. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan gaya pelubangan sebesar 8,46 tonf untuk dua lubang. Pengujian menunjukkan bahwa dies piercing mampu menghasilkan lubang sesuai spesifikasi dimensi dan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan dari 90 set per shift pada proses manual menjadi 1.920 set per shift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dies piercing efektif meningkatkan presisi proses serta efisiensi produksi pada komponen cover armnest plastik.
Perancangan dan Pengujian Kolektor Surya Plat Datar Bergelombang untuk Pemanasan Air Domestik di Iklim Tropis Baso Alauddin; Haslinda
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi performa termal kolektor surya plat datar dengan absorber bergelombang untuk aplikasi pemanasan air domestik di iklim tropis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya konsumsi energi rumah tangga untuk pemanasan air serta belum optimalnya pemanfaatan energi surya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental melalui perancangan, fabrikasi, dan pengujian kolektor berukuran 2 m² dengan variasi laju aliran fluida sebesar 1,0; 2,0; dan 3,0 L/menit pada kondisi radiasi surya aktual. Parameter performa yang dianalisis meliputi laju panas berguna (Qu) dan efisiensi termal (η). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolektor dengan absorber bergelombang mampu meningkatkan performa dibandingkan kolektor konvensional. Efisiensi termal maksimum yang dicapai sebesar 75,8% pada laju aliran 3,0 L/menit, dengan peningkatan efisiensi sekitar 25,5% dibandingkan absorber datar. Laju panas berguna meningkat hingga 26,3%, yang menunjukkan efektivitas geometri bergelombang dalam meningkatkan perpindahan panas akibat peningkatan luas permukaan dan turbulensi aliran. Selain itu, sistem mampu menghasilkan energi panas rata-rata sebesar 7,2 kWh/hari, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air panas domestik dan berpotensi menghemat energi listrik hingga 1.898 kWh/tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa kolektor surya plat datar bergelombang merupakan solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan aplikatif untuk pemanasan air domestik di wilayah tropis. Hasil ini memberikan kontribusi penting berupa data empiris dan rekomendasi desain yang dapat digunakan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis surya di Indonesia.
ANALISIS PENGGUNAAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA DENGAN PRESENTASE 0,5%, 1%, DAN 1,5% PADA ALAT ELEKTROLISIS HHO Ryan; Hermana, Rifki; Burhanuddin, Aan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15520

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak di Indonesia mengalami kenaikan pada setiap tahun. Kementrian ESDM menyatakan bahwa pada tahun 2023 penggunaan bahan bakar minyak mencapai 505 juta barel atau 80 juta kiloliter. Penggunaan hidrogen sebagai sumber energi pada alat las HHO dapat berpotensi untuk mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Metode yang dipakai untuk menghasilkan gas HHO salah satunya yaitu dengan menggunakan generator HHO tipe kering dry cell dan memakai plat stainless steel 316 sebagai elektroda. Untuk metode ini, sistem yang digunakan yaitu penguraian air (H2O) menjadi gas hidrogen (H) dan oksigen (O2) melalui proses elektrolisis dengan bantuan elektrolit. Penggunan HHO pada alat las memiliki beberapa kelebihan, seperti api yang menyala lebih panas dan stabil serta kemampuan untuk memotong dan menyambung logam dengan presisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Laju produksi gas dari generator HHO berdasarkan variasi persentase katalis serta pengaruh perbedaan ampere terhadap laju produksi gas generator HHO. Teknik pengumpulan data melalui metode triangulasi (integratif), dengan analisis bersifat induktif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase katalis, semakin besar laju produksi gas. Konsentrasi katalis kalium hidroksida sebesar 1,5% menghasilkan laju produksi optimal dibandingkan dengan konsentrasi 0,5% dan 1%. Semakin besar volume air, semakin lama waktu yang diperlukan untuk melarutkan larutan elektrolit sebagai konduktor arus listrik. Peningkatan kandungan KOH dalam air meningkatkan konduktivitas listrik, sehingga larutan elektrolit menjadi lebih jenuh dan pekat. Selain itu, semakin tinggi arus ampere, semakin tinggi laju produksi gas, dengan ampere 30A menghasilkan produktivitas brown’s gas tertinggi dibandingkan 25A dan 20A. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah dan kepadatan muatan elektron yang mempercepat pencapaian elektroda dan pembentukan gelembung gas hidrogen. Penambahan KOH (kalium hidroksida) menyebabkan perubahan warna pada larutan elektrolisis HHO, semakin banyak KOH yang digunakan, senakin pekat pula warna larutannya. Peningkatan arus Listrik (ampare) serta penambahan katalis dapat mempercepat proses pembentukan gelembung gas HHO, sehingga bisa menghasilkan lidah api lebih Panjang untuk pengelasan.
Analisis ANALISIS PENGARUH TEKANAN BAN TERHADAP LAJU KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA KENDARAAN HEMAT ENERGI URATE EVO-7 PANDAWA TEAM Nugroho, Ilham Ariosepto; Anis, Samsudin; Kurniawan, Ahmad Khusom; Laroybafih, Muhammad Bagus
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15586

Abstract

Krisis energi akibat menurunnya ketersediaan bahan bakar fosil mendorong pengembangan kendaraan hemat energi, salah satunya melalui upaya pengurangan rolling resistance pada ban kendaraan Urate Evo-7. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan ban terhadap waktu akselerasi, jarak gelincir, dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan variasi tekanan ban sebesar 55 psi, 65 psi, 75 psi, dan 85 psi. Pengujian dilakukan di Sirkuit Mijen Semarang sepanjang 2,7 km dengan empat kali percobaan pada setiap variasi tekanan ban. Parameter yang diamati meliputi waktu tempuh satu lap, jarak gelincir kendaraan dari kecepatan 32 km/jam hingga berhenti tanpa pengereman, serta konsumsi bahan bakar yang diukur menggunakan buret, stopwatch dan pita ukur, kemudian dianalisi secara deskriptif dan komparatif. Tekanan ban 85 psi menghasilkan jarak gelincir rata-rata sepanjang 778 meter dan konsumsi bahan bakar rata-rata  18 ml dengan efisiensi mencapai 450 km/l. Kendaraan Pandawa Team dapat meningkat sebesar 34,5% dibandingkan tekanan ban 55Psi. Diikuti pengurangan waktu saat berakselerasi sebesar 10,6 % dan jarak gelincir saat mesin dimatikan mengalami peningkatan 17,5%. Secara keseluruhan, hal ini didasari perbedaan tekanan ban pada kendaraan, sehingga nilai rolling resistance menurun akibat dari tekanan ban yang lebih besar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kendaraan hemat energi berbasis optimasi tekanan ban.

Page 1 of 1 | Total Record : 10