cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
pilar@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
pilar@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pilar
ISSN : 19785119     EISSN : 27763005     DOI : https://doi.org/10.26618/298dtd07
scientific publication journal that aims to support the development of Islamic studies in various fields of science, in the fields of education, economics, law, history by exploiting knowledge and practice for the benefit of humanity. Through this journal, it is hoped that the scientific community can contribute to the development of knowledge related to Islamic studies.
Articles 376 Documents
METODE DEMONSTRASI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN FIQIH Dewanti, Rahmi; Fajriwati, A
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8784y804

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas metode demonstrasi pada mata pelajaran fiqih kelas VII di MTS Guppi Sapakeke, upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk peningkatan efektivitas metode demonstrasi dalam mata pelajaran fiqih kelas VII di MTS GuppiSapakeke, faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan metode demonstrasi dalam mata pelajaran fiqih kelas VII di MTS GuppiSapakeke. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru Fiqih dan Peserta Didik. Instrument penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: 1) Penggunaan metode demonstrasi yang dilakukan terhadap siswa kelas VII MTS GuppiSapakeke yaitu sangat efektif di karenakan siswa dapat secara langsung setelah di jelaskan maksud dan tujuannya siswa bisa langsung menyaksikan guru fiqih untuk memberikan contoh terhadap siswa sehingga siswa dapat menyaksikan secara langsung lalu peserta didik pun ikut serta mempraktekkan kegiatan tersebut seperti tayamum, wudhu dan sholat. 2) Upaya-upaya yang dilakukan yaitu: langkah awal mejelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan penggunaan metode demonstrasi sesuai dengan materi yang diajarkan.Menyiapkan siswa agar bisa lebih fokus pada materi yang akan diajarkan. Adanya diskusi atau sharing setelah penggunaan metode demonstrasi terhadap siswa. 3) faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat yaitu: fartor pendukungnya adalah dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan kongkrit, dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari dengan tepat dan jelas, dapat menambah pengalaman anak didik, proses pengajaran lebih menarik, dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran bersifat kongkrit, siswa dirangcang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri. Faktor yang kedua yaitu penghambat, faktor-faktor tersebut bisa berasal dari siswa, guru, sarana, prasarana, keterbatasan waktu dan sebagainya.
KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 2 MANUJU KABUPATEN GOWA Elli, Elli
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qz1s6a23

Abstract

Penelitian ini menganalisis kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam, pengembangan kualitas pembelajaran dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat kreativitas Guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Manuju Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data bersumber dari dua sumber, yakni sumber data primer dan sekunder, sedangkan instrumen dan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, pedoman wawancara dan data dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kreativitas guru agama islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah kemampuan untuk menemukan pemikiran tentang ide-ide baru dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan pengamalan, khususnya pengetahuan tentang Pendidikan Agama Islam. Guru sebelum melakukan pembalajaran dikelas guru selalu melakukan, perencanaan, pelaksaan dan evaluasi, pada tahap perencanaan guru membuat rancangan pembelajaran yang di dalamnya terdapat silabus, dan RPP, pada pelaksanaan guru melaksanakan proses pembelajaran yang sudah direncanakan di RPP sedangkan tahap evaluasi yaitu guru membuat tentang materi pembelajaran, hal tersebut untuk mengetahui sejauh mana siswa paham terhadap materi pembelajran yang di ajarkan,  kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Manuju khususnya Pendidikan Agama Islam meningkat karena mampu menciptakan suasana yang kondisif pada saat proses pembelajaran berlangsung. Motivasi belajar siswa dapat dilihat dari semangat siswa balajar, kemandirian siswa dalam belajar dan kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu, faktor pendukung kreativitas Guru dalam meningkatkan  kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Manuju Kabupaten Gowa adalah salah satunya peran serta orang tua siswa, misalnya membagi waktu antara pekerjaan dengan anak ataupun keluarga, mendidik dan membimbing anak kejalan yang lebih baik, serta menanamkan nilai dan norma pada anak yang sudah mulai luntur. Dengakan faktor penghambat kreativitas guru yaitu kurangnya perhatian orang tua siswa, serta sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai,dan lingkungan luar sekolah yang tidak mendukung.
PENANAMAN AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK MELALUI METODE BERCERITA DI SEKOLAH DASAR NEGERI MANNURUKI Masnan, Sulaeman
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/bm8zc949

