cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
Pemberdayaan Remaja Masjid di masa pandemi Covid-19 melalui workshop dan simulasi Konseling Sebaya Sari, Ratna; Saleh, M Nurul Ikhsan; Rahman, Diana Nur; Aisah, Anita
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7789

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat ruang gerak semua orang menjadi terbatas, termasuk pada diri remaja. Remaja yang semestinya bebas untuk bersosialisasi dan berinteraksi, kini terbatasi oleh ruang-ruang online. Remaja disibukkan dengan sekolah online yang membuat lebih sibuk di dunia maya daripada di dunia nyata. Hal ini, tidak hanya menimbulkan kebosanan bagi remaja, melainkan juga berefek pada kesehatan mental remaja, sehingga membutuhkan rekan yang dapat membantu permasalahan yang dialami. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji efektifitas metode workshop dan simulasi sebagai wahana pemberdayaan remaja masjid dalam peningkatan skill konselor sebaya di masa pandemi Covid-19. Pendekatan penelitian mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif atau mixed method. Metode pengumpulan data berupa observasi serta wawancara terstruktur, pretest dan posttest. Responden dalam penelitian ini adalah remaja masjid yang berjumlah 22 orang. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif teknik frekuensi. Adapun data kualitatif dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, verifikasi data dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini adalah berupa peningkatan pengetahuan dan kompetensi yang ditunjukkan remaja masjid setelah mengikuti rangkaian workshop konselor sebaya. Responden yang memiliki pemahaman yang baik pada materi posttest sebesar 87% dan dalam simulasi responden mampu melakukan praktik konseling sebaya sesuai panduan. Abstract: The Covid 19 pandemic limited everyone's space, including adolescents. Online spaces now limit youths who should be free to socialize and interact. Adolescents are preoccupied with online schools, which make them busier in cyberspace than in the real world. This case causes boredom for adolescents and affects their mental health, thus requiring partners to help their problems. This study intends to examine the effectiveness of workshop and simulation methods to empower mosque youth in increasing peer counselor skills during the Covid-19 pandemic. The research approach combines quantitative and qualitative methods (mixed method). The data collection methods were observation, a structured interview, pretest and posttest. Respondents in this study were 22 mosque youths. The quantitative data were analyzed by using descriptive statistics with frequency technique. The qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman technique consisting of data reduction, data verification, and data presentation. This study's result is increased knowledge and competence shown by mosque youth after participating in peer counselor workshops and simulations. Respondents who had a good understanding of the posttest material were 87%, and in the simulation, respondents were able to practice peer counseling according to the guidelines.
Pendekatan REBT Melalui Cyber Counseling untuk Mengatasi Kecemasan di Masa Pandemi COVID-19 Fakhriyani, Diana Vidya; Sa’idah, Ishlakhatus; Annajih, Moh Ziyadul
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i1.8463

Abstract

Masalah kecemasan akibat pandemi COVID-19 perlu mendapat perhatian khusus untuk diatasi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui konseling, dengan alternatif pendekatan Rational Emotive Behavor Therapy (REBT). Dalam hal ini, cyber counseling dapat dilakukan karena kondisi sekarang yang mengharuskan untuk physical distancing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri atau gejala kecemasan akibat pandemi COVID-19, serta kontribusi pendekatan Rational Emotive Behavor Therapy (REBT) melalui cyber counseling untuk mengatasi kecemasan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini, di mana subyek penelitian adalah konseli yang memiliki masalah kecemasan akibat pandemi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, ciri kecemasan subyek, meliputi aspek fisik, kognitif, emosi, dan perilakunya. Kedua, subyek mampu mengatasi kecemasan yang dialaminya. Ketiga, subyek mampu mengontrol pikiran negatif yang ditimbulkan akibat pandemi. Keempat, subyek dapat lebih menerima kondisi yang terjadi akibat pandemi. Kelima, subyek mampu melakukan kegiatan aktifnya sebagaimana biasanya meskipun terbatas, dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Memahami perilaku kemandirian belajar Siswa melalui perspektif Human Agency: Sintesis perspektif Human Agency Alfaiz, Alfaiz; Kadafi, Asroful; Yuzarion, Yuzarion; Aulia, Rahmadianti; Suarja, Septya; Mulyani, Rila Rahma; Chandra, Yasrial; Adison, Joni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.6761

