cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 440 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DAN SELF EFFICACY PESERTA DIDIK SMP Salsabila Azalia; Abdul Kadir; Nur Anwar
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ax92qs37

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literasi matematis dan self efficacy peserta didik SMPN 4 Lhokseumawe. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non- equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas VII, yaitu kelas VII-1 sebagai kelompok eksperimen dan VII-2 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 36 peserta didik. Data diperoleh melalui tes literasi matematis dan angket self efficacy, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan MANOVA dengan bantuan SPSS 27. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL memperoleh rata-rata literasi matematis dan self efficacy lebih tinggi dibandingkan dengan model konvensional. Uji MANOVA juga mengindikasikan bahwa PBL memberikan pengaruh signifikan dengan kontribusi 39,1% pada literasi matematis dan 43,7% pada self efficacy. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis sekaligus memperkuat self efficacy peserta didik SMP.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: E-MODUL ETNOLAST DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Eko Andy Purnomo; Minnatul Ulum; Abdul Aziz
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qabw2q24

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepraktisan dan kevalidan e-modul etnolast berbasis etnomatematika (menggunakan budaya pada bangunan Lawang Satus Tegal) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, serta mengkaji pemanfaatannya dalam Kurikulum Merdeka sebagai sarana mendukung Profil Belajar Pancasila. Metode: Penelitian ini merupakan kajian Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan kerangka PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, ERIC, dan Publish or Perish, dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil: Kemampuan pemecahan masalah merupakan komponen krusial dalam matematika karena memberi siswa peluang memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan untuk menyelesaikan masalah kompleks. E-modul yang dikembangkan mampu mengintegrasikan budaya lokal bangunan Lawang Satus Tegal sebagai konteks pembelajaran geometri garis dan sudut, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan bermakna. Pengembangan dan penggunaan e-modul dengan pendekatan etnomatematika terbukti valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Simpulan: Penelitian selanjutnya disarankan untuk merancang dan mengembangkan e-modul berbasis etnomatematika yang lebih variatif dengan dukungan teknologi digital interaktif, serta menelaah tingkat efektivitasnya melalui pendekatan penelitian eksperimen yang melibatkan subjek dan latar budaya yang lebih luas.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING Nur Hani Hasibuan; Veri Pramudia Fadli; Sundut Azhari Hasibuan; Kholidah Sitanggang
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/2zcabe04

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII SMP N 1 Barumun pada tahun ajaran 2024–2025. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D. Bahan ajar yang dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), buku guru, dan buku siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII SMP N 1 Barumun. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sebesar 90% dengan kategori “sangat valid”. Tingkat kepraktisan bahan ajar mencapai 91,73% dengan kategori “sangat praktis”, dan efektivitasnya sebesar 86,67%. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dari 16,67% pada pre-test menjadi 86,67% pada post-test setelah menggunakan bahan ajar berbasis reciprocal teaching. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar matematika menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Bahan ajar yang dikembangkan terbukti sangat valid, sangat praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran di kelas VII SMP N 1 Barumun.
METODE PEMBELAJARAN BRAIN-BASED LEARNING DENGAN STRATEGI KONSTRUKTIVISME MENINGKATKAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Muh Sahidun; Muchamad Sobri Sungkar
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/38g4w022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya penalaran matematis siswa akibat metode konvensional yang kurang aktif serta belum mengoptimalkan potensi kerja otak dan pembentukan pengetahuan secara mandiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa melalui penerapan metode brain-based learning berbasis konstruktivisme. Metode: Menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experiment), melibatkan 58 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes penalaran matematis mencakup indikator pengenalan pola dan manipulasi matematika. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Sample T-test, uji Paired Sample T-test, dan uji N-gain guna mengukur tingkat kemampuan penalaran matematis siswa.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen mengalami peningkatan rata-rata signifikan 15,65 (Sig. 0,000), melampaui kelas kontrol (6,65). Uji N-gain membuktikan efektivitas brain-based learning mencapai 44,11%, jauh mengungguli kelas kontrol yang hanya 18,17%. Simpulan:  Penelitian ini membuktikan bahwa sinergi lingkungan berbasis kerja otak dan konstruksi pengetahuan mandiri signifikan meningkatkan penalaran matematis. Implikasinya, Brain-Based Learning menjadi solusi praktis bagi pendidik untuk mentransformasi pembelajaran konvensional menjadi lebih dinamis, sekaligus melatih siswa memecahkan masalah secara sistematis, aktif, dan mandiri.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN KONTEKS OBJEK WISATA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Amelina Putri; Maimunah; Nahor Murani Hutapea; Ahmadi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rmkqfd68

