cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
pilar@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
pilar@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pilar
ISSN : 19785119     EISSN : 27763005     DOI : https://doi.org/10.26618/298dtd07
scientific publication journal that aims to support the development of Islamic studies in various fields of science, in the fields of education, economics, law, history by exploiting knowledge and practice for the benefit of humanity. Through this journal, it is hoped that the scientific community can contribute to the development of knowledge related to Islamic studies.
Articles 376 Documents
Islam dan Nasionalisme: Kontribusi Sejarah Islam terhadap Identitas Bangsa Indonesia Maryam, Hj
PILAR Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ey5je987

Abstract

Islam memiliki peran sentral dalam proses pembentukan identitas bangsa Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan lahirnya nasionalisme modern. Sejak kedatangannya ke Nusantara pada abad ke-13, Islam tidak hanya menjadi fondasi spiritual masyarakat, tetapi juga membentuk kesadaran sosial dan politik yang menekankan nilai persatuan, keadilan, serta solidaritas. Ulama, cendekiawan, dan organisasi Islam berkontribusi besar dalam memobilisasi rakyat untuk melawan kolonialisme, sekaligus menanamkan semangat kebangsaan. Peran tokoh-tokoh seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan HOS Tjokroaminoto menunjukkan bahwa Islam menjadi motor penggerak kesadaran nasional yang melampaui sekadar ikatan etnis atau kedaerahan. Selain itu, organisasi Islam seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama berhasil menggabungkan nilai-nilai Islam dengan cita-cita kebangsaan melalui gerakan pendidikan, kesehatan, dan sosial-politik. Hal ini menjadikan Islam sebagai kekuatan integratif yang mampu menyatukan masyarakat dengan latar belakang beragam. Lebih jauh, dalam proses perumusan dasar negara, Islam berperan signifikan dalam menciptakan konsensus kebangsaan yang melahirkan Pancasila sebagai fondasi bersama. Dengan menggunakan pendekatan historis-analitis, artikel ini menegaskan bahwa hubungan Islam dan nasionalisme di Indonesia bersifat harmonis dan saling menopang. Islam bukanlah kekuatan yang bertentangan dengan nasionalisme, melainkan memberikan legitimasi moral, ideologis, dan sosial bagi terbentuknya bangsa Indonesia. Pemahaman terhadap kontribusi sejarah Islam dalam pembentukan nasionalisme penting untuk memperkuat identitas kebangsaan, sekaligus menjadi landasan pendidikan bagi generasi muda agar mampu menghargai warisan sejarah yang mempertemukan nilai religius dengan cita-cita kebangsaan.
Dakwah Virtual dan Tantangannya dalam Perspektif Tafsir Al-Qur’an Kontemporer Mansyur, Saidin
PILAR Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1v2v2t29

Abstract

Fenomena dakwah virtual merupakan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi digital dan penetrasi media sosial dalam kehidupan masyarakat modern. Dakwah tidak lagi terbatas pada ruang fisik seperti masjid, majelis taklim, atau lembaga pendidikan Islam, tetapi telah merambah ruang maya yang interaktif dan tanpa batas geografis. Artikel ini membahas tantangan dakwah virtual dengan merujuk pada perspektif tafsir Al-Qur’an kontemporer, khususnya ayat-ayat yang menekankan pentingnya komunikasi, hikmah, serta kesabaran dalam menyampaikan risalah Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah relevansi pesan-pesan Al-Qur’an dengan praktik dakwah digital di era modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah virtual memiliki peluang besar dalam menyebarkan nilai Islam secara cepat dan luas, namun di sisi lain menghadapi tantangan serius seperti misinformasi agama, reduksi pesan dakwah menjadi konten hiburan, serta lemahnya otoritas keilmuan dalam dunia maya. Tafsir kontemporer atas ayat-ayat dakwah mengajarkan perlunya integrasi antara substansi pesan yang benar dengan etika komunikasi digital yang arif. Dengan demikian, dakwah virtual menuntut da’i untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga literasi digital agar dakwah tetap sesuai dengan spirit Al-Qur’an dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
The Role of Islamic Principles in Shaping Landscape Architecture: Insights from NTB, Sumenep, and Malaysia Asrun, Arti Manikam
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qz7aed60

Abstract

This study examines the integration of Islamic principles into landscape architecture, emphasizing the spiritual, ecological, and cultural dimensions of design. Using a qualitative descriptive approach, the paper explores theoretical foundations drawn from the Qur’an and classical Islamic landscapes, alongside empirical cases from Indonesia (West Nusa Tenggara and Sumenep) and Malaysia. The findings demonstrate that Islamic values such as tauhid (unity), mizan (balance), khalifah (stewardship), and ihsan (excellence) provide a normative framework for sustainable landscape design. In Indonesia, pesantren gardens, mosque courtyards, and royal landscapes illustrate how Islamic ethics are localized in vernacular ecologies, while in Malaysia, contemporary Islamic gardens in urban centers reflect institutionalized approaches to sustainable design. By combining Islamic environmental ethics with landscape theory, this research argues that Islamic landscapes are not merely historical relics but evolving practices that strengthen cultural identity, ecological resilience, and spiritual meaning in contemporary urbanism.
Optimalisasi Media Sosial Untuk Pengembangan Bisnis Digital Bebasis Syariah Hadirawati
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kcd9x045