Abstract

Human agency adalah konsep bahwa seorang individu memiliki kompetensi dalam perencanaan, disiplin, realisasi dan mengevaluasi perilaku mereka sendiri dalam keadaan hidup termasuk dalam pembelajaran. Ini telah dipelajari dalam pendidikan dengan empat sifat inti seperti sengaja, pemikiran, reaktivitas diri, dan reflektifitas diri membentuk individu sebagai aktor, bukan reaktor. Hal ini dapat digunakan untuk memahami pembelajaran mandiri siswa, karena konsep pembelajaran mandiri memiliki kesadaran diri secara sengaja. Jika individu selalu bergantung pada lingkungannya, itu karena ia tidak memiliki agen dalam keadaan hidupnya. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2012, telah menemukan bahwa seorang siswa memiliki kurang otonom dalam belajar, dan juga dari survei yang dilakukan pada 2017-2019 ditemukan bahwa 61,50% siswa di 4 sekolah menengah atas memiliki pembelajaran mandiri yang lebih rendah. Fenomena ini mempengaruhi perilaku selingkuh dan menunda-nunda mereka. Pada artikel ini akan membahas kondisi siswa dalam belajar dan memberikan rekomendasi baru dalam perspektif tentang intervensi alternatif dalam praktik bimbingan dan konseling tentang agensi manusia untuk membentuk dan memahami perilaku belajar mandiri dan juga sifat internalisasi agensi manusia dalam proses konseling dalam konteks dalam belajar.Abstract: Human agency is a concept that an individual has a competencies in planning, discipline, realization and evaluate their own behavior in life circumstance including in learning. It has been studied in education with four core properties such intentionally, forethought, self-reactiveness, and self-reflectiveness shape an individual as an actor, not a reactor. It can be used to understanding a student autonomous learning, because the concept of autonomous learning has a self-cognition purposely. If individual always depends on their environment, that because he does not have an agentic in his life circumstance. According a latest research that conducts in 2012, has found that a student has a lack of autonomous in learning, and also from survey that conduct in 2017-2019 it’s found that 61,50% students in 4 senior high school has lower autonomous learning. This phenomena influence to their cheating and procrastination behavior. On this article will discuss a student’s condition in learning and gives a new recommendation in perspective about alternative intervention in guidance and counseling practice about the human agency to shape and understanding an autonomous learning behavior and also internalization properties of human agency in counseling process in the context in learning.
Mengembangkan Potensi Intelektual dan Emosional Mahasiswa yang Kurang Mampu Alkatiri, Muhammad Adnan; Casmini, Casmini
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i1.6603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya mahasiswa kurang mampu dalam mengembangkan potensi intelektual dan emosional yang secara bertahap dapat mencapai prestasi akademik dan sekaligus kecerdasan emosional yang memuaskan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode penggalian data melalui observasi wawancara mendalam pada subjek tunggal pada fokus upaya mahasiswa kurang mampu dalam mengembangkan potensi intelektual dan emosional. Upaya pengembangan intelektual dan emosional dicapai dengan upaya pembiasaan diri, mengenali diri dan memotivasi diri. Pembisaan diri pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan rasionalitas kehidupan dari kondisi keterbatasan ekonomi keluarga menstimulasi untuk mengenali diri secara mendalam sehingga memotivasi diri untuk terus berubah dari keterpurukan ekonomi. Secara berimbang antara proses intelektual berkembang, kemampuan emosional berjalan secara linier pada mahasiswa kurang mampu. Baginya potensi intelektual berjalan selaras dengan potensi emosional.
Counseling Challenges in the New Normal : Inputs for Quality Guidance and Counseling Program Arrieta, Gilbert S; Valeria, John Remwil; Belen, Von Ryan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i1.8802

Abstract

With no face-to-face classes until a vaccine is available, schools have to adjust and learning must continue in different modalities. In the Philippines, online learning delivery is the primary mode of learning with many private schools adapting it. Learning continuity plan was created and the Department of Education set the most essential learning competencies for school year 2020-2021. Since education is a holistic approach, the mental and emotional well-being of the students must also be given significant attention. Counseling, a strong support in the welfare of the students, is needed to address the different concerns of the students. However, guidance counselors see a lot of challenges in providing counseling to students in an online environment. They have doubts in being truly present with the students. Potential mental and emotional health issues have been identified and preparations were made that will make the guidance and counseling services more felt and reliable despite being in an online modality. This study aims to find out the challenges that the guidance counselors encountered in providing counseling service to students. It also aims to identify the issues and concerns experienced by the students in online learning and the interventions provided by the guidance counselors in handling them. It found out that mental health issues, feeling of isolation, voluminous requirements and unstable internet connection were the concerns of the students. In addressing them, they provided individual and group counseling, communicated with the parents, collaborated more closely with the class advisers, teachers, and academic heads, strengthened the homeroom and guidance period, and held mental health activities. From the experiences, their realizations and new gained insights will be used as bases in enhancing the guidance and counseling program for school year 2021-2022.
Konseling Kelompok Singkat Berorientasi Solusi menggunakan media boneka untuk mengurangi agresivitas Siswa Sari, Syska Purnama; Indasari, Miftha; Surtiyoni, Endang
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7569

