cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,357 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA DI ACEH SELATAN Rossi Aulia Pratiwi; Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Dhiya Salsabila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5601

Abstract

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA DI ACEH SELATAN
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI PELEMBAP WAJAH Kesumawati Kesumawati; Herlina Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5603

Abstract

Kulit kering merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, suhu, dan kelembapan udara yang ekstrem. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar air di lapisan kulit, sehingga kulit menjadi kasar dan kehilangan kelembapan. Masker wajah merupakan salah satu bentuk kosmetik topikal yang dapat digunakan untuk merawat dan melembapkan kulit. Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan berpotensi sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung ekstrak daun kersen sebagai pelembap wajah. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik sediaan serta efektivitasnya dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah. Metode yang digunakan ekstrak daun kersen diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan clay mask dengan tiga konsentrasi: F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%). Evaluasi dilakukan terhadap uji organoleptik, pH, homogenitas, waktu kering, viskositas, iritasi, uji hedonik, dan uji kelembapan kulit menggunakan skin analyzer. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki karakteristik fisik yang memenuhi standar, formulasi menunjukkan pH yang sesuai dengan pH kulit, homogenitas yang baik, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Uji kelembapan menunjukkan bahwa clay mask ekstrak daun kersen dapat meningkatkan kelembaban kulit, sementara uji kesukaan menunjukkan respon positif dari pengguna terhadap produk ini. Formula F3 (20%) menunjukkan peningkatan kelembapan kulit paling signifikan sebesar 46,79% dibandingkan formula lain (p < 0,05). Ekstrak daun kersen dapat diformulasikan menjadi clay mask yang stabil, aman, dan efektif dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah. Dengan demikian, ekstrak daun kersen berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit berbasis bahan alami. Kata Kunci: Ekstrak Daun Kersen, Clay Mask, Karakteristik fisik, Pelembap wajah
HUBUNGAN DOMAIN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA GEULANGGANG GAJAH KECAMATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Agustina Ulandari; Yarmaliza Yarmaliza; Perry Boy Chandra Siahaan; Ihsan Murdani; Lili Eky Nursia N
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5068

Abstract

Jamban adalah sejenis toilet yang dapat digunakan untuk buang air besar dan buang air kecil.  Tangki atau saluran pembuangan Septi, tempat duduk, atau lubang adalah komponen struktural jamban yang memungkinkan pembuangan limbah.  Penduduk desa Geulanggang Gajah berada di dekat sungai.  Karena itu, warga desa dapat terus menggunakan jamban tertutup, yang tidak memenuhi standar tangki non-septi, melainkan mengosongkan limbahnya ke sungai.  Di Desa Geulanggang Gajah, kami berangkat untuk mengetahui apakah tindakan masyarakat berkorelasi dengan seberapa sering dan seberapa baik mereka memiliki jamban.  Desain penampang kuantitatif menggambarkan pendekatan penelitian ini.  Ada 397 tempat tinggal dalam populasi, dan 80 rumah dipilih untuk sampel.  Penelitian ini menggunakan pendekatan pengambilan sampel acak berbasis rumus slovin.  Data dianalisis dengan menggunakan metode uji bivariat dan univariat. Hubungan pengetahuan nilai-p (000) untuk memiliki jamban yang sehat, nilai-p sikap (003), dan nilai-p tindakan (000) semuanya kurang dari 0,05.  Kesimpulan bahwa jamban yang sehat berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku.  Kesadaran masyarakat dan kapasitas untuk membangun jamban yang sehat dapat ditingkatkan jika pemerintah bekerja sama dengan organisasi lain seperti Dinas Kesehatan untuk memberikan bantuan nyata daripada hanya konseling.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA SAWIT DI PT. KARYA TANAH SUBUR KECAMATAN KAWAY XVI ACEH BARAT Asrin Najmiati Fitrah; Susy Sriwahyuni; Zakiyuddin Zakiyuddin; Kiswanto Kiswanto; M .Iqbal Fahlevi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5072

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Menurut data WHO (2023), prevalensi low back pain (LBP) menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal secara global mencapai 1,71 miliar kasus. Berdasarkan RISKESDAS (2023), di Indonesia terdapat 12.914 kasus low back pain atau sekitar 3,71% dari populasi yang ada, dan provinsi Aceh memiliki frekuensi tertinggi (13,3%) yang menjadikannya masalah kesehatan terbesar kedua setelah influenza. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dianalisa secara analisis univarat, bivariat dan multivariate (regresi logistic binary). Populasi dalam penelitian ini yaitu 109 orang pekerja. Cara pengambilan sampel dengan teknik accidental Sampling dengan jumlah sampel 52 orang, penelitian dilakukan pada Februari 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden berusia 46-55 tahun sebanyak 38 orang (73,1%), dengan beban kerja berat sebanyak 35 orang (67,3%) dan  masa kerja ? 10 Tahun sebanyak 38 orang (67,3%) dari total responden yang mengalami LBP sebanyak 33 orang (63,5%). Berdasarkan hasil analisa uji Chi Square pada derajat kemaknaan 95 %  variabel usia diketahui bahwa nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), beban kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05) dan masa kerja dengan nilai p value adalah 0.000 (< 0.05), sehingga ada hubungan faktor usia, beban kerja dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja sawit di PT. Karya Tanah Subur Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Hasil uji regresi binary logistic yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (keluhan low back pain) adalah  variabel masa  kerja dimana diperoleh nilai  OR (69.333)  dan p (Sig)  0,000, artinya masa kerja pekerja sawit berpeluang 69.333 kali  lebih  besar  mengalami keluhan low  back  pain.
Hubungan Kekurangan Enegi Kronis Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Di UPT Puskesmas Mataraman Norlena Norlena; Laurensia Yunita; Istiqamah Istiqamah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5473

