cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman
ISSN : 20872305     EISSN : 26152282     DOI : -
Core Subject : Education,
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman — ISSN (print) 2087-2305. diterbitkan oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang sebagai media pengembangan kajian tentang ilmu-ilmu pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar) dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
ANALISIS KESULITAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS IV PADA SOAL CERITA MATEMATIKA Hijrilliawanni, Dhea Rizqkhita; Kuncoro, Septian Zuhri; Nihmah, Septiyani Zahrotun; Riswari, Lovika Ardana
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v14i2.9082

Abstract

Matematika adalah suatu ilmu yang mengajarkan disiplin sehingga siswa dapat meningkatkan cara beragumen dan berfikir, serta berkonstribusi pada penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari serta memberikan dukungan pengembangan ilmu pengetahuan & teknologi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu memberikan acuan kepada guru agar dapat memberikan pembelajaran dengan muatan kemampuan siswa untuk menyelesaikan pemecahan matematis pada anak SD kelas IV sekolah dasar. penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif  Responden Penelitian ini berjumlah 3 siswa sekolah dasar kelas IV. Pengumpulan data ini menggunakan teknik wawancara dengan peserta didik yang kesulitan terhadap soal cerita matematika dan mudah menjawab soal cerita matematika.  Hasil penelitian memperlihatkan beberapa kesulitan pemecahan matematis pada anak SD kelas IV pada materi soal cerita matematika Berdasarkan hasil data analisis penelitian ini anak usia SD memiliki kendala : 1). Kesalahan dalam membuat rumus matematika dan memaknai bahasa, ini karena penalaran matematis siswa masih rendah. 2). Anak melakukan kesalahan pada saat merencanakan pemecahan masalah dalam mengaitkan konsep satu dengan lainya, ini karena adanya pemikiran humanistic. 3). Anak tidak tepat dalam mengaplikasikan rumus matematika dalam pelaksanaan rencana pemecahan masalah, ini disebabkan pemikiran humanistic dan penalaran (reasoning) anak kurang tepat. Dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan cara pandang guru yang mengalami kesulitan dalam mengatasi siswa yang kesulitan belajar soal cerita matematika pada anak SD kelas IV
KARAKTERISTIK PENDIDIK ABAD 21 Ishmatullah, Ahmad Rifqi; Samkhi, Samkhi; Savira, Sheren Virgia
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v14i2.8739

Abstract

 Karakteristik guru pada pembelajaran abad 21 menempatkan diri sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Guru sebagai fasilitator bertugas untuk membimbing peserta didik dalam menggali ilmunya, serta mengarahkan peserta didik dalam pembelajaran, serta memberikan fasilitas yang layak bagi peserta didik. Tugas seorang pendidik bukan hanya sebatas mengajar di dalam kelas, akan tetapi pendidik juga mempunyai tugas membimbing serta mengarahkan peserta didiknya untuk mencapai masa depan mereka cemerlang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik pendidik abad 21 yang menjadi penentu keberhasilan dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Cipocok Jaya 3. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Negeri Cipocok 3 telah mampu menunjukkan karakteristik pendidik abad 21 yang dapat dilihat dari berbagai kemampuan yang dimilikinya. Beberapa kerakteristik pendidikan yang nampak adalah kemampuan guru dalam proses pembelajaran, kompetensi pengembangan kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional dalam pembelajaran.
KARTU PINTAR BERBASIS VIDEO ANIMASI TIGA DIMENASI BERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA JAWA Tsalis, Najmah Millenia; Widagdo, Arif
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v15i1.10883

Abstract

Penggunaan kosakata Bahasa Jawa di SDN Petompon 01 Semarang belum optimal. Hal ini disebabkan anak kurang berlatih berbicara Bahasa Jawa dan juga penggunaan media pembelajaran yang masih minim. Sehingga peneliti mengembangkan media pembelajaran kartu pintar berbasis Video Animasi Tiga Dimensi dengan pengintegrasian kearifan lokal untuk menumbuhkan semangat dan meningkatkan penggunaan kosakata Bahasa Jawa di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis R&D (Research and Development) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 61 dari hasil prestest dan nilai postest menunjukkan adanya kenaikan rata-rata nilai siswa sebesar 67,5333 dengan rincian kenaikan presentase 41% pada hasil pretest dan 44% pada serta terdapat 10 peserta didik yang tidak tuntas dan 6 peserta didik yang tuntas sehingga data disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi tiga dimensi cukup layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Jawa karena hasil yang didapatkan telah tercapai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS I Umasyithoh, Wahidatun Nisa; Izharifa, Febrisa Rifda; Lestari, Puji; Ermawati, Diana
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v14i2.9136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas I pada mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantuan media pembelajaran wordwall. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Tangart. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SD 6 Tanjungrejo tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 28 siswa yang terdiri 10 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan tes dan non tes dengan instrumen penelitian berupa tes tertulis, lembar wawancara dan hasil dokumentasi. Data diperoleh, dianalisis, dan direfleksikan dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa yang dibuktikan dengan data awal siswa yang lulus hanya 12 siswa dari 28 siswa atau 43% saja. Kemudian pada siklus I siswa yang lulus meningkat yaitu sebanyak 22 siswa dari 28 siswa atau 78,57%. Selanjutnya pada siklus ke II siswa yang lulus meningkat menjadi 27 siswa dari 28 siswa atau 96,42%. Penelitian ini berhasil meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas I melalui model pembelajaran Talking Stick berbantuan media pembelajaran wordwall.
PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 5 MI MA’RIF GLOBAL SALATIGA Anthony, Albarra Rifqi; Titikusumawati, Eni
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v14i2.9021

