cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS" : 22 Documents clear
PERAN PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS di SMK Suprianto, Arik; Efendi, Farid; Yayuk, Erna
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p3d7e146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Project-Based Learning (PjBL) berbasis digital dalam meningkatkan soft skills peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan dunia kerja abad ke-21 yang menuntut lulusan SMK tidak hanya memiliki kompetensi teknis (hard skill), tetapi juga keterampilan lunak (soft skill) seperti komunikasi, kerja sama tim, tanggung jawab, dan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi peserta didik, guru, kepala program keahlian, kepala sekolah, dan mitra industri di salah satu SMK swasta yang ada di Kota Malang yang telah menerapkan LMS (Learning Management System) dalam pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berbasis digital mendorong peserta didik untuk lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas secara kolaboratif. LMS juga berperan penting dalam memfasilitasi komunikasi, dokumentasi proses kerja, dan refleksi pembelajaran secara berkelanjutan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa integrasi teknologi dalam pendekatan PjBL tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi penguatan soft skills peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel dan kolaboratif antara sekolah dan dunia industri guna mendukung kesiapan kerja lulusan SMK di era digital.
Mempersiapkan Guru Bahasa Indonesia sebagai Profesional di Era 5.0: Meningkatkan Kompetensi melalui Pelatihan dan Pembangunan Berkelanjutan Zain, Rahayu Alfatu; Khasanah, Niswatun; Yayuk, Erna
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/akzb8783

Abstract

Era Society 5.0 menuntut transformasi pendidikan yang menempatkan guru Bahasa Indonesia sebagai aktor strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berbasis teknologi. Dalam konteks ini, pengembangan kompetensi guru tidak lagi cukup berfokus pada keterampilan teknis semata, tetapi harus mencakup literasi digital, agensi pedagogis, serta keterlibatan ilmiah. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyintesiskan berbagai model pengembangan kompetensi guru Bahasa Indonesia berdasarkan lima artikel ilmiah utama yang relevan dengan era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan teknik konten berbasis matriks tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil kajian mengidentifikasi lima model dominan: (1) Adaptive Professionalism Model (Tran Minh), (2) Contextual Digital Competency Model (Grisma et al.), (3) Sustainable Digital Transformation Model (Vorotnykova), (4) Reflective and Collaborative Agency Model (Averina & Kuswandono), dan (5) Academic Engagement-Based Development Model (Tias & Tongjean). Masing-masing model memiliki keunggulan kontekstual, namun belum sepenuhnya menjawab kompleksitas tantangan era Society 5.0 secara terpadu. Oleh karena itu, pendekatan hibrida yang mengintegrasikan kekuatan kelima model tersebut direkomendasikan sebagai strategi yang paling efektif. Rekomendasi meliputi: pelatihan berbasis konteks lapangan, penguatan refleksi profesional, pemanfaatan teknologi adaptif, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan. Temuan ini berkontribusi terhadap perumusan strategi pengembangan kompetensi guru Bahasa Indonesia yang lebih relevan, holistik, dan aplikatif dalam menghadapi era digital-humanistik Society 5.0.
RELASI MAKNA DALAM KUMPULAN LAGU MADURA ANALISIS KAJIAN SEMANTIK Wahyuni, Titik
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/gd0vb641

Abstract

Artikel ini meneliti tentang relasi makna yang terdapat di dalam lagu daerah Madura. Menurut Riemer terdapat empat komponen penting dalam menganalisis relasi makna yakni, antonimi, meronimi, hiponimi dan sinonimi. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menganalisis sebanyak tiga lagu daerah Madura yang berjudul tandu’ majeng, pajjher laghu, dan kembheng malate pote. Tujuan ketiga lagu ini dipilih karena pertama, peneliti ingin terus melestarikan keberadaan lagu-lagu daerah, kedua di dalam lagu-lagu tersebut mengandung makna yang mendalam terkait dengan nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat Madura. Agar pesan tersebut tersampaikan peneliti tertarik untuk menelitinya menggunakan analisis kajian semantik pada relasi makna. Adapun pengumpulan data melalui teknik membaca dan memahami secara mendalam dari teks lagu yang telah dipilih. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan enam langkah menurut Creswell yang terdiri dari mengorganisir, mengkodekan, mendeskripsikan, menyajikan, menafsirkan, dan memvalidasi data. Untuk memvalidasi temuan peneliti menggunakan member checking agar ditinjau kembali hasil yang telah ditemukan. Befrdasarkan hasil pembahasan, temuan ini menunjukkan relasi makna yang terdapat di dalam ketiga lagu daerah Madura yang terdiri dari empat komponen penting menurut Riemer yakni, antonimi, meronimi, hiponimi, dan sinonimi. Hasil temuan pada penelitian ini dapat mempermudah pembaca atau pendengar dalam memahami makna yang terdapat di dalam lagu-lagu daerah. Selain itu, melalui pesan-pesan yang sangat mendalam yang terdapat pada lagu-lagu daerah Madura dapat menjadikan  motivasi bagi masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Madura.
NILAI-NILAI ETIKA DALAM LONTAR SARASAMUSCAYA: KAJIAN ISI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER Ayu Made Dwi Antari, Ida; Gede Anadhi, I Made
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jgtyxk23