Abstract

Tujuan untuk Mengetahui konsep penerapan metode bercerita SD Negeri Mannuruki, untuk mengetahui proses penerapan metode bercerita dalam penanaman akhlak mulia peserta didik di SD Negeri Mannuruki, untuk mengetahui hasil penerapan metode bercerita dalam penanaman akhlak mulia peserta didik di SD Negeri Mannuruki. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sember data dalam penelitian adalah Guru dan peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu taknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: konsep awal penerapan metode bercerita di SD Negeri Mannuruki yaitu materi yang mencakup dalam RPP, buku kisah-kisah, dan alat peraga, al-Quran dan kitab hadist. Dalam penerapan metode bercerita di SD Negeri Mannuruki sudah tercipata dengan baik yang dimana sangat membantu peserta didik untuk memahami pembelajaran sehingga dapat menarik simpati peserta didik dan tidak merasa bosan. Serta hasil yang diperoleh dari proses penerapan metode bercerita dapat dilihat dari respon peserta didik yang cukup baik bagaimana peserta didik telah dapat memahami pesan-pesan moral yang disampaikan oleh guru serta melaksanakan pesan-pesan yang mengenai akhlak mulia adapun faktor pendukung yaitu, Kebiasaan atau tradisi yang ada di SD Negeri Mannuruki seperti kebiasaan mengucapkan salam ketika masuk atau keluar dari kelas, Kesadaran para peserta didik, Adanya kebersamaan dalam diri masing-masing guru dalam penanaman akhlak mulia peserta didik, Motivasi dan dukungan dari kedua orangtua dan faktor penghambat yaitu, Latar belakang siswa yang kurang mendukung, Lingkungan masyarakat atau pergaulan, Kurangnya sarana dan prasarana, Pengaruh tayangan televisi.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN: KONSEP, KARAKTERISTIK DAN IMPLIKASI DALAM MEMANDIRIKAN GENERASI MUDA Hasan, Hurriah Ali
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4kk81869

Abstract

Kajian ini menjelaskan tentang pentingnya pendidikan kewirausahaan diberikan kepada generasi muda melalui pendidikan formal, agar mereka dapat membangun kemandirian dalam meningkatkan kesejahteraan. Banyak pihak yang menilai bahwa untuk membangun kewirausahaan, seseorang harus memiliki bakat dan keterampilan, sehingga tidak semua individu dapat terlibat dalam kegiatan kewirausahaan tersebut. Namun dengan semakin terbatasnya lapangan pekerjaan sementara jumlah penduduk usia kerja yang terus bertambah, tidak dapat lagi diserap oleh lapangan kerja yang terbatas. Penyelesaian yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah lapangan kerja yang sempit dan pengangguran yang tinggi adalah dengan mendorong generasi muda agar terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. Karena itu, banyak negara yang telah menerapkan konsep pendidikan kewirausahaan dalam pendidikan formal pada tingkat pendidikan tinggi. Tujuan pendidikan kewirausahaan tersebut adalah membantu individu yang ‘tidak’ memiliki jiwa kewirausahaan, dapat membangun rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas dan inovasi serta berani mengambil risiko. Kajian ini menjelaskan konsep pendidikan kewirausahaan pada tingkat pendidikan formal, di mana keterlibatan pendidik sangat menentukan bagaimana proses mendorong minat generasi muda untuk ikut terlibat dalam kewirausahaan.
KEDUDUKAN FILSAFAT DALAM ISLAM Masang, Azis
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/zzesf715