Abstract

Kreatifitas guru merupakan faktor yang mempengaruhi minat belajar mata pelajaran Matematika. Penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya peengaruh yang signifikan antara kreatifitas guru terhadap minat belajar mata pelajaran Matematika siswa kelas V di MI Ma’arif Global Salatiga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kreatifitas guru terhadap minat belajar Matematika siswa kelas V MI Ma’arif Global Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan total jumlah responden berjumlah 23 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner untuk menjaring data kreatifitas guru dan minat belajar mata pelajaran Matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh antara kreatifitas guru dengan minat belajar mata pelajaran Matematika siswa kelas V MI Ma’arif Global, kecamatan Sidorejo, kota Salatiga. Tampak bahwa variabel X (kreatifitas guru) sebesar 14, tanda b “+” berarti pengaruh kreatifitas guru adalah positif. Adapun bentuk persamaan garis regresi adalah Y = 14 + 0,641X.
CIPP EVALUATION MODEL IN LEARNING IN MADRASAH IBTIDAIYAH Rahmayanti, Jesica Dwi; Chusnah, Nuning Isfa' Nisaul; Suparto, Suparto
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v15i1.10917

Abstract

This research aims to describe the CIPP evaluation model at Madrasah Ibtidaiyah. The research uses a type of library research with a content analysis method to explore data that has been collected through the Google Scholar database and books in online libraries related to the topic being studied. The research results show that the CIPP evaluation model is carried out comprehensively to understand the activities of a particular program, starting from the emergence of the idea to the results obtained from the program created. The basic concept of the CIPP model is to evaluate several components including context, input, process and product. The CIPP model has several objectives including context evaluation to serve planning decisions, input evaluation, structuring decisions, process evaluation, to serve implementing decisions, product evaluation, to serve recycling decisions. Compared to other evaluation models, the CIPP model has several advantages, namely being more comprehensive, having a holistic approach, having the potential to move in the area of formative and summative evaluation, being able to provide a good basis for making decisions and policies as well as preparing further programs. However, apart from these advantages, of course there are also disadvantages. The shortcomings of the CIPP evaluation model are that it is too concerned with where the process should be rather than the reality in the field, tends to focus on rational management, application in the field of classroom learning has a low level of implementation.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI SUDUT DAN SIMBOL SISWA KELAS III SD MELALUI MEDIA PATATIK Septiana, Eka; Ermawati, Diana; Kironoratri, Lintang
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v14i2.9492

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari kurangnya pemahaman konsep siswa pada pembelajaran tema yang dibuktikan dari hasil wawancara dan observasi dengan data nilai ulangan harian memperoleh presentase ketidaktuntasan 56% muatan Matematika dan 50% pada muatan Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep dengan menerapkan media pembelajaran Patatik  (Papan Pintar Tematik) pada materi sudut dan simbol siswa kelas III SD. Media Patatik merupakan media Papan Pintar Tematik yang digunakan untuk pembelajaran tema khususnya muatan Matematika dan Bahasa Indonesia. Pemahaman konsep merupakan kemampuan memahami materi untuk diungkapkan kembali dalam bentuk lainnya. PTK ini dilaksanakan di kelas III SDN Sumberjo dengan subjek penelitian 18 siswa. Penelitian ini berlangsung selama 2 siklus yang terdiri dari 2 pertemuan setiap siklusnya dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes pemahaman konsep. Uji validitas yang digunakan adalah validitas isi. Teknik pengumpulan data adalah tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pemahaman konsep siswa pada siklus I memperoleh presentase klasikal sebesar 61% dengan kategori cukup kemudian mengalami peningkatan pada siklus II memperoleh presentase klasikal sebesar 83% dengan kategori baik.
PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA BROKEN HOME: PERSPEKTIF ELIZABETH B HURLOCK Survia, Desty; Benyamin, Rusyana
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v15i1.10068