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi bisnis, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran, komunikasi, dan penguatan brand. Dalam konteks bisnis berbasis syariah, optimalisasi media sosial tidak hanya berfokus pada peningkatan keuntungan, tetapi juga menekankan nilai-nilai etika, keadilan, dan keberkahan sesuai prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial dalam pengembangan bisnis digital berbasis syariah, dengan menekankan strategi komunikasi, konten yang sesuai syariat, serta keterlibatan konsumen yang berlandaskan kepercayaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif terhadap praktik bisnis syariah di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan, apabila dikelola dengan prinsip syariah seperti kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, optimalisasi media sosial dapat menjadi instrumen penting dalam penguatan daya saing bisnis digital berbasis syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi halal
Perbandingan Praktik Pemotongan Unggas: Rumah Potong Perusahaan Dan Pemotongan Mandiri Dalam Perspektif Hukum Islam Hardianti; Nursayang, Sitti; Jaya, Andi Hadi Indra; Akbar, Nur Ilham; Kaharuddin
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1rva8682

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan praktik pemotongan unggas di Rumah Potong Unggas (RPU) perusahaan dengan pemotongan mandiri dalam perspektif hukum Islam. Kebutuhan protein masyarakat Indonesia sebagian besar dipenuhi dari daging ayam, sehingga jaminan kehalalan dan kebersihan menjadi faktor utama bagi konsumen muslim. Dua metode pemotongan yang berkembang, yaitu RPU dengan standar operasional modern serta pemotongan mandiri di pasar tradisional, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. RPU unggul dalam aspek higienitas, kepatuhan terhadap regulasi, serta sertifikasi halal, sementara pemotongan mandiri lebih dekat dengan tradisi fiqh klasik, murah, dan mudah diakses, tetapi sering menghadapi masalah kebersihan dan keterlacakan produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, dengan sumber data primer berupa Al-Qur’an, Hadis, fiqh klasik maupun kontemporer, serta fatwa MUI, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan dokumen regulasi. Analisis dilakukan secara komparatif untuk menilai kesesuaian kedua praktik dengan prinsip halalan tayyiban. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara syariat, keduanya sah selama memenuhi syarat penyembelihan, namun dari perspektif maqashid syariah, pemotongan di RPU lebih mendukung perlindungan kesehatan dan kehalalan. Meski demikian, pemotongan mandiri tetap memiliki peran penting dalam ketersediaan pangan. Sinergi pengawasan halal, edukasi, dan peningkatan standar kebersihan menjadi kunci agar kedua model dapat memenuhi kebutuhan umat Islam akan daging ayam yang halal, sehat, dan aman.
Pembelajaran Aqidah Adaptif di Era Platform Digital Sahib, Muhammad Amin
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/fz8ybh12

Abstract

Peralihan ekosistem belajar ke platform digital (LMS, media sosial, aplikasi kuis adaptif) menuntut desain pembelajaran Aqidah yang mampu menjaga akurasi teologis sekaligus relevan dengan pola atensi dan kebiasaan digital generasi kini. Artikel ini mengajukan model “Pembelajaran Aqidah Adaptif (PAA)” yang mengintegrasikan: (1) microlearning untuk segmentasi konsep; (2) prinsip Multimedia Learning (kontiguitas, koherensi, modalitas) guna menekan beban kognitif; (3) latihan berjarak (distributed practice) dan retrieval practice untuk memperkuat retensi; (4) gamifikasi bermakna; serta (5) personalisasi/adaptivitas berbasis data pembelajaran. Sintesis bukti mutakhir menunjukkan microlearning, gamifikasi yang dirancang tepat, dan sistem adaptif berkontribusi positif pada hasil belajar dan keterlibatan; sementara tata kelola AI pendidikan menuntut kejelasan etika, transparansi, dan perlindungan data. Artikel ini juga menawarkan rancangan penelitian campuran (mixed methods) dan peta implementasi pada PAI/Aqidah Indonesia, termasuk indikator hasil belajar kognitif-spiritual, engagement, serta metrik beban kognitif. Implikasi praktis mencakup blueprint perangkat ajar modular, rubrik asesmen, dan standar kualitas konten Aqidah lintas platform
PEMIKIRAN DAN KEBERPIHAKAN ISLAM PADA SISTEM EKONOMI DUNIA MENDATANG Yasen, Syahruddin
PILAR Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/10t10e43