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah suatu keaadan malnutrisi yang berlangsung menahun. Ketika ibu hamil mengalami kekurangan gizi, maka janin yang ada di dalam kandungan akan terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan dan perkembangan janin yang terhambat akan beresiko janin bayi lahir dengan berat badan kurang. Berat badan lahir bayi yang kurang merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Observasional Analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 60 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok kasus dalam penelitian ini adalah balita stunting usia 24 -59 bulan dan kelompok kontrol adalah balita usia 24-59 bulan yang tidak mengalami stunting. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami KEK, yaitu sebanyak 32 orang (53,3%). Responden yang mengalami stunting dan tidak mengalami stunting memiliki jumlah yang sama, yaitu masing-masing sebanyak 30 orang (50%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan ada hubungan antara kekurangan energi kronis pada ibu hamil dengan kejadian stunting di UPT Puskesmas Mataraman. Kekurangan energi kronis pada ibu hamil berhubungan dengan kejadian stunting
PENGARUH HOME VISIT ASUHAN KEPERAWATAN GIGI KELUARGA TERHADAP PERILAKU DAN STATU KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DI DESA SEUMET KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Putrisa Narahmah; Reca Reca
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5646

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Desa Seumet, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Salah satu pendekatan promotif yang dapat diterapkan adalah home visit asuhan keperawatan gigi keluarga yang bertujuan meningkatkan perilaku dan status kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh home visit asuhan keperawatan gigi keluarga terhadap perilaku dan status kebersihan gigi dan mulut keluarga. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pre-test and post-test control group. Sampel terdiri dari 32 keluarga yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 16 keluarga. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut menggunakan indeks OHI-S dan PHP-M. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada perilaku dalam kelompok intervensi (p < 0,05). Status kebersihan gigi dan mulut juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan skor OHI-S dari 3,069 menjadi 2,063 dan PHP-M dari 29,125 menjadi 20,144 (p < 0,05 ). Sementara itu, kelompok kontrol menunjukkan perubahan yang tidak signifikan. Dapat disimpulkan bahwa home visit asuhan keperawatan gigi keluarga berpengaruh terhadap peningkatan perilaku dan status kebersihan gigi dan mulut. Metode ini disarankan sebagai strategi promotif-preventif berbasis keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat.
UJI SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARISASI EKSTRAK LABU KUNING AKAR MANIS (CUCURBITA MOSCHATA) SEBAGAI BAHAN SEDIAAN FARMASI Syarifah Yanti Astryna; Siti Samaniyah; Nurhayati Nurhayati; Ruhul Maghfirah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5736

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku sediaan farmasi karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis. Kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam formulasi farmasi. Oleh karena itu, diperlukan uji skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi bahan baku. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder melalui uji skrining fitokimia serta mengevaluasi potensi ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) sebagai bahan sediaan farmasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining fitokimia secara kualitatif terhadap ekstrak menggunakan pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendorff untuk alkaloid serta uji spesifik untuk flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin. Pengamatan dilakukan berdasarkan perubahan warna dan pembentukan endapan sebagai indikator keberadaan senyawa. Hasil Penelitian: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak labu kuning akar manis positif mengandung alkaloid yang ditandai dengan terbentuknya endapan kuning keputihan (Mayer), endapan coklat (Wagner), dan endapan merah (Dragendorff). Uji flavonoid menunjukkan terbentuknya warna orange, uji saponin menghasilkan busa stabil dalam air, uji terpenoid menunjukkan warna merah, serta uji tanin menghasilkan warna kuning kehijauan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan aktif farmasi. Kesimpulan dan Saran: Ekstrak labu kuning akar manis (Cucurbita moschata) terbukti mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan tanin berdasarkan hasil skrining fitokimia. Kandungan metabolit sekunder tersebut menunjukkan potensi ekstrak sebagai bahan sediaan farmasi. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan terkait standarisasi parameter spesifik dan non-spesifik serta pengujian aktivitas farmakologis untuk mendukung pengembangan fitofarmaka. Kata Kunci: Labu Kuning, Skrining fitokimia, standarisasi
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN PERSISTENSI PADA ANAK DI DESA PANTON KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Raina Asriza; Wirza Wirza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5322