Abstract

Lontar Sarasamuscaya merupakan salah satu teks sastra religius Hindu yang sarat dengan ajaran moral dan etika kehidupan. Teks ini tidak hanya menjadi pedoman spiritual umat Hindu, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang relevan dengan pembentukan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai etika yang terkandung dalam Sarasamuscaya, serta menganalisis relevansinya terhadap pendidikan karakter di era modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian isi (content analysis). Data diperoleh melalui telaah teks Sarasamuscaya dan diperkuat dengan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Sarasamuscaya terkandung berbagai nilai etika seperti kejujuran (satya), pengendalian diri (dama), welas asih (karuṇā), kesabaran (kṣamā), serta kewajiban menjalankan dharma. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pilar-pilar pendidikan karakter yang dicanangkan dalam dunia pendidikan Indonesia, seperti religius, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, ajaran dalam Sarasamuscaya sangat relevan dijadikan sumber penguatan pendidikan karakter, khususnya bagi peserta didik di lingkungan pendidikan berbasis agama Hindu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum berbasis nilai dan mendorong pelestarian sastra lontar sebagai sumber ajaran moral yang luhur.Kata Kunci: Sarasamuscaya, Nilai Etika, Pendidikan Karakter
METODE PELAJARAN BAHASA PADA TARI WALI BARIS BUGBUG DI DALEM GEDE SELAUNGAN, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI Triawidya, Pande; Suardika, I Komang; Anadhi, I Made Gede
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j7ekxg67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis metode pelajaran bahasa yang terkandung dalam Tari Wali Baris Bugbug di Dalem Gede Selaungan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Tari sakral ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai medium penting untuk transmisi dan pelestarian bahasa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap bagaimana bahasa diajarkan secara implisit maupun eksplisit dalam konteks pertunjukan tari. Temuan menunjukkan bahwa metode pelajaran bahasa dalam tari ini melibatkan penggunaan mantra, kidung, dan dialog yang diucapkan atau dinyanyikan, memperkenalkan kosa kata dan struktur bahasa dalam konteks fungsional. Selain itu, gerakan tari, simbolisme visual kostum, dan ekspresi non-verbal penari berperan sebagai elemen pendukung yang memperkuat pemahaman makna bahasa. Interaksi sosial selama pertunjukan juga menciptakan lingkungan belajar yang imersif. Dengan demikian, Tari Wali Baris Bugbug merupakan sebuah model pembelajaran bahasa tradisional yang memanfaatkan warisan budaya lokal sebagai sarana efektif untuk pendidikan dan pelestarian bahasa. Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan praktik budaya ini untuk memastikan transmisi bahasa dan pengetahuan lokal kepada generasi mendatang.
PENGEMBANGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA HEYZINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA SESKOLAH MENENGAH PERTAMA Sugilestari, Tuti; Hendriana, Heris; Isnaini, Heri
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/d50p3405

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning atau PjBL) yang didukung oleh media interaktif Heyzine, guna meningkatkan kemampuan siswa SMP dalam menulis teks cerita fantasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi sepuluh langkah, meliputi: identifikasi kebutuhan dan masalah, pengumpulan informasi relevan, perancangan produk, validasi desain oleh para ahli, revisi desain awal, uji coba terbatas, revisi lanjutan, uji coba luas, perbaikan akhir, dan penyusunan produk final. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes menulis. Subjek yang dilibatkan dalam proses uji coba terdiri dari 9 siswa dalam kelompok kecil dan 23 siswa dalam uji coba lapangan. Hasil validasi yang dilakukan oleh dua ahli materi dan dua ahli media menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan berada dalam kategori sangat layak untuk digunakan di kelas. Efektivitas model dinilai melalui perbandingan hasil tes menulis cerita fantasi sebelum dan sesudah penerapan media. Analisis data dengan menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar secara signifikan setelah penggunaan media. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model PjBL berbasis media interaktif Heyzine terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa. Produk akhir yang dihasilkan telah tervalidasi dan berpotensi untuk diterapkan secara luas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah pertama.
“DO YOU NEED ENGLISH IN YOUR JOB?” SELF-EXPERIENCE FROM THREE INDONESIAN ALUMNI OF NON- ENGLISH DEPARTMENT Shobaha, Shohiyah; Syarofi, Abdullah
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/21gr1173