Abstract

Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga juga merupakan sebuah kelompok yang terbentuk dari hubungan (konsepsi) laki-laki dan wanita yang telah diikat dalam suatu perkawinan, berlangsung lama untuk menciptakan serta membesarkan anak atau keturunan dalam sebuah keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu dan kehadiran anak-anak. Berbeda dengan keluarga yang mengalami perceraian atau broken home sehingga membuat anak hanya berada dalam pengasuhan salah satu dari orangtua saja dan membuat pemenuhan peran orangtua yang tidak dapat berjalan semestinya dalam mengasuh dan mendidik anak. hal ini bisa berpengaruh terhadap karakter anak. Karakter sangat erat berkaitan dengan emosi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan emosional seorang anak dari keluarga broken home. Subyek penelitian ini adalah seorang anak lelaki yang berusia 7 Tahun yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan beberapa informan yaitu guru wali kelas, ibu (orangtua) dan anak yang bersangkutan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua (ibu/ayah) dan keluarga lain (kakek, nenek, bibi, paman) juga guru berperan dalam kehidupan sehari-hari anak. Hasil penelitian ini dapat mengemas dan merepresentasikan kontribusi orang tua dan guru dalam membangun emosional anak yang broken home.
ORANG TUA SEBAGAI ROLE MODEL BAGI PENINGKATAN LITERASI ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL Hernawati, Sari; Arifa, Nur; Mazaya, Nur Widad; Himawati, Ulya; Azizah, Fadhilatul Amalya; Suyati, Suyati
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v15i1.11018

Abstract

Dewasa ini, arus digitalisasi semakin deras, interaksi anak dengan media digital semakin intens sehingga orangtua memiliki peran penting dalam menjaga dan mengawasi literasi anak terkhusus anak usia sekolah dasar. Media digital seperti tablet maupun gadget dapat membawa hal positif dan negatif bagi perkembangan kognitif anak pada usia sekolah dasar.  Jika merujuk pada permendikbud, pasal 7 ayat 5 peraturan Menteri nomor 137 tahun 2014 yang berbunyi “pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal membutuhkan keterlibatan orangtua dan orang dewasa serta akses layanan yang bermutu” (permendikbud, 2014). Oleh karena itu orang tua harus bisa menjadi role model atau panutan bagi anak dalam upaya peningkatan literasi pada anak. Artikel ini akan membahas tentang bagaimana peran orang tua sebagai contoh bagi anak dalam menyeimbangkan penggunaan media digital bagi anak sehigga minat baca anak usia sekolah dasar menjadi meningkat. Dengan menggunakan metode kualitatif library research penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa peran orang tua sebagai role model dalam kegiatan sehari-hari di rumah dapat berdampak pada peningkatan  literasi anak usia sekolah dasar.   
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA PADA MATERI KESEIMBANGAN EKOSISTEM MELALUI PENERAPAN MEDIA VISUAL (POWER POINT) SISWA KELAS VI DI MI NU MAWAQI’UL ULUM Sutrisno, Sutrisno
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v14i2.9519

Abstract

Pembelajaran IPA di MI NU Mawaqi’ul Ulum Medini  Undaan Kudus selama ini proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan penugasan mengerjakan LKS. Sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah dan hanya pendidik yang aktif, sedangkan siswa menjadi pasif. Peneliti ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI di MI NU Mawaqi’ul Ulum Medini  Undaan Kudus, materi pokok keseimbangan ekosistem dengan penerapan media visual power point dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang penulis peroleh dari penelitian tindakan kelas. Kemudian, penelitian ini menggunakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI MI NU Mawaqi’ul Ulum Medini  Undaan Kudus. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I, II sampai tes akhir, yaitu Pra Siklus siklus memperoleh 53,26% dengan bahwa nilai terendah siswa adalah 20 dan nilai tertinggi siswa adalah 80, siklus I nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 90. Sehingga rata-rata baru mencapai 68,42% dari 70 penialian minimum, tes akhir pada siklus II terdapat 17 siswa atau 81% siswa yang mencapai ketuntasan belajar dan 2 atau 19% siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Simpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan media visual power point dapat meningkatkan hasil belajar IPA khususnya pada materi pokok keseimbangan ekosistem, serta penerapan media visual ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA. Keefektifan penerapan media visual ini memberi kemudahan pada siswa dalam memahami materi pelajaran.

Page 11 of 13 | Total Record : 122