Abstract

Kedudukan filsafat dalam Islam mengalami pasang surut pemuliaan dan kecaman, yang merupakan sebuah keniscayaan ketika didiskusikan. Persoalan seputar harmonisasi filsafat dan Islam, mengalami diskursus harmonisasi dalam perdebatan yang panjang. Sebagian ulama dan ilmuwan berpendapat bahwa Islam dan filsafat berbeda secara diametral, di mana Islam dan filsafat mempunyai domain yang tidak bisa disatukan. Namun tidak sedikit pula mencoba mengharmoniskan dan mensintesakan keduanya, dimulai oleh Al-Kindi, diteruskan oleh Al-Farabi, dan disempurnakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd. Al-Kindi menganggap bahwa tujuan filsafat ialah menemukan hakekat sejati benda-benda melalui penjelasan-penjelasan kausal. Al-Kindi mempertemukan agama (Islam) dengan filsafat, dengan menyebutkan bahwa filsafat adalah ilmu tentang kebenaran dan agama juga adalah ilmu tentang kebenaran pula. Sementara Al-Farabi berhasil menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam, yang dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. Ibnu Sina berargumen bahwa Allah menciptakan dunia melalui emanasi. Berdasarkan pendapat para filsuf tersebut, kajian ini menjelaskan bahwa filsafat dan agama (Islam) memiliki keterkaitan yang erat yang saling berselaras sebagai bagian dari Ilmu pengetahuan.
METODE PAUD DALAM PERSPEKTIF HADITS TEMATIK TARBAWY Masang, Azis
PILAR Vol. 9 No. 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/zcky1f70

Abstract

Pendidikan adalah faktor penting terhadap eksistensi sebuah peradaban. Melalui pendidikan yang benar, maka kemajuan suatu bangsa dapat tercapai. Pendidikan lslam selalu meramaikan isi alam ini dengan generasi-generasi terbaik, mengisi hidup secara sempurna dengan akhlak al-Quran, kejujuran, etika, budi pekerti, harga diri, keamanan, kepercayaan, kesungguhan, semangat kerja, keluhuran, dan kebajikan. Keberhasilan anak usia dini merupakan landasan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya. Keberhasilan menanamkan nilai-nilai rohaniah (keimanan dan ketakwaan pada Allah Swt.) dalam diri peserta didik, terkait dengan satu faktor dari sistem pendidikan, yaitu metode pendidikan yang dipergunakan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan ilahiyah, sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan dengan mudah dikuasai peserta didik. Dalam mendidik, Rasulullah Saw. menggunakan perumpamaan sebagai satu metode pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada sahabat, sehingga materi pelajaran dapat dicerna dengan baik. Metode ini dilakukan dengan cara menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, mendekatkan sesuatu yang abstrak dengan yang lebih konkrit. Rasulullah juga mengajarkan dengan tindakan dan contoh amalan. Untuk menentang kebiasaan orang Arab yang membenci anak perempuan, Rasulullah Saw. menyelisihi kebiasaan mereka, bahkan dengan menggendong cucu perempuannya dalam shalat. Karena bagaimanapun, seorang pendidik besar di mata anak didiknya, berdasar apa yang dilihat dari gurunya akan ditirunya. Karena anak didik akan meniru dan meneladani apa yang dilihat dari gurunya, maka wajiblah guru memberikan teladan yang baik. Rasulullah sejak awal sudah mencontohkan dan melakukan metode pendidikan yang tepat kepada ummatnya. yang dilakukan sangat akurat dan tepat dalam menyampaikan ajaran Islam.Kata kunci: Pendidikan anak; metode pendidikan; PAUD
PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM KARTU KELUARGA SEJAHTERA Masnan, Sulaeman; Nashir, Ahmad
PILAR Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/t99bkt95