Abstract

AbstrakBagaimna kalau seorang perempuan musuh menyelinap menjadi kekasih dan menggunting habis sumber kekuatan kekasihnya? Bagaimana kalau kepiawaian politik si kancil bisa menaklukkan Gajah, harimau, buaya, ataupun anjing pak tani, yang selama ini menginjak-injaknya? Bagaimana kalau kaum buruh (atau proletar; atau apa pun) yang selama ini ditindas, bersatu dan menumbangkan sentra-sentra kekuatan kapitalisme? Bagaimana kalau perempuan bersatu dalam sebuah gerakan pan-feminisme untuk mendekonstruksikan semua hegemoni pria? Adakah Tuhan betu-betul tega membela yang lemah dengan membunuh anak lelaki sulung dari setiap keluarga suku yang kuat? Bagaimana….dan bagaimana…. Seterusnya bagaimana, kiamat, titik.Pertanyaan beruntun Alois ini seharusnya menjadi pertanyaan-pertanyaan milenium, abad ke-21 yang merupakan abad megamoralitas. Sementara perbudakan adalah cara hidup normal pada zaman keemasan filsafat Yunani. Imperialisme adalah cara hidup normal pada zaman keamanan Romawi. Namun sisa-sisa perbudakan dalam bentuk diskriminasi dan politik apartheid baru terhapus dari muka bumi pada abad ke-20. penjajahan baru hapus dari sebagian besar wilayah bumi pada abad ke-20. Adakah pembebasan berarti menaklukan yang menindas, dalam keduanya, terhadap ditemukan satu kata kunci, yakni penaklukan moralitas ekonomi yang banyak ragamnya?Kata kunci : Megamoralitas, virture, distribution, ntangibility, Inseparability, Varibility, Perishabilty.
MEMOTRET ‘GELIAT’ HUKUM ISLAM DI INDONESIA: Sebuah Pertarungan Konstitusional Sadat, Anwar
PILAR Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vp61pq76

Abstract

AbstrakPada saat para pendiri Negara ini akan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, muncul keberatan dari penduduk bagian timur Indonesia yang kebanyakan non-Muslim. Mereka khawatir bila Piagam Jakarta dijadikan dasar Negara maka mereka yang non Muslim akan termarjinalisasikan dan akan menjadi warga Negara kelas dua. Mereka mengancam akan keluar dari Indonesia bila hal itu dipaksakan. Untuk itu melalui tindakan yang bijak, para pendiri Negara setuju agar sila pertama dalam Piagam Jakarta yang menyatakan Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama ditambah dengan empat sila yang lain yang dikenal dengan sebutan Pancasila kemudian dijadikan sebagai dasar Negara. Kompromi seperti menjadikan Indonesia tidak murni menjadi Negara sekuler tapi juga tidak menjadi Negara Islam.Kata kunci: islamic activism, syariat islam, pancasila, kontitusi.
INTERAKSI PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK BERPRESTASI Razak, Abd Rahim
PILAR Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4jaj0e96

Abstract

AbstrakHidup bersama antara manusia berlangsung di dalam berbagai bentuk perhubungan, di dalam berbagai jenis situasi. Tanpa adanya proses interaksi di dalam hidup manusia, tidak mungkin mereka dapat hidup bersama. Proses interaksi itu mungkin terjadi, karena kenyataan bahwa manusia pada hakekatnya memiliki sifat sosial yang besar. Setiap proses interaksi terjadi dalam ikatan suatu situasi, tidak di tempat atau ruang yang hampa. Dengan demikian, maka ada berbagai jenis situasi yang memberi kekhususan pada proses interaksi, misalnya interaksi belajar mengajar atau interaksi edukatif. Namun dalam uraian ini akan dibatasi penjelasan mengenai interaksi belajar mengajar. Sebagai fasilitator, ialah menyediakan situasi dan kondisi yang dibutuhkan oleh individu yang belajar. Sebagai pembimbing, ialah memberikan bimbingan kepada siswa agar mampu belajar dengan lancar. Sebagai motivator, ialah memberi dorongan semangat agar siswa mau dan giat belajar. Sebagai organisatoris, ialah mengorganisasikan kegiatan belajar mengajar siswa maupun guru. Sebagai manusia sumber, dimana guru dapat memberikan informasi apa yang dibutuhkan oleh siswaKey Word: motivasi, intelegensi, psikis, TIK Guru, faktor internal, eksternal.
KORUPSI DAN INTEGRITAS PUBLIK: Perspektif Nilai Budaya Bugis dan Al-Qur’an Yusuf, Muhammad
PILAR Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7dhfxa42

Abstract

AbstractThis article suggests integration between prominent values of the Bugis culture and internalization of values of Islamic doctrine in protecting and preventing corruption. This paper gives us view about the urgency of values of local wisdom which are discovered from principle of values of culture of Bugis which are relevant with values of Islamic doctrine. There are two principle opinions which serve as basis for that. First, Indonesian people have various local cultures which otomatically bring about glorious values which very closed to their life. Second, Indonesian people are the largest population of muslims in the world, where populations more than 80% are muslims, so approach to Islamic doctrine that is a relevant. Unfortunately, base on statistics data, Indonesia naowdays always the most corrupt nations in the world, whereas the corruption contradicts values both their cultures and Islamic doctrine which the both teach honesty and integrity. And, the step must start from reformation and reorientation of education, that is based on the values.Key words: Corruption, local wisdom, Islam, Bugis, values.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025 Vol 16, No 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol 15, No 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol 14, No 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol 13, No 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol 12, No 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 11, No 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol 9, No 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol 9, No 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol. 5 No. 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol 3, No 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol 3, No 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol. 1 No. 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 Vol 1, No 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 More Issue