Abstract

Aksi kekerasan merupakan bentuk dari agresivitas harus segera diselesaikan. Salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah agresivitas adalah menggunakan boneka dalam konseling kelompok singkat berorientasi solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeefektifan pendekatan konseling singkat berorientasi solusi dengan menggunakan media boneka untuk mengatasi masalah agresivitas siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, model penelitian adalah pretest posttest one grup desain. Subyek penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar di Dusun Meritai. Setelah melakukan analisis data, hasil yang diperoleh adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi agresivitas siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan konseling kelompok singkat berorientasi solusi yang menggunakan media boneka. Sehingga penggunaan boneka dalam konseling singkat berorientasi solusi dapat digunakan oleh guru BK sebagai alternatif untuk mereduksi perilaku agresif. Abstract: Violence which is part of aggressiveness and must be resolved. An alternative to resolving aggressiveness is to use dolls in solution focused brief group counseling. The purpose of this research is to observe the effectiveness of solution focused brief counseling using puppet media to reduce aggressiveness. This type of research is quantitative with the experimental method and the model is pretest posttest one group design. The research subjects were third grade elementary school students in Meritai village. The results of the study, it was a significant difference between the aggressiveness before and after being given solution focused brief group counseling using puppet media. So the conclusion is that the use of dolls in solution focused brief counseling can be used by counseling teachers as an alternative to reduce aggressiveness
Layanan Penguasaan Konten Berbasis Digital Game Based Learning untuk Mengurangi Burnout Belajar Herawati, Anna Ayu; Afriyati, Vira; Mishbahuddin, Arsyadani; Habibi, Ahmad Syaf Ya
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i2.10390

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ditemukan mahasiswa yang mengalami burnout belajar seperti gejala yang nampak menunda-nunda belajar, tidak memiliki semangat dalam belajar, terlihat jenuh dengan aktivitas belajar, merasa frustasi dengan tuntutan perkuliahan dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas layanan penguasaan konten berbasis digital game based learning untuk mengurangi burnout belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest- Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa BK UNIB sebanyak 37 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala burnout belajar dengan model Likert. Hasil penelitian ini diharapkan memiliki implikasi terhadap kegiatan belajar selanjutnya dan kemajuan program studi bimbingan dan konseling UNIB. Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih menarik sesuai kebutuhan, terutama dalam layanan penguasaan konten berbasis digital game based learning dengan aplikasi kahoot untuk mengurangi burnout belajar.Abstrack: This research is motivated by the fact that students still experience learning burnout such as symptoms that seem to procrastinate in learning, do not have enthusiasm in learning, look bored with learning activities, feel frustrated with the demands of lectures, and so on. This study aims to describe the effectiveness of digital game-based learning content mastery services to reduce learning burnout. This study uses quantitative methods. This type of research is a Quasi Experiment with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were BK UNIB students as many as 37 students. The research instrument used was a learning burnout scale with a Likert model. The results of this study are expected to have implications for further learning activities and the progress of the UNIB guidance and counseling study program. The results of this study imply that it can be used as input in developing more attractive guidance and counseling services as needed, especially in content mastery services based on digital game-based learning with kahoot applications to reduce learning burnout
Hubungan Bersyukur kepada Tuhan dan Perilaku Bersedekah dengan Kebahagiaan pada Mahasiswa Mujidin, Mujidin; Millati, Nahdhoh; Rustam, Husnul Khotimah
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i2.8876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel bersyukur kepada Tuhan, perilaku bersedekah dan kebahagiaan secara bersamaan pada mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Sampel yang digunakan sebanyak 80 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling yaitu menentukan sampel yang dilakukan dengan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam. Teknik analisis yang digunakan ialah korelasi ganda dengan koefisien signifikansi Sig< 0,05 dinyatakan ada hubungan signifikan. Temuan penelitian ini pada salah satu hipotesisnya diterima yakni ada hubungan yang signifikan antar bersyukur dengan kebahagiaan dari korelasi senilai 0,000. Sedangkan secara simultan terdapat hubungan yang signifikan antara bersyukur kepada Tuhan dan perilaku bersedekah dengan kebahagiaan. Penelitian berikutnya diharapkan mampu menjangkau lebih banyak aspek dan bidang lainnya seperti memasukkan bimbingan dan konseling yang lebih terarah untuk hasil penelitian yang lebih maksimal.
Analisis Peran Teman Sebaya dalam Pengambilan Keputusan Karier Suwanto, Insan; Mayasari, Dian; Dhari, Nurul Wulan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i2.10101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan peran yang ditunjukkan oleh kelompok teman sebaya dalam mempengaruhi keputusan karier; 2) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam terkait peran teman sebaya dalam pengambilan keputusan karier siswa. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan wawancara terstruktur kepada keenam orang siswa kelas XII. Wawancara yang dilakukan dengan pedoman wawancara peran teman sebaya dan faktor pengambilan keputusan karier yang telah diuji melalui uji validitas konstruksi (judgement experts). Kemudian, data hasil penelitian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan: 1) peran kelompok teman sebaya terlihat pada aspek dukungan sosial, moral dan emosional; kebebasan berpendapat, bertindak atau menemukan identitas diri. Sedangkan aspek sebagai agen sosialisasi dan mengembangkan keterampilan tidak terlalu ditemukan pada teman sebaya. 2) Faktor kondisi lingkungan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan karier. Sedangkan untuk faktor belajar tidak terlalu berpengaruh dalam pengambilan keputusan karier. Berdasarkan hasil penelitian, hendaknya teman sebaya bisa memilih teman yang dapat dijadikan sebagai role model dan Guru BK dapat memfasilitasi pembentukan kelompok teman sebaya yang membahas terkait permasalahan karier agar siswa bisa secara mandiri mengambil keputusan karier.Abstract: This study aims to: 1) describe the role shown by peer groups in influencing career decisions; 2) identify the causal factors that influence career decision making. This study uses a qualitative approach to know in-depth the role of peers in students' career decision-making. In collecting data, the researcher conducted structured interviews with the six students of class XII. Interviews were conducted using peer role interview guidelines and career decision-making factors that have been tested through construction validity tests (expert judgment). Then, the research data were analyzed using themodel Miles and Huberman consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed: 1) the role of peer groups was seen in aspects of social, moral and emotional support; freedom of opinion, action or self-identity. While the aspects as agents of socialization and developing skills are not found in peers. 2) Environmental conditions are very influential in making career decisions. Meanwhile, the learning factor is not very influential in making career decisions. Based on the results of the study, peers should be able to choose friends who can be used as role models and guidance and counseling teachers can facilitate the formation of peer groups that discuss career issues so that students can independently make career decisions.
Keefektifan Konseling Kelompok Berbasis Kearifan Lokal Tembang Macapat Sinom untuk Meningkatkan Resiliensi Generasi Z Edmawati, Mahmuddah Dewi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v11i2.9923