Abstract

Permasalahan kemiskinan merupakan masalah yang multi dimensi, yang sulit dicari solusi tepat untuk menyelesaikannya. Meski sejak era kemerdekaan pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa program dalam pengentasan kemiskinan dari program peningkatan kesejahteraan pasca kemerdekaan sampai dengan program khusus penanggulangan kemiskinan. Penanganan kemiskinan dengan model sistem kesejahteraan sosial di berbagai negara, dikenal empat model sistem, yang didasarkan pada alokasi anggaran yakni; 1) model universal di mana pemerintah menyediakan jaminan sosial kepada semua warga negara secara melembaga dan merata; 2) model institusional, yaitu jaminan sosial dilaksanakan secara lembaga di mana konstribusi skim jaminan sosial berasal dari tiga pihak (payroll contribution), yakni pemerintah, dunia usaha dan pekerja; 3) model residual yaitu jaminan sosial dari pemerintah lebih diutamakan kepada kelompok lemah, seperti orang miskin, cacat dan pengangguran; dan 4) model minimal, yaitu Anggaran negara untuk program sosial sangat kecil, hanya di bawah 10 persen dari total pengeluaran negara. Di banyak daerah di Indonesia, pemerintah menggunakan konsep Program Kartu Keluarga Sejahtera untuk penanganan kemiskinan. Di kabupaten Sinjai, Program Kartu Keluarga Sejahtera telah berjalan dengan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Tim Pengendali Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai dan terkordinasi dengan baik oleh Pemerintah Desa dan seluruh element yang terlibat mulai dari tahap sosialiasi sampai proses pembagian bantuan yang telah dilakukan secara transparan. Program ini sangat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, guna menigkatkan kualitas gizi utama masyarakat agar terhindar dari malanutrisi.Kata kunci: Kemiskinan, Penanganan Kemiskinan, Program Kartu Keluarga Sejahtera
PERBANDINGAN TRANSAKSI PEMBAYARAN SISTEM OVO DAN CASH Amri, Ulil; Mustamin, St Walida
PILAR Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/pz0y2s74

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dikomunitas Grab dan pengguna ovo pada grab di kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara sistem pembayaran menggunakan ovo dan sistem pembayaran yang menggunakan cash terhadap grab yang ditinjau dari sisi Hukum Ekonomi Syariah. Dalam penelitian ini terdiri dari 4 variabel di antaranya ovo, cash, grabpay dan hukum ekonomi syariah. Dengan total sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyebar kuesioner atau angket dan wawancara. Selanjutnya data yang diperoleh tersebut diolah dengan menggunakan metode Smart PLS 2.0M3 Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel ovo memiliki pengaruh yang sangat signifikan karena nilai thitung lebih besar dari ttabel terhadap variabel cash dan variabel grab berpengaruh signifikan positif dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel terhadap variabel Hukum Ekonomi Syariah.Kata kunci: Transaksi Pembayaran; Ovo; Cash
DARURAT MEMBOLEHKAN YANG DILARANG Hamzah, Nur Asia
PILAR Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/111pm864