Abstract

Persistensi menjadi penyakit gigi yang sebagian besar dihadapi oleh warga Indonesia, utamanya anak-anak berusia 6-12 tahun. Dikarenakan pada usia ini terjadi masa transisi dari gigi susu ke gigi tetap yang sering disebut dengan masa gigi bercampur. Melihat tingginya angka penyakit gigi dan mulut yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor perilaku orang tua yang mempunyai peran terhadap pertumbuhan gigi anak khususnya pada periode gigi bercampur yang berdampak pada terjadinya kasus persistensi. Hasil pemeriksaan awal yang peneliti lakukan dari 10 anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara terdapat 9 orang anak mengalami persistensi gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat analitik dengan dengan desain cross sectional. Dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak dan ibu yang berada di Desa Panton Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara berjumlah 40 orang dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 s/d 13 Mei 2025 dan analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square dengan mengunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu pada kategori baik dengan tidak memiliki persistensi gigi pada anak yaitu 10 orang (25%) dan perilaku ibu pada kategori kurang baik memiliki adanya persistensi yaitu 19 orang (47%) dari hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai sebesar p= 0,00 (p< 0,05), dimana terdapat hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada hubungan perilaku ibu dengan persistensi pada anak. Dan disarankan kepada ibu murid agar dapat meningkatkan perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang persistensi gigi dengan memperbanyak informasi kesehatan gigi dan mulut anak terutama masa pertumbuhan dan perkembangan gigi serta usia masa gigi bercampur.
EFEKTIVITAS MODEL PENDAMPINGAN "PEER-EDUCATOR" PADA REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN ANEMIA SEBAGAI UPAYA HULU PENURUNAN STUNTING DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Sahbainur Rezeki; Rauhdatun Nuzul Za; Syarifah Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.6060

Abstract

Efektivitas Model Pendampingan "Peer-Educator" pada Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia sebagai Upaya Hulu Penurunan Stunting di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Masalah hulu stunting diawali dari tingginya angka anemia remaja putri akibat ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian kuasi eksperimen (non-equivalent control group design) selama 5 bulan (Januari-Mei 2025) ini bertujuan menguji efektivitas model pendampingan teman sebaya (peer-educator) selama 90 hari terhadap 60 siswi anemia (30 intervensi, 30 kontrol) di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Hasil uji Independent T-test menunjukkan lompatan signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kontrol dalam skor pengetahuan ($85,60 \pm 5,10$ vs $62,10 \pm 6,40$; $p=0,001$) dan kepatuhan TTD ($88,40 \pm 4,20$ vs $50,20 \pm 7,10$; $p=0,000$). Kesimpulannya, pendampingan peer-educator terbukti efektif secara psikologis dan klinis, sehingga layak diadopsi sebagai strategi taktis intervensi hulu pencegahan stunting berbasis sekolah.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PASTA GIGI HERBAL DAUN SIRIH DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA USIA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SIMPANG TIGA ACEH BESAR Widiya Karima Halim; Ratna Wilis; Andriani Andriani; Nasri Nasri; Intan Liana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5315

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut di provinsi Aceh besar masih tinggi, dengan 55,34% penduduk mengalami masalah ini (Riskesdas 2018). Data awal menunjukkan nilai rata-rata skor plak sebesar 2,07 (kategori sedang) pada 10 anak, dengan 8 diantaranya menggunakan pasta gigi non herbal. Penggunaan pasta gigi yang tepat,baik herbal maunpun non herbal dapat membantu mengendalikan plak dan menjaga kebersihan gigi dan mulut.. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penggunaan pasta gigi herbal daun sirih dengan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak pada usia remaja di SMP Negeri 1 Simpang Tiga Aceh Besar. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian quasi eksperimen, pretest dan posttest desain. Sampel diambil menggunakan rumus slovin dengan teknik proportionate   stratified   random   sampling. Data diambil dengan mengukur plak menggunakan indeks PHP. Analisis data dilakukan menggunakan uji T-test. Hasil: Pasta gigi herbal daun sirih dan pasta gigi non herbal efektif dalam menurunkan indeks plak. Hasil Uji Independen T-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara nilai pre-test kedua kelompok P-value=0,344 (>0,05), namun terdapat perbedaan signifikan antara nilai post-test kedua kelompok P-value=<0,001 (<0,05). Hasil Uji Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai indeks plak pre-post test pada kedua kelompok dengan (P-value=< 0,001) (<0,05). Kesimpulan: Pasta gigi herbal daun sirih lebih efektif dibandingkan pasta gigi non herbal. Dilihat dari nilai rata-rata sebelum perlakuan 2,796 (kategori sedang) dan setelah perlakuan 1,615 (kategori baik), serta selisih penurunan indeks plak sebesar 1,1815. Saran: Pasta gigi herbal daun sirih dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut karena efektif menurunkan plak dan memiliki sifat antibakteri serta antiinflamasi.