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII MTs Baitul Amal Pekanbaru pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026 melalui penerapan model Problem Based Learning dengan konteks objek wisata lokal pada materi rasio. Metode: Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas VII MTs Baitul Amal Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 82% pada Siklus I menjadi 92% pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 74% menjadi 88%. Hasil belajar matematika siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kenaikan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dari 38,89% pada kondisi awal menjadi 50% pada Siklus I dan 66,67% pada Siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 65,1 pada kondisi awal menjadi 71,6 pada Siklus I dan 77,6 pada Siklus II. Simpulan: Penerapan model Problem Based Learning dengan konteks objek wisata lokal dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar matematika siswa pada materi rasio. Model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang kontekstual untuk membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih bermakna.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI BANGUN RUANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMECAHAN MASALAH Budi Halomoan; Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti; Magrifah Rizki Berutu; Luna Windasari Panggabean; Indri Flora Br Ginting
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/chy8db71

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembelajaran bangun ruang di kelas IX serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam penerapan Problem Based Learning (PBL) sebagai alternatif strategi pembelajaran. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 35 Medan. Data dikumpulkan melalui observasi awal, wawancara dengan guru, serta observasi implementasi pembelajaran berbasis PBL. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi siswa, ketergantungan pada prosedur rutin, serta kesulitan dalam memulai langkah pemecahan masalah. Implementasi PBL menunjukkan adanya indikasi perubahan positif berupa meningkatnya keterlibatan siswa, berkembangnya interaksi kolaboratif, serta kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi penting dan merumuskan strategi penyelesaian. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ditemukan, seperti alokasi waktu diskusi yang relatif panjang dan adanya sebagian siswa yang kurang aktif. Simpulan: Secara keseluruhan, penerapan PBL memberikan gambaran adanya perbaikan dalam proses pembelajaran bangun ruang serta potensi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL dapat dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran untuk mendukung kompetensi abad ke-21 dalam pendidikan matematika, khususnya pada materi geometri tiga dimensi.
GAYA BELAJAR, PEMROSESAN INFORMASI, DAN BEBAN KOGNITIF DALAM BELAJAR MATEMATIKA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Sofia Edriati; Neviyarni
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/r0gbh214

Abstract

Tujuan: Mensintesis temuan mutakhir tentang gaya belajar, pemrosesan informasi, dan beban kognitif dalam pembelajaran matematika melalui tinjauan literatur sistematis terhadap artikel terindeks Scopus periode 2016–2025, serta menelaah keterkaitan antara gaya belajar, kapasitas memori kerja, beban kognitif, dan performa matematika berdasarkan kerangka psikologi kognitif (model memori Atkinson dan Shiffrin, Cognitive Load Theory/CLT, dan model VARK). Metode: Tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dan pendekatan bibliometrik terhadap delapan artikel terpilih dari jurnal terindeks Scopus periode 2016–2025. Hasil: Kapasitas memori kerja dan pengelolaan beban kognitif merupakan faktor kunci penentu performa matematika; faktor afektif (regulasi diri dan math anxiety) memengaruhi efektivitas penggunaan sumber daya kognitif; gaya belajar dan gaya kognitif berkaitan dengan variasi mekanisme pemrosesan informasi serta alokasi sumber daya kognitif; pembelajaran berbasis teknologi berpotensi mengurangi extraneous cognitive load dan mendukung pembelajaran adaptif. Simpulan: Desain pembelajaran matematika perlu mempertimbangkan tahapan pemrosesan informasi, keterbatasan memori kerja, dan perbedaan karakteristik peserta didik untuk mengoptimalkan hasil belajar.
KESIAPAN KOGNITIF MAHASISWA CALON PENDIDIK MATEMATIKA DITINJAU DARI PENGUASAAN MATERI MATEMATIKA SEKOLAH Suparni
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/w5xht469