Abstract

Hukum Islam pad hakikatnya dimaksudkan untuk menjaga kemuliaan manusia dan memelihara kepentingannya, baik yang bersifat khusus maupun umum. Syariat-syariat langit menentukan ada lima kebutuhan yang berisikan: menjaga kehidupan manusia dengan mengharamkan membunuhnya, menjaga kehormatannya, menjaga akalnya, menjaga hartanya, dan menjaga agamanya, maka dibutuhkan kaidah-kaidah sebagai patokan umum bagi para pengkaji al Qur’an. Makalah ini menjelaskan mengenai hakikat darurat, dalil-dalil yang membolehkan sesuatu yang haram dalam keadaan darurat, batasan dan hikmah darurat, dan kaidah-kaidah yang terkait dengan darurat. Syariat menjadikan suatu kondisi darurat sebagai pengecualian untuk mengangkat/menghapus hukum asal taklifi yang berkaitan dengan tuntutan dan larangan. Dalil dari al kitab dan al sunnah yang menunjukkan disyariatkannya beramal dengan hukum-hukum pengecualian ketika dalam keadaan darurat dan dikuatkan hal tersebut dengan dengan dua prinsip yaitu, kemudahan dan menghilangkan kesusahan dan kesulitan, yang keduanya merupakan dua asas dalam agama Islam dan syariatnya. Hal tersebut dijelaskan dalam berbagai ayat dalam Al Qur'an, yang membolehkan untuk melanggar ketentuan yang dilarang karena untuk memelihara jiwa dari kebinasaan. Meskipun al Qur’an mengizinkan untuk melakukan sesuatu yang dilarang akan tetapi bukan berarti kemudahan (kebebasan) yang diberikan ini bersifat mutlak, akan tetapi di sana ada batasan yang harus diperhatikan. Karena itu harus dipahami bahwa dalam kondisi darurat, si pelaku tidak mempunyai maksud untuk melakukan larangan dan melampaui batas, sehingga dia tidak melakukannya ketika mampu menahan diri. Yang dimaksud darurat adalah hal-hal yang berkait dengan kekhawatiran terhadap kematian saja. Darurat ialah posisi seseorang yang sudah berada dalam batas maksimal. Jika ia tidak mau mengkonsumsi sesuatu yang dilarang agama ia bisa mati atau hampir mati, atau khawatir salah satu anggata tubuhnya bisa celaka. Dengan demikian, hikmah darurat adalah rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya, jika Dia mensyariatkan beberapa ketentuan hukum yang dapat menerangi jalan mereka dalam urusan-urusan dunia dan akhirat. Begitu juga untuk menghilangkan kesempitan dari orang-orang mukallaf, dan menjaga keselamatam nyawa orang yang bersangkutan.Kata Kunci: Hukum Islam; Kaidah Darurat; Membolehkan yang Dilarang
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN WARISAN NOMOR NO: 254/PDT.G/2019/PA SGM DI PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA KELAS IB Rustam, Wahidah; Mansyur, Saidin
PILAR Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ywc82h47

Abstract

Jenis penenlitian ini adalah ekspost facto, yang analisis datanya dilakukan secara deskriptif kualitatif dan pengelola datanya dilakukan dengan cara observasi langsung ke lapangan tempatnya di pengadilan agama sungguminasa kelas 1b, kemudian dilakukan wawancara berbagai informan dan sumber yang berkompeten. Tujuan peneliti ini yaitu (1) untuk mengetahui faktor yang mendorong terjadinya sengketa warisan antara penggugat dan tergugat serta (2) memperoleh gambaran tinjauan hakim pengadilan agama sungguminasa dalam memutuskan No: 254/Pdt.G/2019/PA SGM. Berdasarkan pada penelitian diproleh kesimpulan bahwa (1) Faktor yang menjadi sengketa warisan adalah penggugat sebagai isteri yang sah dari pewaris belum mendapat harta warisan atau harta peninggalan dari pewaris oleh karena itu tindakan para tergugat yang menguasai semua harta warisan peninggalan pewaris telah merugikan dan merampas hak waris penggugat dan hak waris 2 (dua) orang anak penggugat sebagai anak kandung pewaris. (2) Gambaran tinjauan hakim pengadilan agama sungguminasa dalam memutuskan No: 254/Pdt.G/2019/PA SGM. Gugatan Penggugat kabur tidak jelas dan tidak sempurna dan cacat Hukum tidak berdasar Hukum sebagaimana yang diterapkan oleh HIR Pasal 118 dan pasal 120 dalam point 5.6.7 dan Hukum acara Peradilan Agama UU No.7 tahun 1989. Maka maka menurut putusan gugatan penggugat dinyatakan ditolak.Kata kunci: Tinjauan Yuridis; Putusan Warisan; Pengadilan Agama

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025 Vol 16, No 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol 15, No 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol 14, No 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol 12, No 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 11, No 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol 9, No 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol. 9 No. 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol 9, No 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol 3, No 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol 3, No 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol. 1 No. 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 Vol 1, No 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 More Issue