Abstract

It is truthfully common that all colleges in Indonesia put English as the compulsory subject that must be learnt to improve the quality of alumni which enable them to compete in their future career. This study aims to find the perception of three Indonesian alumni of non-English department on English learning in university and their perspective on the use of English in their workplace based on their current self-experiences. This study employed a narrative inquiry design while the data were collected by using semi-structured interviews. Lastly, the data found were descriptively analyzed. The result of the present study confirms that three participants basically have awareness about the importance of English for their future career since they were in academic years, but their positive perspective turns to be slightly negative since they feel unsatisfied with the English teaching at college in the term of the materials taught and the method applied. However, their positive perspective about the importance of English in various sectors is strengthened by their real experience after coming to the career life. The result of this study is expected to give the new insight for students who are in the university-academic years about the urgency to learn English even though they are not majoring at English department and hopefully can be feedback for English lecturers who teach in non-English major to do improvement of teaching method and materials. The upcoming study expectantly can be conducted to investigate the comparation of the English needs between fresh graduate alumni and experienced alumni.      
CULTURAL REPRESENTATION IN THE POETRY GROUP " THE PEN'S CREATION OF BORNEO" RIFFATERE STUDY Ilham, Muhammad Ilham; Wijiati, Iva Ani
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/r00t8y22

Abstract

The research is a form of attention to the culture of the Tidung tribe which has a significant role as a culture that has distinctive characteristics in Indonesia but is threatened with extinction due to coexistence with transmigration communities and the influence of globalization. This research focuses on the representation of the ethnic culture of the Tidung tribe in the poem "Bucin" Culture and Love by border students in North Kalimantan, namely the introduction, perception, and meaning given by individuals in local context groups. This research uses an analysis of 7 cultural elements in the Tidung tribe through poetry verses. The research method used in this research is descriptive qualitative through the analysis techniques of identification, analysis, and conclusion. Based on the results of the research analysis, it was found that 3 cultural elements (social organizations, livelihoods, local-scale arts, and language in the Bucin poetry collection "Culture and Love" have their own characteristics. Social organizations with an attitude of openness, simplicity, and mutual respect for differences. Livelihoods with the characteristics of producing ironwood/red wood and carvings as a community living on the coast. Art as a characteristic of Tidung culture as a form of conveying the meaning of all forms, objects, and colors used in it. Furthermore, language has characteristics as diction used according to the type of ritual of the Tidung tribe.
LANGUAGE USED BY ENGLISH TEACHERS IN A BILINGUAL SCHOOL IN INDONESIA Antini, Ni Komang Ayu; Putu Artini, Luh; Nyoman Padmadewi, Ni
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/q5twz149

Abstract

This study aims to describe how English teachers use language in the learning process in bilingual schools and explore students’ opinions on this use. This study was conducted in a private elementary school that implements a bilingual education maintenance model, with third-grade students who were not exposed to English at home. Data were collected through participant observation and semi-structured interviews, then analyzed using thematic analysis based on Gallagher (2015) theory. The results show that teachers use English as the primary language of instruction, but provide clarification in Indonesian to ensure student understanding. Interviews revealed that students feel helped by the use of bilingualism, especially in understanding the material, remembering vocabulary, and building language confidence. These findings suggest that bilingual teaching strategies can improve the quality of English learning at the elementary level.
NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN SULTAN AGUNG DALAM BABAD SULTAN AGUNG: KAJIAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS Wardani, Diah Ayu; Widyatwati, Ken
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qbh68v08

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai kepemimpinan Sultan Agung sebagaimana dikonstruksi dalam Babad Sultan Agung, menggunakan pendekatan strukturalisme Lévi-Strauss. Isu utama yang diangkat adalah bagaimana figur Sultan Agung dibentuk bukan semata-mata melalui legitimasi politik dan garis keturunan, melainkan melalui narasi simbolik dan spiritual dalam teks sastra tradisional Jawa. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menguraikan struktur naratif serta oposisi biner dalam Babad Sultan Agung yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan ideal menurut kosmologi Jawa. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik studi pustaka dan pembacaan mendalam terhadap teks babad. Analisis difokuskan pada tahapan transformasi tokoh (separation, transition, incorporation) serta pola oposisi seperti politik–spiritual, duniawi–ilahi, pusat–pinggiran, dan legitimasi biologis–spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sultan Agung dikonstruksikan sebagai pemimpin yang dipilih secara ilahiah, memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan luar biasa, menjalani asketisme yang mendalam, menjunjung tinggi keadilan, serta berperan sebagai otoritas keagamaan. Nilai-nilai kepemimpinan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Sultan Agung sebagai raja politik, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual dalam tradisi Islam-Jawa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Babad Sultan Agung menyajikan model kepemimpinan yang holistik, di mana kekuasaan politik diselaraskan dengan legitimasi spiritual dan tanggung jawab moral, membentuk figur raja ideal dalam pandangan budaya Jawa.

Page 1 of 3 | Total Record : 22