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil analisis kesiapan kognitif mahasiswa calon pendidik ditinjau dari penguasaan materi matematika sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode mixed methods. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa Pendidikan Matematika FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menempuh mata kuliah Telaah Materi Matematika Sekolah pada semester genap tahun akademik 2024/2025 sebanyak 96 mahasiswa. Pengumpulan data melalui tes uji kompetensi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil tes dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil wawancara dan analisis dokumen dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil: Hasil uji kompetensi menunjukkan bahwa sebanyak 56% (53 dari 96) mahasiswa penguasaan materi matematikanya tergolong rendah, 39% (38 dari 96) tergolong sedang, dan 5% (5 dari 96) mahasiswa tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih belum menguasai materi matematika sekolah secara memadai karena hanya 44% mahasiswa yang mampu menguasai minimal 60% materi matematika sekolah yang diujikan. Simpulan: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam rangka mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional perlu upaya dari pihak terkait untuk lebih meningkatkan kesiapan mahasiswa calon pendidik terutama dalam menguasai matematika sekolah. Upaya yang bisa dilakukan antara lain dengan menganalisis faktor penyebab dan peningkatan penguasaan materi matematika sekolah melalui pembelajaran yang lebih inovatif.
PENGEMBANGAN LKPD MENGGUNAKAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK Rizqa; Atma Murni; Yenita Roza
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/68yvx660

Abstract

Tujuan: Mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Guided Discovery Learning pada materi relasi dan fungsi untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis peserta didik kelas VIII SMP/MTs. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP di kota Pekanbaru pada tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil: LKPD yang dikembangkan dinyatakan sangat valid berdasarkan penilaian validator dengan rata-rata skor validasi sebesar 97,45%. Selain itu, LKPD dinilai sangat praktis berdasarkan angket respon peserta didik, dengan skor praktikalitas 90,71% pada uji kelompok kecil dan 89,50% pada uji kelompok besar. Simpulan: LKPD dengan model Guided Discovery Learning pada materi relasi dan fungsi ini layak digunakan oleh peserta didik SMP/MTs kelas VIII dalam pembelajaran matematika karena telah memenuhi kriteria sangat valid dan sangat praktis.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT Yudha Apri Yana; Gunawan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6eca5j25

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan proses berpikir kritis siswa introvert dan ekstrovert dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan indikator berpikir kritis menurut Ennis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive melibatkan 28 siswa SMP Negeri 02 Kembaran yang disaring menjadi 4 siswa sebagai sample. Instrumen kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian dengan kategori HOTS, sedangkan kepribadian diukur menggunakan tes angket Eysenck Personality  Inventory (EPI) dan didukung wawancara yang diukur   berdasarkan indikator Ennis. Analisis  data  meliputi  reduksi data,  penyajian  data,  dan  penarikan  kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa introvert memahami masalah secara mendalam,dan unggul pada indikator elementary clarification, basic support, dan inference. Sebaliknya, siswa ekstrovert lebih fleksibel dalam pemilihan strategi, dan percaya diri dalam memberikan penjelasan lanjutan, sehingga unggul pada indikator advanced clarification dan strategy and tactics, Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa kepribadian memiliki peran signifikan terhadap cara siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan strategi pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan karakter masing-masing untuk memaksimalkan potensi mereka.