Abstract

Abstrak. Resiliensi merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki remaja, dikarenakan tanpa adanya resiliensi maka remaja akan kesulitan dalam menjalani hidup yang berakibat tidak bisa mengaktualisasikan diri, prestasi diri tidak optimal dan cenderung menjadi pribadi yang pesimistis bahkan dapat menderita depresi Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi generasi Z melalui konseling kelompok berbasis Kearifan Lokal Tembang Macapat Sinom. Tembang macapat sinom berasal dari Jawa Tengah yang kaya akan falsafah kehidupan yaitu menjalani masa muda dengan penuh semangat, tegar, sabar dan pantang menyerah dalam menuntut ilmu, berkarya dan menjalani kehidupan. Pelaksanaan kegiatan konseling kelompok mendukung adanya perubahan resiliensi siswa yang rendah menjadi lebih tinggi yang ditandai dengan penerimaan dan adaptasi diri saat dihadapkan dengan tekanan dari dalam diri individu maupun dari luar diri individu. Adanya dinamika kelompok mendukung adanya perubahan anggota kelompok karena adanya kesempatan saling bertukar pikiran, berdiskusi, saling memotivasi dan saling membantu dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini merupakan jenis pendekatan metode pre-experimental design dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah remaja Jawa berusia 15-20 tahun yang sesuai dengan kriteria tahap perkembangan remaja (gen Z) yang ditetapkan sesuai fokus penelitian. Berdasarkan hasil pengujian wilcoxon diperoleh hasil Z hitung sebesar sebesar -2,807 dengan signifikansi sebesar 0,022 yang artinya konseling kelompok berbasis kearifan lokal tembang macapat sinom efektif untuk meningkatkan resiliensi generasi Z.Abstract. Academic dishonestyis behavior deviating from academic rules carried out by students at various levels of education to get good test results or recognition of their academic assignments by cheating, plagiarism, cooperating in exam fraud, or falsifying data. This article aims to explore and determine the level of student academic dishonestyduring the Covid-19 pandemic seen from differences in gender, grade level and age. The research method used is a survey with a type of cross sectional survey design involving 493 vocational high school students who were selected using cluster sampling technique.. The research data collection instrument uses an academic dishonestyscale. The data analysis technique used is descriptive analysis, t-test and Anova test. The results of the study prove that vocational high school students have a level of academic dishonestyin the medium category. Furthermore, this study found that seen from the gender differences, male students had a higher level of academic dishonestythan female students. The same thing also happens when viewed from each indicator of academic dishonesty. In terms of class differences and age differences, it shows that there is no significant difference between grade 10 and grade 12 students and students aged 15, 16, 17, 18 in the level of academic dishonesty. Further discussion is discussed in this article.